Rapat dengar Pendapat bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan terus membuka ruang bagi para investor yang berkeinginan untuk berinvestasi di Kota Tidore, karena dengan adanya investasi maka akan membantu meningkatkan Pendapatan Daerah serta membuka peluang kerja untuk para generasi muda kedepan. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat Rapat dengar Pendapat bersama Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, terkait kerjasama investasi pembangunan penginapan glamor camping (glamping) berteknologi tinggi, bobo cabin, di ruang Rapat DPRD Kota Tidore, Rabu (15/4/2026) siang. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Berkah Moloku Kie Raha dan bobocabin yang dengan intens masuk ke Tidore dengan penawaran investasi yang luar biasa dengan harapan investasi ini ke depan dapat mendukung peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat Tidore. “Karena kondisi saat ini dimana terjadi pengurangan transfer Dana ke Daerah dari Pemerintah Pusat maka Pemerintah Daerah harus terus berinovasi  dan berkolaborasi sehingga dapat keluar dari zona aman ini untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” Kata Muhammad Sinen Muhammad Sinen juga berharap agar pertemuan dengar pendapat bersama DPRD ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan masyarakat dapat merasakan pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore dengan hadirnya bobo cabin ini. Sementara, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama mengatakan bahwa pada dasarnya DPRD dan Pemerintah Daerah adalah dua lembaga yang terus saling berkoordinasi demi kepentingan masyarakat Kota Tidore, sehingga dengan hadirnya investasi dari bobocabin tersebut diharapkan dapat memberikan peluang kerja bagi Masyarakat Kota Tidore serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada di Kota Tidore. “Pemerintah Kota Tidore bukan baru kali ini melakukan investasi namun sebelumnya pernah menerima investor namun gagal, sehingga kami sangat berharap kerjasamanya agar investasi bobo cabin ini berjalan sesuai dengan yang kita harapkan bersama untuk kemajuan Kota Tidore kedepan.” Harap Ade Kama. Senada juga disampaikan oleh Anggota DPRD Mochtar Djumati bahwa, pada prinsipnya DPRD dan Pemerintah Daerah tetap menerima investor mana saja yang ingin berinvestasi di Kota Tidore dengan harapan memberikan dampak positif untuk kemajuan daerah ini. “Pada dasarnya adalah kita welcome pada investor yang penting investasi yang sehat, dan dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat Tidore, dengan harapan memberikan keuntungan namun harus ada kejelasan MoU atau hal lainnya sehingga kita bisa meningkatkan PAD maupun meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore.” Kata Mochtar Selain Itu, Head Of Business Relations PT Bobobox Asset Management Dennis Depriadie mengatakan bahwa Tidore sangat indah dengan bawah laut yang sangat bagus dan terdapat banyak spot diving yang belum dikelola dengan baik. “Sehingga kami melihat market diving di Kota Tidore menjadi peluang besar untuk investasi agar dapat mengenalkan Tidore ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa di bagian Timur ada Tidore yang kaya akan sejarah, budaya dan laut yang sangat bagus, intinya kami hanya ingin mengekspos Tidore yang kaya akan bawah laut ini.” Kata Dennis “Saya bersama PT Berkah Moloku Kie Raha sangat mengapresiasi Pemerintah Kota Tidore dengan DPRD Kota Tidore karena menerima kami dengan sangat baik, harapannya niat baik kita ini semoga berjalan dengan aman dan lancar, agar dapat memberikan peluang kerja dan meningkatkan perekonomian untuk masyarakat Kota Tidore Kepulauan kedepan.” Sambung Dennis. Dennis juga menambahkan bahwa, ketika sudah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kota Maupun DPRD maka tim akan melakukan proses kerja lapangan dengan membangun 10 cabin awal dengan jangka waktu kurang lebih 6 bulan kedepan. “Harapannya kami butuh kerjasama dari semua pihak agar ini dapat berjalan dengan lancar, intinya Tidore tetap maju, tetap agamis, respon positif dan sejarah masa lampau itu yang nomor satu sehingga banyak yang mau datang ke Tidore.” tutup Dennis

