Respon Cepat, Pemkot Tidore Berikan Dukungan Penuh pada Program Sensus Ekonomi 2026

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendukung penuh program Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2026, dukungan penuh ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tidore Kepulauan Oki Afrizal di Ruang Kerjanya, Senin (27/4/2026). “Terima kasih, niat baik BPS Tidore yang luar biasa, jadi nanti sebelum edaran sensus ini disebarkan, kita akan mengundang semua Camat, Lurah dan Kepala Desa juga pelaku usaha untuk melakukan briefing awal, sensus ini sangat membantu Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, jadi briefing ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait data-data yang harus disiapkan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, selain melakukan briefing awal, untuk Dinas-Dinas terkait seperti Perindagkop dan UKM juga dapat melakukan sosialisasi atau pemberitahuan lebih awal kepada para pelaku usaha, jadi sebelum edaran resmi disampaikan, pertemuan awal ini penting untuk dilakukan agar satu pemahaman. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sangat mendukung adanya Sensus Ekonomi Tahun 2026 ini, olehnya itu mengingat pentingnya briefing awal ini, maka saya menginstruksikan kepada para Camat, Lurah, Kepala Desa dan Operator Desa/Kelurahan masing-masing untuk dapat hadir mengikuti pertemuan yang akan dijadwalkan ini, bersifat wajib dan tidak bisa diwakilkan,” Tegasnya. Sementara, Kepala BPS Tidore Oki Afrizal usai pertemuan tersebut mengatakan, BPS telah menyampaikan tujuan terkait Sensus Ekonomi 2026 kepada Wali Kota Tidore, Alhamdulillah mendapat dukungan dan respon yang sangat positif dari Pemerintah Daerah, sensus ini akan dimulai dengan koordinasi dan konsultasi daerah, kemudian sosialisasi kepada Asosiasi dan instansi terkait. “Untuk pelaksanaan sensus sendiri akan berlangsung pada tanggal 15 Juni 2026, Wali Kota Tidore Kepulauan sangat bersedia sekali memberikan dukungan dan membantu BPS Tidore, karena data sensus ekonomi 2026 ini nantinya akan dikembalikan untuk daerah, rencananya Wali Kota juga akan mengundang Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Pelaku Usaha untuk pertemuan awal,” Tuturnya. Oki menambahkan, meskipun sensus ini dilakukan oleh BPS, namun BPS tidak bisa bekerja sendiri, BPS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga dibutuhkan surat edaran dari Wali Kota sebagai dasar untuk disebarluaskan ke Desa/Kelurahan maupun Pelaku Usaha. Melalui dukungan tersebut, diharapkan responden dapat dengan baik dan jujur menyampaikan jawaban/data. “Jawaban responden tidak boleh sembarang diberikan atau asal-asalan, karena data ini nantinya sangat dipertanggungjawabkan, akan kembali ke Pemerintah Daerah, sehingga Pemda bisa melihat hasil sensus, data ini nantinya juga dipakai untuk pemutakhiran DTSEN dan Data Sosial Ekonomi Nasional yang lebih terupdate, terima kasih Pak Wali Kota atas dukungan sensus ini,” Ucapnya.

Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 Resmi Berakhir

Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 resmi berakhir, ditutup langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Pordi Provinsi Maluku Utara, hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda dan OPD Kota Tidore Kepulauan, berlangsung 3 malam, kegiatan tersebut bertempat di depan Tong Coffee, Kelurahan Tuguwaji, Minggu (26/4/2026) Malam. Wali Kota Tidore Kepulauan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi memberikan dukungan kepada panitia, sehingga pertandingan domino AE Tong Coffee Cup Tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga mengatakan, Tidore harus bangkit, dalam satu bulan terakhir ini 89 Desa/Kelurahan harus terbentuk Gardu secepatnya. “Saya mengajak teman-teman semua, baik pengurus Pordi Kota maupun Gardu-Gardu yang telah terbentuk, mari bangkitkan semangat kita semua, yakin dan percaya, jika kita bangkitkan olahraga domino, saya pastikan Tidore pasti akan aman, karena olahraga domino ini melatih kesabaran untuk setiap pemainnya, semoga, ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua,” Ungkapnya. Ketua Pordi Malut ini menambahkan, sebuah pertandingan, pasti ada kalah dan menang, yang kalah bukan berarti payah atau gagal, hanya saja keberuntungan yang tertunda, sebagai Ketua Pordi Maluku Utara, ia meminta kepada semua, yang belum berhasil di Tong Coffee, harus semangat dan bangkit kembali, serta berlatih untuk merebut kemenangan di kegiatan-kegiatan berikutnya. “Saya pastikan olah pikir domino ini, akan menjadi salah satu olahraga yang akan mendominasi semua olahraga di Provinsi Maluku Utara, di dalam pertandingan pasti ada selisih paham, saya meminta sebagai seorang atlet dan olahragawan yang baik, mari kita saling memaafkan, apa yang terjadi di dalam pertandingan, mari kita selesaikan dengan bijak,” Pintanya. Adapun pemenang pertandingan AE Tong Coffee Cup Tahun 2026 diantaranya, kategori umum Juara 1 diraih oleh pasangan Ukan – Ris dari Gardu Tong Coffee, Juara 2 diraih oleh pasangan Habu – Gani dari Gardu Balibunga, Juara 3 diraih oleh pasangan Bilo – Mas dari Gardu Balibunga, sementara kategori eksekutif Juara 1 diraih oleh pasangan Unu – Nim dari Gardu Balibunga dan Juara 2 diraih oleh Ayah – Palu dari Gardu Pordi Malut. Para Pemenang masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang tunai.

Wawali Menyoroti Pentingnya Storytelling Dalam Memperkenalkan Daerah

Kolaborasi anak muda dari ufuk timur Indonesia menggema di Backyard Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4/2026). Melalui acara “Bacarita Basudara” Forum diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Discover the Natural Treasure Tidore-Ternate yang bertujuan mengangkat potensi ekonomi kreatif, sejarah, dan kearifan lokal Maluku Utara ke level nasional hingga internasional. Acara yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah termasuk Maluku Utara, Maluku, dan Papua ini diselenggarakan atas sinergi antara APEKSI, Manajemen Hotel Borobudur, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Ternate, dan Timur Network. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan dorongan kuat bagi para pelaku kreatif daerah untuk berani melakukan transformasi budaya kerja. Beliau menekankan pentingnya kejujuran profesional dan keberanian berpendapat. “Hubungan kerja yang baik adalah yang berani jujur apa adanya. Kritik yang membangun adalah bentuk kepedulian nyata,” tegas Wamen Irene. Terkait strategi pemasaran, Wamen Irene mengusulkan konsep “Limited Edition” untuk wilayah seperti Maluku Utara. Mengingat aksesibilitas yang menantang, strategi ini dinilai lebih efektif dibanding produksi massal (mass production). “Maluku Utara harus diposisikan sebagai pengalaman unik yang membuat orang rela membayar mahal dan mengantri untuk mendapatkannya, seperti wisata Gorila di Uganda,” tambahnya. Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi, Tiar Nabila Karbala, menyoroti pentingnya literasi digital dan implementasi Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM di daerah, menurutnya, digitalisasi tidak boleh hanya berpusat di Jakarta. Ia juga mengapresiasi wadah kewirausahaan lokal dan menyatakan kesiapan untuk membawa para ahli dari Jakarta ke Ternate dan Tidore guna mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif melalui jaringan seperti Timur Network. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman dalam kesempatan tersebut, menyoroti pentingnya teknik storytelling dalam memperkenalkan daerah. Beliau mengingatkan kembali sejarah 8 November 1521, saat Sebastian D’elcano singgah di antara Pulau Maitara dan Tidore, sebuah catatan krusial yang membuktikan pada dunia bahwa bumi itu bulat. “Kita punya Teluk Kahia Masolo di pulau Mare yang menjadi tempat lumba-lumba berkumpul, hutan lindung habitat Burung Bidadari dan sejarah dunia. Semua ini butuh narasi yang kuat agar dunia tertarik berkunjung,” ungkap Ahmad Laiman. Sementara, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar nyata untuk menghubungkan potensi lokal ke pasar global. Beliau mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota Tidore dan Ternate yang “menjemput bola” agar UMKM lokal bisa masuk ke level “bintang lima”. Dukungan sektor swasta, seperti Artha Graha Group, Hotel Borobudur, serta keterlibatan tokoh media dan komunikasi seperti Bayu Oktara, menjadi elemen kunci dalam melatih kemampuan public speaking dan branding para penggerak ekonomi kreatif di daerah. Acara ditutup dengan pesan kuat mengenai kemandirian. Wamen Irene Umar mengingatkan tentang “Ilmu Kepepet” kreativitas yang muncul di tengah keterbatasan anggaran dan pentingnya membangun sistem bisnis yang berkelanjutan yang tetap berjalan bahkan setelah masa jabatan pemerintahan berakhir. Melalui Bacarita Basudara, Maluku Utara tidak lagi hanya bercerita untuk dirinya sendiri, tetapi mulai menitipkan narasinya kepada dunia sebagai harta karun nasional yang tak ternilai.

