Kegiatan Dabus Akbar Ke-5 Tahun 2026

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sangat mengapresiasi terselenggaranya Dabus Akbar tahun 2026 ini dengan harapan dapat terus menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan persatuan di tengah masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudi Ipaenin, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan pada kegiatan Dabus Akbar Ke-5 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Dzikir Al-Awwaliyah Kelurahan Topo, yang berlangsung di, Gedung Serba Guna, Kelurahan Topo, Sabtu (18/4/2026) malam. Mengawali sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudi Ipaenin mengatakan, Dabus Akbar Tahun 2026 ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan melalui lantunan Dzikir serta doa-doa yang dipanjatkan, dengan harapan daerah ini senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. “Kami meyakini bahwa Dabus Akbar yang kelima ini akan terus menjadi kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga ukhuwah keumatan, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.” kata Rudi. Rudi Ipaenin juga menambahkan Kegiatan ini merupakan bagian dari Napak Tilas Majelis Dzikir Al-Awwaliyah Kelurahan Topo, sehingga bukan sekadar seremoni semata, tetapi sarat nilai sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya, karena napak tilas tersebut menjadi momentum refleksi untuk meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman sehingga semangat inilah yang perlu di jaga dan diwariskan kepada generasi muda daerah ini. “Karena Ingatlah bahwa menjaga persatuan dan kesatuan merupakan cerminan jati diri kita sebagai bangsa yang beradab dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kami sangat mengharapkan peran serta seluruh pemangku kepentingan daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk terus mempererat koordinasi serta kerja sama demi kepentingan masyarakat luas, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat” harap Rudi Sementara, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dalam sambutannya mengatakan, Peningkatan pengamalan nilai-nilai agama yang terus berkembang secara dinamis menjadi indikator penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi atas Penguatan Nilai Agama dan Budaya dalam Kegiatan Dabus Akbar kelima di kelurahan Topo, karena ini juga sekaligus menjadi motivasi dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai spiritual dan moral Pengamalan nilai agama harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada dasarnya kita semua adalah ciptaan Tuhan yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pengabdian kepada-Nya” kata Sarbin. Sarbin sehe menambahkan bahwa Kegiatan semacam ini juga dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya, karena Dalam perkembangannya, relasi yang harmonis antara keduanya telah melahirkan peradaban baru yang saling menguatkan dan menjadi fondasi dalam kehidupan sosial masyarakat. “Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan hubungan antara ajaran agama dan kearifan lokal sebagai titik tumbuh bersama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan, dengan harapan semangat kebersamaan, nilai religius, serta harmonisasi antara agama dan budaya dapat terus terjaga dan menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Maluku Utara.” kata Sarbin Kegiatan diakhiri dengan ratib dabus oleh para majelis Dzikir Al-awalia dan tokoh agama serta tokoh masyarakat kelurahan Topo.
Ketua TP PKK Tidore Buka Festival Budaya Sumkusu III Tahun 2026

Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Budaya Sumkusu III Tahun 2026 di Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (19/4/2026) Malam. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK mengapresiasi Panitia dan Masyarakat Kelurahan Ome yang telah bekerja keras sehingga Festival Budaya Sumsuku III Tahun 2026 dapat terlaksana, ia juga berharap semoga kerja keras ini memberikan manfaat besar bagi pelestarian budaya. “Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan ini, mulai dari panitia, para pelaku seni, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi, semoga kerja keras ini memberikan manfaat bagi pelestarian budaya di Kota Tidore,” Ungkapnya. Rahmawati juga berharap, kegiatan festival budaya sumsuku III tahun 2026 ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar, juga meriah dan memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat Kelurahan Ome pada khususnya dan Kota Tidore Kepulauan pada umumnya. Sementara, Ketua Panitia, Hj. Rugaya Amir dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian turnamen sumkusu cup II, dimana tujuan dari kegiatan ini adalah penggalangan dana untuk pembebasan lahan kuburan, serta mempererat tali silaturahmi. “Peserta dalam kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di lingkungan 01 sampai 04 Kelurahan Ome, festival ini menampilkan lomba kategori tarian kreasi, karaoke, baca puisi dan vokal grup, setiap kategori juga diklasifikasikan sesuai usia, ada anak-anak, remaja dan dewasa,” Jelasnya.
Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Kota Tidore Kepulauan

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menghadiri Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Kota Tidore Kepulauan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Tidore Kepulauan, bertempat di Meeting Room Penginapan Bogenfil, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal serta menyusun strategi politik ke depan. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran strategis PKB dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan daerah yang berkeadilan. Menurutnya, PKB harus terus hadir di tengah masyarakat dengan memperkuat nilai toleransi serta memastikan setiap program dan kebijakan berpihak pada kebutuhan rakyat. “PKB harus terus hadir dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang diwakili oleh Anggota DPR RI Komisi V, Irmawan, menyampaikan bahwa Muscab kali ini menghadirkan mekanisme baru dalam penentuan kepemimpinan. Irmawan mengatakan DPP telah melakukan pemetaan kader potensial di berbagai daerah yang nantinya akan diputuskan secara resmi siapa yang paling tepat memimpin DPC ke depan. Meski demikian, ruang usulan tetap dibuka bagi kader daerah untuk mengajukan nama yang dianggap layak. “Politik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, hadir ditengah masyarakat dan memberikan solusi, bukan sekadar kepentingan kekuasaan,” tegasnya. Sementara itu, DPW Maluku Utara, yang diwakili oleh Ketua Dewan Syuro DPW PKB, Muhdar Din, menekankan pentingnya optimisme dan konsolidasi organisasi. Ia menyebut Muscab bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan langkah ke depan. “Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tantangan dan meraih tujuan lebih besar,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC PKB Kota Tidore Kepulauan, Murad Polisiri, mengatakan bahwa Muscab merupakan ajang evaluasi sekaligus penyusunan strategi kemenangan pada pemilu mendatang. “Muscab ini bukan hanya pergantian pengurus, tetapi momentum untuk mengevaluasi diri dan menyiapkan langkah menuju kemenangan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat sebagai kunci membangun kepercayaan publik. Selain itu, seluruh kader diminta tetap solid dan menerima apapun hasil keputusan DPP terkait penetapan ketua terpilih. Ia juga berharap Muscab DPC PKB Kota Tidore Kepulauan mampu melahirkan rekomendasi strategis serta memperkuat peran partai dalam pembangunan daerah ke depan.
Jamaah haji keluarga dan sesepuh Mareku musim haji tahun 1447 hijriyah / 2026 miladiyah resmi dilepas

Jamaah haji keluarga dan sesepuh Mareku musim haji tahun 1447 hijriyah / 2026 miladiyah resmi dilepas oleh Staf Ahli Walikota bidang Kemasyarakatan dan SDM, Marjan Djumati, di gedung serbaguna Kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara, Jumat, ( 17 April 2026) Malam. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen selaku Sesepuh Kelurahan Mareku, Kepala Kelurahan Mareku bersama Ibu, para tokoh agama dan tokoh adat serta warga masyarakat Kelurahan Mareku. Staf Ahli saat membacakan sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan menyampaikan, Ibadah haji adalah simbol persatuan umat, dimana jutaan manusia bekumpul dalam satu tujuan, satu niat dan satu keikhlasan, tanpa membedakan latar belakang. “Kami berharap para jamaah calon haji Kota Tidore Kepulauan khususnya di Kelurahan Mareku dapat memaknai perjalanan ini dengan iman, memperhalus akhlak serta menebarkan nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang. Jadilah pribadi yang yang membawa kesejukkan, baik selama di tanah suci maupun setelah kembali ke tanah air,” Ungkapnya. Sementara itu, ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan dalam kesempatan yan sama menyampaikan bahwa Majelis Ta’lim Jamul Fawaid Kelurahan Mareku adalah salah satu Majelis di Kota Tidore Kepulauan yang rutin dan konsisten dalam melaksanakan program kerjanya. “Kami berharap Majelis Ta’lim terus menjadi pelopor dalam menebar kebaikan dalam masyarakat. Juga kepada jamaah calon haji agar menjaga kesehatan selama perjalanan suci ini agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar dan sempurna,” Pesannya. Sementar, Ketua panitia, Sahnawi Hatala dalam laporannya menyampaikan, jamaah calon haji keluarga dan sesepuh Mareku berjumlah 27 orang jamaah, dengan rincian 14 jamaah dari keluarga Mareku berdomisili di Ternate dan 13 jamaah keluarga Mareku yang berdomisili di Kota Tidore Kepulauan, dengan penyelenggara RT 006 kelurahan Mareku.
Rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait langkah kongkrit Tahun 2026

Pemerintah Daerah harus mengambil langkah strategis untuk gerak cepat mengatasi lonjakan harga bahan pokok maupun harus memberikan suplai kebutuhan bahan pokok dan pangan di Kota Tidore agar tetap terkendali dengan baik. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat memimpin rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait langkah kongkrit Tahun 2026 serta pelaksanaan cadangan pangan di Kota Tidore, yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota, Kamis (16/4/2026). Ahmad Laiman menambahkan saat ini di Kota Tidore Kepulauan mungkin terjadi kenaikan harga di beberapa komoditi, sehingga perlu langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga tersebut agar tidak terlalu berimbas kepada masyarakat Kota Tidore. “kita punya lahan yang begitu luas, saya minta kepada dinas terkait untuk saling berkoordinasi sehingga kita dapat memanfaatkan para petani di Kota Tidore Kepulauan untuk memanfaatkan lahan yangada untuk bercocok tanam berbagai komoditi yang bisa kita manfaatkan seperti Cabe, Tomat dan sayur-sayuran sehingga bisa membantu kebutuhan pangan masyarakat Kota Tidore.” kata Ahmad Laiman Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tidore, terutama kepada ASN untuk memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan untuk bercocok tanam sehingga kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan baik. “mari kita sama-sama memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan kosong untuk bercocok tanam baik itu sayur, cabe dan tomat agar ini dapat dipenuhi dengan sangat baik.” Tandas Ahmad Laiman. Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Tidore Kepulauan Samsul Bahri Ace dalam paparannya menyampaikan TPID Tidore aktif mengikuti Rakornas Inflasi bersama Kemendagri setiap minggu untuk sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta membahas tentang menetapkan 9 langkah konkret. “Sembilan Langkah konkrit tersebut diantaranya Pemantauan Harga dan Stok,Rapat Teknis TPID,Menjaga Pasokan Bahan Pokok,Operasi Pasar Murah,Sidak ke Pasar dan Distributor,Koordinasi Daerah Penghasil,Pencanangan Gerakan Menanam,Realisasi Belanja Tak Terduga (BTT) seperti Bantuan Transportasidengan harapan ini dapat direalisasikan sehingga kita bisa mengatasi lonjakan harga tersebut.” Kata Samsul Samsul juga menambahkan Sembilan langkah ini menjadi pedoman seluruh OPD teknis dalam mengeksekusi program pengendalian inflasi. Fokus intervensi diarahkan pada komoditas bergejolak dan bantuan distribusi agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali.
