Wawali dan Forkopimda Tidore Ikut Peresmian 1.061 Titik KDKMP oleh Presiden RI Serentak Secara Daring

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman didampingi Dandim 1505/Tidore Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono, Forkopimda, OPD terkait, Camat, Lurah se Kecamatan Tidore dan perwakilan Kepala Desa mengikuti acara peresmian 1.016 titik Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring di KDKMP Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, Sabtu (16/5/2026). Usai mengikuti acara peresmian tersebut, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, hari ini dijadwalkan untuk seluruh daerah mengikuti acara peresmian Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak yang diresmikan oleh Bapak Presiden melalui daring, peresmian hari ini dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, meliputi 1.061 titik yang diikuti oleh seluruh daerah. “Hari ini kita hadir bersama Muspida untuk sama-sama mengikuti peresmian 1.061 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seluruh Indonesia yang diresmikan oleh Bapak Presiden, beliau mengatakan ini merupakan suatu prestasi yang luar biasa, seharusnya didukung oleh semua pihak, agar benar-benar ekonomi Indonesia itu harus berada di tangan rakyat, sesuai dengan makna dan tujuan dari negara ini dan perintah konstitusi,” Ungkapnya. Wawali menambahkan, memang ada beberapa hal yang memungkinkan untuk menjadi kolaborasi bersama di setiap daerah, dan daerah pun harus mendukung secara lebih komprehensif lagi untuk seluruh gerak yang perlu dilakukan, agar Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ini bukan saja diresmikan dan berdiri hari ini, tetapi kemudian bisa dioperasionalkan dengan baik dan seluruhnya menyumbangkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Wawali Ajak SKA Yogyakarta Kolaborasi Membangun Kota Tidore Kepulauan

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mengajak Sedulur Keluarga Alumni (SKA) Jogjakarta untuk berkolaborasi menyumbangkan ide dan gagasan dalam membangun Kota Tidore Kepulauan kedepannya. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pelantikan Ikatan Alumni Jogjakarta dan Milad ke 30 Tahun Perkumpulan Keluarga, Pelajar dan Mahasiswa Nuku Yogyakarta, di Nitiprayan Cafe, Jumat (15/5/2026) Malam. Wawali mengatakan, Alumni Jogjakarta yang terhimpun di dalam Sedulur Keluarga Alumni (SKA) patut berbangga, karena Jogjakarta menjadi kiblat negeri, ketika ide dan gagasan disodorkan, maka itu akan jadi. “Patut berbangga Bapak Ibu sedulur ada dalam konteks tersebut, Alumni Jogja ada di jaringan Pemerintahan dan Komunitas, saya menantang Alumni Jogja melalui ide dan gagasan, mari kita berkolaborasi,” Ungkapnya. Wawali menambahkan, Ikatan alumni memiliki peran penting membangun jejaring, memperkuat kebersamaan dan kekuatan intelektual di tengah masyarakat serta ikut mendorong pembangunan daerah dengan ide, inovasi dan kreativitas. “Kemajuan daerah membutuhkan sebuah keterlibatan semua pihak, karena Pemerintah Daerah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kami membuka ruang sinergi dengan berbagai elemen masyarakat termasuk Ikatan Alumni Jogjakarta,” Ajaknya. Tak lupa di akhir sambutanya, orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan ini juga menyampaikan selamat mengemban tugas baru kepada ketua terpilih dan pengurus Sedulur Keluarga Alumni (SKA) Yogyakarta yang baru dilantik, semoga sukses dalam menjalankan amanah organisasi. Sementara, Ketua SKA Yogyakarta yang baru dilantik, Irsan Nudin Idrus dalam sambutannya berharap organisasi ini menjadi rumah besar yang mampu merangkul seluruh generasi. Senior dihormati, generasi muda diberi ruang, dan semua bergerak dengan semangat yang sama membangun Tidore dengan kapasitas yang dimiliki. “Kita mungkin tidak memiliki kekuasaan besar, tetapi kita memiliki pengetahuan, kita memiliki jaringan, kita memiliki pengalaman, dan itu adalah modal yang sangat penting untuk masa depan daerah, saya mengajak seluruh alumni untuk berhenti berjalan sendiri-sendiri, sudah waktunya kita menjalin kekuatan bersama,” Harapnya.
Wali Kota Tidore Kepulauan Buka Festival Sorame Gam di Dusun Paceda

