“ SI MONA BAHENOL “ sistem monitoring pelayanan berbasis online.

Untuk meningkatkan mutu pelayanaan Kesehatan pada indikator kepatuhan identifikasi pasien dan kepuasan pengguna layanan perlunya penerapan metode baru dengan memanfaatkan  tekhnologi untuk meningkatkan efektifitas dan pemantauan kualitas pelayanan yang diberikan.  Puskesmas soasio Kota Tidore Kepulauan mengembangkan inovasi Si Mona Bahenol atau  sistem monitoring pelayanan berbasis online sebagai salah satu upaya  untuk memberikan kemudahan kepada  masyarakat dalam hal melakukan penilaian terhadap pelayanan puskesmas soasio dan memudahkan petugas dalam mengevaluasi kinerja pelayanan. Upaya ini dilakukan puskesmas soasio untuk menidentifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat dalam menerima pelayanan Kesehatan, karena setiap orang berhak mendapatkan pelaynan yang aman dan bermutu seseuai dengan standar pelayanan. Untuk mewujudkan pelayanan Kesehatan yang aman dan bermutu  setiap tempat pelayanan  termasuk fasilitas pelayanan Kesehatan Tingkat pertama (FKTP)  Puskesmas Soasio wajib memenuhi indikator  Nasional Mutu pelayanan (INM) yang dilaksanakan. Untuk itu Puskesmas Soasio kota tidore kepulauan mengagas upaya ini dengan sebuah Inovasi “ SI MONA BAHENOL “ sistem monitoring pelayanan berbasis online. Harapannya inovasi “SI MONA BAHENOL”  ini dapat mengali kekurangan-kekurangan pelayanan yang ada di puskesmas soasio, sehinga dapat di perbaiki dan di tingkatkan untuk memunuhi kebutuhan dan harapan masyarakat tentang pelayanan yang diberikan, sehinga masyarakat merasa aman dan bermutu untuk menerima layanan yang diberikan. Dalam penggunaan Iovasi “ SI MONA BAHENOAL “ dapat di lakukan dengan cara sebagai berikut : Masyarakat atau pengguna layanan di puskesmas soasio dapat ,mengakses  dengan  mengunakan tautan link https://forms.gle/NqdukeacejFLMyL99 untuk memberikan penilaian ataupun bisa memindai barcode yang terdapat pada gambar. Masyarakat bisa langsung mengisi identitas dan  sejumlah pertanyaan tentang pelayanan yang didapatkan pengguna layanan atau masyarakat terhadap pelayanan di UPT. Puskesmas Soasio. Masyarakat juga dapat memberikan aduan dan saran yang dapat di isi di kolom aduan maupun masukan. Setiap masukan yang diberikan baik berupa saran maupun kritik yang bersifat membangun akan segera kami tindak lanjut untuk meningkatkan kualitas pelayanan kami. MOTO kami : “URE SE JAGA LAHA SUNG SIGADO NGO” Kesehatan adalah modal yang harus dipelihara.

Peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025

Sambut peringatan hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan bersama Tim Penggerak PKK Kota Tidore, Dharma Wanita Persatuan serta Komunitas Peduli Lingkungan, gelar apel bersama sekaligus Kolaborasi Aksi Bersih Sampah Plastik dengan tajuk Hentikan Polusi Plastik di Desa Wisata Akebay, Pulau Maitara, Selasa (3/5/2025). Mewakili Wali Kota, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Asis Hadad dalam arahannya mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengambil peran sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan, ikut berpartisipasi melakukan kegiatan apel bersama dan kolaborasi aksi bersih sampah plastik di Desa Akebay, Pulau Maitara, Kecamatan Tidore Utara. “Pada peringatan hari lingkungan hidup tahun 2025 ini, menjadi momentum penting membangun kesadaran bersama terhadap lingkungan khususnya dalam penyelesaian persoalan sampah, mengingat saat ini sampah menjadi darurat untuk segera diatasi bersama, saya juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini,” Ungkapnya. Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga merupakan Bunda Peduli Lingkungan Kota Tidore dalam arahannya mengatakan, ini merupakan momen yang luar biasa dalam rangka menyambut hari lingkungan hidup sedunia tahun 2025, aksi bersih sampah plastik ini memang tidak semudah membalik telapak tangan, namun jangan sampai aksi ini berhenti disini. “Tetap semangat semuanya, jangan pernah bosan untuk terus melakukan kegiatan yang baik seperti aksi bersih sampah ini, jangan pernah berhenti, karena sampah jika dibiarkan maka akan bertumpuk, sebagai Bunda Peduli Lingkungan, kami akan terus bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan para komunitas peduli lingkungan untuk sama-sama menggalakkan aksi ini,” Tuturnya. Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan Muhammad Syarif dalam laporannya mengatakan, ada 2 titik yang menjadi rencana kegiatan aksi bersih sampah plastik ini, yaitu di Desa Akebay sebagai lokasi strategis karena spot destinasi wisata yang perlu dijaga, dan spot jiko cobo yang bakal menjadi spot wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terlaksananya kegiatan ini, mari berkolaborasi untuk menjaga Tidore dari dampak sampah plastik, mari kita bijak pilah sampah plastik dari rumah dan tabung sampah di bank sampah induk makumote, usai aksi bersih sampah ini juga akan dilanjutkan dengan pilah sampah plastik dan ditimbang oleh bank sampah induk maku mote,” Pungkasnya. Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini Forkopimcam Tidore Utara, Camat Tidore Utara bersama Staf, Lurah se Kecamatan Tidore Utara beserta Staf, Kepala Desa se Kecamatan Tidore Utara beserta Staf, Pasukan Sogoro Gam, serta Warga Masyarakat Desa Akebay.

Bantuan pangan gratis adalah bentuk peduli Pemerintah Daerah setidaknya dapat mengurangi 50 persen kebutuhan masyarakat.

Bantuan pangan gratis ini mungkin belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat selama sebulan akan tetapi jangan dilihat dari seberapa besar nilai yang diberikan namun ini adalah bentuk peduli Pemerintah Daerah setidaknya dapat mengurangi 50 persen kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat memberikan arahan kepada para penerima bantuan pangan gratis yang diberikan kepada masyarakat di dua kecamatan yakni Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Selatan, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Oba, Kelurahan Payahe, Selasa 93/6/2025). Ahmad Laiman mengatakan, salah satu program 100 hari setelah dilantik adalah memberikan pangan gratis kepada masyarakat untuk dapat membantu mengurangi kebutuhan masyarakat, sehingga ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah kepada masyarakat Kota Tidore. “Tepat hari ini 100 hari saya dan pak Wali Kota Muhammad Sinen memimpin Kota ini, dengan harapan program pangan gratis ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh masyarakat Kota Tidore, karena ini merupakan dua kecamatan terakhir yang menerima pangan gratis tersebut.” kata Ahmad Laiman “Lupakan saja segala perbedaan pada pilkada kemarin, karena saya dan pak Wali Kota Muhammad Sinen telah dipilih oleh masyarakat tidore, sehingga mari sama-sama untuk mendukung program-program prioritas untuk mewujudkan Tidore yang aman, nyaman dan ramah untuk semua orang.’ Sambung Ahmad Laiman Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga menekankan bahwa tidak hanya sampai di pembagian pangan gratis saja, akan tetapi ada langkah-langkah strategis lainnya lewat program tertentu untuk dapat meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat baik di bidang pertanian, perikanan ataupun di bidang pariwisata yang akan menjadi primadona saat ini yang akan terus dikembangkan. “Saya hanya meminta doa dan dukungan kepada masyarakat Tidore khususnya masyarakat di dua kecamatan ini yaitu Kecamatan Oba dan Oba selatan agar dapat mendukung program apa saja yang nantinya kami lakukan selama lima tahun kedepan.” Tandas Ahmad Laiman Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan Yakub Maradjabessy menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Walikota yang telah mendukung dan bersama-sama untuk melakukan pembagian pangan gratis di setiap masyarakat yang ada di delapan kecamatan tersebut. “Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Asisten Setda, Staf Ahli Wali Kota yang selalu setia mendampingi kami dalam pembagian pangan gratis hingga selesai di dua kecamatan yakni kecamatan Oba dan Oba selatan yang dimana menjadi kecamatan terakhir dalam pembagian pangan gratis, semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.” Kata Yakub Yakub juga menambahkan, untuk penerima pangan gratis di kecamatan oba sebanyak 850 penerima yang tersebar di 12 Desa dan 1 Kelurahan, sedangkan untuk Kecamatan Oba Selatan sebanyak 500 penerima yang tersebar di 7 Desa. Untuk 850 penerima di Kecamatan Oba terdiri dari Kelurahan Payahe sebanyak 158 penerima, Desa Talasi 25 penerima, Desa Gita Raja  75 penerima, Desa Todapa 30 penerima, Desa Toseho 113 penerima, Desa Talagamori 38 penerima dan Desa Tului 61 penerima. Desa Bale sebanyak 80 penerima, Desa Woda 25 penerima, Desa Koli 90 penerima, Desa Kosa 71 penerima, Desa Sigela Yef 30 penerima dan Desa Kususinopa 54 penerima. Sedangkan untuk Kecamatan Oba Selatan terdiri dari Desa Selamalofo sebanyak 70 penerima, Desa Maidi 93 penerima, Desa Hager 44 penerima, Desa wama 85 penerima, Desa Lifofa 110 penerima, Desa Tagalaya 48 penerima dan Desa Nuku 50 penerima.