Rapat dengar Pendapat bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan terus membuka ruang bagi para investor yang berkeinginan untuk berinvestasi di Kota Tidore, karena dengan adanya investasi maka akan membantu meningkatkan Pendapatan Daerah serta membuka peluang kerja untuk para generasi muda kedepan. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat Rapat dengar Pendapat bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, terkait kerjasama investasi pembangunan penginapan glamor camping (glamping) berteknologi tinggi, bobo cabin, di ruang Rapat DPRD Kota Tidore, Rabu (15/4/2026) siang. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Berkah Moloku Kie Raha dan bobocabin yang dengan intens masuk ke Tidore dengan penawaran investasi yang luar biasa dengan harapan investasi ini ke depan dapat mendukung peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat Tidore. “Karena kondisi saat ini dimana terjadi pengurangan transfer Dana ke Daerah dari Pemerintah Pusat maka Pemerintah Daerah harus terus berinovasi dan berkolaborasi sehingga dapat keluar dari zona aman ini untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” Kata Muhammad Sinen Muhammad Sinen juga berharap agar pertemuan dengar pendapat bersama DPRD ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan masyarakat dapat merasakan pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore dengan hadirnya bobo cabin ini. Sementara, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama mengatakan bahwa pada dasarnya DPRD dan Pemerintah Daerah adalah dua lembaga yang terus saling berkoordinasi demi kepentingan masyarakat Kota Tidore, sehingga dengan hadirnya investasi dari bobocabin tersebut diharapkan dapat memberikan peluang kerja bagi Masyarakat Kota Tidore serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Tidore. “Pemerintah Kota Tidore bukan baru kali ini melakukan investasi namun sebelumnya pernah menerima investor namun gagal, sehingga kami sangat berharap kerjasamanya agar investasi bobo cabin ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama untuk kemajuan Kota Tidore kedepan.” Harap Ade Kama. Senada juga disampaikan oleh Anggota DPRD Mochtar Djumati bahwa, pada prinsipnya DPRD dan Pemerintah Daerah tetap menerima investor mana saja yang ingin berinvestasi di Kota Tidore dengan harapan memberikan dampak positif untuk kemajuan daerah ini. “Pada dasarnya adalah kita welcome pada investor yang penting investasi yang sehat, dan dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat Tidore, dengan harapan memberikan keuntungan namun harus ada kejelasan MoU atau hal lainnya sehingga kita bisa meningkatkan PAD maupun meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore.” Kata Mochtar Selain Itu, Head Of Business Relations PT Bobobox Asset Management Dennis Depriadie mengatakan bahwa Tidore sangat indah dengan bawah laut yang sangat bagus dan terdapat banyak spot diving yang belum dikelola dengan baik. “Sehingga kami melihat market diving di Kota Tidore menjadi peluang besar untuk investasi agar dapat mengenalkan Tidore ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa di bagian Timur ada Tidore yang kaya akan sejarah, budaya dan laut yang sangat bagus, intinya kami hanya ingin mengekspos Tidore yang kaya akan bawah laut ini.” Kata Dennis “Saya bersama PT Berkah Moloku Kie Raha sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Tidore dengan DPRD Kota Tidore karena menerima kami dengan sangat baik, harapannya niat baik kita ini semoga berjalan dengan aman dan lancar, agar dapat memberikan peluang kerja dan meningkatkan perekonomian untuk masyarakat Kota Tidore Kepulauan kedepan.” Sambung Dennis. Dennis juga menambahkan bahwa, ketika sudah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kota Maupun DPRD maka tim akan melakukan proses kerja lapangan dengan membangun 10 cabin awal dengan jangka waktu kurang lebih 6 bulan kedepan. “Harapannya kami butuh kerjasama dari semua pihak agar ini dapat berjalan dengan lancar, intinya Tidore tetap maju, tetap agamis, respon positif dan sejarah masa lampau itu yang nomor satu sehingga banyak yang mau datang ke Tidore.” tutup Dennis
