Tertib Bayar Iuran JKN-KIS BPJS Kesehatan, Pemkot Tidore Raih Apresiasi

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menerima penghargaan dalam kegiatan Rekonsiliasi Iuran Wajib PPU Pemerintah Daerah dan Non PPU Triwulan I Tahun 2026 Pemerintah Daerah se-Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan di Ternate, Kamis (23/4/2026). Penghargaan tersebut diperoleh karena  Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah berkontribusi aktif dalam Program JKN-KIS BPJS Kesehatan dengan secara tertib melaksanakan kewajiban pembayaran Segmen Iuran Perangkat Desa. Sekretaris BPKAD, Marwia Abdurrahman usai menghadiri acara tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dibawah kepemimpinan Wali Kota Bapak Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Bapak Ahmad Laiman berkomitmen melaksanakan kewajiban membayar BPJS tepat waktu. “Hal ini berdampak positif terhadap perlindungan jaminan kesehatan bagi peserta BPJS, dengan pembayaran tepat waktu ini, peserta BPJS dapat langsung mengakses layanan kesehatan tanpa kendala,” Ungkapnya. Marwia menambahkan, kewajiban membayar BPJS sesuai Peraturan Presiden  Nomor 64 tahun 2020 adalah 5% dari upah kerja yang diterima dengan rincian 4% menjadi tanggungan pemberi kerja dan 1%  ditanggung peserta.  Untuk Perangkat Desa 4 % ditanggung Pemberi Kerja (Pemerintah Daerah) dan 1% ditanggung oleh masing-masing perangkat Desa. “Untuk itu diharapkan seluruh pihak termasuk perangkat Desa agar dapat memenuhi kewajiban masing-masing, agar manfaat jaminan kesehatan dapat terlayani secara maksimal,” Pungkasnya.

Ketua TP PKK Tidore Tekankan Peran Masyarakat dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Upaya Penguatan Peran Tim Penggerak PKK dalam Perlindungan Perempuan berbasis masyarakat, Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tidore tekankan perlu adanya forum atau wadah bagi kaum Perempuan di Desa/Kelurahan sebagai tempat berbagi dan saling peduli, juga tempat deteksi dini dan pendampingan awal. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KtP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan di Desa Fanaha dan Desa Aketobololo Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan pada Tanggal 23 s/d 24 April 2026. Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah masih adanya kasus kekerasan terhadap Perempuan yang belum terungkap atau tidak dilaporkan, ditambah lagi dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kini semakin marak dan menjadi ancaman bagi kaum Perempuan dan Anak, tentunya masalah ini berdampak serius. “Dampak yang terjadi jika Perempuan mengalami kasus kekerasan dan TPPO secara fisik maupun psikis tentunya akan cacat, trauma, depresi hingga hilang rasa percaya diri dan bahkan bisa menarik diri dari lingkungan sosial, maka perlu adanya sebuah forum yang dibentuk oleh Desa/Kelurahan bahkan hingga ke Tingkat Dasa Wisma PKK, forum ini menjadi tempat curhat yang terpercaya dan bisa mencari solusi bersama,” Ungkapnya. Selain itu, Ketua Puspaga Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, forum ini juga melibatkan peran aparat Desa/Kelurahan, aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai panutan, juga kaum laki-laki sebagai pelindung Perempuan dan Anak, karena perubahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, maka forum ini sebagai deteksi dini dan menjadi jembatan dalam pendampingan kasus kekerasan Perempuan dan Anak. “Melalui kegiatan ini, kami berharap adanya kelompok masyarakat yang aktif, ada kepedulian bersama dan ada keberanian untuk melapor dan mendampingi kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tidore Kepulauan. Upaya ini harus dimulai dari lingkungan kita, masyarakat harus bergerak bersama, kita selamatkan Perempuan dan Generasi Penerus kita dari niat dan Tindakan orang yang tidak bertanggung Jawab,” Ajaknya.