Nuansa adat dan semangat generasi muda menyatu dalam pembukaan Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara yang digelar di Lapangan Bola Dusun Paceda, Desa Akedotilou, Kecamatan Oba Tengah, Rabu (13/5/2026). Acara yang mengusung tema “Kabata” Kolaborasi Adat Budaya Seaturan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dan dihadiri oleh Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menekankan pentingnya filosofi “Jasmerah” atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Ia memberikan perumpamaan yang kuat mengenai jati diri masyarakat Tidore. “Nilai budaya dan sejarah kita ibarat uang seratus ribu rupiah, meski diremas atau diinjak, nilainya tetap tinggi dan tidak akan berubah. Itulah identitas kita yang harus dijaga di tengah kemajuan teknologi,” tegasnya. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memasukkan bahasa Tidore ke dalam kurikulum sekolah rencananya, akan ada satu hari khusus dalam seminggu bagi siswa untuk wajib berkomunikasi menggunakan bahasa daerah. Menutup sambutannya, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini berpesan agar pemuda terus mengasah akhlak dan pola pikir positif. Ia berharap tidak ada lagi aksi anarkis di masa depan, melainkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. “Jadilah agen perubahan, jangan bertanya apa yang diberikan pemerintah kepadamu, tapi tanyalah apa yang sudah kamu berikan untuk daerahmu,” pungkasnya. Di kesempatan yang sama, Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, dalam pesannya memberikan penguatan spiritual dan sosial. Beliau mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari warna kulit atau suku, melainkan dari amal dan kualitas kemanusiaannya. Sultan juga menyoroti kondisi ekonomi global yang berdampak pada pemangkasan anggaran daerah. Ia mengajak masyarakat untuk kreatif dan mandiri, seperti dalam pengelolaan sampah swadaya, guna membantu meringankan beban pemerintah. “Mari kita doakan para pemimpin kita agar tetap amanah membawa rahmat bagi daerah,” Ajak Sultan. Sementara, Ketua Panitia, Cintia Muhammad dalam laporannya mengatakan, festival ini bertujuan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membentengi diri dari arus globalisasi melalui nilai-nilai lokal. “Rangkaian Perlombaan mulai dari Tingkat SD, SMP dan SMA ada lomba Tarian Daerah, Dialog Bahasa Tidore, Lomba Baca Puisi dan Karaoke Solo Lagu Daerah, Panitia berharap festival ini dapat ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan resmi oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Kesultanan Tidore, agar pembinaan budaya dapat berkelanjutan,” Pungkasnya.
Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026

Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan menyampaikan jawaban atas 20 poin pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026, di Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan, Rabu (11/5/2026). Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi. “Berbagai pandangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya. Muhammad Sinen menambahkan,Dari 20 catatan yang disampaikan, terdiri atas 5 poin dari Fraksi PDI Perjuangan, 5 poin dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, 5 poin dari Fraksi Demokrat Karya Indonesia, dan 5 poin dari Fraksi Gabungan PAN-NasDem.Catatan tersebut mengerucut pada 7 hal strategis.Tujuh poin penting itu meliputi inovasi harus berdampak nyata, integrasi inovasi dengan digitalisasi dan dokumen perencanaan, dukungan anggaran inovasi yang transparan, inovasi memperhatikan karakteristik lokal, penyempurnaan redaksional dan norma Ranperda, partisipasi masyarakat dan kolaborasi, serta pengawasan dan evaluasi inovasi.Terkait poin pertama, Walikota sepakat inovasi tidak boleh sekadar administratif. “Esensi inovasi adalah menghasilkan dampak nyata. Setiap inovasi harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Lanjutnya, Untuk integrasi dengan digitalisasi dan perencanaan, Pemda memandang inovasi harus menjadi bagian transformasi tata kelola berbasis digital dan diselaraskan dengan RPJMD, RKPD, serta dokumen perencanaan lain agar berjalan sistematis dan berkelanjutan. Mantan Wakil Walikota dua periode ini menyatakan penganggaran inovasi akan diarahkan secara transparan, terukur, dan akuntabel sesuai prioritas pembangunan dan peraturan perundang-undangan.Ia juga menegaskan inovasi harus lahir dari kebutuhan dan kearifan lokal. “Inovasi yang dikembangkan akan lebih relevan, mudah diterapkan, dan memiliki identitas daerah yang kuat,” katanya. Pemerintah Daerah menerima seluruh masukan terkait penyempurnaan redaksional dan norma Ranperda. “Fungsi DPRD adalah membahas dan menyempurnakan setiap Ranperda yang diusulkan pemerintah daerah. Kami berharap penyempurnaan substansi akan terus dilakukan agar tidak menimbulkan multitafsir dan dapat diimplementasikan secara efektif,” ujarnya. Terkait partisipasi dan pengawasan, Walikota meyakini keberhasilan inovasi membutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. “DPRD sebagai lembaga politik yang mewakili masyarakat harus mendengar aspirasi agar Ranperda ini benar-benar sejalan dengan harapan kita bersama,” tambahnya. Wali Kota Tidore Kepulauan berharap pembahasan Ranperda berjalan melalui semangat kemitraan Pemda dan DPRD demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah pembangunan daerah,” tutupnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ridwan Muhammad Yamin dalam pidatonya menegaskan Peraturan Daerah merupakan alat transformasi sosial dan demokrasi untuk menjawab perubahan cepat di era otonomi dan globalisasi. “Pembentukan perda harus dilakukan secara taat asas melalui proses perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan, dan pengundangan agar tidak cacat formil,” ujarnya. Rapat paripurna ini dihadiri Wakil Walikota Ahmad Laiman, 24 Anggota dari 25 Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Forkopimda, Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah dan Pejabat Administrator, serta insan pers.
Dukcapil Kota Tidore Kepulauan Tetap Buka Pelayanan di Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

Dalam rangka memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan optimal pada Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tanggal 14 dan 15 Mei 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan tetap membuka layanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan, Rudy Ipaenin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026). Rudy mengatakan, Kebijakan ini mengacu pada Surat Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.8/4780/DUKCAPIL tanggal 12 Mei 2026 tentang Layanan Dukcapil pada Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. “Adapun mekanisme pelayanan yang dilaksanakan yaitu pada hari Kamis 14 Mei 2026, Pelayanan administrasi kependudukan dibuka secara langsung di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan, sementara untuk hari Jumat 15 Mei 2026, Pelayanan administrasi kependudukan dilaksanakan secara online melalui Aplikasi Daga,” Jelasnya. Rudy menambahkan, pelayanan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap dokumen kependudukan tetap dapat terpenuhi meskipun dalam masa libur nasional dan cuti bersama. “Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” Pungkasnya.
Rapat Paripurna ke-IV masa persidangan III Tahun 2025-2026

