Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Puspaga Kota Tidore, menjadi Narasumber dalam Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Penguatan Jejaring Antar Lembaga Penyedia Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Tingkat Kab/Kota yang diselenggarakan oleh Bidang Perlindungan Anak Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan di Desa Maitara Tengah, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini juga mendaulat Psikolog dari Perwakilan Kemensos wilayah Maluku Utara Siti Ningrum, S.Psi.,M.Psi sebagai narasumber, tujuan kegiatan ini dilakukan karena maraknya kekerasan anak dan pornografi yang sudah menjadi masalah serius membahayakan masa depan anak, hal ini disebabkan dari perilaku dan pola asuh anak baik dari orang tua maupun lingkungan yang belum maksimal sesuai harapan bersama. Selaku Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengapresiasi Ibu-Ibu empat Desa di Pulau Maitara yang telah antusias hadir mengikuti kegiatan ini, baginya antusia para Ibu-Ibu adalah hal yang membaggakan, melalui kegiatan ini, mereka dapat mengetahui cara menjaga anak-anak untuk tidak terjerumus dalam hal-hal yang tidak diinginkan. “Melalui kegiatan ini juga, ibu-ibu dapat mengetahui bagaimana pola asuh anak di fase umur masing-masing, mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat dan diridhoi Allah SWT, sebagai Ketua Puspaga, tujuan utama Puspaga adalah mencegah masalah dalam keluarga sejak dini dan menangani saat masalah sudah terjadi, meningkatkan kualitas hidup keluarga, kemampuan orang tua dalam mengasuh anak serta mewujudkan keluarga harmonis,” Ungkapnya. Ketua TP PKK Kota Tidore juga mengapresiasi Pulau Maitara karena sejauh ini belum ada kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, namun ia menghimbau untuk dapat terus dijaga oleh Masyarakat, karena Pulau Maitara sudah dicanangkan sebagai Pulau bebas Pornografi Anak, jadi pola asuh anak yang baik juga harus diterapkan, serta membentuk wadah kaum Perempuan untuk dapat menyelesaikan masalah, contohnya seperti pondok curhat. Sementara, Psikolog Siti Ningrum dalam kesempatan tersebut juga memaparkan materi terkait ketahanan keluarga cara mendidik anak yang baik dan benar, karena menurutnya, parenting adalah proses kolaborasi antara orang tua dan anak untuk membangun karakter, potensi serta kenyamanan anak dalam lingkungan belajar dan sosial. Selain keluarga adalah fondasi utama, tantangan zaman dan pola asuh menentukan masa depan anak. “Ada hal yang harus dipahami sebagai bentuk pencegahan yang dapat dilakukan oleh anak, guru maupun orang tua, anak harus memahami hak tubuh sendiri, berani berkata tidak dan melaporkan kejadian yang mencurigakan. Guru menjadi ruang aman di kelas untuk berdiskusi, tanggap dan tidak menyalahkan korban, Sementara orang tua bangun komunikasi terbuka dengan anak dan ajarkan soal batasan tubuh, percaya serta mendukung anak saat bercerita,” Paparnya.
Lomba fashion show Kebaya Nasional yang bertajuk Kartini Masa Kin

Momentum Peringatan Hari Kartini Tahun 2026, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen didampingi Ketua I TP PKK Ny. Sumiyati Ahmad Laiman beserta pengurus, kompak menghadiri lomba fashion show Kebaya Nasional yang bertajuk Kartini Masa Kini, Berkarya, Menginspirasi dan Memberdayakan, diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Tidore, di Aula Kantor Camat, Selasa (21/4/2026). Dalam sambutannya, Hj. Rahmawati mengatakan, hari kartini bukan sekedar peringatan ceremony belaka, melainkan momentum untuk mengenang dan meneladani semangat juang Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan emansipasi Wanita, melalui kegiatan lomba peragaan busana ini, tidak hanya menampilkan keindahan pakaian, tetapi di dalam lubuk hati mengingat kembali bagaimana perjuangan Kartini sebagai pendekar kaumnya untuk Merdeka. “Melalui kegiatan ini juga menggambarkan keberagaman budaya, keanggunan dan karakter Perempuan Indonesia yang kuat dan berdaya, terima kasih kepada PKK Kecamatan Tidore, karena kegiatan ini juga berkaitan dengan program kerja pokja III yaitu Gerakan Masyarakat Cinta Sandang Lokal, lomba ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas serta kecintaan terhadap budaya bangsa, khususnya Tidore,” Ungkapnya. Sementara, Ketua TP PKK Kecamatan Tidore, Marliyani Sahril dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A Kartini dalam emansipasi Wanita, bertujuan untuk menumbuhkan semangat perjuangan dan keteladanan R.A Kartini di kalangan kaum Perempuan, serta meningkatkan kreativitas dan partisipasi TP PKK dan Masyarakat. “Lomba fashion show kebaya nasional ini diikuti oleh peserta dari Pokja Bunda Paud, Ketua-Ketua TP PKK Kelurahan se Kecamatan Tidore, ASN dan PPPK utusan 13 Kelurahan di Kecamatan Tidore, Anggota DWP Kecamatan Tidore dan peserta cilik dari perwakilan 18 satuan PAUD se Kecamatan Tidore. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama dan dukungan dari Pemerintah Kecamatan Tidore, TP PKK, DWP dan Pokja Bunda Paud Kecamatan Tidore,” Ucapnya.
Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiati Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Rahmawati Muhammad Sinen didampingi Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiati bersama Ketua III TP-PKK Kota Tidore Kepulauan Ny Nuraen Ismail Dukomalamo mengikuti Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital, yang berlangsung, di Ballroom Bela Hotel, Ternate, Senin (20/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini secara resmi dibuka oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, yang juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Kapolda Maluku Utara, Anggota TP-PKK Kota Tidore, serta para pelaku UMKM se Maluku Utara. Mengawali sambutannya, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan bahwa, pasar bagi produk UMKM di daerah kepulauan masih relatif sempit jika hanya mengandalkan penjualan konvensional, sehingga transformasi digital dinilai menjadi solusi penting untuk memperluas jaringan pemasaran. “Dengan adanya pelatihan penjualan secara digital, secara online, bisa memberikan akses untuk produk-produk lokal Maluku Utara untuk tidak hanya terbatas dalam geografi tapi bisa menjual secara nasional,” ujar Sherly. Orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara ini juga menambahkan bahwa, penguatan UMKM tidak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Pelatihan itu sebagai langkah awal membangun ekosistem inkubator bisnis bagi UMKM Maluku Utara agar naik kelas dan memiliki daya saing nasional, Ini adalah langkah awal yang baik sebagai sebuah inkubator memberikan pelatihan kepada UMKM Maluku Utara untuk bisa naik kelas, menjual produknya di market yang lebih luas melalui digital,” katanya. Sementara, usai mengikuti Pelatihan, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Hj. Rahmawati Muhammad Sinen mengatakan, Pelatihan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini merupakan hal yang sangat penting bagi pelaku usaha di Maluku Utara khususnya pelaku usaha di Wilayah Kota Tidore. “pelatihan semacam ini tentunya memberikan banyak sekali pengetahuan kepada para pelaku UMKM untuk bagaimana mempromosikan produknya ke berbagai sosial media, sehingga ini saatnya kita para pelaku UMKM go digital agar produk kita bisa dikenal luas oleh seluruh masyarakat bukan hanya di Kota Tidore maupun Maluku Utara akan tetapi seluruh Indonesia.” Kata Rahmawati Rahmawati juga berharap agar para anggota TP-PKK maupun pelaku UMKM Kota Tidore yang mengikuti Pelatihan tersebut untuk menjadi ruang pembinaan lanjutan bagi para pelaku UMKM tersebut. “Karena disini kita belajar bagaimana mendapatkan materi seputar komunikasi bisnis, branding, digital marketing, hingga strategis pengembangan usaha, sehingga diharapkan ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.” Harap Rahmawati. Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Maluku Utara di Era Digital ini menghadirkan Founder SKENA Agency & Content Creator Iksan Bangsawan, Digital Marketing Tiktok Ifatul Khasanah dan Founder & Creative Director PT Sanet Karya Nusantara dan Asesor Kompetensi Desain Fashion sebagai pembicara.