Prevalensi penurunan stunting sangat signifikan dari angka 21,3 persen menjadi 16,6 persen

Tidore merupakan salah satu Kota terbaik di Maluku Utara dengan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di BKKBN Maluku Utara di angka 98,8 persen, dengan prevalensi penurunan stunting sangat signifikan dari angka 21,3 persen menjadi 16,6 persen. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku Utara Victor Palimbong saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Tidore. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, didampingi Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, di ruang kerja Wali Kota Tidore, Senin (2/6/2025). Victor Palimbong mengatakan, Kota Tidore sangat signifikan dalam penurunan stunting, meskipun Stunting di maluku Utara mengalami penurunan dari angka 23,7 ke 23,2 meski hanya 0,5 persen namun Kota Tidore terbaik dalam penurunan stunting di maluku utara. “Terima kasih pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta dinas terkait yang sangat intens dalam membantu BKKBN Maluku Utara dalam penurunan stunting maupun penggunaan DAK terbaik di Maluku Utara.” kata Victor “Saya juga rencananya akan melaksanakan hari keluarga nasional (Harganas) di Kota Tidore, sehingga kami mohon bantuan dan dukungan dari Pemerintah Kota Tidore demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan harganas Tahun 2025 nanti.” Tambah victor Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad sinen menyatakan sikap mendukung kegiatan apa saja yang melibatkan Tidore sebagai tuan rumah, karena Pemda Kota Tidore selalu membuang ruang untuk siapa saja yang datang di Kota Tidore. “Kami siap mendukung kegiatan HARGANAS Tahun 2025 di Kota Tidore, Tidore sangat membuka ruang untuk o\setiap orang datang untuk memilih Tidore sebagai tuan rumah, baik itu tingkat provinsi, kabupaten/Kota maupun skala Nasional.” Kata Muhammad Sinen Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menyampaikan bahwa untuk masalah stunting pemerintah Kota Tidore terus berkomitmen agar Kota Tidore berada pada zero stunting, sehingga pemerintah terus mengupayakan untuk setidaknya stunting di Tidore mengalami penurunan. “Karena saat ini kami juga mendorong dinas terkait untuk membuat sanitasi di tiga kecamatan yang ada di daratan oba yakni Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah dan Kecamatan Oba, kami lebih ke menjemput bola untuk menyelesaikan masalah stunting daripada harus menunggu.” Kata Muhammad Sinen Turut didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP2A) Kota Tidore M. Hasby Marsaoly dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan Saiful Salim. Tidore, 2 Juni 2025

Kegiatan Witnessing Program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD)