Kreativitas Anak Muda Tidore Sukses Hidupkan Opening Ceremony Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate

Alunan magic rebab yang bersahutan dengan petikan gitar menghidupkan suasana Opening Ceremony eksibisi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta yang menjadi saksi bisu kebangkitan kreativitas anak muda Tidore, Kamis (22/4/2026). Suksesnya penampilan ini tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, memberikan support penuh terhadap talenta anak muda daerah untuk berani tampil di panggung ibu kota. Creative Production, Albughdadi mengatakan, kolaborasi seni ini berhasil mencuri perhatian para tamu undangan dan investor. Penampilan yang menyatukan musik tradisional dengan sentuhan modern ini membuat penonton terkesan, membuktikan bahwa warisan leluhur mampu tampil relevan di industri kreatif masa kini. Konsep yang dibawakan terasa sangat matang. Alunan instrumen tradisional rebab yang dimainkan dengan apik oleh Muhammad Ali, berpadu harmonis dengan vokal jernih Fadhilah Amatullah. Nuansa kontemporer hadir lewat petikan gitar dari Sabda Alam, sementara Amal Hasanuddin (d’Facto) memberikan kedalaman makna melalui bait-bait puisi yang menggugah. “Kami menghadirkan warna tradisional yang dikemas dalam konsep jelas dan terarah. Nilai dan esensi tetap dijaga, namun secara estetika karya ini dibuat agar otentik sekaligus bisa dinikmati khalayak luas,” ujar AlBughdadi Bagi AlBughdadi dan tim, tampil di Jakarta adalah sebuah tanggung jawab besar. Ini tentang mengambil peran untuk mempromosikan Kota Tidore Kepulauan secara utuh, yang dibawa bukan hanya nama pribadi, tapi cerita dan harapan banyak orang di Kota Tidore Kepulauan. Dibalik layar, tim yang solid turut mensukseskan acara ini, mulai dari Nurul Asnawiah, Siti Faya Ila Togubu, Syahbuddin Soleman (OBud), Herman Husein, Abd. Rachim, Zulkifli, M Ali Gibran & Meus Creative Studio. “Melalui momentum ini, diharapkan semakin banyak pihak, termasuk investor, yang mulai melirik Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah dengan potensi besar yang siap dikembangkan,” Harapnya. AlBugdadi mengatakan, dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi sinyal kuat bahwa Kota Tidore Kepulauan siap menyongsong peluang-peluang baru melalui kolaborasi budaya dan kreativitas anak mudanya. di Hotel Borobudur ini menjadi bukti bahwa ketika tradisi dan kreativitas anak-anak muda diberi ruang dan dukungan, ia mampu berbicara di kancah yang lebih luas.

Sejarah dan Keindahan Tidore dalam Etalase Nasional

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, S.Sos, menghadiri sekaligus memberikan sambutan secara resmi di Opening Ceremony program “Discover the Natural Treasure: Tidore & Ternate” yang digelar di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (22/4/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Manajemen Hotel Borobudur Jakarta, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) serta Pemerintah Daerah terkait untuk mempromosikan potensi budaya, sejarah, dan alam dari timur Indonesia. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menekankan, Tidore bukan sekadar titik di peta, melainkan pilar penting berdirinya Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa Kesultanan Tidore pernah menyumbangkan hampir sepertiga wilayahnya untuk keutuhan Republik ini. “Nusantara tanpa Tidore, bukanlah Nusantara yang indah, tidak akan ada lagu ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ jika Kesultanan Tidore tidak bergabung dengan NKRI. Keunikan Maluku Utara adalah permata bagi Republik ini,” Ujar Ahmad Laiman. Wawali juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-kota dan kesultanan, seperti Tidore, Ternate, Bacan dan Jailolo, yang tumbuh dalam persekutuan kesultanan bersejarah untuk maju bersama di era modern. Selain sisi historis, Ahmad Laiman juga memaparkan profil Kota Tidore Kepulauan saat ini: Keanekaragaman Hayati: Tidore kini diusulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kota dengan konservasi hayati yang lengkap. Tidore juga sebagai Daerah Penyangga (Buffer Zone): Di tengah kepungan industri tambang, Tidore tetap konsisten menjaga keseimbangan ekosistem. Karakter Unik: Meski berstatus administratif Kota, Tidore tetap mempertahankan kearifan lokal pedesaan yang kental. “Melalui acara ini, diharapkan serpihan-serpihan permata nusantara dapat menyatu kembali seperti puzzle yang indah, membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin jaya dan hebat di masa depan,” Pungkasnya. Sementara, di Kesempatan yang sama, General Manager Hotel Borobudur Jakarta, Anggie Ayuningtyas, menjelaskan, program Discover ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Tidore-Ternate kepada dunia internasional. “Kekayaan Indonesia harus dipelajari dan diimplementasikan. Kami ingin menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dalam tentang ‘Negeri Rempah’ melalui kolaborasi dengan Pemda dan berbagai yayasan,” kata Anggie. Acara pembukaan ini berlangsung meriah, dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, Direktur Eksekutif APEKSI, Perwakilan Bank Artha Graha, Perwakilan perbankan internasional (Bank Spanyol). Sekda Kota Tidore Kepulauan serta pimpinan OPD, Tokoh masyarakat Tidore dan Maluku Utara yang berdomisili di Jakarta.