Wali Kota Tidore Hadiri Rakornas Antisipasi Musim Kemarau 2026 Kementan RI

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Senin (20/4/2026). Pertemuan strategis ini digelar sebagai respons atas prediksi BMKG mengenai potensi kekeringan ekstrim pada tahun 2026 serta upaya mempercepat visi Swasembada Pangan berkelanjutan. Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Nomor B-1336/SR.030/J/04/2026, Maluku Utara hanya diwakili oleh dua daerah dalam agenda ini, yaitu Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Selatan. Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dalam arahannya menekankan bahwa tantangan iklim tidak bisa dihadapi sendirian. Ia meminta pemerintah daerah melakukan langkah konkret melalui optimalisasi embung, irigasi, dan teknologi modern. “Mitigasi harus terencana dan berbasis data. Pemerintah daerah punya peran strategis memastikan ketersediaan air. Kita harus kompak mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan,” tegas Mentan Amran. Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M, B.A., menyoroti pentingnya kecepatan eksekusi anggaran dengan moto Presiden “Best Fast Result”. Beliau menyentil fenomena bantuan alat pertanian yang sering tertahan di gudang hanya demi menunggu acara seremonial. “Tanaman tidak menunggu anggaran. Hujan dan hama datang pada waktunya. Mulai Januari belanja sudah harus jalan. Tugas pemimpin adalah cari masalah, temukan, dan selesaikan,” ujar Wamentan Sudaryono. Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen usai menghadiri rakor tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian khusus Kementerian Pertanian terhadap Kota Tidore. Undangan ini membuktikan bahwa potensi pertanian di Tidore diakui secara nasional. “Visi misi kami mencakup pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ini sangat sejalan dengan prioritas Bapak Presiden. Saya berterima kasih karena usulan Tidore untuk tahun 2026 mendapatkan prioritas,” Ungkap Wali Kota. Wali Kota juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran Dinas Pertanian dan Dinas terkait agar tidak lalai dalam mengeksekusi program. Dinas terkait harus segera menindaklanjuti program yang telah disetujui pusat. Mengingat banyaknya daerah yang meminta program, namun gagal dalam implementasi. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga meminta kepada Dinas terkait untuk menjadikan program ini sebagai skala prioritas. Kehadiran program pusat ini diharapkan mampu meringankan beban Pemda di tengah adanya pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD). “Dukungan Strategis Kementan sebagai bentuk komitmen, Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan bagi daerah yang siap dengan usulan strategis, meliputi Rehabilitasi dan percepatan pembangunan jaringan irigasi, Pemanfaatan sistem pompanisasi secara masif, Penyediaan varietas tanaman yang tahan terhadap cuaca ekstrem (kekeringan) serta Penguatan sistem informasi iklim untuk petani,” Imbuhnya. Melalui Rapat koordinasi ini, Wali Kota Tidore Kepulauan optimistis dapat menjaga ketahanan pangan daerah, sekaligus berkontribusi pada target nasional, termasuk rencana swasembada gula, beras, serta peningkatan produksi CPO untuk kebutuhan B50.
Upacara Pembukaan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Tingkat Kota Tidore Kepulauan tahun 2026

Seleksi Pakibraka merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepualuan sebagai momentum penting untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, berdisiplin dan memiliki jiwa nasionalisme serta cinta tanah air yang tinggi. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Sofyan Saraha saat membacakan sambutan Walikota pada Upacara Pembukaan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Tingkat Kota Tidore Kepulauan tahun 2026. Yang berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah. Senin (20/4/2025). ”Paskibraka adalah simbol kehormatan, kebanggaan dan tanggungjawab yang besar dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepada adik-adik peserta seleksi, kami berpesan agar mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukan kemampuan terbaik yang dimiliki. Jadikan kesempatan ini sebagai ajang pembelajaran untuk melatih kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerjasama” ucapnya. Lanjut Sofyan, dirinya berharap kepada Tim Seleksi agar dapat menjaring putra-putri terbaik dari perwakilan sekolah-sekolah yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, kepribadian yang baik, serta semangat pengabdian kepada bangsa, negara dan daerah tercintai ini. Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kota Tidore Kepulauan Muslihin dalam laporannya menyampaikan jumlah sekolah yang diseleksi sebanyak 32 sekolah tingkat SMA atau sederajat yang tersebar di Kota Tidore Kepulauan khususnya kelas X atau kelas 1. peserta Pakibraka yang dinyatakan lolos seleksi di tingkat sekolah masing-masing sebanyak 80 orang siswa-siswi terdiri dari 35 orang Putra dan 45 Orang Putri. “peserta yang telah lolos kemudian diseleksi dan dipersiapkan untuk Paskibraka Tingkat Kota Tidore Kepulauan yaitu sebanyak 36 orang terdiri dari 19 orang Putra dan 17 orang Putri. Dan selanjutnya untuk terbaik 1,2 dan 3 Putra dan Putri akan dikirim untuk mengikuti seleksi pada tingkat Provinsi Maluku Utara dan Tingkat Nasional” Seluruh peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi yang meliputi Wawasan Kebangsaan, Tes Kesehatan, Parade, Peraturan Baris-berbaris (PBB), Kesemaptaan, dan Tes Kepribadian/Wawancara yang diuji langsung oleh Tim Seleksi Paskibraka yang tersiri dari unsur TNI, Polri, Purna Paskibraka, Rumah Sakit Umum Tidore dan Badan Kesbangpol Tidore
Kegiatan Dabus Akbar Ke-5 Tahun 2026

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sangat mengapresiasi terselenggaranya Dabus Akbar tahun 2026 ini dengan harapan dapat terus menumbuhkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan persatuan di tengah masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudi Ipaenin, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan pada kegiatan Dabus Akbar Ke-5 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Majelis Dzikir Al-Awwaliyah Kelurahan Topo, yang berlangsung di, Gedung Serba Guna, Kelurahan Topo, Sabtu (18/4/2026) malam. Mengawali sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudi Ipaenin mengatakan, Dabus Akbar Tahun 2026 ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan melalui lantunan Dzikir serta doa-doa yang dipanjatkan, dengan harapan daerah ini senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. “Kami meyakini bahwa Dabus Akbar yang kelima ini akan terus menjadi kegiatan keagamaan yang mampu memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga ukhuwah keumatan, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.” kata Rudi. Rudi Ipaenin juga menambahkan Kegiatan ini merupakan bagian dari Napak Tilas Majelis Dzikir Al-Awwaliyah Kelurahan Topo, sehingga bukan sekadar seremoni semata, tetapi sarat nilai sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya, karena napak tilas tersebut menjadi momentum refleksi untuk meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman sehingga semangat inilah yang perlu di jaga dan diwariskan kepada generasi muda daerah ini. “Karena Ingatlah bahwa menjaga persatuan dan kesatuan merupakan cerminan jati diri kita sebagai bangsa yang beradab dan senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kami sangat mengharapkan peran serta seluruh pemangku kepentingan daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk terus mempererat koordinasi serta kerja sama demi kepentingan masyarakat luas, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat” harap Rudi Sementara, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe dalam sambutannya mengatakan, Peningkatan pengamalan nilai-nilai agama yang terus berkembang secara dinamis menjadi indikator penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengapresiasi atas Penguatan Nilai Agama dan Budaya dalam Kegiatan Dabus Akbar kelima di kelurahan Topo, karena ini juga sekaligus menjadi motivasi dalam mendukung pembangunan nasional yang berlandaskan nilai spiritual dan moral Pengamalan nilai agama harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada dasarnya kita semua adalah ciptaan Tuhan yang memiliki tanggung jawab dalam menjalankan pengabdian kepada-Nya” kata Sarbin. Sarbin sehe menambahkan bahwa Kegiatan semacam ini juga dinilai sebagai momentum strategis dalam memperkuat hubungan antara agama dan budaya, karena Dalam perkembangannya, relasi yang harmonis antara keduanya telah melahirkan peradaban baru yang saling menguatkan dan menjadi fondasi dalam kehidupan sosial masyarakat. “Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan hubungan antara ajaran agama dan kearifan lokal sebagai titik tumbuh bersama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan, dengan harapan semangat kebersamaan, nilai religius, serta harmonisasi antara agama dan budaya dapat terus terjaga dan menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Maluku Utara.” kata Sarbin Kegiatan diakhiri dengan ratib dabus oleh para majelis Dzikir Al-awalia dan tokoh agama serta tokoh masyarakat kelurahan Topo.