Upacara Puncak Peringatan HJT ke 918 Tahun 2026 Berlangsung Khidmat

Upacara puncak peringatan Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026 resmi digelar, dipimpin langsung oleh Sultan Tidore Husain Sjah, upacara ini dihadiri Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Forkopimda Kota Tidore Kepulauan dan sejumlah tamu VIP, upacara berlangsung khidmat di Halaman Kedaton Kesultanan Tidore, Minggu (12/4/2026). Upacara ini diawali dengan pembacaan Borero Gosimo atau pesan leluhur oleh Sultan Tidore Husain Sjah. Borero Gosimo berisikan pesan sakral kepada anak cucu agar selalu taat kepada Allah SWT. Kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kepada Panji Buldan Kesultanan Tidore, lalu penyampaian sambutan-sambutan dari Wali Kota Tidore, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara dan Sultan Tidore. Dalam sambutannya, Jou Sultan Husain Syah mengatakan, hari ini merupakan peringatan Hari Jadi Tidore yang ke-918, sebuah penanda bahwa Tidore telah lama hadir dan berkontribusi dalam perjalanan peradaban. Usia yang demikian panjang menunjukkan bahwa Tidore bukan sekadar wilayah, melainkan sebuah entitas peradaban yang memiliki sejarah, nilai dan identitas yang kuat. “Peradaban yang telah diwariskan oleh para leluhur ini hendaknya kita jaga dan pelihara bersama. Tanggung jawab ini bukan hanya milik satu generasi, tetapi menjadi kewajiban seluruh masyarakat Tidore untuk memastikan bahwa nilai-nilai luhur, budaya dan jati diri daerah tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” Pesannya. Sultan Tidore menambahkan, selama ini, mungkin sebagian dari kita memandang Tidore hanya sebagai sebuah wilayah kecil. Namun sesungguhnya, dalam catatan sejarah, Tidore memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh yang luas. Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa Tidore pernah berdiri sebagai bagian penting dari peradaban besar yang memiliki peran strategis di masa lalu. Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin A Kadir dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara saya mengucapkan “Selamat Hari Jadi Kota Tidore Kepulauan ke-918. Sebuah usia yang panjang, yang menandakan betapa kokohnya akar sejarah dan budaya yang dimiliki Tidore. “Dengan tema “Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim”, kita diajak untuk merenungkan kembali perjalanan panjang Tidore sebagai pusat peradaban, sekaligus menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Tidore bukan sekadar kota, melainkan simbol kejayaan bangsa maritim,” Tuturnya. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam sambutannya mengatakan, Hari Jadi Tidore merupakan bentuk manifestasi yang kuat dari kolaborasi Pemerintah Daerah dan Kesultanan Tidore dalam sinergi yang hangat demi satu tujuan yakni mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan daerah ini. Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama untuk menyongsong masa depan Tidore yang lebih cerah. “Hari Jadi Tidore yang kita peringati tiap tahun adalah sebuah momen terbaik untuk merefleksikan kembali bagaimana perjuangan para leluhur dan pendahulu kita dalam menjaga daerah ini dengan adat dan istiadat sehingga pada hari ini kita masih bangga berdiri sebagai orang Tidore yang masih setia dengan kearifan lokal yang dimiliki. Kami menitipkan harapan besar kepada para generasi penerus agar selalu menjaga kolaborasi yang baik,” Ungkapnya. Lebih lanjut, Wali Kota Tidore Kepulauan juga menyampaikan terima kasih kepada Sultan Tidore bersama Jojau, Perangkat Adat, Para Bobato beserta Imam dan Syara Kesultanan Tidore, atas dukungan dan doa, sehingga dapat terlaksana setiap proses dan pembangunan di daerah ini dengan aman dan lancar. Ia juga menyampaikan selamat Hari Jadi Tidore ke 918 Tahun 2026, semoga keberkahan senantiasa tercurah untuk Kota Tidore Kepulauan.

Launcing Sound of Spices “Saluma”