Upacara Puncak Peringatan HJT ke 918 Tahun 2026 Berlangsung Khidmat

Upacara puncak peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026 resmi digelar, dipimpin langsung oleh Sultan Tidore Husain Sjah, upacara ini dihadiri Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Forkopimda Kota Tidore Kepulauan dan sejumlah tamu VIP, upacara berlangsung khidmat di Halaman Kedaton Kesultanan Tidore, Minggu (12/4/2026). Upacara ini diawali dengan pembacaan Borero Gosimo atau pesan leluhur oleh Sultan Tidore Husain Sjah. Borero Gosimo berisikan pesan sakral kepada anak cucu agar selalu taat kepada Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada Panji Buldan Kesultanan Tidore, lalu penyampaian sambutan-sambutan dari Wali Kota Tidore, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara dan Sultan Tidore. Dalam sambutannya, Jou Sultan Husain Syah mengatakan, hari ini merupakan peringatan Hari Jadi Tidore yang ke-918, sebuah penanda bahwa Tidore telah lama hadir dan berkontribusi dalam perjalanan peradaban. Usia yang demikian panjang menunjukkan bahwa Tidore bukan sekadar wilayah, melainkan sebuah entitas peradaban yang memiliki sejarah, nilai dan identitas yang kuat. “Peradaban yang telah diwariskan oleh para leluhur ini hendaknya kita jaga dan pelihara bersama. Tanggung jawab ini bukan hanya milik satu generasi, tetapi menjadi kewajiban seluruh masyarakat Tidore untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur, budaya dan jati diri daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” Pesannya. Sultan Tidore menambahkan, selama ini, mungkin sebagian dari kita memandang Tidore hanya sebagai sebuah wilayah kecil. Namun sesungguhnya, dalam catatan sejarah, Tidore memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh yang luas. Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa Tidore pernah berdiri sebagai bagian penting dari peradaban besar yang memiliki peran strategis di masa lalu. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A Kadir dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara saya mengucapkan “Selamat Hari Jadi Kota Tidore Kepulauan ke-918. Sebuah usia yang panjang, yang menandakan betapa kokohnya akar sejarah dan budaya yang dimiliki Tidore. “Dengan tema “Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim”, kita diajak untuk merenungkan kembali perjalanan panjang Tidore sebagai pusat peradaban, sekaligus menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Tidore bukan sekadar kota, melainkan simbol kejayaan bangsa maritim,” Tuturnya. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam sambutannya mengatakan, Hari Jadi Tidore merupakan bentuk manifestasi yang kuat dari kolaborasi Pemerintah Daerah dan Kesultanan Tidore dalam sinergi yang hangat demi satu tujuan yakni mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan daerah ini. Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama untuk menyongsong masa depan Tidore yang lebih cerah. “Hari Jadi Tidore yang kita peringati tiap tahun adalah sebuah momen terbaik untuk merefleksikan kembali bagaimana perjuangan para leluhur dan pendahulu kita dalam menjaga daerah ini dengan adat dan istiadat sehingga pada hari ini kita masih bangga berdiri sebagai orang Tidore yang masih setia dengan kearifan lokal yang dimiliki. Kami menitipkan harapan besar kepada para generasi penerus agar selalu menjaga kolaborasi yang baik,” Ungkapnya. Lebih lanjut, Wali Kota Tidore Kepulauan juga menyampaikan terima kasih kepada Sultan Tidore bersama Jojau, Perangkat Adat, Para Bobato beserta Imam dan Syara Kesultanan Tidore, atas dukungan dan doa, sehingga dapat terlaksana setiap proses dan pembangunan di daerah ini dengan aman dan lancar. Ia juga menyampaikan selamat Hari Jadi Tidore ke 918 Tahun 2026, semoga keberkahan senantiasa tercurah untuk Kota Tidore Kepulauan.