Ketua TP PKK Tidore Buka Festival Budaya Sumkusu III Tahun 2026

Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen menghadiri sekaligus membuka secara resmi Festival Budaya Sumkusu III Tahun 2026 di Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (19/4/2026) Malam. Dalam sambutannya, Ketua TP PKK mengapresiasi Panitia dan Masyarakat Kelurahan Ome yang telah bekerja keras sehingga Festival Budaya Sumsuku III Tahun 2026 dapat terlaksana, ia juga berharap semoga kerja keras ini memberikan manfaat besar bagi pelestarian budaya. “Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan ini, mulai dari panitia, para pelaku seni, hingga masyarakat yang turut berpartisipasi, semoga kerja keras ini memberikan manfaat bagi pelestarian budaya di Kota Tidore,” Ungkapnya. Rahmawati juga berharap, kegiatan festival budaya sumsuku III tahun 2026 ini dapat berlangsung dengan baik dan lancar, juga meriah dan memberikan kesan yang mendalam bagi masyarakat Kelurahan Ome pada khususnya dan Kota Tidore Kepulauan pada umumnya. Sementara, Ketua Panitia, Hj. Rugaya Amir dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian turnamen sumkusu cup II, dimana tujuan dari kegiatan ini adalah penggalangan dana untuk pembebasan lahan kuburan, serta mempererat tali silaturahmi. “Peserta dalam kegiatan ini diikuti oleh masyarakat di lingkungan 01 sampai 04 Kelurahan Ome, festival ini menampilkan lomba kategori tarian kreasi, karaoke, baca puisi dan vokal grup, setiap kategori juga diklasifikasikan sesuai usia, ada anak-anak, remaja dan dewasa,” Jelasnya.
Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Kota Tidore Kepulauan

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menghadiri Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Kota Tidore Kepulauan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Tidore Kepulauan, bertempat di Meeting Room Penginapan Bogenfil, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal serta menyusun strategi politik ke depan. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya peran strategis PKB dalam menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan daerah yang berkeadilan. Menurutnya, PKB harus terus hadir di tengah masyarakat dengan memperkuat nilai toleransi serta memastikan setiap program dan kebijakan berpihak pada kebutuhan rakyat. “PKB harus terus hadir dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai-nilai toleransi, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB yang diwakili oleh Anggota DPR RI Komisi V, Irmawan, menyampaikan bahwa Muscab kali ini menghadirkan mekanisme baru dalam penentuan kepemimpinan. Irmawan mengatakan DPP telah melakukan pemetaan kader potensial di berbagai daerah yang nantinya akan diputuskan secara resmi siapa yang paling tepat memimpin DPC ke depan. Meski demikian, ruang usulan tetap dibuka bagi kader daerah untuk mengajukan nama yang dianggap layak. “Politik harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, hadir ditengah masyarakat dan memberikan solusi, bukan sekadar kepentingan kekuasaan,” tegasnya. Sementara itu, DPW Maluku Utara, yang diwakili oleh Ketua Dewan Syuro DPW PKB, Muhdar Din, menekankan pentingnya optimisme dan konsolidasi organisasi. Ia menyebut Muscab bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan langkah ke depan. “Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. Dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tantangan dan meraih tujuan lebih besar,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC PKB Kota Tidore Kepulauan, Murad Polisiri, mengatakan bahwa Muscab merupakan ajang evaluasi sekaligus penyusunan strategi kemenangan pada pemilu mendatang. “Muscab ini bukan hanya pergantian pengurus, tetapi momentum untuk mengevaluasi diri dan menyiapkan langkah menuju kemenangan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran kader di tengah masyarakat sebagai kunci membangun kepercayaan publik. Selain itu, seluruh kader diminta tetap solid dan menerima apapun hasil keputusan DPP terkait penetapan ketua terpilih. Ia juga berharap Muscab DPC PKB Kota Tidore Kepulauan mampu melahirkan rekomendasi strategis serta memperkuat peran partai dalam pembangunan daerah ke depan.