Dengan perkembangan jaman yang semakin maju, sehingga sering disadari banyak ruang-ruang kreativitas yang telah terbuka bagi anak muda, namun percayalah bahwa generasi muda Kota Tidore Kepulauan tidak akan pernah berhenti untuk berinovasi untuk menampilkan jati diri sebagai orang Tidore, baik lewat musik, kuliner, tarian, kerajinan, konten ataupun berbagai platform kreatif lainnya, seperti SALUMA yang hadir dari musik dan budaya yang kental sebagai orang Tidore Hal tersebut disampaikan Wakil Waki Kota Tidore Kepulaja Ahmad laiman saat menghadiri launcing Sound of Spices “Saluma” yang berjalan aman dan lancar, di Open Space, Jumat (10/4/2026) malam. Ahmad Laiman juga mengapresiasi atas kerja keras dari seluruh seniman dan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah memberi tempat untuk pengembangan kreativitas anak muda Tidore dengan harapan agar anak muda terus berinovasi di Kota Tidore. “Ini menjadi sebuah langkah awal untuk memulai kesadaran kita bersama agar lebih peduli pelestarian budaya sehingga tak tergerus oleh modernisasi dan juga menyadari pentingnya identitas budaya dalam kehidupan bermasyarakat sehingga masa depan daerah tercinta ini akan selalu terjaga dengan baik.” kata Ahmad Laiman Orang nomor dua di Kota Tidore Kepulahan ini juga berharap kehadiran SALUMA menjadi langkah positif untuk mengembangkan dan melestarikan budaya dan seni Tidore, untuk terus memberikan ruang kepada anak muda agar terus berinovasi lewat musik maupun hal lain. Sementara itu, sambutab Gubernur Maluku Utara yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Syamsuddin Abd Kadir mengatakan bahwa Maluku utara adalah tanah yang dianugerahi sejarah panjang dari jejak-jejak kerajaan besar hingga tradisi musik dan tarian yang diwariskan turun temurun, sehingga Saluma sebagai simbol suara budaya di Maluku Utara yang menjadi respresentasi dari harmoni dari masa lalu dan masa depan. “Kita tidak hanya sekedar mendengarkan musik tetapi juga menyampaikan pesan bahwa budaya adalah napas kehidupan, pengingak persaudaraan dan sumber inspirasi  bagi generasi muda.” Kata syamsuddin Syamsuddin Abd Kadir juga menekankan bahwa, dukungan dari kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesia adalah bukti nyata negara hadir untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan, karena bantuan ini bukan hanya sekedar materi melainkan energi yang mendorong untuk terus berkarya, melestarikan tradisi sekaligus membuka ruang bagi inovasi. “Dengan adanya Sound of Saluma, kita harapkan Maluku Utara semakin dikenal baik di tingkat Nasional maupun internasional sebagai pusat kreativitas dan kekayaan budaya.” hadap Syamsuddin “Mari kita jadikan Sound of SALUMA sebagai momentum kebangkitan budaya, mari bergandeng tangan menjaga warisan leluhur sekaligus menciptakan karya-karya baru yang akan dikenang oleh generasi mendatang dengan semangat kebersamaan kita akan menjadikan Maluku Utara sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam tetapi juga kaya akan budaya yang hidup, dinamis dan membanggaman.” ajak Syamsuddin Kegiatan ini diakhiri dengan pelucuran  Sound Of Spices “SALUMA” oleh Sanggar DD Acoustic, secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Syamsuddin Abdul Kadir bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman yang ditandai dengan pemukulan tifa

Ritual Lufu Kie sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman didampingi Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny.Sumiyati Ahmad Laiman bersama Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengikuti ritual Lufu Kie sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026, di Pelabuhan Kesultanan, Kamis (9/4/2026). Ritual Lufu kie atau sering dikenal dengan keliling pulau menggunakan armada juanga ini diawali dari Jou sultan Tidore bersama jou boki, didampingi Wakil Wali Kota Tidore  Ahmad Laiman bersama Ketua I tim penggerak PKK kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, forkopimda Kota Tidore Kepulauan bersama para bobato  Kesultanan Tidore berjalan kaki menuju dermaga kesultanan untuk memulai ritual lufu kie yang dimulai dari Dermaga Kesultanan untuk mengelilingi pulau tidore. Lufu kie adalah gelar armada perang yang dicetus oleh yang mulia sultan saifuddin “Jou Kota” untuk menakuti kompeni Belanda pada waktu itu. Lufi kie yang dikemas dalam bentuk pelayaran menggunakan kagunga dengan formasi terdiri kagunga kesultanan (perahu kesultanan Tidore) yang dikawal oleh 12 juanga yang terdiri dari Sangadji se Gimalaha sebagai pengawal kagunga Kesultanan. 12 perahu kora-kora tersebut terdiri dari Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomayou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili , Gimalaha Tahisa dan Gimalaha Tomaidi. Pada ritual lufu kie ini juga dilaksanakan pembacaan doa oleh para imam dan syara  bobato kesultanan Tidore pada beberapa titik tertentu di sepanjang pulau Tidore, namun pada lufu kie kali ini juga berhenti di depan keramat Hiri ternate dan kembali mengelilingi pulau Tidore. Selain itu juga, ritual lufu kie ini juga disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat di setiap kelurahan yang dilintasi. Selain Kagunga dan juanga, lufu kie ini juga diikuti oleh simpatisan dari gabungan organisasi perangkat Daerah (OPD) dan  camat menggunakan armada speedboat

Bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Daerah di Kota Tidore

Untuk memastikan bahasa Daerah agar tidak punah, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara melaksanakan bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Daerah di Kota Tidore yang melibatkan para pengajar SD dan SMP di wilayah Kota Tidore, yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, di Aula Dinas Pendidikan Kota Tidore, Rabu (8/4/2026).       Mengawali sambutan Wali Kota, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain mengatakan, pengakuan bahasa daerah menjadi sangat penting karena hal tersebut menyangkut jati diri masyarakat Tidore dan kekayaan budaya yang terkandung didalamnya, serta mengingat juga bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin maju, ketika bahasa daerah tidak lagi digunakan maka generasi penerus Daerah ini tidak akan mengetahui bahasa daerah yang ada. “Pembukaan Kegiatan Bimbingan Teknis Pengajar Utama Bahasa Daerah di Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026 ini sebagai Rangkaian Kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kota Tidore Kepulauan, tentu saja menjadi sebuah angin segar bagi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama masyarakat di tengah upaya kita bersama untuk mendorong status Bahasa Tidore agar dapat diakui sebagai bahasa daerah yang mandiri bukan sekedar dialek dari bahasa Ternate.” Kata Taher “karena pengakuan bahasa daerah menjadi sangat penting karena hal tersebut menyangkut jati diri masyarakat Tidore dan kekayaan budaya yang terkandung didalamnya, serta mengingat juga bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin maju, maka kami mengharapkan Bimbingan Teknis pada hari ini dapat-benar-benar memberi dampak nyata bagi generasi penerus Kota Tidore Kepulauan.” Sambung Taher Tak lupa, Taher juga mengajak seluruh masyarakat untuk  mendukung penggunaan Bahasa Daerah Tidore dalam kehidupan sehari-hari agar tak tergerus oleh bahasa-bahasa lainnya, namun juga menghimbau bahwa dengan adanya penggunaan bahasa Tidore tidak akan menggeser sedikit pun penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa persatuan dan kesatuan. Bimbingan teknis ini menghadirkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Jamil Hadi, Pengajar bahasa Daerah Yurna Idrus S.Pd dan Ervan Widyas Saputra, S. Pd serta sastrawan Rian Kamary sebagai narasumber. Turut hadir yang mewakili Ka Balai Bahasa Maluku Utara, Damaz Aristy, Pimpinan OPD terkait serta para guru pengajar bahasa daerah tingkat SD dan SMP se Kota Tidore Kepulauan.

Sambut HJT ke 918, Pemkot Tidore Gelar Kerja Bakti Pembersihan Lingkungan

Menyambut Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Kerja Bakti pembersihan sesuai lokasi kerja masing-masing, kerja bakti ini bersifat segera dan melibatkan seluruh OPD, Camat, Lurah, Kades, Para Kepala UPT/Korwil, Kepala Sekolah dan Guru se Kota Tidore Kepulauan, terhitung mulai tanggal 7 s/d 9 April 2026. Selain arahan kerja bakti yang bersifat segera, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengatakan, seluruh Pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan HJT ke – 918 dengan memasang umbul-umbul di depan kantor, sekolah dan di depan rumah-rumah penduduk pada setiap Kelurahan/Desa mulai hari Selasa 7 April sampai dengan Senin 13 April 2026. “Hari ini OPD di Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan dalam rangka menyambut Hari Jadi Tidore ke 918 Tahun 2026, karena rangkaiannya sudah mulai berlangsung mulai dari 5 April 2026, jadi seluruh ASN, PPPK, Non ASN diKota Tidore Kepulauan diminta untuk berpartisipasi melakukan kerja bakti dan mengikuti rangkaian HJT,” Ungkapnya. Lebih lanjut, Sekda menambahkan, para Camat, Lurah dan Kepala Desa diminta agar dapat meneruskan pemberitahuan ini kepada Warga Masyarakat di Kecamatan, Kelurahan dan Desa masing-masing untuk kerja bakti pembersihan lingkungan dan memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing, serta turut berpartisipasi dalam kegiatan Lufu Kie pada Hari Kamis 9 April 2026. Adapun rangkaian Hari Jadi Tidore ke 918 sudah mulai berlangsung pada Tanggal 5 April 2026 dengan prosesi Kota Tupa & Dowaro Munara, Tanggal 8 April 2026 Proses Kota Ake Dango, Tanggal 9 April 2026 Prosesi Lufu Kie, Tanggal 10 Ratib Haddad di Kedaton Kesultanan Tidore, dan Upacara Puncak HJT ke 918 pada Hari Minggu Tanggal 12 April 2026.

Pemkot Tidore Terima Kunjungan Tim BPK Perwakilan Malut Dalam Rangka Pemeriksaan Terinci LKPD 2025

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah dan OPD terkait menerima kunjungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara dalam rangka Pemeriksaan Terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (6/4/2026). Dalam arahannya, Wali Kota Tidore Kepulauan mengatakan, dirinya turut merasa senang menyambut Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut bersama jajaran di Kota Tidore Kepulauan, dalam rangka Pemeriksaan LKPD, ia juga meminta kepada Sekretaris Daerah dan OPD terkait untuk dapat melayani dan mempermudah proses pemeriksaan terinci ini. “Kami menyambut positif kedatangan Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut Bapak Bhuono bersama jajaran di Kota Tidore, saya berharap Pak Sekda dan teman-teman OPD terkait, inti dari semua ini adalah memudahkan auditor dan membantu Tim BPK selama melakukan pemeriksaan terinci di Kota Tidore Kepulauan, komunikasi dan dukungan penuh harus diberikan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota tidore Kepulauan ini menambahkan, Tim Pemeriksa akan berada di Kota Tidore Kepulauan selama hampir 1 bulan, untuk itu, Inspektur maupun BPKAD saling komunikasi memberikan dukungan agar memudahkan proses pemeriksaan ini. Begitu juga Sekretariat DPRD, jika ada administrasi yang dibutuhkan oleh tim harus segera ditindaklanjuti. Sementara, Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut, Bhuono Agung Nugroho dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemeriksaan BPK dilakukan dengan tujuan untuk memberikan Opini Kewajaran LKPD, dengan mempertimbangkan kesesuaian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan sesuai pengungkapan SAP, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). “Adapun lingkup Pemeriksaan LKPD meliputi, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Kami juga mengapresiasi Kota Tidore Kepulauan atas Progres Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriks

Wawali Tidore Hadiri Rakor Penanganan Pasca Bencana dengan BNPB RI

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda Maluku Utara dan Sulawesi Utara di Ruang VIP Pemda, Bandara Sultan Babullah, Ternate, Minggu (5/4/2026) Pagi. Rakor tersebut menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk mencermati dampak dari kondisi gempa yang terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Rakor dihadiri oleh Direktur Penanganan Darurat Wilayah 1, BNPB, Agus Riyanto, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Kolonel Herry Setiono, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe dan Kabupaten/Kota terdampak. Usai menghadiri rakor tersebut, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, rapat koordinasi ini dengan BNPB Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan beberapa Kabupaten/Kota yang terdampak bencana gempa bumi Kamis (2/4) kemarin. “Pada rakor ini, kita diberikan arahan oleh BNPB dan juga instansi terkait, apa yang seharusnya dilakukan untuk penanganan bencana ini, baik itu SOP yang harus ditaati oleh Pemda maupun instansi terkait, untuk saling mendukung, agar pelaksanaannya lancar dalam penanganan pasca bencana,” Ungkapnya. Wawali Tidore juga menambahkan, dalam rakor tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe juga menyarankan kepada semua Kabupaten/Kota maupun instansi terkait di Provinsi Maluku Utara untuk terus berkoordinasi, agar penanganan pasca bencana gempa bumi bagi daerah terdampak di Maluku Utara dapat terlaksana dengan baik. “Pak Wagub menyarankan kepada kami semua untuk senantiasa berkoordinasi, bergotong royong, karena itu menjadi inti dari kegiatan kemanusiaan, dan sudah merupakan karakter masyarakat, serta Pemerintah Indonesia untuk melakukan penanganan dalam segala hal, termasuk juga kegiatan bencana ini, sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik,” Imbuhnya. Sementara untuk kerugian material bagi masyarakat yang terdampak bencana, wawali mengatakan hasil rakor tersebut, nanti akan dilakukan evaluasi, asesmen dengan data yang lebih akurat, kemudian mendapatkan penanganan secara jelas oleh pihak terkait. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan perlu untuk menetapkan situasi darurat kebencanaan, sehingga itu menjadi dasar penanganan berikutnya, karena itu adalah prosedur untuk semua pihak bisa berkolaborasi dan bekerja sama melakukan penanganan pasca bencana secara bersama,” Pungkasnya.