Wawali Tidore Paparkan Potensi Wisata Sejarah Hingga Kuliner dalam Podcast Discover National Treasure Tidore-Ternate

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri kegiatan Podcast Discover National Treasure Tidore-Ternate yang diselenggarakan di Executive Lounge, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Kehadiran ini merupakan bagian dari rangkaian promosi besar-besaran potensi wisata serta pengembangan industri pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan kuliner yang berlangsung mulai 20 April hingga 7 Juni 2026. Dalam sesi bincang tersebut, Wakil Wali Kota Tidore memaparkan keunikan Tidore sebagai kota dengan luas daratan terbesar ketiga secara nasional, masih mempertahankan suasana pedesaan yang asri, sekaligus memiliki rekam jejak sejarah panjang sebagai Ibu Kota pertama Irian Barat dan pusat kebesaran Kesultanan Tidore di masa lalu. “Tidore menawarkan kekayaan alam yang luar biasa, melalui Taman Nasional Aketajawe-Lolobata yang menjadi rumah bagi hewan endemik seperti Burung Bidadari, tak hanya di darat, kekayaan bahari Tidore juga menonjol dengan keberadaan Hiu Berjalan serta kawasan konservasi laut yang telah terjaga sejak tahun 1500-an di Teluk Lumba-Lumba,”Paparnya. Bagi para pecinta selam, Wawali menambahkan, Tidore menyajikan titik-titik penyelaman yang tidak hanya memamerkan terumbu karang dan keanekaragaman biota laut, tetapi juga situs kapal karam yang bersejarah. Kekayaan alam ini sejalan dengan identitas Tidore sebagai daerah pertama yang mengekspor cengkeh ke Eropa, di mana rempah-rempah bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari filosofi kehidupan yang diwariskan oleh leluhur. “Sisi kebudayaan dan kerajinan tangan juga menjadi daya tarik utama yang diperkenalkan dalam ajang ini, salah satunya adalah Puta Dino atau kain tenun khas Tidore yang setiap motifnya memiliki filosofi mendalam. Produk kebanggaan ini bahkan dijadwalkan akan tampil dalam pameran internasional Lange Nacht der Konsulat di Hamburg, Jerman,” Imbuhnya. Selain itu, Wawali juga mengatakan, kekayaan intelektual Tidore telah diakui secara hukum melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Kue Lapis Tidore. Berbagai penganan khas seperti Kue Andara dan Kue Kale-Kale pun turut dipromosikan, dimana kuliner Tidore dipandang bukan sekadar pengganjal perut, melainkan representasi dari identitas budaya masyarakatnya. Rangkaian kegiatan di Hotel Borobudur ini mencakup berbagai agenda menarik, mulai dari Bazar UMKM, Culinary Food Promotion, hingga forum bisnis dan investasi bersama Bank BTN. Seluruh hidangan khas yang ditampilkan dalam podcast juga tersedia dan dijual secara eksklusif di Hotel Borobudur selama periode kegiatan. Selain bincang budaya dan sejarah bersama Timur Network Foundation, acara ini juga dimeriahkan dengan festival budaya, yoga akuatik, sesi meditasi, hingga pembacaan relief Borobudur. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimis dapat menarik minat investor dan wisatawan untuk mengeksplorasi lebih jauh keajaiban “Harta Karun Nasional” yang ada di Maluku Utara.

Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Puspaga Kota Tidore, menjadi Narasumber dalam Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Tingkat Kab/Kota yang diselenggarakan oleh Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan di Desa Maitara Tengah, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini juga mendaulat Psikolog dari Perwakilan Kemensos wilayah Maluku Utara Siti Ningrum, S.Psi.,M.Psi sebagai narasumber, tujuan kegiatan ini dilakukan karena maraknya kekerasan anak dan pornografi yang sudah menjadi masalah serius membahayakan masa depan anak, hal ini disebabkan dari perilaku dan pola asuh anak baik dari orang tua maupun lingkungan yang belum maksimal sesuai harapan bersama. Selaku Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Ibu-Ibu empat Desa di Pulau Maitara yang telah antusias hadir mengikuti kegiatan ini, baginya antusia para Ibu-Ibu adalah hal yang membaggakan, melalui kegiatan ini, mereka dapat mengetahui cara menjaga anak-anak untuk tidak terjerumus dalam hal-hal yang tidak diinginkan. “Melalui kegiatan ini juga, ibu-ibu dapat mengetahui bagaimana pola asuh anak di fase umur masing-masing, mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat dan diridhoi Allah SWT, sebagai Ketua Puspaga, tujuan utama Puspaga adalah mencegah masalah dalam keluarga sejak dini dan menangani saat masalah sudah terjadi, meningkatkan kualitas hidup keluarga, kemampuan orang tua dalam mengasuh anak serta mewujudkan keluarga harmonis,” Ungkapnya. Ketua TP PKK Kota Tidore juga mengapresiasi Pulau Maitara karena sejauh ini belum ada kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, namun ia menghimbau untuk dapat terus dijaga oleh Masyarakat, karena Pulau Maitara sudah dicanangkan sebagai Pulau bebas Pornografi Anak, jadi pola asuh anak yang baik juga harus diterapkan, serta membentuk wadah kaum Perempuan untuk dapat menyelesaikan masalah, contohnya seperti pondok curhat. Sementara, Psikolog Siti Ningrum dalam kesempatan tersebut juga memaparkan materi terkait ketahanan keluarga cara mendidik anak yang baik dan benar, karena menurutnya, parenting adalah proses kolaborasi antara orang tua dan anak untuk membangun karakter, potensi serta kenyamanan anak dalam lingkungan belajar dan sosial. Selain keluarga adalah fondasi utama, tantangan zaman dan pola asuh menentukan masa depan anak. “Ada hal yang harus dipahami sebagai bentuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh anak, guru maupun orang tua, anak harus memahami hak tubuh sendiri, berani berkata tidak dan melaporkan kejadian yang mencurigakan. Guru menjadi ruang aman di kelas untuk berdiskusi, tanggap dan tidak menyalahkan korban, Sementara orang tua bangun komunikasi terbuka dengan anak dan ajarkan soal batasan tubuh, percaya serta mendukung anak saat bercerita,” Paparnya.

Lomba fashion show Kebaya Nasional yang bertajuk Kartini Masa Kin

Momentum Peringatan Hari Kartini Tahun 2026, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen didampingi Ketua I TP PKK Ny. Sumiyati Ahmad Laiman beserta pengurus, kompak menghadiri lomba fashion show Kebaya Nasional yang bertajuk Kartini Masa Kini, Berkarya, Menginspirasi dan Memberdayakan, diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Tidore, di Aula Kantor Camat, Selasa (21/4/2026). Dalam sambutannya, Hj. Rahmawati mengatakan, hari kartini bukan sekedar peringatan ceremony belaka, melainkan momentum untuk mengenang dan meneladani semangat juang Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi Wanita, melalui kegiatan lomba peragaan busana ini, tidak hanya menampilkan keindahan pakaian, tetapi di dalam lubuk hati mengingat kembali bagaimana perjuangan Kartini sebagai pendekar kaumnya untuk Merdeka. “Melalui kegiatan ini juga menggambarkan keberagaman budaya, keanggunan dan karakter Perempuan Indonesia yang kuat dan berdaya, terima kasih kepada PKK Kecamatan Tidore, karena kegiatan ini juga berkaitan dengan program kerja pokja III yaitu Gerakan Masyarakat Cinta Sandang Lokal, lomba ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas serta kecintaan terhadap budaya bangsa, khususnya Tidore,” Ungkapnya. Sementara, Ketua TP PKK Kecamatan Tidore, Marliyani Sahril dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A Kartini dalam emansipasi Wanita, bertujuan untuk menumbuhkan semangat perjuangan dan keteladanan R.A Kartini di kalangan kaum Perempuan, serta meningkatkan kreativitas dan partisipasi TP PKK dan Masyarakat. “Lomba fashion show kebaya nasional ini diikuti oleh peserta dari Pokja Bunda Paud, Ketua-Ketua TP PKK Kelurahan se Kecamatan Tidore, ASN dan PPPK utusan 13 Kelurahan di Kecamatan Tidore, Anggota DWP Kecamatan Tidore dan peserta cilik dari perwakilan 18 satuan PAUD se Kecamatan Tidore. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Kecamatan Tidore, TP PKK, DWP dan Pokja Bunda Paud Kecamatan Tidore,” Ucapnya.

Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiati Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Rahmawati Muhammad Sinen didampingi Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiati bersama Ketua III TP-PKK Kota Tidore Kepulauan Ny Nuraen Ismail Dukomalamo mengikuti Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital, yang berlangsung, di Ballroom Bela Hotel, Ternate, Senin (20/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, yang juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Kapolda Maluku Utara, Anggota TP-PKK Kota Tidore, serta para pelaku UMKM se Maluku Utara. Mengawali sambutannya, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan bahwa, pasar bagi produk UMKM di daerah kepulauan masih relatif sempit jika hanya mengandalkan penjualan konvensional, sehingga transformasi digital dinilai menjadi solusi penting untuk memperluas jaringan pemasaran. “Dengan adanya pelatihan penjualan secara digital, secara online, bisa memberikan akses untuk produk-produk lokal Maluku Utara untuk tidak hanya terbatas dalam geografi tapi bisa menjual secara nasional,” ujar Sherly. Orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara ini juga menambahkan bahwa, penguatan UMKM tidak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Pelatihan itu sebagai langkah awal membangun ekosistem inkubator bisnis bagi UMKM Maluku Utara agar naik kelas dan memiliki daya saing nasional, Ini adalah langkah awal yang baik sebagai sebuah inkubator memberikan pelatihan kepada UMKM Maluku Utara untuk bisa naik kelas, menjual produknya di market yang lebih luas melalui digital,” katanya. Sementara, usai mengikuti Pelatihan, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Hj. Rahmawati Muhammad Sinen mengatakan, Pelatihan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini merupakan hal yang sangat penting bagi pelaku usaha di Maluku Utara khususnya pelaku usaha di Wilayah Kota Tidore. “pelatihan semacam ini tentunya memberikan banyak sekali pengetahuan kepada para pelaku UMKM untuk bagaimana mempromosikan produknya ke berbagai sosial media, sehingga ini saatnya kita para pelaku UMKM go digital agar produk kita bisa dikenal luas oleh seluruh masyarakat bukan hanya di Kota Tidore maupun Maluku Utara akan tetapi seluruh Indonesia.” Kata Rahmawati Rahmawati juga berharap agar para anggota TP-PKK maupun pelaku UMKM Kota Tidore yang mengikuti Pelatihan tersebut untuk menjadi ruang pembinaan lanjutan bagi para pelaku UMKM tersebut. “Karena disini kita belajar bagaimana mendapatkan materi seputar komunikasi bisnis, branding, digital marketing, hingga strategis pengembangan usaha, sehingga diharapkan ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.” Harap Rahmawati. Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital ini menghadirkan Founder SKENA Agency & Content Creator Iksan Bangsawan, Digital Marketing Tiktok Ifatul Khasanah dan Founder & Creative Director PT Sanet Karya Nusantara dan Asesor Kompetensi Desain Fashion sebagai pembicara.

Wali Kota Tidore Hadiri Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 Kementan RI