Launcing Sound of Spices “Saluma”

Dengan perkembangan jaman yang semakin maju, sehingga sering disadari banyak ruang-ruang kreativitas yang telah terbuka bagi anak muda, namun percayalah bahwa generasi muda Kota Tidore Kepulauan tidak akan pernah berhenti untuk berinovasi untuk menampilkan jati diri sebagai orang Tidore, baik lewat musik, kuliner, tarian, kerajinan, konten ataupun berbagai platform kreatif lainnya, seperti SALUMA yang hadir dari musik dan budaya yang kental sebagai orang Tidore Hal tersebut disampaikan Wakil Waki Kota Tidore Kepulaja Ahmad laiman saat menghadiri launcing Sound of Spices “Saluma” yang berjalan aman dan lancar, di Open Space, Jumat (10/4/2026) malam. Ahmad Laiman juga mengapresiasi atas kerja keras dari seluruh seniman dan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah memberi tempat untuk pengembangan kreativitas anak muda Tidore dengan harapan agar anak muda terus berinovasi di Kota Tidore. “Ini menjadi sebuah langkah awal untuk memulai kesadaran kita bersama agar lebih peduli pelestarian budaya sehingga tak tergerus oleh modernisasi dan juga menyadari pentingnya identitas budaya dalam kehidupan bermasyarakat sehingga masa depan daerah tercinta ini akan selalu terjaga dengan baik.” kata Ahmad Laiman Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulahan ini juga berharap kehadiran SALUMA menjadi langkah positif untuk mengembangkan dan melestarikan budaya dan seni Tidore, untuk terus memberikan ruang kepada anak muda agar terus berinovasi lewat musik maupun hal lain. Sementara itu, sambutab Gubernur Maluku Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Syamsuddin Abd Kadir mengatakan bahwa Maluku utara adalah tanah yang dianugerahi sejarah panjang dari jejak-jejak kerajaan besar hingga tradisi musik dan tarian yang diwariskan turun temurun, sehingga Saluma sebagai simbol suara budaya di Maluku Utara yang menjadi respresentasi dari harmoni dari masa lalu dan masa depan. “Kita tidak hanya sekedar mendengarkan musik tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya adalah napas kehidupan, pengingak persaudaraan dan sumber inspirasi bagi generasi muda.” Kata syamsuddin Syamsuddin Abd Kadir juga menekankan bahwa, dukungan dari kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesia adalah bukti nyata negara hadir untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan, karena bantuan ini bukan hanya sekedar materi melainkan energi yang mendorong untuk terus berkarya, melestarikan tradisi sekaligus membuka ruang bagi inovasi. “Dengan adanya Sound of Saluma, kita harapkan Maluku Utara semakin dikenal baik di tingkat Nasional maupun internasional sebagai pusat kreativitas dan kekayaan budaya.” hadap Syamsuddin “Mari kita jadikan Sound of SALUMA sebagai momentum kebangkitan budaya, mari bergandeng tangan menjaga warisan leluhur sekaligus menciptakan karya-karya baru yang akan dikenang oleh generasi mendatang dengan semangat kebersamaan kita akan menjadikan Maluku Utara sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam tetapi juga kaya akan budaya yang hidup, dinamis dan membanggaman.” ajak Syamsuddin Kegiatan ini diakhiri dengan pelucuran Sound Of Spices “SALUMA” oleh Sanggar DD Acoustic, secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Syamsuddin Abdul Kadir bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman yang ditandai dengan pemukulan tifa
Penandatanganan Deklarasi bersama

Untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan khususnya penerimaan murid baru di seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Tidore menggelar Apel bersama dalam rangka Hari Pendidikan yang dirangkaian dengan penandatanganan deklarasi bersama. Penandatanganan Deklarasi bersama antara Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dengan Polresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow dan Kejaksaan Negeri Tidore Sabar Evryanto Batubara ini sebagai dukungan komitmen pelaksanaan penerimaan Murid Baru Tahun 2026/2027, yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Tidore, Senin (4/5/2026). Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum yang sangat penting sebagai ajang refleksi terhadap capaian, tantangan, serta langkah-langkah strategis yang harus ditempuh ke depan karena Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban dan kemajuan daerah. “Karena melalui pendidikan, kita membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal kepada generasi penerus, di tengah dinamika perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan dunia pendidikan juga semakin kompleks, sehingga transformasi digital, perubahan sosial, serta tuntutan global mengharuskan kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi.” Kata Muhammad Sinen Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui berbagai program strategis, diantaranya peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kota Tidore Kepulauan, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkeadilan karena Pendidikan harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik, sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan karakter yang kuat.” Tandas Muhammad Sinen Tak hanya itu, Muhammad Sinen juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh jenjang satuan pendidikan yang berada dalam kewenangan pemerintah daerah. “Pelaksanaan penerimaan murid baru merupakan salah satu tahapan krusial dalam sistem pendidikan, karena menjadi pintu masuk bagi peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan, sehingga proses ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme, Saya menegaskan bahwa pelaksanaan penerimaan murid baru harus berpedoman pada prinsip-prinsip Obyektif, Transparan, Akuntabel, Keadilan dan Pemerataan.” Tegas Muhammad Sinen Tak lupa, Muhammad Sinen juga berharap Kepada para Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan, agar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dengan profesionalisme dan integritas adalah kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan berwibawa. “Kepada orang tua dan masyarakat, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengawal proses ini karena partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan, mari kita jadikan momentum Hari Pendidikan Nasional dengan Tema : Meningkatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, ini sebagai titik tolak untuk memperkuat komitmen dan sinergi kita semua dalam membangun pendidikan yang lebih maju, berkualitas, dan berkeadilan di Kota Tidore Kepulauan, Kita harus yakin bahwa dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan, kita mampu mewujudkan generasi Tidore Kepulauan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.” Ajak Muhammad Sinen Penandatangan Deklarasi Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun pelajaran 2026/2027 ini dilakukan oleh Kepala Kominfo, Persandian dan Statistik Kota Tidore, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Kota Tidore, dan Plt Dinas Sosial Turut Hadir Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD, Camat, Pengawas Satuan Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Pendidik serta Seluruh ASN Pemkot Tidore.
Ritual Lufu Kie sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman didampingi Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny.Sumiyati Ahmad Laiman bersama Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengikuti ritual Lufu Kie sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026, di Pelabuhan Kesultanan, Kamis (9/4/2026). Ritual Lufu kie atau sering dikenal dengan keliling pulau menggunakan armada juanga ini diawali dari Jou sultan Tidore bersama jou boki, didampingi Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman bersama Ketua I tim penggerak PKK kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, forkopimda Kota Tidore Kepulauan bersama para bobato Kesultanan Tidore berjalan kaki menuju dermaga kesultanan untuk memulai ritual lufu kie yang dimulai dari Dermaga Kesultanan untuk mengelilingi pulau tidore. Lufu kie adalah gelar armada perang yang dicetus oleh yang mulia sultan saifuddin “Jou Kota” untuk menakuti kompeni Belanda pada waktu itu. Lufi kie yang dikemas dalam bentuk pelayaran menggunakan kagunga dengan formasi terdiri kagunga kesultanan (perahu kesultanan Tidore) yang dikawal oleh 12 juanga yang terdiri dari Sangadji se Gimalaha sebagai pengawal kagunga Kesultanan. 12 perahu kora-kora tersebut terdiri dari Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomayou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili , Gimalaha Tahisa dan Gimalaha Tomaidi. Pada ritual lufu kie ini juga dilaksanakan pembacaan doa oleh para imam dan syara bobato kesultanan Tidore pada beberapa titik tertentu di sepanjang pulau Tidore, namun pada lufu kie kali ini juga berhenti di depan keramat Hiri ternate dan kembali mengelilingi pulau Tidore. Selain itu juga, ritual lufu kie ini juga disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat di setiap kelurahan yang dilintasi. Selain Kagunga dan juanga, lufu kie ini juga diikuti oleh simpatisan dari gabungan organisasi perangkat Daerah (OPD) dan camat menggunakan armada speedboat