Jamaah haji keluarga dan sesepuh Mareku musim haji tahun 1447 hijriyah / 2026 miladiyah resmi dilepas

Jamaah haji keluarga dan sesepuh Mareku musim haji tahun 1447 hijriyah / 2026 miladiyah resmi dilepas oleh Staf Ahli Walikota bidang Kemasyarakatan dan SDM, Marjan Djumati, di gedung serbaguna Kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara, Jumat, ( 17 April 2026) Malam. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen selaku Sesepuh Kelurahan Mareku, Kepala Kelurahan Mareku bersama Ibu, para tokoh agama dan tokoh adat serta warga masyarakat Kelurahan Mareku. Staf Ahli saat membacakan sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan menyampaikan, Ibadah haji adalah simbol persatuan umat, dimana jutaan manusia bekumpul dalam satu tujuan, satu niat dan satu keikhlasan, tanpa membedakan latar belakang. “Kami berharap para jamaah calon haji Kota Tidore Kepulauan khususnya di Kelurahan Mareku dapat memaknai perjalanan ini dengan iman, memperhalus akhlak serta menebarkan nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang. Jadilah pribadi yang yang membawa kesejukkan, baik selama di tanah suci maupun setelah kembali ke tanah air,” Ungkapnya. Sementara itu, ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan dalam kesempatan yan sama menyampaikan bahwa Majelis Ta’lim Jamul Fawaid Kelurahan Mareku adalah salah satu Majelis di Kota Tidore Kepulauan yang rutin dan konsisten dalam melaksanakan program kerjanya. “Kami berharap Majelis Ta’lim terus menjadi pelopor dalam menebar kebaikan dalam masyarakat. Juga kepada jamaah calon haji agar menjaga kesehatan selama perjalanan suci ini agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan lancar dan sempurna,” Pesannya. Sementar, Ketua panitia, Sahnawi Hatala dalam laporannya menyampaikan, jamaah calon haji keluarga dan sesepuh Mareku berjumlah 27 orang jamaah, dengan rincian 14 jamaah dari keluarga Mareku berdomisili di Ternate dan 13 jamaah keluarga Mareku yang berdomisili di Kota Tidore Kepulauan, dengan penyelenggara RT 006 kelurahan Mareku.
Rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait langkah kongkrit Tahun 2026

Pemerintah Daerah harus mengambil langkah strategis untuk gerak cepat mengatasi lonjakan harga bahan pokok maupun harus memberikan suplai kebutuhan bahan pokok dan pangan di Kota Tidore agar tetap terkendali dengan baik. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat memimpin rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait langkah kongkrit Tahun 2026 serta pelaksanaan cadangan pangan di Kota Tidore, yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota, Kamis (16/4/2026). Ahmad Laiman menambahkan saat ini di Kota Tidore Kepulauan mungkin terjadi kenaikan harga di beberapa komoditi, sehingga perlu langkah untuk mengantisipasi lonjakan harga tersebut agar tidak terlalu berimbas kepada masyarakat Kota Tidore. “kita punya lahan yang begitu luas, saya minta kepada dinas terkait untuk saling berkoordinasi sehingga kita dapat memanfaatkan para petani di Kota Tidore Kepulauan untuk memanfaatkan lahan yangada untuk bercocok tanam berbagai komoditi yang bisa kita manfaatkan seperti Cabe, Tomat dan sayur-sayuran sehingga bisa membantu kebutuhan pangan masyarakat Kota Tidore.” kata Ahmad Laiman Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tidore, terutama kepada ASN untuk memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan untuk bercocok tanam sehingga kebutuhan pangan bisa terpenuhi dengan baik. “mari kita sama-sama memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan kosong untuk bercocok tanam baik itu sayur, cabe dan tomat agar ini dapat dipenuhi dengan sangat baik.” Tandas Ahmad Laiman. Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Tidore Kepulauan Samsul Bahri Ace dalam paparannya menyampaikan TPID Tidore aktif mengikuti Rakornas Inflasi bersama Kemendagri setiap minggu untuk sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah serta membahas tentang menetapkan 9 langkah konkret. “Sembilan Langkah konkrit tersebut diantaranya Pemantauan Harga dan Stok,Rapat Teknis TPID,Menjaga Pasokan Bahan Pokok,Operasi Pasar Murah,Sidak ke Pasar dan Distributor,Koordinasi Daerah Penghasil,Pencanangan Gerakan Menanam,Realisasi Belanja Tak Terduga (BTT) seperti Bantuan Transportasidengan harapan ini dapat direalisasikan sehingga kita bisa mengatasi lonjakan harga tersebut.” Kata Samsul Samsul juga menambahkan Sembilan langkah ini menjadi pedoman seluruh OPD teknis dalam mengeksekusi program pengendalian inflasi. Fokus intervensi diarahkan pada komoditas bergejolak dan bantuan distribusi agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali.