Penandatanganan Deklarasi bersama

Untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang objektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan khususnya penerimaan murid baru di seluruh jenjang pendidikan di wilayah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Tidore menggelar Apel bersama dalam rangka Hari Pendidikan yang dirangkaian dengan penandatanganan deklarasi bersama. Penandatanganan Deklarasi bersama antara Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dengan Polresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow dan Kejaksaan Negeri Tidore Sabar Evryanto Batubara ini sebagai dukungan komitmen pelaksanaan penerimaan Murid Baru Tahun 2026/2027, yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Tidore, Senin (4/5/2026). Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum yang sangat penting sebagai ajang refleksi terhadap capaian, tantangan, serta langkah-langkah strategis yang harus ditempuh ke depan karena Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun peradaban dan kemajuan daerah. “Karena melalui pendidikan, kita membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kearifan lokal kepada generasi penerus, di tengah dinamika perkembangan zaman yang semakin cepat, tantangan dunia pendidikan juga semakin kompleks, sehingga transformasi digital, perubahan sosial, serta tuntutan global mengharuskan kita untuk terus beradaptasi dan berinovasi.” Kata Muhammad Sinen Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menegaskan bahwa, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui berbagai program strategis, diantaranya peningkatan kompetensi guru, pemerataan akses pendidikan, penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Kota Tidore Kepulauan, tanpa terkecuali, mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkeadilan karena Pendidikan harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik, sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan karakter yang kuat.” Tandas Muhammad Sinen Tak hanya itu, Muhammad Sinen juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam mendukung dan mengawal pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh jenjang satuan pendidikan yang berada dalam kewenangan pemerintah daerah. “Pelaksanaan penerimaan murid baru merupakan salah satu tahapan krusial dalam sistem pendidikan, karena menjadi pintu masuk bagi peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan, sehingga proses ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme, Saya menegaskan bahwa pelaksanaan penerimaan murid baru harus berpedoman pada prinsip-prinsip Obyektif, Transparan, Akuntabel, Keadilan dan Pemerataan.” Tegas Muhammad Sinen Tak lupa, Muhammad Sinen juga berharap Kepada para Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan, agar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dengan profesionalisme dan integritas adalah kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan berwibawa. “Kepada orang tua dan masyarakat, kami juga mengajak untuk bersama-sama mengawal proses ini karena partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan, mari kita jadikan momentum Hari Pendidikan Nasional dengan Tema : Meningkatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, ini sebagai titik tolak untuk memperkuat komitmen dan sinergi kita semua dalam membangun pendidikan yang lebih maju, berkualitas, dan berkeadilan di Kota Tidore Kepulauan, Kita harus yakin bahwa dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan, kita mampu mewujudkan generasi Tidore Kepulauan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.” Ajak Muhammad Sinen Penandatangan Deklarasi Bersama Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun pelajaran 2026/2027 ini dilakukan oleh Kepala Kominfo, Persandian dan Statistik Kota Tidore, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Capil Kota Tidore, dan Plt Dinas Sosial Turut Hadir Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD, Camat, Pengawas Satuan Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Pendidik serta Seluruh ASN Pemkot Tidore.
Ritual Lufu Kie sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman didampingi Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny.Sumiyati Ahmad Laiman bersama Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengikuti ritual Lufu Kie sebagai salah satu rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026, di Pelabuhan Kesultanan, Kamis (9/4/2026). Ritual Lufu kie atau sering dikenal dengan keliling pulau menggunakan armada juanga ini diawali dari Jou sultan Tidore bersama jou boki, didampingi Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman bersama Ketua I tim penggerak PKK kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, forkopimda Kota Tidore Kepulauan bersama para bobato Kesultanan Tidore berjalan kaki menuju dermaga kesultanan untuk memulai ritual lufu kie yang dimulai dari Dermaga Kesultanan untuk mengelilingi pulau tidore. Lufu kie adalah gelar armada perang yang dicetus oleh yang mulia sultan saifuddin “Jou Kota” untuk menakuti kompeni Belanda pada waktu itu. Lufi kie yang dikemas dalam bentuk pelayaran menggunakan kagunga dengan formasi terdiri kagunga kesultanan (perahu kesultanan Tidore) yang dikawal oleh 12 juanga yang terdiri dari Sangadji se Gimalaha sebagai pengawal kagunga Kesultanan. 12 perahu kora-kora tersebut terdiri dari Sangaji Laisa, Sangaji Laho, Gimalaha Tuguiha, Gimalaha Tomayou, Gimalaha Mare, Gimalaha Tongowai, Gimalaha Banawa, Gimalaha Dokiri, Gimalaha Gamtohe, Gimalaha Tomanyili , Gimalaha Tahisa dan Gimalaha Tomaidi. Pada ritual lufu kie ini juga dilaksanakan pembacaan doa oleh para imam dan syara bobato kesultanan Tidore pada beberapa titik tertentu di sepanjang pulau Tidore, namun pada lufu kie kali ini juga berhenti di depan keramat Hiri ternate dan kembali mengelilingi pulau Tidore. Selain itu juga, ritual lufu kie ini juga disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat di setiap kelurahan yang dilintasi. Selain Kagunga dan juanga, lufu kie ini juga diikuti oleh simpatisan dari gabungan organisasi perangkat Daerah (OPD) dan camat menggunakan armada speedboat
Bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Daerah di Kota Tidore

Untuk memastikan bahasa Daerah agar tidak punah, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara melaksanakan bimbingan teknis pengajar utama Bahasa Daerah di Kota Tidore yang melibatkan para pengajar SD dan SMP di wilayah Kota Tidore, yang dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, di Aula Dinas Pendidikan Kota Tidore, Rabu (8/4/2026). Mengawali sambutan Wali Kota, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain mengatakan, pengakuan bahasa daerah menjadi sangat penting karena hal tersebut menyangkut jati diri masyarakat Tidore dan kekayaan budaya yang terkandung didalamnya, serta mengingat juga bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin maju, ketika bahasa daerah tidak lagi digunakan maka generasi penerus Daerah ini tidak akan mengetahui bahasa daerah yang ada. “Pembukaan Kegiatan Bimbingan Teknis Pengajar Utama Bahasa Daerah di Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026 ini sebagai Rangkaian Kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah di Kota Tidore Kepulauan, tentu saja menjadi sebuah angin segar bagi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama masyarakat di tengah upaya kita bersama untuk mendorong status Bahasa Tidore agar dapat diakui sebagai bahasa daerah yang mandiri bukan sekedar dialek dari bahasa Ternate.” Kata Taher “karena pengakuan bahasa daerah menjadi sangat penting karena hal tersebut menyangkut jati diri masyarakat Tidore dan kekayaan budaya yang terkandung didalamnya, serta mengingat juga bahwa di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang semakin maju, maka kami mengharapkan Bimbingan Teknis pada hari ini dapat-benar-benar memberi dampak nyata bagi generasi penerus Kota Tidore Kepulauan.” Sambung Taher Tak lupa, Taher juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penggunaan Bahasa Daerah Tidore dalam kehidupan sehari-hari agar tak tergerus oleh bahasa-bahasa lainnya, namun juga menghimbau bahwa dengan adanya penggunaan bahasa Tidore tidak akan menggeser sedikit pun penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bahasa persatuan dan kesatuan. Bimbingan teknis ini menghadirkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan Jamil Hadi, Pengajar bahasa Daerah Yurna Idrus S.Pd dan Ervan Widyas Saputra, S. Pd serta sastrawan Rian Kamary sebagai narasumber. Turut hadir yang mewakili Ka Balai Bahasa Maluku Utara, Damaz Aristy, Pimpinan OPD terkait serta para guru pengajar bahasa daerah tingkat SD dan SMP se Kota Tidore Kepulauan.
Sambut HJT ke 918, Pemkot Tidore Gelar Kerja Bakti Pembersihan Lingkungan

