Bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Daerah di Kota Tidore

Untuk memastikan bahasa Daerah agar tidak punah, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara melaksanakan bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Daerah di Kota Tidore yang melibatkan para pengajar SD dan SMP di wilayah Kota Tidore, yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, di Aula Dinas Pendidikan Kota Tidore, Rabu (8/4/2026). Mengawali sambutan Wali Kota, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain mengatakan, pengakuan bahasa daerah menjadi sangat penting karena hal tersebut menyangkut jati diri masyarakat Tidore dan kekayaan budaya yang terkandung didalamnya, serta mengingat juga bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin maju, ketika bahasa daerah tidak lagi digunakan maka generasi penerus Daerah ini tidak akan mengetahui bahasa daerah yang ada. “Pembukaan Kegiatan Bimbingan Teknis Pengajar Utama Bahasa Daerah di Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026 ini sebagai Rangkaian Kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kota Tidore Kepulauan, tentu saja menjadi sebuah angin segar bagi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama masyarakat di tengah upaya kita bersama untuk mendorong status Bahasa Tidore agar dapat diakui sebagai bahasa daerah yang mandiri bukan sekedar dialek dari bahasa Ternate.” Kata Taher “karena pengakuan bahasa daerah menjadi sangat penting karena hal tersebut menyangkut jati diri masyarakat Tidore dan kekayaan budaya yang terkandung didalamnya, serta mengingat juga bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin maju, maka kami mengharapkan Bimbingan Teknis pada hari ini dapat-benar-benar memberi dampak nyata bagi generasi penerus Kota Tidore Kepulauan.” Sambung Taher Tak lupa, Taher juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penggunaan Bahasa Daerah Tidore dalam kehidupan sehari-hari agar tak tergerus oleh bahasa-bahasa lainnya, namun juga menghimbau bahwa dengan adanya penggunaan bahasa Tidore tidak akan menggeser sedikit pun penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa persatuan dan kesatuan. Bimbingan teknis ini menghadirkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Jamil Hadi, Pengajar bahasa Daerah Yurna Idrus S.Pd dan Ervan Widyas Saputra, S. Pd serta sastrawan Rian Kamary sebagai narasumber. Turut hadir yang mewakili Ka Balai Bahasa Maluku Utara, Damaz Aristy, Pimpinan OPD terkait serta para guru pengajar bahasa daerah tingkat SD dan SMP se Kota Tidore Kepulauan.
Sambut HJT ke 918, Pemkot Tidore Gelar Kerja Bakti Pembersihan Lingkungan

Menyambut Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Kerja Bakti pembersihan sesuai lokasi kerja masing-masing, kerja bakti ini bersifat segera dan melibatkan seluruh OPD, Camat, Lurah, Kades, Para Kepala UPT/Korwil, Kepala Sekolah dan Guru se Kota Tidore Kepulauan, terhitung mulai tanggal 7 s/d 9 April 2026. Selain arahan kerja bakti yang bersifat segera, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengatakan, seluruh Pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan HJT ke – 918 dengan memasang umbul-umbul di depan kantor, sekolah dan di depan rumah-rumah penduduk pada setiap Kelurahan/Desa mulai hari Selasa 7 April sampai dengan Senin 13 April 2026. “Hari ini OPD di Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan dalam rangka menyambut Hari Jadi Tidore ke 918 Tahun 2026, karena rangkaiannya sudah mulai berlangsung mulai dari 5 April 2026, jadi seluruh ASN, PPPK, Non ASN diKota Tidore Kepulauan diminta untuk berpartisipasi melakukan kerja bakti dan mengikuti rangkaian HJT,” Ungkapnya. Lebih lanjut, Sekda menambahkan, para Camat, Lurah dan Kepala Desa diminta agar dapat meneruskan pemberitahuan ini kepada Warga Masyarakat di Kecamatan, Kelurahan dan Desa masing-masing untuk kerja bakti pembersihan lingkungan dan memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing, serta turut berpartisipasi dalam kegiatan Lufu Kie pada Hari Kamis 9 April 2026. Adapun rangkaian Hari Jadi Tidore ke 918 sudah mulai berlangsung pada Tanggal 5 April 2026 dengan prosesi Kota Tupa & Dowaro Munara, Tanggal 8 April 2026 Proses Kota Ake Dango, Tanggal 9 April 2026 Prosesi Lufu Kie, Tanggal 10 Ratib Haddad di Kedaton Kesultanan Tidore, dan Upacara Puncak HJT ke 918 pada Hari Minggu Tanggal 12 April 2026.
Pemkot Tidore Terima Kunjungan Tim BPK Perwakilan Malut Dalam Rangka Pemeriksaan Terinci LKPD 2025

