Pemkot Tidore akan Fokuskan Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam Waktu Dekat

Setelah bergerak cepat melakukan pembentukan koperasi Desa Merah Putih, sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perindagkop dan UKM, kembali melakukan sosialisasi sekaligus rapat persiapan pembentukan koperasi Kelurahan yang rencananya akan difokuskan dalam waktu dekat. Sosialisasi tersebut dipimpin oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Syofyan Saraha didampingi Kepala Bagian Tata Pemerintahan Zulkifli Ohorella, yang mewakili Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Konsultan PLUT Disperindagkop Tidore, serta dihadiri oleh Para Lurah se Kota Tidore Kepulauan, dilangsungkan di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (27/5/2025). Dalam arahannya, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Syofyan Saraha mengatakan, terkait Pembentukkan koperasi desa/kelurahan merah putih, sudah diperintahkan untuk dibentuk kurang lebih 1 bulan, namun masih terkendala anggaran sehingga terhambat, akan tetapi terkait anggaran sudah diselesaikan, sehingga arahan Wali Kota, pembentukannya sudah harus jalan. “Pada peringatan hari koperasi yang jatuh di tanggal 12 Juli 2025 nanti, akan diumumkan 10 koperasi terbaik dan 10 koperasi terburuk, untuk itu harapan Wali Kota, Tidore jangan sampai masuk dalam 10 koperasi terburuk. Olehnya itu, percepatan pembentukan koperasi kelurahan merah putih membutuhkan komunikasi dan koordinasi antar Kelurahan untuk kemajuan bersama,” Ungkapnya. Sementara, mewakili Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Analis Perdagangan Nurkhalis Sangaji dalam kesempatan tersebut mengatakan, sampai saat ini untuk progres pembentukan koperasi Desa sudah sekitar 93%, yakni 47 Desa sudah terbentuk, sementara untuk koperasi Kelurahan yang sudah siap dan telah terbentuk baru 1 Kelurahan, yaitu Sirongo Folaraha. “Setiap Kabupaten/Kota diberikan waktu untuk Pembentukan koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih deadline hingga tanggal 31 Mei 2025, jadi Setiap Desa/Kelurahan saat ini semestinya sudah harus terbentuk Koperasi Merah Putih, namun untuk Kota Tidore Kepulauan progresnya baru Desa, jadi di sisa waktu 3 hari kedepan, kita akan fokuskan untuk pembentukan Koperasi Kelurahan,” Ujarnya. Usai pengarahan, di kesempatan tersebut, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Tidore Kepulauan Sammy Tuanaya memberikan sosialisasi kepada para Lurah terkait pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, baik dari segi kebijakan pembentukan koperasi, hingga model koperasi yang akan dibentuk di setiap Desa maupun Kelurahan.
sosialisasi percepatan pemenuhan SDM Kesehatan

Dalam Percepatan Pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bidang Kesehatan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo didampingi Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Yakub Husain bersama Pimpinan OPD terkait mengikuti sosialisasi percepatan pemenuhan SDM Kesehatan Layanan Prioritas Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Stroke, Uronefrologi (KJSU) serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melalui zoom meeting, di ruang rapat Sekda, Senin (26/5/2025). Sosialisasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan (Ditjen SDMK), yang dibuka dengan resmi oleh Dirjen SDMK Kementerian Kesehatan RI, diwakili oleh Direktur Perencanaan SDMK Laode Musafin dan diikuti secara zoom meeting oleh pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Laode Musafin menegaskan, keberhasilan layanan KJSU-KIA sangat bergantung pada ketersediaan SDM kesehatan yang kompeten, terutama di RS jejaring yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sinergi antara pusat dan daerah sangat diperlukan untuk mempercepat pemenuhan SDM sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Hasil pemetaan yang telah dilakukan Kemenkes, yang mencakup kondisi eksisting tenaga kesehatan berdasarkan data Sistem Informasi SDMK (SISDMK), kebutuhan, serta rencana pemenuhan SDM untuk masing-masing layanan prioritas, sehingga Data pemetaan ini diharapkan dapat dicermati lebih lanjut oleh pemerintah daerah, sebagai bahan diskusi dan dasar pengambilan keputusan dalam upaya akselerasi pemenuhan SDM KJSU-KIA,” ujar Laode Musafin Upaya ini juga selaras dengan penyediaan alat kesehatan yang sudah maupun akan disalurkan ke RS jejaring melalui Program SIHREN (Sistem Informasi Human Resource for Essential Network) oleh Kemenkes RI. Usai mengikuti zoom, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengatakan, Program KJSU-KIA merupakan upaya Kemenkes RI untuk mempercepat pemerataan dan penguatan pelayanan kesehatan prioritas di seluruh wilayah Indonesia, dengan tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengalami antrian yang panjang. “Pada prinsipnya kami Pemerintah Daerah akan tetap mendukung program yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, baik itu layanan kesehatan maupun program-program lainnya, sehingga masyarakat Kota Tidore Kepulauan juga dapat merasakan dampak dari program pemerintah pusat tersebut.” Kata Ismail Ismail Dukomalamo berharap agar masalah kesehatan ini merupakan hal yang wajib untuk diseriusi oleh Pemerintah Daerah melalui instansi terkait, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan dengan baik tanpa mengeluarkan biaya yang besar. “Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan terus menargetkan agar layanan kesehatan dapat berjalan dengan optimal dan merata di setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Wilayah Kota Tidore, baik itu dari SDM dan fasilitas penunjang lainnya akan diperhatikan agar masyarakat Kota Tidore dapat menikmati fasilitas kesehatan dengan sangat baik.” kata Ismail
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dikoordinir oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual melalui zoom meeting, di Ruang Rapat Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Senin (26/5/2025). Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian dalam arahannya menekankan pentingnya peran aktif Pemerintah Daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah gejolak ekonomi global.”Saya minta kepada seluruh agar terus aktif dalam mengendalikan inflasi terutama menjelang hari besar keagamaan”tegasnya. Sementara itu, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain usai mengikuti rakor tersebut mengatakan Untuk IPH minggu ke III Bulan Mei 2025 berdasarkan pemantauan di lapangan oleh Dinas Perindagkop Kota Tidore Kepulauan harga mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu kemarin. “Untuk IPH minggu ke III Bulan Mei 2025 berdasarkan pemantauan di lapangan oleh Dinas Perindagkop Kota Tidore Kepulauan harga alhamdulillah mengalami penurunan cabe rawit dan cabe merah yang minggu kemarin sempat naik Rp.100.000/kg sudah turun menjadi Rp.90.000/kg sementara komoditas lain daging ayam potong, telur, bawang putih itu masih tetap stabil”ungkapnya. Taher Husain juga menambahkan menjelang hari raya idul adha, rencananya selasa (27/5/2025) besok Tim TPID akan memantau langsung kondisi pasar.
Bacarita di ketinggian bukan bacarita tinggi”

Rasa percaya diri sangat penting untuk menopang pengembangan potensi dan kreativitas, khususnya di kalangan anak muda, sehingga tidak lagi takut dengan tantangan dan bisa belajar mengubah mindset bahwa anak muda di daerah seperti di pegunungan juga memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan dan dibanggakan. Hal tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Yakub Husain saat didaulat menjadi pembicara dalam diskusi Fola Literasi Kalaodi (Folila Camp) yang bertajuk “bacarita di ketinggian bukan bacarita tinggi” diskusi kepemudaan dan karya kembangkan potensi tingkatkan kepercayaan diri, di Folila, Kalaodi, Minggu (25/5/2025). “Saat ini yang paling penting adalah menggugah rasa percaya diri untuk bisa maju, sehingga anak muda, apalagi putra daerah asli, tidak takut untuk mengembangkan kemampuan diri, sudah saatnya mindset yang lama harus diubah, karena potensi yang ada masih sangat kuat, hanya saja belum dikelola dengan baik,” Ungkapnya. Yakub menambahkan, pada intinya segala sesuatu terkait dengan upaya pengembangan pemuda, yang arahnya ke pengembangan pariwisata, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan insyaAllah dua tahun kedepan lebih memfokuskan ke pengembangan wisata, dan tentunya membutuhkan pemikiran anak muda untuk bisa berkolaborasi. Senada, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan Ukhra yang juga didaulat menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut memaparkan, tunjukan identitas sebagai anak muda kalaodi, karena hal itu akan membranding diri sebagai orang kalaodi yang asli dengan semua potensi wisata alam yang telah ada. “Semua potensi di kalaodi ini sudah tersedia, baik potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam, jadi tinggal bagaimana belajar untuk mengembangkannya, anak muda membutuhkan mentor yang lebih berpengalaman dan punya pengetahuan yang mumpuni, agar bisa membimbingnya ke arah yang lebih maju,” Ucapnya. Di kesempatan yang sama, Founder Yayasan Harapan Pemuda Indonesia (HPI) Laila Nihayati dalam kesempatan tersebut mengatakan, anak muda harus berani mengambil problem, anak muda butuh tantangan, salah satunya menjaga lingkungan, jangan sampai kehilangan identitas, selain mentor, juga harus belajar dari berbagai tokoh publik. “Selain menjaga identitas, relasi juga sangat penting untuk berkolaborasi, agar sama-sama mengembangkan potensi daerah, jangan membatasi pertemanan dan mindset, karena kalau tidak kita yang menentukan hari ini, maka selalu kita tidak akan menjadi apa-apa, saya juga dari desa, dan saya berusaha menjalin jejaring pertemanan,” Pesannya.
Sosialisasi dan Pendampingan Musyawarah Desa khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 47 Desa

Menindaklanjuti Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan bergerak cepat melaksanakan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tidore Kepulauan, Hj. Selvia M.Nur saat dikonfirmasi, Sabtu (24/5/2025). Selvia mengatakan, tercatat sejak tanggal 21 s/d 23 Mei 2025, tim teknis telah melakukan Sosialisasi dan Pendampingan Musyawarah Desa khusus Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di 47 Desa yang ada di 4 Kecamatan di Dataran Oba dan Pulau Maitara. “Sedangkan pelaksanaan di 2 Desa yang ada di Pulau Mare akan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025, sesuai dengan permintaan Desa sebagai lokus pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus, 8 Kelurahan di Pulau Tidore dan 4 Kelurahan di Daratan Oba juga telah melaporkan kesiapannya,” Ungkapnya. “Sampai hari ini tangggal 24 Mei 2025, sudah 47 desa yang telah terbentuk koperasi desa merah putih dari 49 Desa yang ada di Kota Tidore Kepulauan,” terang Selvia. Selvia menambahkan, saat ini tim teknis sedang menyusun dokumen administrasi setiap pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus, untuk selanjutnya diupload di aplikasi pelaporan Kementerian Koperasi dan Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan hasil keputusan rapat tim teknis, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan akan mengalokasikan anggaran melalui Dana BTT untuk pembiayaan penerbitan 89 Akta Pendirian Koperasi oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) yang ditunjuk oleh Kementerian Koperasi RI. “Selanjutnya dikeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Tidore Kepulauan Nomor 79.1 tanggal 8 Mei 2025 tentang Pembentukan Tim Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus dan Sosialisasi serta Pendampingan Pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” Jelasnya. Sementara, pada tanggal 20 Mei 2025 kemarin, Sekertaris Daerah mengeluarkan Surat Tugas untuk Tim Teknis yang akan melaksanakan pendampingan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus terdiri dari Dinas Perindagkop dan UKM serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ke sejumlah desa / kelurahan se-Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini dikoordinir oleh Sekretaris Daerah yang beranggotakan Staf Ahli Wali Kota, Assisten Sekda, BPKAD, Bapperida, Dinas Perindagkop dan UKM, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Dewan Koperasi Daerah, Konsultan PLUT, para Camat, para Kepala Desa dan para Lurah se-Kota Tidore Kepulauan.