Menyambut Hari Jadi Tidore (HJT) ke 918 Tahun 2026, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Kerja Bakti pembersihan sesuai lokasi kerja masing-masing, kerja bakti ini bersifat segera dan melibatkan seluruh OPD, Camat, Lurah, Kades, Para Kepala UPT/Korwil, Kepala Sekolah dan Guru se Kota Tidore Kepulauan, terhitung mulai tanggal 7 s/d 9 April 2026. Selain arahan kerja bakti yang bersifat segera, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo mengatakan, seluruh Pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa juga turut berpartisipasi dalam memeriahkan peringatan HJT ke – 918 dengan memasang umbul-umbul di depan kantor, sekolah dan di depan rumah-rumah penduduk pada setiap Kelurahan/Desa mulai hari Selasa 7 April sampai dengan Senin 13 April 2026. “Hari ini OPD di Lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan kerja bakti pembersihan lingkungan dalam rangka menyambut Hari Jadi Tidore ke 918 Tahun 2026, karena rangkaiannya sudah mulai berlangsung mulai dari 5 April 2026, jadi seluruh ASN, PPPK, Non ASN diKota Tidore Kepulauan diminta untuk berpartisipasi melakukan kerja bakti dan mengikuti rangkaian HJT,” Ungkapnya. Lebih lanjut, Sekda menambahkan, para Camat, Lurah dan Kepala Desa diminta agar dapat meneruskan pemberitahuan ini kepada Warga Masyarakat di Kecamatan, Kelurahan dan Desa masing-masing untuk kerja bakti pembersihan lingkungan dan memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing, serta turut berpartisipasi dalam kegiatan Lufu Kie pada Hari Kamis 9 April 2026. Adapun rangkaian Hari Jadi Tidore ke 918 sudah mulai berlangsung pada Tanggal 5 April 2026 dengan prosesi Kota Tupa & Dowaro Munara, Tanggal 8 April 2026 Proses Kota Ake Dango, Tanggal 9 April 2026 Prosesi Lufu Kie, Tanggal 10 Ratib Haddad di Kedaton Kesultanan Tidore, dan Upacara Puncak HJT ke 918 pada Hari Minggu Tanggal 12 April 2026.
Pemkot Tidore Terima Kunjungan Tim BPK Perwakilan Malut Dalam Rangka Pemeriksaan Terinci LKPD 2025

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah dan OPD terkait menerima kunjungan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara dalam rangka Pemeriksaan Terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (6/4/2026). Dalam arahannya, Wali Kota Tidore Kepulauan mengatakan, dirinya turut merasa senang menyambut Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut bersama jajaran di Kota Tidore Kepulauan, dalam rangka Pemeriksaan LKPD, ia juga meminta kepada Sekretaris Daerah dan OPD terkait untuk dapat melayani dan mempermudah proses pemeriksaan terinci ini. “Kami menyambut positif kedatangan Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut Bapak Bhuono bersama jajaran di Kota Tidore, saya berharap Pak Sekda dan teman-teman OPD terkait, inti dari semua ini adalah memudahkan auditor dan membantu Tim BPK selama melakukan pemeriksaan terinci di Kota Tidore Kepulauan, komunikasi dan dukungan penuh harus diberikan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota tidore Kepulauan ini menambahkan, Tim Pemeriksa akan berada di Kota Tidore Kepulauan selama hampir 1 bulan, untuk itu, Inspektur maupun BPKAD saling komunikasi memberikan dukungan agar memudahkan proses pemeriksaan ini. Begitu juga Sekretariat DPRD, jika ada administrasi yang dibutuhkan oleh tim harus segera ditindaklanjuti. Sementara, Plt. Kepala Perwakilan BPK Malut, Bhuono Agung Nugroho dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemeriksaan BPK dilakukan dengan tujuan untuk memberikan Opini Kewajaran LKPD, dengan mempertimbangkan kesesuaian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan sesuai pengungkapan SAP, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). “Adapun lingkup Pemeriksaan LKPD meliputi, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan. Kami juga mengapresiasi Kota Tidore Kepulauan atas Progres Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriks
Wawali Tidore Hadiri Rakor Penanganan Pasca Bencana dengan BNPB RI

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang melanda Maluku Utara dan Sulawesi Utara di Ruang VIP Pemda, Bandara Sultan Babullah, Ternate, Minggu (5/4/2026) Pagi. Rakor tersebut menindaklanjuti arahan Presiden RI untuk mencermati dampak dari kondisi gempa yang terjadi di Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Rakor dihadiri oleh Direktur Penanganan Darurat Wilayah 1, BNPB, Agus Riyanto, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat, Kolonel Herry Setiono, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe dan Kabupaten/Kota terdampak. Usai menghadiri rakor tersebut, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, rapat koordinasi ini dengan BNPB Pusat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan beberapa Kabupaten/Kota yang terdampak bencana gempa bumi Kamis (2/4) kemarin. “Pada rakor ini, kita diberikan arahan oleh BNPB dan juga instansi terkait, apa yang seharusnya dilakukan untuk penanganan bencana ini, baik itu SOP yang harus ditaati oleh Pemda maupun instansi terkait, untuk saling mendukung, agar pelaksanaannya lancar dalam penanganan pasca bencana,” Ungkapnya. Wawali Tidore juga menambahkan, dalam rakor tersebut, Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe juga menyarankan kepada semua Kabupaten/Kota maupun instansi terkait di Provinsi Maluku Utara untuk terus berkoordinasi, agar penanganan pasca bencana gempa bumi bagi daerah terdampak di Maluku Utara dapat terlaksana dengan baik. “Pak Wagub menyarankan kepada kami semua untuk senantiasa berkoordinasi, bergotong royong, karena itu menjadi inti dari kegiatan kemanusiaan, dan sudah merupakan karakter masyarakat, serta Pemerintah Indonesia untuk melakukan penanganan dalam segala hal, termasuk juga kegiatan bencana ini, sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik,” Imbuhnya. Sementara untuk kerugian material bagi masyarakat yang terdampak bencana, wawali mengatakan hasil rakor tersebut, nanti akan dilakukan evaluasi, asesmen dengan data yang lebih akurat, kemudian mendapatkan penanganan secara jelas oleh pihak terkait. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan perlu untuk menetapkan situasi darurat kebencanaan, sehingga itu menjadi dasar penanganan berikutnya, karena itu adalah prosedur untuk semua pihak bisa berkolaborasi dan bekerja sama melakukan penanganan pasca bencana secara bersama,” Pungkasnya.
Sumkusu Cup II Tahun 2026 Resmi Dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan

Kompetisi olahraga sepakbola selain memiliki peminat yang banyak, juga menjadi sebuah wadah bagi para pelajar untuk mengembangkan skill atau kemampuan mereka menggiring bola serta melatih kerjasama tim, juga dapat menumbuhkan minat dan bakat bibit-bibit muda pesepakbola Kota Tidore Kepulauan, yang kelak akan membawa harum nama daerah di tournament yang lebih tinggi. Demikian sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen pada pembukaan Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Sumkusu Cup II Kategori SD dan SMP yang berlangsung di Lapangan Sumkusu Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (4/4/2026) Sore. “Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan olahraga yang telah membawa semangat para pelajar SD dan SMP untuk mengekspresikan hobi berolahraga sepak bola,”ungkapnya. Muhammad Sinen juga berharap, kegiatan Turnamen Sepak Bola Sumkusu Cup II ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para pemain untuk menampilkan kemampuan yang dimiliki dalam turnamen ini. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk menjaga stabilitas daerah di tengah konflik di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Tengah. “Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas daerah, demi terciptanya kehidupan yang aman dan tentram karena damai itu indah,” Imbaunya. Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Sumkusu Cup II M Fatahudin Hadi dalam laporannya mengatakan, Turnament Sumkusu Cup II Tahun 2026 jumlah tim berpartisipasi sebanyak 33 tim kategori SD dan SMP yang berasal dari dua daerah, yakni Kota Tidore sebanyak 28 Tim dan Kota Ternate 5 Tim. Lanjutnya, Tujuan dari turnamen ini adalah membantu memperbaiki fasilitas lapangan sepak bola secara bertahap, sedangkan tujuan umumnya adalah untuk menambahkan semangat sportivitas,mempererat persaudaraan antar daerah, serta menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet sepak bola berbakat. Turut hadir, Ketua Askot Kota Tidore Kepulauan, para pimpinan OPD, Kapolsek Tidore Utara, Kepala Kelurahan Ome, Imam dan Sara, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda se Kelurahan Ome.
Turnamen Sepak Bola Dandim Cup I Tahun 2026 Resmi Dibuka

Turnamen Sepak Bola Gawang Sedang Dandim Cup I Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, Sabtu (4/4/2026) Sore. Dalam sambutannya, Ahmad Laiman mengapresiasi Dandim 1505/Tidore, sebagai penggagas kegiatan. Ia menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antara TNI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat. “Kami berharap melalui turnamen ini, semangat kebersamaan antara TNI dan Pemerintah Daerah semakin terjalin erat, sehingga kedepan sinergi ini dapat semakin kuat dalam mewujudkan Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah untuk semua, ini momentum memperkuat persatuan dan semangat solidaritas, khususnya di kalangan generasi muda,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berpesan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, bermain dengan semangat persaudaraan, serta tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama pertandingan berlangsung. Sementara itu, Dandim 1505/Tidore, Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono, menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui kegiatan olahraga. Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih juara, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda, sekaligus menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan semangat juang,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang ditandai dengan partisipasi sebanyak 37 tim, serta berharap akan lahir bibit-bibit muda berbakat yang mampu berprestasi di tingkat lebih tinggi. Turnamen Dandim Cup I 2026 diharapkan menjadi agenda olahraga yang memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda yang sehat, sportif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Sementara, Ketua Panitia, Kapten Inf. Fardi Ruslan, menyampaikan bahwa turnamen ini dapat terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari donatur, sponsor hingga masyarakat setempat. Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan yang telah membuka secara resmi kegiatan tersebut, serta Kapolresta Tidore yang telah memberikan izin pelaksanaan. “Turnamen ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, diikuti oleh 37 tim dari berbagai wilayah di Kota Tidore Kepulauan dan akan berlangsung selama satu bulan penuh. Tujuan kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi, memupuk semangat persaudaraan, serta menjaring bakat-bakat muda di bidang sepak bola,” ujarnya. Fardi mengatakan, tim yang akan turun pada pertandingan perdana pembukaan Turnamen Dandim Cup I Tahun 2026 ini yaitu Marekofo FC melawan Khalifa FC dari Kelurahan Tomalou. Ia juga turut mengimbau seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, bermain jujur, serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Tinjau Langsung Rumah Warga Dampak Kerusakan Akibat Gempa di Daratan Oba