Tidore Tunjukan Komitmen Serius Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menunjukkan komitmen serius dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi lokal. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, hadir sebagai pemateri utama dalam Business and Investment Forum: Tidore & Ternate yang merupakan bagian dari rangkaian acara “Discover the Natural Treasure Tidore Ternate” di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (24/4/2026) Membawa tema “Transformasi Jalur Rempah melalui Hilirisasi”, Ahmad Laiman memaparkan visi strategis untuk menjadikan Tidore sebagai titik nol jalur rempah yang modern dan berkelanjutan. Di hadapan para calon investor, beliau menekankan bahwa pembangunan ekonomi di Tidore Kepulauan tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, namun wajib mengedepankan keadilan ekologi. “Kami memfokuskan pertumbuhan pada tiga sektor unggulan: pertanian rempah, perikanan kelautan, dan pariwisata berbasis konservasi. Sebagai daerah penyangga, Tidore siap menyediakan lahan dan akomodasi untuk mendukung kemajuan Maluku Utara, namun tetap dengan menjaga keanekaragaman hayati, termasuk wilayah konservasi lumba-lumba sebagai daya tarik utama,” ujar Ahmad Laiman. Dalam presentasinya, Wakil Wali Kota memaparkan potensi komoditas yang melimpah, di antaranya produksi kelapa sebesar 9.566 ton, pala 299 ton, dan cengkeh 265 ton. Di sektor kelautan, potensi cakalang dan tongkol yang mencapai hampir 10.000 ton per tahun membuka peluang investasi industri cold storage, fillet tuna, hingga pembangunan galangan kapal di lokasi strategis. Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha, Hasyim Daeng Barang, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya beralih dari ketergantungan sektor pertambangan menuju hilirisasi perkebunan. Beliau menyayangkan selama ini nilai tambah pala dan cengkeh justru dinikmati daerah luar karena minimnya industri pengolahan di lokasi asal. Kementerian Investasi berkomitmen memfasilitasi penarikan investor guna membangun pabrik langsung di Tidore dan Ternate. Senada dengan hal tersebut, Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik, Saribua Siahaan, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir pemerintah daerah dalam mempermudah perizinan melalui teknologi digital agar daya tarik investasi di wilayah timur semakin kompetitif. Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, memberikan apresiasi atas langkah “jemput bola” yang dilakukan kedua kota ini. Ia menyebut Tidore dan Ternate sebagai “mutiara yang masih terpendam” yang memiliki perjuangan geografis menantang namun kaya potensi. Alwis menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Handi Susila, menyatakan kesiapannya bersinergi melalui program pembinaan UMKM agar produk lokal dapat “naik kelas” melalui proses kurasi yang ketat serta sinkronisasi antara dunia industri dan pendidikan.

Wali Kota Tidore Resmi Lantik Pengurus Pordi Kota Tidore Kepulauan

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Perkumpulan Olahgara Domino Indonesia (Pordi) Provinsi Maluku Utara Resmi Melantik Pengurus Pordi Kota Tidore Kepulauan sekaligus membuka secara resmi Pertandingan Domino AE Tong Coffee Cup Tahun 2026, acara tersebut diselenggarakan di depan Tong Coffee, Jumat (24/4/2026) Malam. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan domino pada malam ini yang juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PORDI Kota Tidore Kepulauan. Olahraga Domino bukan hanya sebuah permainan yang menghibur, namun juga memiliki sebuah keistimewaan tersendiri yaitu olah pikir. “Kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan domino pada malam ini juga dirangkaian dengan pelantikkan pengurus PORDI Kota Tidore Kepulauan, selamat mengemban tugas baru dengan amanah, kami berharap pengurus ini akan semakin menguatkan peran Domino sebagai salah satu olahraga yang diakui keberadaannya,” Ungkapnya. Ketua Pordi Maluku Utara ini juga berharap, setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan selalu memperhatikan aturan dan tata tertib yang sudah berlaku, serta yang paling penting adalah menjaga stamina agar setiap peserta dapat mengikuti alur pertandingan dengan fisik yang kuat dan pikiran tenang agar fokus menyelesaikan pertandingan. Adapun susunan pengurus Pordi Kota Tidore Kepulauan masa bhakti 2026-2030 yang baru dilantik berdasarkan Surat Keputusan Nomor: Skep/01/SK-PENGPROV/PORDI.MALUT/2026 tertanggal 24 April 2026 menetapkan Muhammad Gorotomole sebagai Ketua, Muhammad Djulham sebagai Sekretaris dan Abdul Arifin sebagai Bendahara. Di kesempatan yang sama, Ketua Pordi Kota Tidore Kepulauan yang baru dilantik, Muhammad Gorotomole dalam sambutannya menyampaikan optimismenya dalam memajukan olahraga domino, menurutnya melalui elaborasi yang positif, maka domino akan menjadi salah satu olahraga yang dapat melahirkan prestasi di level lokal, regional maupun nasional. “Kami tentunya membutuhkan dukungan dari semua pihak, terutama dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mewujudkan semua itu, setelah pelantikan ini, Pordi Kota Tidore Kepulauan akan bergerak cepat menyiapkan infrastruktur serta membentuk Gardu di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Kota Tidore Kepulauan,” Ucapnya.

Tertib Bayar Iuran JKN-KIS BPJS Kesehatan, Pemkot Tidore Raih Apresiasi

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menerima penghargaan dalam kegiatan Rekonsiliasi Iuran Wajib PPU Pemerintah Daerah dan Non PPU Triwulan I Tahun 2026 Pemerintah Daerah se-Provinsi Maluku Utara yang diselenggarakan di Ternate, Kamis (23/4/2026). Penghargaan tersebut diperoleh karena  Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah berkontribusi aktif dalam Program JKN-KIS BPJS Kesehatan dengan secara tertib melaksanakan kewajiban pembayaran Segmen Iuran Perangkat Desa. Sekretaris BPKAD, Marwia Abdurrahman usai menghadiri acara tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dibawah kepemimpinan Wali Kota Bapak Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Bapak Ahmad Laiman berkomitmen melaksanakan kewajiban membayar BPJS tepat waktu. “Hal ini berdampak positif terhadap perlindungan jaminan kesehatan bagi peserta BPJS, dengan pembayaran tepat waktu ini, peserta BPJS dapat langsung mengakses layanan kesehatan tanpa kendala,” Ungkapnya. Marwia menambahkan, kewajiban membayar BPJS sesuai Peraturan Presiden  Nomor 64 tahun 2020 adalah 5% dari upah kerja yang diterima dengan rincian 4% menjadi tanggungan pemberi kerja dan 1%  ditanggung peserta.  Untuk Perangkat Desa 4 % ditanggung Pemberi Kerja (Pemerintah Daerah) dan 1% ditanggung oleh masing-masing perangkat Desa. “Untuk itu diharapkan seluruh pihak termasuk perangkat Desa agar dapat memenuhi kewajiban masing-masing, agar manfaat jaminan kesehatan dapat terlayani secara maksimal,” Pungkasnya.