juara lomba 10 Program Pokok PKK Tahun 2025

Desa Maregam Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan juarai lomba 10 program pokok PKK Tingkat Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025, dan akan mewakili Kota Tidore Kepulauan ke lomba 10 program pokok PKK Tingkat Provinsi Maluku Utara. Pengumuman juara lomba tersebut tertuang di dalam Surat Keputusan Wali Kota Tidore Kepulauan Nomor 87.1 Tahun 2025 tentang penetapan juara lomba 10 Program Pokok PKK Tahun 2025 yang diumumkan di Desa Maregam, Kamis (22/5/2025). Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK Kota Tidore yang telah melalui berbagai tahapan, sehingga mengantarkan desa atau kelurahan menjadi perwakilan Kota Tidore Kepulauan ke Tingkat Provinsi. “Kita semua tahu, yang masuk dalam penilaian ini sudah menjadi yang terbaik, jangan berkecil hati jika belum meraih juara, karena lomba ini membawa nama baik Kota Tidore Kepulauan, jadi berbanggalah karena telah menjadi bagian dari kerja keras itu,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengharapkan kerjasama dari Para Camat, Lurah maupun kepala desa, karena program PKK juga menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan untuk mencapai visi, Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman dan Ramah bagi Semua. “Kami mengucapkan selamat kepada Desa dan Kelurahan yang telah mengikuti Penilaian lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kota Tidore Kepulauan, dan selamat untuk Desa Maregam yang meraih juara 1 dan mewakili Kota Tidore Kepulauan di Tingkat Provinsi, ayo tunjukkan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik,” Ujarnya. Sementara, Desa Maregam ditetapkan sebagai juara 1 lomba 10 program pokok PKK Tingkat Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 karena meraih beberapa kategori penilaian diantaranya; pelaksana terbaik tertib administrasi PKK, pelaksana terbaik UP2K PKK dan pelaksana terbaik AKU HATINYA PKK. Turut hadir dalam acara ini, Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad, Ketua II TP PKK, Ketua III TP PKK, Pimpinan OPD, Camat Tidore Selatan, Camat Tidore Timur, Camat Tidore Utara serta Lurah dan Kepala Desa se Kecamatan Tidore Selatan.
Kegiatan pendampingan teknis inovasi

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan pendampingan teknis inovasi daerah hari pertama di ruang rapat Baperida, Kamis (22/5/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam upaya mewujudkan target ambisius Kota Tidore untuk masuk dalam 10 besar daerah paling inovatif secara nasional. Dalam sambutannya, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, S.IP, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting di awal pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen, SE dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, S.Sos. “Kita harus optimis. Target kita adalah lebih dari 200 inovasi untuk tahun 2025. Ini adalah harapan kita semua dan instruksi langsung dari Wali Kota agar seluruh asisten dan staf ahli mendampingi OPD, bagian, kelurahan, dan desa dalam proses ini,” ujar Taher Husain. Ia juga menambahkan bahwa daerah yang telah masuk dalam 5 besar nasional rata-rata memiliki lebih dari 200 inovasi dan kini hanya perlu melakukan pembaruan (update) terhadap inovasi-inovasi yang sudah ada. “Saya pastikan, tim inovasi kita terdiri dari orang-orang hebat di OPD dan bagian masing-masing,” tambahnya. Senada dengan itu, Sekretaris Bapperida Kota Tidore Kepulauan, Dr. Fadli Abdullah, S.STP, M.Si, menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap kerja sama tim inovasi dari seluruh perangkat daerah. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Pendampingan ini akan efektif jika kita saling berbagi dan berkolaborasi. Semoga inovasi ini bisa menjadi budaya kerja kita ke depan,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah sekaligus Koordinator Teknis Inovasi Daerah Ramli Saraha, menjelaskan bahwa pendampingan teknis ini merupakan inisiatif Bapperida untuk memberikan pemahaman dan penguatan kapasitas kepada seluruh OPD, bagian, kelurahan, dan desa dalam menghasilkan dan mendokumentasikan inovasi yang berkualitas. “Inovasi adalah salah satu indikator keberhasilan kepala daerah. Dalam tiga tahun terakhir, prestasi Kota Tidore meningkat dari Kota Inovatif menjadi Kota Sangat Inovatif. Tahun ini kita start lebih awal dari jadwal pemerintah pusat agar masih ada waktu revisi jika ditemukan kekurangan,” jelas Ramli. Ia juga menekankan bahwa inovasi melekat pada unit kerja di mana inovasi tersebut dihasilkan, bukan pada individu pegawainya. Selain itu, inovasi dinilai sebagai salah satu bentuk percepatan pelayanan kepada masyarakat. Untuk tahun 2024, Kota Tidore Kepulauan berada di peringkat 17 secara nasional dalam indeks inovasi daerah. Melalui pendampingan teknis depan.
Main Aman Sport gelar Turnamen Badminton yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan

Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun ke 22 Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025, Main Aman Sport gelar Turnamen Badminton yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, di Lapangan M.A Sport, Rabu (21/5/2025). Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Main Aman Sport selaku panitia pelaksana yang telah berupaya menyelenggarakan kegiatan Turnamen Badminton ini. “Semoga tournament ini dapat menjadi media yang tak hanya menghibur, namun menjadi wahana untuk menggiatkan kembali semangat olahraga badminton pada semua kalangan yang ada di Kota Tidore Kepulauan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore ini menambahkan, ajang ini menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi antar pegiat olahraga badminton sekaligus sebagai motivasi kepada para pecinta olahraga badminton untuk menunjukkan kemampuan dalam bermain badminton. “Walaupun digelar dengan sederhana, namun sportifitas dalam turnamen harus kita junjung tinggi, karena kegiatan ini terselenggara untuk memeriahkan HUT Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, jaga kebersamaan dan solidaritas, serta bermain dengan jujur agar turnamen badminton ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” Pesannya. Lebih lanjut, Muhammad Sinen berharap, dengan kompetisi ini dapat melahirkan atlet baru olahraga badminton yang kelak bisa mengharumkan nama daerah Kota Tidore Kepulauan. Seperti pada tahun lalu, pada Kejuaraan Provinsi Tahun 2024 di Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan melalui para atlet badminton berhasil meraih posisi runner up. Sementara Ketua Panitia, Ibrahim Marsaoly dalam laporannya mengatakan, peserta yang ikut dalam pertandingan ini terdiri dari Ganda Putra Kategori 40 tahun ke atas sebanyak 32 pasangan, untuk 40 tahun kebawah juga 32 pasangan, dan untuk ganda putri sebanyak 16 pasangan. “Turnamen badminton ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 21 hingga 23 Mei 2025, bertempat di Lapangan Main Aman Sport Gedung SKB Kota Tidore Kepulauan. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses, serta dapat memberikan manfaat,” Ucapnya.
sosialisasi Inovasi Daerah, yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kota Tidore Kepulauan

Inovasi daerah merupakan bagian penting untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tidore Kepulauan kedepan yang lebih baik, karena dengan inovasi sebuah daerah bisa berkembang lebih maju dari sebelumnya. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat memberikan arahan pada sosialisasi Inovasi Daerah, yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kota Tidore Kepulauan yang diikuti oleh Para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se Kota Tidore, berjalan aman dan lancar, di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota, Rabu (21/5/2025). Mengawali Arahannya, Muhammad Sinen mengatakan, inovasi menjadi hal yang penting bagi seluruh OPD, Camat, Lurah bahkan para Kepala Puskesmas, untuk melakukan sebuah inovasi dalam mewujudkan Kota Tidore menuju Kota yang terinovatif di Tahun 2025. “Karena inovasi menjadi indikator penting dalam penilaian pemerintah Pusat kepada daerah agar serius untuk dilaksanakan, sehingga butuh kesadaran bagi semua pihak agar inovasi ini dapat dilaksanakan dengan baik kedepan, dan Kota Tidore menjadi Kota yang terinovatif yang merupakan hasil dari kerja keras kita semua.” Kata Muhammad Sinen Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menekankan bahwa, dalam sebuah pekerjaan harus menanamkan rasa malu dan takut sehingga Tidore ini akan maju, karena jika memiliki rasa malu atas pencapaian orang lain dan takut dengan inovasi yang belum dicapai maka hasil akan menjadi maksimal. “Jadi yang diharapkan adalah bagaimana kita menanamkan rasa malu atas kinerja yang tidak pernah dicapai dan takut atas kesalahan kinerja yang kita buat, maka semangat inovasi akan terus tumbuh dalam diri kita, mari kita bergandeng tangan untuk mewujudkan Kota Tidore sebagai Kota terinovatif dengan cara memberikan sebanyak-banyaknya inovasi di Kota Tidore.” Ucap Muhammad Sinen Muhammad Sinen juga menegaskan bahwa, tanamkan dalam diri masing-,masing bahwa tanggung jawab membangun Kota Tidore bukan ada pada Wali Kota dan Wakil Wali