Sumkusu Cup II Tahun 2026 Resmi Dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan

Kompetisi olahraga sepakbola selain memiliki peminat yang banyak, juga menjadi sebuah wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan skill atau kemampuan mereka menggiring bola serta melatih kerjasama tim, juga dapat menumbuhkan minat dan bakat bibit-bibit muda pesepakbola Kota Tidore Kepulauan, yang kelak akan membawa harum nama daerah di tournament yang lebih tinggi. Demikian sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen pada pembukaan Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Sumkusu Cup II Kategori SD dan SMP yang berlangsung di Lapangan Sumkusu Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (4/4/2026) Sore. “Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan olahraga yang telah membawa semangat para pelajar SD dan SMP untuk mengekspresikan hobi berolahraga sepak bola,”ungkapnya. Muhammad Sinen juga berharap, kegiatan Turnamen Sepak Bola Sumkusu Cup II ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemain untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki dalam turnamen ini. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk menjaga stabilitas daerah di tengah konflik di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Tengah. “Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas daerah, demi terciptanya kehidupan yang aman dan tentram karena damai itu indah,” Imbaunya. Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Sumkusu Cup II M Fatahudin Hadi dalam laporannya mengatakan, Turnament Sumkusu Cup II Tahun 2026 jumlah tim berpartisipasi sebanyak 33 tim kategori SD dan SMP yang berasal dari dua daerah, yakni Kota Tidore sebanyak 28 Tim dan Kota Ternate 5 Tim. Lanjutnya, Tujuan dari turnamen ini adalah membantu memperbaiki fasilitas lapangan sepak bola secara bertahap, sedangkan tujuan umumnya adalah untuk menambahkan semangat sportivitas,mempererat persaudaraan antar daerah, serta menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet sepak bola berbakat. Turut hadir, Ketua Askot Kota Tidore Kepulauan, para pimpinan OPD, Kapolsek Tidore Utara, Kepala Kelurahan Ome, Imam dan Sara, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se Kelurahan Ome.

Turnamen Sepak Bola Dandim Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka

Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Dandim Cup I Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, Sabtu (4/4/2026) Sore. Dalam sambutannya, Ahmad Laiman mengapresiasi Dandim 1505/Tidore, sebagai penggagas kegiatan. Ia menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara TNI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat. “Kami berharap melalui turnamen ini, semangat kebersamaan antara TNI dan Pemerintah Daerah semakin terjalin erat, sehingga kedepan sinergi ini dapat semakin kuat dalam mewujudkan Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah untuk semua, ini momentum memperkuat persatuan dan semangat solidaritas, khususnya di kalangan generasi muda,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berpesan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, bermain dengan semangat persaudaraan, serta tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama pertandingan berlangsung. Sementara itu, Dandim 1505/Tidore, Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono, menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda, sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan semangat juang,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ditandai dengan partisipasi sebanyak 37 tim, serta berharap akan lahir bibit-bibit muda berbakat yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi. Turnamen Dandim Cup I 2026 diharapkan menjadi agenda olahraga yang memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang sehat, sportif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sementara, Ketua Panitia, Kapten Inf. Fardi Ruslan, menyampaikan bahwa turnamen ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari donatur, sponsor hingga masyarakat setempat. Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan yang telah membuka secara resmi kegiatan tersebut, serta Kapolresta Tidore yang telah memberikan izin pelaksanaan. “Turnamen ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, diikuti oleh 37 tim dari berbagai wilayah di Kota Tidore Kepulauan dan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Tujuan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi, memupuk semangat persaudaraan, serta menjaring bakat-bakat muda di bidang sepak bola,” ujarnya. Fardi mengatakan, tim yang akan turun pada pertandingan perdana pembukaan Turnamen Dandim Cup I Tahun 2026 ini yaitu Marekofo FC melawan Khalifa FC dari Kelurahan Tomalou. Ia juga turut mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, bermain jujur, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.