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo juga turut menghadiri kegiatan Witnessing Program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang berlangsung di Pasar Badung, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (2/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Capacity Building TP2DD Provinsi Maluku Utara Tahun 2025, yang diselenggarakan untuk mendorong percepatan implementasi digitalisasi di sektor pelayanan publik, khususnya dalam pengelolaan pasar tradisional. Dalam kunjungannya ke Pasar Badung, Sekda Kota Tidore Kepulauan didampingi oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kota Tidore Kepulauan. Mereka bergabung bersama perwakilan TP2DD dari kabupaten/kota lain di Maluku Utara, serta jajaran dari pemerintah provinsi. Pasar Badung memberikan contoh nyata penerapan sistem digitalisasi yang berhasil. Pasar ini tidak hanya tertib dan bersih, namun juga telah menerapkan sistem pembayaran nontunai menggunakan QRIS di hampir seluruh kios. Bahkan, seluruh los hingga lantai empat di pasar tersebut penuh oleh aktivitas pedagang dan pembeli. “Sangat luar biasa, Pasar Badung ini bisa menjadi inspirasi bagi kami di Tidore. Di Pasar Sarimalaha, khususnya di lantai dua, tingkat okupansi pedagang masih rendah, mudah-mudahan kedepan kita bisa menerapkan pengelolaan yang lebih modern dan digital seperti di sini,” ujarnya. Kegiatan witnessing ini diharapkan mampu memberikan wawasan dan motivasi kepada seluruh TP2DD di Maluku Utara, untuk mengakselerasi transformasi digital di daerah masing-masing, khususnya dalam mendukung transaksi non-tunai di pasar tradisional guna meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan daerah.

Kejutan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22 Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025

Di sela-sela jalannya acara, Panitia Art Performance Legu-Legu Sanggar Rau Parada memberikan kejutan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 22 Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 secara simbolis melalui penyerahan tumpeng kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan yang dilangsungkan di Halaman Perpustakaan Daerah, Jumat (30/5/2025) malam tersebut berakhir sukses dan meriah, saat ditutup dengan nyanyian lagu selamat ulang tahun milik grub band zamrud, mengiringi penyerahan tumpeng Ulang Tahun Pemkot Tidore yang jatuh pada 31 Mei setiap tahunnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan kali ini tidak dirayakan melalui upacara maupun acara ceremonial, hal ini dikarenakan efisiensi anggaran, sehingga telah membatasi atau mengurangi acara yang bersifat ceremonial. Meski nampak sederhana, namun kejutan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan ke 22 ini terbilang sukses, panitia Art Performance Legu-Legu mengemasnya dengan iringan lagu dilengkapi dengan tumpeng dan pembakaran kembang api. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Ketua TP-PKK Kota Tidore Hj. Rahmawati Muhammad, dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman bersama Ketua I TP-PKK Sumiyati Ahmad Laiman di kesempatan tersebut juga mengunjungi dan memborong berbagai produk dan jajanan UMKM yang ada di lokasi acara. Adapun berbagai acara yang ditampilkan di malam pembukaan Art Performance Legu-Legu ini meliputi; penampilan dari Dd Acoustic, Tarian Legu-Legu dan Saluma Band. Sementara itu, di lokasi acara juga terdapat beberapa stand UMKM diantaranya; Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore, Mabook Coffe, Barakati Bakery, Legend House, Bebikinan Buna, Kalitiga Coffe, UP2K PKK Tidore, Titik Temu, RR Drinks Food dan Kedai Kuning.

Sejak dulu, sanggar Rau Parada memiliki konsern pada upaya pelestarian budaya, terutama tarian dan aktivitas seni, yang telah diwariskan oleh leluhur