Ketua TP PKK Tidore Tekankan Peran Masyarakat dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Upaya Penguatan Peran Tim Penggerak PKK dalam Perlindungan Perempuan berbasis masyarakat, Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tidore tekankan perlu adanya forum atau wadah bagi kaum Perempuan di Desa/Kelurahan sebagai tempat berbagi dan saling peduli, juga tempat deteksi dini dan pendampingan awal. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan (KtP) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dinas P2KBP3A Kota Tidore Kepulauan di Desa Fanaha dan Desa Aketobololo Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan pada Tanggal 23 s/d 24 April 2026. Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah masih adanya kasus kekerasan terhadap Perempuan yang belum terungkap atau tidak dilaporkan, ditambah lagi dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kini semakin marak dan menjadi ancaman bagi kaum Perempuan dan Anak, tentunya masalah ini berdampak serius. “Dampak yang terjadi jika Perempuan mengalami kasus kekerasan dan TPPO secara fisik maupun psikis tentunya akan cacat, trauma, depresi hingga hilang rasa percaya diri dan bahkan bisa menarik diri dari lingkungan sosial, maka perlu adanya sebuah forum yang dibentuk oleh Desa/Kelurahan bahkan hingga ke Tingkat Dasa Wisma PKK, forum ini menjadi tempat curhat yang terpercaya dan bisa mencari solusi bersama,” Ungkapnya. Selain itu, Ketua Puspaga Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, forum ini juga melibatkan peran aparat Desa/Kelurahan, aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai panutan, juga kaum laki-laki sebagai pelindung Perempuan dan Anak, karena perubahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, maka forum ini sebagai deteksi dini dan menjadi jembatan dalam pendampingan kasus kekerasan Perempuan dan Anak. “Melalui kegiatan ini, kami berharap adanya kelompok masyarakat yang aktif, ada kepedulian bersama dan ada keberanian untuk melapor dan mendampingi kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tidore Kepulauan. Upaya ini harus dimulai dari lingkungan kita, masyarakat harus bergerak bersama, kita selamatkan Perempuan dan Generasi Penerus kita dari niat dan Tindakan orang yang tidak bertanggung Jawab,” Ajaknya.

Kreativitas Anak Muda Tidore Sukses Hidupkan Opening Ceremony Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate

Alunan magic rebab yang bersahutan dengan petikan gitar menghidupkan suasana Opening Ceremony eksibisi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta yang menjadi saksi bisu kebangkitan kreativitas anak muda Tidore, Kamis (22/4/2026). Suksesnya penampilan ini tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, memberikan support penuh terhadap talenta anak muda daerah untuk berani tampil di panggung ibu kota. Creative Production, Albughdadi mengatakan, kolaborasi seni ini berhasil mencuri perhatian para tamu undangan dan investor. Penampilan yang menyatukan musik tradisional dengan sentuhan modern ini membuat penonton terkesan, membuktikan bahwa warisan leluhur mampu tampil relevan di industri kreatif masa kini. Konsep yang dibawakan terasa sangat matang. Alunan instrumen tradisional rebab yang dimainkan dengan apik oleh Muhammad Ali, berpadu harmonis dengan vokal jernih Fadhilah Amatullah. Nuansa kontemporer hadir lewat petikan gitar dari Sabda Alam, sementara Amal Hasanuddin (d’Facto) memberikan kedalaman makna melalui bait-bait puisi yang menggugah. “Kami menghadirkan warna tradisional yang dikemas dalam konsep jelas dan terarah. Nilai dan esensi tetap dijaga, namun secara estetika karya ini dibuat agar otentik sekaligus bisa dinikmati khalayak luas,” ujar AlBughdadi Bagi AlBughdadi dan tim, tampil di Jakarta adalah sebuah tanggung jawab besar. Ini tentang mengambil peran untuk mempromosikan Kota Tidore Kepulauan secara utuh, yang dibawa bukan hanya nama pribadi, tapi cerita dan harapan banyak orang di Kota Tidore Kepulauan. Dibalik layar, tim yang solid turut mensukseskan acara ini, mulai dari Nurul Asnawiah, Siti Faya Ila Togubu, Syahbuddin Soleman (OBud), Herman Husein, Abd. Rachim, Zulkifli, M Ali Gibran & Meus Creative Studio. “Melalui momentum ini, diharapkan semakin banyak pihak, termasuk investor, yang mulai melirik Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah dengan potensi besar yang siap dikembangkan,” Harapnya. AlBugdadi mengatakan, dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi sinyal kuat bahwa Kota Tidore Kepulauan siap menyongsong peluang-peluang baru melalui kolaborasi budaya dan kreativitas anak mudanya. di Hotel Borobudur ini menjadi bukti bahwa ketika tradisi dan kreativitas anak-anak muda diberi ruang dan dukungan, ia mampu berbicara di kancah yang lebih luas.

Sejarah dan Keindahan Tidore dalam Etalase Nasional

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, S.Sos, menghadiri sekaligus memberikan sambutan secara resmi di Opening Ceremony program “Discover the Natural Treasure: Tidore & Ternate” yang digelar di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (22/4/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Manajemen Hotel Borobudur Jakarta, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) serta Pemerintah Daerah terkait untuk mempromosikan potensi budaya, sejarah, dan alam dari timur Indonesia. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menekankan, Tidore bukan sekadar titik di peta, melainkan pilar penting berdirinya Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa Kesultanan Tidore pernah menyumbangkan hampir sepertiga wilayahnya untuk keutuhan Republik ini. “Nusantara tanpa Tidore, bukanlah Nusantara yang indah, tidak akan ada lagu ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ jika Kesultanan Tidore tidak bergabung dengan NKRI. Keunikan Maluku Utara adalah permata bagi Republik ini,” Ujar Ahmad Laiman. Wawali juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-kota dan kesultanan, seperti Tidore, Ternate, Bacan dan Jailolo, yang tumbuh dalam persekutuan kesultanan bersejarah untuk maju bersama di era modern. Selain sisi historis, Ahmad Laiman juga memaparkan profil Kota Tidore Kepulauan saat ini: Keanekaragaman Hayati: Tidore kini diusulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kota dengan konservasi hayati yang lengkap. Tidore juga sebagai Daerah Penyangga (Buffer Zone): Di tengah kepungan industri tambang, Tidore tetap konsisten menjaga keseimbangan ekosistem. Karakter Unik: Meski berstatus administratif Kota, Tidore tetap mempertahankan kearifan lokal pedesaan yang kental. “Melalui acara ini, diharapkan serpihan-serpihan permata nusantara dapat menyatu kembali seperti puzzle yang indah, membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin jaya dan hebat di masa depan,” Pungkasnya. Sementara, di Kesempatan yang sama, General Manager Hotel Borobudur Jakarta, Anggie Ayuningtyas, menjelaskan, program Discover ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Tidore-Ternate kepada dunia internasional. “Kekayaan Indonesia harus dipelajari dan diimplementasikan. Kami ingin menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dalam tentang ‘Negeri Rempah’ melalui kolaborasi dengan Pemda dan berbagai yayasan,” kata Anggie. Acara pembukaan ini berlangsung meriah, dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, Direktur Eksekutif APEKSI, Perwakilan Bank Artha Graha, Perwakilan perbankan internasional (Bank Spanyol). Sekda Kota Tidore Kepulauan serta pimpinan OPD, Tokoh masyarakat Tidore dan Maluku Utara yang berdomisili di Jakarta.