Kota tetapi setiap ASN dan masyarakat Kota Tidore memiliki tanggung jawab yang sama untuk bagaimana membangun Kota Tidore kedepan yang lebih baik. “Jadi sejahtera atau tidaknya masyarakat Tidore tergantung pada kita yang ada di Pemerintahan Tidore, sehingga saya minta kepada para Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, Pimpinan OPD bahkan para Kepala Desa untuk proaktif dalam meningkatkan inovasi, bantu saya dan pak wakil Wali Kota untuk mensejahterakan masyarakat Kota Tidore Kepulauan yang lebih baik kedepan.” Tandas Muhammad Sinen Sementara, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengatakan, prestasi inovasi Kota Tidore Kepulauan pada Tahun 2020 hingga 2024 sangat naik dari kurang inovasi, inovasi sampai sangat inovasi sehingga kedepan harus ditargetkan menjadi Kota Terinovatif. “Kalau kita meraih suatu prestasi itu sangat mudah namun sangat sulit untuk mempertahankan prestasi tersebut, sehingga saya berharap agar kita mampu untuk mempertahankan dan meningkatkan inovasi tersebut sehingga bisa mencapai Kota Terinovatif di Tahun 2025.” Kata Ismail “Kita memiliki banyak potensi, jangankan 200 inovasi akan tetapi 300 inovasi pun bisa dicapai tergantung kerja keras kita semua, untuk ini saya berharap mari kita sama-sama untuk mewujudkan Tidore sebagai Kota Terinovatif di Tahun 2025 ini.” Sambung Ismail Selain itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Tidore Kepulauan Saiful Bahri Latif mengatakan dalam tiga tahun terakhir prestasi inovasi Kota Tidore terus mengalami peningkatan dari Kota Inovatif menuju Kota sangat Inovatif yang berpotensi masuk dalam sepuluh (10) besar Nasional, Karena inovasi Daerah bertujuan untuk mempercepat dan memudahkan pelayanan public dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Bahkan Kota Tidore Kepulauan menjadi satu-satunya Kota di Maluku Utara yang berpotensi masuk dalam 10 besar Nasional, dengan jumlah inovasi 87 inovasi yang tersebar di 43 inovasi OPD, 21 inovasi Puskesmas dan 9 Inovasi Desa dan 14 Inovasi Kelurahan, sehingga rekomendasi menuju 10 besar nasional kita harus memiliki 200 inovasi dengan skor indeks minimal 90,00, sehingga diharapkan agar seluruh OPD, Camat, Kelurahan, Desa dan Puskesmas agar dapat memaksimalkan inovasi-inovasi terbaik yang ada di masing-masing instansi sehingga dapat mewujudkan Tidore yang maju dan penuh dengan inovasi.” Harap Saiful
TPID Tidore Rutin Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Mingguan

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dikoordinir oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, didampingi Kepala Badan Pusat Statistik Oki Afrizal beserta OPD terkait, mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual melalui zoom meeting, di Ruang Rapat Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Senin (19/5/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan, dan juga diikuti oleh pejabat tinggi madya, pimpinan pratama lembaga, para Gubernur, Wali kota, dan Bupati dari seluruh Indonesia secara virtual. Dalam rapat tersebut, Mendagri Muhammad Tito Karnavian membahas terkait pengendalian inflasi daerah yang dirangkaikan dengan sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan dan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Diinstruksikan kepada 13 Menteri, 3 Kepala Lembaga serta 38 Gubernur dan 514 Bupati/Walikota untuk mengambil langkah komprehensif yang terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas dan fungsi untuk melaksanakan kebijakan strategis optimalisasi dan percepatan pembentukan melalui pendirian pengembangan, dan revitalisasi 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” Ungkapnya. Mendagri juga menegaskan, pembentukan koperasi ini sangat memerlukan kerja sama dan langkah-langkah yang dilakukan oleh kepala desa serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sehingga peran bupati dan wali kota menjadi penting. Pasalnya, bupati dan wali kota merupakan pejabat pembina dari kepala desa dan BPD agar dapat memfasilitasi pembentukan koperasi tersebut. Sementara, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain usai mengikuti rakor tersebut mengatakan, untuk Kota Tidore Kepulauan ada beberapa komoditi yang stabil, ada juga yang mengalami penurunan, seperti di pasar gosalaha, stok bawang merah dan cabe rawit mengalami penurunan harga, dengan stok dan persediaannya yang cukup.