Memiliki hubungan emosional yang erat dengan Sanggar Seni Rau Parada, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman didaulat memberikan sambutan sesepuh dalam acara pembukaan Art Performance Legu-Legu, yang berlangsung di Halaman Gedung Perpustakaan Daerah, Jumat (30/5/2025). “Sejak dulu, sanggar Rau Parada memiliki konsern pada upaya pelestarian budaya, terutama tarian dan aktivitas seni, yang telah diwariskan oleh leluhur, dan di acara Art Performance Legu-Legu ini, akan menampilkan tarian kolosal legu-legu, yang memiliki nilai seni berdasarkan peninggalan sejarah,” Ungkapnya. Ahmad Laiman mengatakan, nilai sejarah dalam tarian legu-legu digali berdasarkan puzzle atau potongan foto, yang kemudian dikumpulkan oleh pendahulu sanggar seni Rau Parada untuk dijadikan sebuah cerita yang utuh, puzzle itu berupa foto dan lukisan yang diterbitkan di perpustakaan Leiden di Belanda. “Sebagiannya lagi tercantum dalam atrefak seni yang didapat dari portugal dan spanyol, dimana ketika kedatangan bangsa spanyol di Tidore, disambut oleh Sultan Tidore dengan menampilkan adat tarian yang namanya legu-lagu, namun gerakan tariannya hanya muncul dalam serpihan gambar saja,” Jelasnya. Berangkat dari hal itu, Ahmad Laiman mengatakan, pendiri sanggar seni Rau Parada bersama Maswin M. Rahman mencoba menggali sejarah tarian tersebut, lewat lagu-lagu atau syair kabata untuk coba ditampilkan kembali, sebab yang dipotret hanyalah beberapa penari wanita dengan tangan berlenggang-lenggok. “Inilah adalah sebuah upaya dari sanggar Rau Parada untuk mengumpulkan puzzle-puzzle kebudayaan tersebut, disematkan satu per satu menjadi cerita budaya yang utuh, dimana tarian legu-legu akhirnya dapat ditampilkan dan dinikmati oleh semua kalangan,” Tambahnya. Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga berharap, kedepannya agar kegiatan seperti ini dapat bekerjasama dengan seluruh komunitas sanggar yang ada di Kota Tidore Kepulauan, bukan hanya sanggar Rau Parada, yang kebetulan mendapat manfaat atau bantuan dari Kemendikbudristek.

Sukses, Art Performance Legu-Legu Sanggar Seni Rau Parada

Sukses, Art Performance Legu-Legu Sanggar Seni Rau Parada Kelurahan Gamtufkange resmi dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen di Halaman Gedung Perpustakaan Daerah, Jumat (31/5/2025) Malam. Wali Kota Tidore dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kegiatan yang diselenggarakan oleh sanggar Rau Parada, ia juga berharap kegiatan ini akan terus berlanjut, karena di Kota Tidore banyak komunitas anak muda. “Komunitas di Kota Tidore sangat banyak, namun ada induknya yaitu ekonomi kreatif (ekraf), mudah-mudahan kolaborasi komunitas dibawah naungan ekraf, bisa membawa Kota Tidore Kepulauan ke arah yang lebih baik,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengajak semua masyarakat untuk yakin dan optimis, bahwa budaya menjadi kekuatan besar kemajuan Kota Tidore Kepulauan kedepan yang lebih baik. “Generasi muda Tidore, mari berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tidore dibawah kepemimpinan Ayah dan Abang saat ini, mudah-mudahan kolaborasi, niat baik dan kerjasama ini dapat memwujudkan harapan kita bersama,” Harapnya. Lebih lanjut, Muhammad Sinen juga menitipkan pesan kepada perwakilan Balai Kebudayaan untuk terus memberikan perhatian kepada Kota Tidore Kepulauan, seperti salah satunya manfaat yang didapat oleh Sanggar Rau Parada ini. “Kota Tidore Kepulauan ini jika dilihat dalam peta Indonesia mungkin tidak akan terlihat, karena saking kecilnya, namun semua orang harus tahu dan sadari, bahwa tanpa Tidore, Indonesia tidak akan lengkap dari sabang sampai Merauke,” Tukasnya. Sementara, Ketua Panitia Sahril Toduho dalam laporannya mengatakan, kegiatan art performance legu-legu sanggar Rau Parada ini diselenggarakan atas bantuan dari Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi Tahun 2024 kemarin. “Kurang lebih 1.000 sanggar yang ada di seluruh Indonesia mendaftar untuk mendapat bantuan ini, tetapi hanya 43 sanggar yang dinyatakan lolos, termasuk satu-satunya di Indonesia Timur Sanggar Seni Rau Parada Kelurahan Gamtufkange,” Ucapnya. Sahril mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya-budaya tradisional, agar masyarakat bisa mengetahui, terutama generasi muda dapat mengenal dan memahami serta mencintai budaya lokal sendiri. Turut hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda Kota Tidore Kepulauan, Ketua TP-PKK Kota Tidore, Ketua I TP-PKK Kota Tidore, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara, Para Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD, Camat serta Lurah se Pulau Tidore.

Wali Kota Resmi Serahkan Bantuan Pangan Gratis di Kecamatan Tidore Timur

Sebanyak 271 penerima yang tersebar di Kelurahan Tosa, Mafututu dan Jiko Cobo Kecamatan Tidore Timur, resmi menerima bantuan pangan gratis dalam rangka program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen di Depan Kantor Camat Tidore Timur, Jumat (30/5/2025). “Pemberian bantuan pangan gratis ini tidak hanya sebatas program 100 hari kerja saja, tetapi akan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan setiap tahunnya sebanyak 3 kali pembagian, saya bersama wakil wali kota Abang Leman berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan sepenuhnya kepada masyarakat Kota Tidore, salah satunya pemenuhan pangan ini,”Tuturnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, kedepannya Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama DPRD Kota Tidore akan berupaya membangun gudang penampung sayur di Pulau Tidore dan Daratan Oba, dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani, agar terus produktif dengan menciptakan pola pemasaran yang baik. Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Yakub Marajabessy dalam laporannya mengatakan, pemberian bantuan pangan ini merupakan kali kelima yang akan dilaksanakan secara merata di 8 Kecamatan se-Kota Tidore Kepulauan, selain sebagai amanah Undang-Undang, pemberian bantuan ini sebagai wujud kepedulian dan komitmen Pemerintah dalam menjaga keterjangkauan pangan. “Penerima bantuan yang ada di Kecamatan Tidore Timur ini berjumlah 550 Orang, khusus untuk di kelurahan Tosa, Mafututu dan Jiko Cobo sebanyak 271 penerima, yang terdiri dari Kelurahan Tosa sebanyak 50 Penerima, Kelurahan Mafututu sebanyak 136 penerima dan Kelurahan Jiko Cobo sebanyak 85 penerima. Adapun jenis bantuan terdiri beras 10 kg, minyak goreng 2 liter dan gula 2 kg,”Paparnya.

Pemerintah Daerah itu punya komitmen untuk hadir bersama

Usai menyerahkan Bantuan Bahan Pokok Dalam Rangka Program 100 Hari Kerja di Kecamatan Tidore Selatan, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman Kembali menyerahkan di empat Kelurahan di Kecamatan Tidore Timur yang dipusatkan di halaman Kantor Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulaun, Jumat (30/5/2025). Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menyampaikan Wujud untuk memberikan pangan gratis ini adalah bagaimana Pemerintah Daerah itu punya komitmen untuk senantiasa membantu masyarakat dalam hal apa saja. “Wujud untuk memberikan pangan gratis ini adalah bagaimana Pemerintah Daerah itu punya komitmen untuk hadir bersama, selalu merasakan kesusahan ada masyarakat penghasilan dan kemampuan ekonomi  yang terbatas maka perlu harus di bantu, bantu ini tidak akan terus menerus walaupun dalam komitmen untuk hal-hal seperti ini terus dilakukan”ucap Ahmad Laiman. Ahmad Laiman juga menambahkan bantuan ini merupakan sebuah inisiatif yang diberikan Pemerintah Daerah untuk membuktikan hadir bersama masyarakat. Sementara Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan Ibrahim Hamzah dalam laporannya jumlah penerima bantuan pangan di Kecamatan Tidore Timur berjumlah 550 untuk empat Kelurahan berjumlah 279 penerima yakni Kelurahan Doyado 89 penerima,Kelurahan Kalaodi 40 penerima, Kelurahan Cobodoe 51 penerima dan Kelurahan Dowora 64 penerima. Ibrahim Hamzah berharap apa yang dilakukan Pemerintah Daerah ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat di Kecamatan Tidore Timur dalam memenuhi kebutuhan pangan.