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah dan OPD terkait menerima kunjungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara dalam rangka Pemeriksaan Terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (6/4/2026). Dalam arahannya, Wali Kota Tidore Kepulauan mengatakan, dirinya turut merasa senang menyambut Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut bersama jajaran di Kota Tidore Kepulauan, dalam rangka Pemeriksaan LKPD, ia juga meminta kepada Sekretaris Daerah dan OPD terkait untuk dapat melayani dan mempermudah proses pemeriksaan terinci ini. “Kami menyambut positif kedatangan Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut Bapak Bhuono bersama jajaran di Kota Tidore, saya berharap Pak Sekda dan teman-teman OPD terkait, inti dari semua ini adalah memudahkan auditor dan membantu Tim BPK selama melakukan pemeriksaan terinci di Kota Tidore Kepulauan, komunikasi dan dukungan penuh harus diberikan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota tidore Kepulauan ini menambahkan, Tim Pemeriksa akan berada di Kota Tidore Kepulauan selama hampir 1 bulan, untuk itu, Inspektur maupun BPKAD saling komunikasi memberikan dukungan agar memudahkan proses pemeriksaan ini. Begitu juga Sekretariat DPRD, jika ada administrasi yang dibutuhkan oleh tim harus segera ditindaklanjuti. Sementara, Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut, Bhuono Agung Nugroho dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemeriksaan BPK dilakukan dengan tujuan untuk memberikan Opini Kewajaran LKPD, dengan mempertimbangkan kesesuaian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan sesuai pengungkapan SAP, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). “Adapun lingkup Pemeriksaan LKPD meliputi, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Kami juga mengapresiasi Kota Tidore Kepulauan atas Progres Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriks
Wawali Tidore Hadiri Rakor Penanganan Pasca Bencana dengan BNPB RI

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda Maluku Utara dan Sulawesi Utara di Ruang VIP Pemda, Bandara Sultan Babullah, Ternate, Minggu (5/4/2026) Pagi. Rakor tersebut menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk mencermati dampak dari kondisi gempa yang terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Rakor dihadiri oleh Direktur Penanganan Darurat Wilayah 1, BNPB, Agus Riyanto, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Kolonel Herry Setiono, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe dan Kabupaten/Kota terdampak. Usai menghadiri rakor tersebut, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, rapat koordinasi ini dengan BNPB Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan beberapa Kabupaten/Kota yang terdampak bencana gempa bumi Kamis (2/4) kemarin. “Pada rakor ini, kita diberikan arahan oleh BNPB dan juga instansi terkait, apa yang seharusnya dilakukan untuk penanganan bencana ini, baik itu SOP yang harus ditaati oleh Pemda maupun instansi terkait, untuk saling mendukung, agar pelaksanaannya lancar dalam penanganan pasca bencana,” Ungkapnya. Wawali Tidore juga menambahkan, dalam rakor tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe juga menyarankan kepada semua Kabupaten/Kota maupun instansi terkait di Provinsi Maluku Utara untuk terus berkoordinasi, agar penanganan pasca bencana gempa bumi bagi daerah terdampak di Maluku Utara dapat terlaksana dengan baik. “Pak Wagub menyarankan kepada kami semua untuk senantiasa berkoordinasi, bergotong royong, karena itu menjadi inti dari kegiatan kemanusiaan, dan sudah merupakan karakter masyarakat, serta Pemerintah Indonesia untuk melakukan penanganan dalam segala hal, termasuk juga kegiatan bencana ini, sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik,” Imbuhnya. Sementara untuk kerugian material bagi masyarakat yang terdampak bencana, wawali mengatakan hasil rakor tersebut, nanti akan dilakukan evaluasi, asesmen dengan data yang lebih akurat, kemudian mendapatkan penanganan secara jelas oleh pihak terkait. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan perlu untuk menetapkan situasi darurat kebencanaan, sehingga itu menjadi dasar penanganan berikutnya, karena itu adalah prosedur untuk semua pihak bisa berkolaborasi dan bekerja sama melakukan penanganan pasca bencana secara bersama,” Pungkasnya.
Sumkusu Cup II Tahun 2026 Resmi Dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan

Kompetisi olahraga sepakbola selain memiliki peminat yang banyak, juga menjadi sebuah wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan skill atau kemampuan mereka menggiring bola serta melatih kerjasama tim, juga dapat menumbuhkan minat dan bakat bibit-bibit muda pesepakbola Kota Tidore Kepulauan, yang kelak akan membawa harum nama daerah di tournament yang lebih tinggi. Demikian sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen pada pembukaan Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Sumkusu Cup II Kategori SD dan SMP yang berlangsung di Lapangan Sumkusu Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (4/4/2026) Sore. “Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan olahraga yang telah membawa semangat para pelajar SD dan SMP untuk mengekspresikan hobi berolahraga sepak bola,”ungkapnya. Muhammad Sinen juga berharap, kegiatan Turnamen Sepak Bola Sumkusu Cup II ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemain untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki dalam turnamen ini. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk menjaga stabilitas daerah di tengah konflik di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Tengah. “Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas daerah, demi terciptanya kehidupan yang aman dan tentram karena damai itu indah,” Imbaunya. Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Sumkusu Cup II M Fatahudin Hadi dalam laporannya mengatakan, Turnament Sumkusu Cup II Tahun 2026 jumlah tim berpartisipasi sebanyak 33 tim kategori SD dan SMP yang berasal dari dua daerah, yakni Kota Tidore sebanyak 28 Tim dan Kota Ternate 5 Tim. Lanjutnya, Tujuan dari turnamen ini adalah membantu memperbaiki fasilitas lapangan sepak bola secara bertahap, sedangkan tujuan umumnya adalah untuk menambahkan semangat sportivitas,mempererat persaudaraan antar daerah, serta menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet sepak bola berbakat. Turut hadir, Ketua Askot Kota Tidore Kepulauan, para pimpinan OPD, Kapolsek Tidore Utara, Kepala Kelurahan Ome, Imam dan Sara, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se Kelurahan Ome.
Turnamen Sepak Bola Dandim Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka

Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Dandim Cup I Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, Sabtu (4/4/2026) Sore. Dalam sambutannya, Ahmad Laiman mengapresiasi Dandim 1505/Tidore, sebagai penggagas kegiatan. Ia menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara TNI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat. “Kami berharap melalui turnamen ini, semangat kebersamaan antara TNI dan Pemerintah Daerah semakin terjalin erat, sehingga kedepan sinergi ini dapat semakin kuat dalam mewujudkan Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah untuk semua, ini momentum memperkuat persatuan dan semangat solidaritas, khususnya di kalangan generasi muda,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berpesan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, bermain dengan semangat persaudaraan, serta tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama pertandingan berlangsung. Sementara itu, Dandim 1505/Tidore, Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono, menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda, sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan semangat juang,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ditandai dengan partisipasi sebanyak 37 tim, serta berharap akan lahir bibit-bibit muda berbakat yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi. Turnamen Dandim Cup I 2026 diharapkan menjadi agenda olahraga yang memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang sehat, sportif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sementara, Ketua Panitia, Kapten Inf. Fardi Ruslan, menyampaikan bahwa turnamen ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari donatur, sponsor hingga masyarakat setempat. Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan yang telah membuka secara resmi kegiatan tersebut, serta Kapolresta Tidore yang telah memberikan izin pelaksanaan. “Turnamen ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, diikuti oleh 37 tim dari berbagai wilayah di Kota Tidore Kepulauan dan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Tujuan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi, memupuk semangat persaudaraan, serta menjaring bakat-bakat muda di bidang sepak bola,” ujarnya. Fardi mengatakan, tim yang akan turun pada pertandingan perdana pembukaan Turnamen Dandim Cup I Tahun 2026 ini yaitu Marekofo FC melawan Khalifa FC dari Kelurahan Tomalou. Ia juga turut mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, bermain jujur, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Tinjau Langsung Rumah Warga Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Daratan Oba

Kompak, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo dan sejumlah OPD teknis, turun langsung meninjau kondisi rumah warga dampak kerusakan akibat gempa bumi M 7,6 di Kecamatan Oba Tengah dan Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Jumat (3/4/2026) Siang. Dalam peninjauan ini juga ada distribusi bantuan paket sembako dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kerusakan akibat gempa bumi M 7,6 Kamis (2/4) yang melanda Provinsi Maluku Utara termasuk Kota Tidore Kepulauan, peninjauan ini sebelumnya telah dilakukan di Pulau Tidore. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan peninjauan langsung di lapangan untuk melihat kondisi rumah warga terdampak gempa bumi di daratan Oba, sekaligus memantau aktivitas dan kebutuhan yang bisa segera ditangani oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. “Hari ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Saya bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah dan OPD teknis melakukan peninjauan kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi di daratan Oba, ada beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat, setelah peninjauan ini akan kami bentuk tim untuk turun mengidentifikasi kerusakan tersebut,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, setelah tim turun melakukan verifikasi, pendataan dan menghitung seluruh tingkat kerusakan berdasarkan jenisnya, termasuk di Oba Utara dan Oba Selatan, maka sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah untuk membahasnya dalam konteks penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana. Adapun data rumah dampak kerusakan akibat gempa bumi Kecamatan Oba dan Oba Tengah yang ditinjau yaitu, Desa Akelamo 1 Rumah, Desa Siokona 2 Rumah, Desa Lola 1 Rumah, Desa Tului 3 Rumah, Desa Talagamori 1 Rumah, Desa Bale 7 Rumah, Desa Woda 5 Rumah, Desa Koli 13 Rumah, Desa Kosa 5 Rumah dan Kelurahan Payahe 1 Rumah.
Wali Kota Tidore Kepulauan Keluarkan Himbauan untuk Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Keamanan

Menindaklanjuti perkembangan situasi atau konflik yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Tengah saat ini, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengeluarkan himbauan Menjaga Kondusivitas dan Keamanan, Jumat (3/4/2026). Himbauan tersebut tertuang dalam Nomor : 300/198/01/2025 tentang menjaga Kondusivitas dan Keamanan Daerah terkait Konflik di Wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Tengah. Upaya ini dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Wilayah Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan. Wali Kota Tidore Kepulauan dalam himbauan tersebut berharap, seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan dapat bersama-sama menjaga stabilitas daerah, demi terciptanya kehidupan yang aman dan tenteram. Himbauan ini disampaikan agar menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Adapun isi himbauan Wali Kota Tidore Kepulauan diantaranya Mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya atau hoaks, baik yang beredar secara langsung maupun media sosial. Menjaga persatuan dan kesatuan, serta serta mempererat tali silaturahmi antar sesama warga masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras dan golongan, Tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, yang dapat memicu keresahan dan konflik di tengah masyarakat. Mempercayakan penanganan situasi kepada aparat Pemerintah dan aparat Keamanan, serta mendukung upaya-upaya penyelesaian konflik secara damai, Meningkatkan kewaspadaan lingkungan, segera laporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi ganggu ketertiban umum serta Menjaga kondusifitas daerah Kota Tidore Kepulauan sebagai wilayah yang aman, damai dan harmonis.
Gerak Cepat, Pemkot Tidore Pantau Aktivitas Masyarakat Usai Gempa M 7,6

Bergerak cepat, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan H. Ade Kama bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan dan OPD terkait turun langsung memantau aktivitas Masyarakat usai terjadinya gempa magnitudo 7,6 yang melanda Maluku Utara, Kamis (2/4/2026). Meskipun status Peringatan Dini Tsunami dari BMKG telah berakhir, Wali Kota Tidore Kepulauan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memantau terus informasi yang berkembang, serta hindari panik dan diminta melakukan evakuasi mandiri ke titik aman untuk masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. “Waspada itu penting, tapi jangan panik. Jika dalam situasi darurat, saya minta anak bayi, ibu hamil dan orang tua atau lansia segera dievakuasikan ke tempat yang paling aman. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan, dan mari kita semua tetap berdoa sembari mengikuti arahan petugas dan informasi resmi yang berkembang di lapangan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menegaskan pentingnya sikap tenang namun tetap responsif terhadap peringatan dini, sebab gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja, langkah ikhtiar harus dilakukan, Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Petugas BPBD dan Aparatur Kelurahan/Desa akan terus melakukan pemantauan berkala di seluruh titik evakuasi, Satpol PP juga disiapkan untuk membantu proses evakuasi masyarakat, kami akan menyurat kepada TNI/Polri untuk membantu siaga, jika terjadi hal-hal yang harus dievakuasi maka petugas telah disiapkan di lapangan,” Imbuhnya. Di kesempatan yang sama, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore juga mengintuksikan kepada Dinas terkait seperti Dinas Sosial untuk menyiapkan stok logistik makanan instan dan air bersih, Dinas Kesehatan untuk mengarahkan puskesmas-puskesmas bersiaga, serta kantongi data pasien RSD yang sementara melakukan rawat inap, agar mempermudah proses evakuasi. “Dinas Sosial segera menyiapkan stok logistik makanan Instan dan air bersih, Dinas Kesehatan juga arahkan semua Puskesmas untuk memantau perkembangan warga yang dievakuasi, utamakan lansia dan anak bayi, pastikan mereka mendapat pelayanan Kesehatan, Satpol PP dimobilekan di setiap Kecamatan untuk membantu proses evakuasi mandiri,” Imbaunya. Sementara, Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar dalam kesempatan tersebut mengatakan, kesiapsiagaan Tidore ini juga disiapkan sebagai jalur evakuasi Ternate, maka berdasarkan roadmap di Kecamatan Tidore Utara titik kumpulnya di Kelurahan Fobaharu, dan di Kecamatan lainnya juga titik-titik evakuasi sudah ditetapkan dalam roadmap sesuai SOP. “Kota Tidore untuk sementara belum ditemukan adanya kerusakan bangunan yang parah ataupun korban jiwa, sejauh ini masyarakat pesisir yang telah melakukan evakuasi mandiri berjumlah 72 orang di Kelurahan Rum Balibunga, dievakuasikan ke Kelurahan Fobaharu, namun status peringatan dini tsunami telah berakhir, akan kami himbau untuk kembali ke rumah, tetapi dengan tetap memantau perkembangan informasi,” Jelasnya. Meski demikian, Wali Kota Tidore juga meminta kepada seluruh lintas sektor, terutama para Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk dapat mengidentifikasi terjadinya kerusakan bangunan rumah warga akibat gempa, serta memperhatikan kebutuhan warga yang evakuasi, Wali Kota juga meminta agar seluruh lintas sektor untuk fokus dan siaga memantau kondisi alam yang terjadi selama tiga hari kedepannya.
Rakor (Rapat Koordinasi) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7.6 di Maluku Utara dan Sulawesi Utara

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, memimpin Rakor (Rapat Koordinasi) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi M 7.6 di Maluku Utara dan Sulawesi Utara bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Menteri PMK melalui zoom meeting di ruang rapat walikota, Kamis (2/3/2026). Rakor ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, para Asisten Sekda, Kalak BPBD, dan pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota menyampaikan Situasi pasca gempa bumi di Tidore Kepulauan relatif terkendali. Menurut laporan, tidak ada korban meninggal atau luka-luka. Sebagian warga di pesisir dievakuasi, sebagian besar secara mandiri. “Saat ini, ada beberapa rumah penduduk yang mengalami kerusakan, kurang dari sepuluh rumah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang. Data kerusakan sarana vital seperti jalan, jembatan, dan pendidikan masih dalam proses,” kata Ahmad Laiman Ahmad Laiman juga menambahkan Rumah Sakit Daerah Kota Tidore Kepulauan mengalami retakan di dinding, tapi pasien dan staf sudah dievakuasi dan ditenangkan. SOP evakuasi sudah disiapkan jika terjadi hal tertentu serta Data lanjutan akan diinformasikan kemudian. Sementara itu, Kepala BNPB RI Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan terima kasih atas kehadiran dalam Rakor penanganan darurat bencana gempa bumi.”kami memahami bahwa gempa bumi dapat terjadi kapan saja dan di mana saja dan kita selalu siap siaga, oleh karena itu kami berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam penanganan bencana ini”ungkapnya. Suharyanto juga menambahkan BNPB telah menerima laporan dari lapangan dan memahami bahwa situasi saat ini relative terkendali namun tetap waspada dan siap membantu jika diperlukan. BNPB juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam melakukan evakuasi warga dan penanganan dampak gempa bumi.