Kompak, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo dan sejumlah OPD teknis, turun langsung meninjau kondisi rumah warga dampak kerusakan akibat gempa bumi M 7,6 di Kecamatan Oba Tengah dan Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Jumat (3/4/2026) Siang. Dalam peninjauan ini juga ada distribusi bantuan paket sembako dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kerusakan akibat gempa bumi M 7,6 Kamis (2/4) yang melanda Provinsi Maluku Utara termasuk Kota Tidore Kepulauan, peninjauan ini sebelumnya telah dilakukan di Pulau Tidore. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melakukan peninjauan langsung di lapangan untuk melihat kondisi rumah warga terdampak gempa bumi di daratan Oba, sekaligus memantau aktivitas dan kebutuhan yang bisa segera ditangani oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. “Hari ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Saya bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah dan OPD teknis melakukan peninjauan kondisi masyarakat yang terdampak gempa bumi di daratan Oba, ada beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat, setelah peninjauan ini akan kami bentuk tim untuk turun mengidentifikasi kerusakan tersebut,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, setelah tim turun melakukan verifikasi, pendataan dan menghitung seluruh tingkat kerusakan berdasarkan jenisnya, termasuk di Oba Utara dan Oba Selatan, maka sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah untuk membahasnya dalam konteks penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana. Adapun data rumah dampak kerusakan akibat gempa bumi Kecamatan Oba dan Oba Tengah yang ditinjau yaitu, Desa Akelamo 1 Rumah, Desa Siokona 2 Rumah, Desa Lola 1 Rumah, Desa Tului 3 Rumah, Desa Talagamori 1 Rumah, Desa Bale 7 Rumah, Desa Woda 5 Rumah, Desa Koli 13 Rumah, Desa Kosa 5 Rumah dan Kelurahan Payahe 1 Rumah.
Wali Kota Tidore Kepulauan Keluarkan Himbauan untuk Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Keamanan

Menindaklanjuti perkembangan situasi atau konflik yang terjadi di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Tengah saat ini, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengeluarkan himbauan Menjaga Kondusivitas dan Keamanan, Jumat (3/4/2026). Himbauan tersebut tertuang dalam Nomor : 300/198/01/2025 tentang menjaga Kondusivitas dan Keamanan Daerah terkait Konflik di Wilayah Halmahera Utara dan Halmahera Tengah. Upaya ini dilakukan demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Wilayah Provinsi Maluku Utara, khususnya Kota Tidore Kepulauan. Wali Kota Tidore Kepulauan dalam himbauan tersebut berharap, seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan dapat bersama-sama menjaga stabilitas daerah, demi terciptanya kehidupan yang aman dan tenteram. Himbauan ini disampaikan agar menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Adapun isi himbauan Wali Kota Tidore Kepulauan diantaranya Mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya atau hoaks, baik yang beredar secara langsung maupun media sosial. Menjaga persatuan dan kesatuan, serta serta mempererat tali silaturahmi antar sesama warga masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras dan golongan, Tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, yang dapat memicu keresahan dan konflik di tengah masyarakat. Mempercayakan penanganan situasi kepada aparat Pemerintah dan aparat Keamanan, serta mendukung upaya-upaya penyelesaian konflik secara damai, Meningkatkan kewaspadaan lingkungan, segera laporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi ganggu ketertiban umum serta Menjaga kondusifitas daerah Kota Tidore Kepulauan sebagai wilayah yang aman, damai dan harmonis.