Wawali Tidore Paparkan Potensi Wisata Sejarah Hingga Kuliner dalam Podcast Discover National Treasure Tidore-Ternate

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri kegiatan Podcast Discover National Treasure Tidore-Ternate yang diselenggarakan di Executive Lounge, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Kehadiran ini merupakan bagian dari rangkaian promosi besar-besaran potensi wisata serta pengembangan industri pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan kuliner yang berlangsung mulai 20 April hingga 7 Juni 2026. Dalam sesi bincang tersebut, Wakil Wali Kota Tidore memaparkan keunikan Tidore sebagai kota dengan luas daratan terbesar ketiga secara nasional, masih mempertahankan suasana pedesaan yang asri, sekaligus memiliki rekam jejak sejarah panjang sebagai Ibu Kota pertama Irian Barat dan pusat kebesaran Kesultanan Tidore di masa lalu. “Tidore menawarkan kekayaan alam yang luar biasa, melalui Taman Nasional Aketajawe-Lolobata yang menjadi rumah bagi hewan endemik seperti Burung Bidadari, tak hanya di darat, kekayaan bahari Tidore juga menonjol dengan keberadaan Hiu Berjalan serta kawasan konservasi laut yang telah terjaga sejak tahun 1500-an di Teluk Lumba-Lumba,”Paparnya. Bagi para pecinta selam, Wawali menambahkan, Tidore menyajikan titik-titik penyelaman yang tidak hanya memamerkan terumbu karang dan keanekaragaman biota laut, tetapi juga situs kapal karam yang bersejarah. Kekayaan alam ini sejalan dengan identitas Tidore sebagai daerah pertama yang mengekspor cengkeh ke Eropa, di mana rempah-rempah bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari filosofi kehidupan yang diwariskan oleh leluhur. “Sisi kebudayaan dan kerajinan tangan juga menjadi daya tarik utama yang diperkenalkan dalam ajang ini, salah satunya adalah Puta Dino atau kain tenun khas Tidore yang setiap motifnya memiliki filosofi mendalam. Produk kebanggaan ini bahkan dijadwalkan akan tampil dalam pameran internasional Lange Nacht der Konsulat di Hamburg, Jerman,” Imbuhnya. Selain itu, Wawali juga mengatakan, kekayaan intelektual Tidore telah diakui secara hukum melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Kue Lapis Tidore. Berbagai penganan khas seperti Kue Andara dan Kue Kale-Kale pun turut dipromosikan, dimana kuliner Tidore dipandang bukan sekadar pengganjal perut, melainkan representasi dari identitas budaya masyarakatnya. Rangkaian kegiatan di Hotel Borobudur ini mencakup berbagai agenda menarik, mulai dari Bazar UMKM, Culinary Food Promotion, hingga forum bisnis dan investasi bersama Bank BTN. Seluruh hidangan khas yang ditampilkan dalam podcast juga tersedia dan dijual secara eksklusif di Hotel Borobudur selama periode kegiatan. Selain bincang budaya dan sejarah bersama Timur Network Foundation, acara ini juga dimeriahkan dengan festival budaya, yoga akuatik, sesi meditasi, hingga pembacaan relief Borobudur. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimis dapat menarik minat investor dan wisatawan untuk mengeksplorasi lebih jauh keajaiban “Harta Karun Nasional” yang ada di Maluku Utara.