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Senin (20/4/2026). Pertemuan strategis ini digelar sebagai respons atas prediksi BMKG mengenai potensi kekeringan ekstrim pada tahun 2026 serta upaya mempercepat visi Swasembada Pangan berkelanjutan. Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Nomor B-1336/SR.030/J/04/2026, Maluku Utara hanya diwakili oleh dua daerah dalam agenda ini, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dalam arahannya menekankan bahwa tantangan iklim tidak bisa dihadapi sendirian. Ia meminta pemerintah daerah melakukan langkah konkret melalui optimalisasi embung, irigasi, dan teknologi modern. “Mitigasi harus terencana dan berbasis data. Pemerintah daerah punya peran strategis memastikan ketersediaan air. Kita harus kompak mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan,” tegas Mentan Amran. Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M, B.A., menyoroti pentingnya kecepatan eksekusi anggaran dengan moto Presiden “Best Fast Result”. Beliau menyentil fenomena bantuan alat pertanian yang sering tertahan di gudang hanya demi menunggu acara seremonial. “Tanaman tidak menunggu anggaran. Hujan dan hama datang pada waktunya. Mulai Januari belanja sudah harus jalan. Tugas pemimpin adalah cari masalah, temukan, dan selesaikan,” ujar Wamentan Sudaryono. Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen usai menghadiri rakor tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian khusus Kementerian Pertanian terhadap Kota Tidore. Undangan ini membuktikan bahwa potensi pertanian di Tidore diakui secara nasional.  “Visi misi kami mencakup pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ini sangat sejalan dengan prioritas Bapak Presiden. Saya berterima kasih karena usulan Tidore untuk tahun 2026 mendapatkan prioritas,” Ungkap Wali Kota. Wali Kota juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran Dinas Pertanian dan Dinas terkait agar tidak lalai dalam mengeksekusi program. Dinas terkait harus segera menindaklanjuti program yang telah disetujui pusat. Mengingat banyaknya daerah yang meminta program, namun gagal dalam implementasi. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga meminta kepada Dinas terkait untuk menjadikan program ini sebagai skala prioritas. Kehadiran program pusat ini diharapkan mampu meringankan beban Pemda di tengah adanya pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD). “Dukungan Strategis Kementan sebagai bentuk komitmen, Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan bagi daerah yang siap dengan usulan strategis, meliputi Rehabilitasi dan percepatan pembangunan jaringan irigasi, Pemanfaatan sistem pompanisasi secara masif, Penyediaan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem (kekeringan) serta Penguatan sistem informasi iklim untuk petani,” Imbuhnya. Melalui Rapat koordinasi ini, Wali Kota Tidore Kepulauan optimistis dapat menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus berkontribusi pada target nasional, termasuk rencana swasembada gula, beras, serta peningkatan produksi CPO untuk kebutuhan B50.

Upacara Pembukaan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Tingkat Kota Tidore Kepulauan tahun 2026

Seleksi Pakibraka merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepualuan sebagai momentum penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berdisiplin dan memiliki jiwa nasionalisme serta cinta tanah air yang tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Sofyan Saraha saat membacakan sambutan Walikota pada Upacara Pembukaan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Tingkat Kota Tidore Kepulauan tahun 2026. Yang berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah. Senin (20/4/2025). ”Paskibraka adalah simbol kehormatan, kebanggaan dan tanggungjawab yang besar dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepada adik-adik peserta seleksi, kami berpesan agar mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukan kemampuan terbaik yang dimiliki. Jadikan kesempatan ini sebagai ajang pembelajaran untuk melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerjasama” ucapnya. Lanjut Sofyan, dirinya berharap kepada Tim Seleksi agar dapat menjaring putra-putri terbaik dari perwakilan sekolah-sekolah yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, kepribadian yang baik, serta semangat pengabdian kepada bangsa, negara dan daerah tercintai ini. Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan Muslihin dalam laporannya menyampaikan jumlah sekolah yang diseleksi sebanyak 32 sekolah tingkat SMA atau sederajat yang tersebar di Kota Tidore Kepulauan khususnya kelas X atau kelas 1. peserta  Pakibraka yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat sekolah masing-masing sebanyak 80 orang siswa-siswi terdiri dari 35 orang Putra dan 45 Orang Putri. “peserta yang telah lolos kemudian diseleksi dan dipersiapkan untuk Paskibraka Tingkat Kota Tidore Kepulauan yaitu sebanyak 36 orang terdiri dari 19 orang Putra dan 17 orang Putri. Dan selanjutnya untuk terbaik 1,2 dan 3 Putra dan Putri akan dikirim untuk mengikuti seleksi pada tingkat Provinsi Maluku Utara dan Tingkat Nasional” Seluruh peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi yang meliputi Wawasan Kebangsaan, Tes Kesehatan, Parade, Peraturan Baris-berbaris (PBB), Kesemaptaan, dan Tes Kepribadian/Wawancara yang diuji langsung oleh Tim Seleksi Paskibraka yang tersiri dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka, Rumah Sakit Umum Tidore dan Badan Kesbangpol Tidore