Setelah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen kembali mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diagendakan pada rapat Paripurna ke-IV masa persidangan III Tahun 2025-2026, yang berlangsung di ruang rapat Paripurna, Selasa (12/5/2026). Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Aisya Ismail, dan diikuti oleh Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama serta 24 dari 25 anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Forkopimda Kota Tidore, Para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD, Camat dan Insan Pers. Mengawali pandangan umum fraksi-fraksi yang disampaikan oleh juru bicara PDI Perjuangan Nurul Asnawiah mengatakan bahwa Ranperda ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong daya saing daerah, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat Kota Tidore Kepulauan, namun inovasi daerah tidak boleh berhenti sebagai slogan, aplikasi, atau capaian indeks semata, karena inovasi harus menjadi jalan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih murah, lebih adil, dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Nurul Asnawiah juga menambahkan bahwa, sistem informasi inovasi daerah sangat penting, akan tetapi sistem informasi tersebut tidak boleh hanya menjadi etalase atau tempat menampilkan daftar inovasi, sehingga Fraksi mendorong agar sistem informasi inovasi daerah memuat informasi yang terbuka dan mudah diakses, dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui manfaat inovasi, sementara DPRD memiliki dasar yang lebih kuat untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan, pendanaan, hasil, dan keberlanjutan inovasi daerah. Senada juga disampaikan, Fraksi PKB yang disampaikan oleh juru Bicaranya Kasman Ulidam mengatakan bahwa inovasi daerah merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam menghadapi perkembangan zaman, tuntutan masyarakat yang semakin dinamis, kemajuan teknologi informasi, serta tantangan birokrasi yang semakin kompleks, sehingga Pemerintah daerah tidak lagi dapat menjalankan pola-pola pelayanan dan tata kelola yang konvensional, lamban, birokratis dan kurang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Semangat inovasi tidak boleh berhenti hanya pada tataran slogan administratif, penghargaan, seremonial, atau pemenuhan indikator penilaian pemerintah pusat semata, Inovasi daerah harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, mempercepat pelayanan publik, memperkuat kesejahteraan rakyat, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah, serta mengurangi berbagai praktik birokrasi yang berbelit-belit.” Kata Kasman Tak hanya itu, Juru bicara Fraksi DKI Idrus Salim juga menekankan bahwa inovasi daerah harus tetap berpedoman pada prinsip akuntabilitas, transparansi, efisiensi, serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Sehingga Fraksi kami pada prinsipnya dapat menerima dan mendukung Ranperda tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku di DPRD.” Tandas Idrus Sementara, Pandangan Umum Fraksi ADEM yang disampaikan oleh Alifandi Riski Cahya mengatakan bahwa pentingnya integrasi inovasi dengan digitalisasi pelayanan publik di era transformasi digital, inovasi harus diarahkan pada simplifikasi layanan, transparansi administrasi, percepatan akses informasi, serta penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik. “Kami juga mengingatkan bahwa inovasi harus memperhatikan karakteristik geografis dan sosial budaya Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah kepulauan. Inovasi yang diterapkan harus kontekstual, adaptif terhadap kondisi wilayah, serta berpihak pada kebutuhan masyarakat pesisir, pulau kecil, dan wilayah terpencil.” Kata Riski Rapat Paripurna pendapat umum fraksi-fraksi DPRD tentang pandangan umum fraksi-fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Tidore Tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah ini mendapatkan persetujuan dari para Fraksi untuk dibahas serta dijadikan sebagai Perda. Selanjutnya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dijadwalkan akan memberikan jawaban dan tanggapan Wali Kota pada Rabu, (13/5/2026).
Ketua TP PKK Tidore Resmi Dikukuhkan Menjadi Bunda Literasi

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Tidore Kepulauan periode 2026-2030 dalam acara pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku Utara di Ballroom Gamalama, Bella Hotel, Senin (11/5/2026). Dikukuhkan oleh Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara Ny. Rusni Sarbin, acara pengukuhan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Aminudin Aziz dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sarbin Sehe. Usai dikukuhkan, Hj. Rahmawati mengatakan, peran Bunda Literasi tentunya menciptakan lingkungan masyarakat terutama generasi muda, agar memiliki kedisiplinan dan sadar akan pentingnya budaya membaca, guna meningkatkan kualitas SDM yang kreatif dan inovatif. “Setelah pengukuhan ini, kami menunggu juknis terkait program yang akan dilakukan, kami juga akan melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah untuk menjalankan setiap program literasi,” Ungkapnya. Hj. Rahmawati menambahkan, Perpustakaan Nasional mendorong kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah terutama Dinas Pendidikan, karena sekolah berperan besar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). “Seperti dipaparkan oleh Kepala Perpusnas, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Tidore Kepulauan berada pada skor 13,89% merupakan yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara, capaian ini menjadi motivasi penggerak untuk kita kampanyekan program literasi di Kota Tidore,” Imbuhnya
Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen secara resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 DPRD Kota Tidore Kepulauan, Senin 11/5/2026. Rapat paripurna dihadiri Wakil Walikota Ahmad Laiman, 21 Anggota dari 25 Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Forkopimda, Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah dan Pejabat Administrator, serta insan pers. Dalam pidatonya, Wali Kota Tidore Kepulauan menegaskan inovasi daerah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas, pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi melalui berbagai terobosan dan inovasi. Inovasi daerah bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan yang cepat, murah, dan berdaya saing,” ujarnya. Ia menyebut realitas yang dihadapi tidak sederhana. “Ruang fiskal yang semakin terbatas, situasi ekonomi yang tidak menentu, serta tuntutan pelayanan masyarakat yang optimal. Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya jalan adalah kita harus berani berubah, berani berinovasi, dan berani mengambil langkah strategis,” tegasnya. Mantan Wakil Walikota dua periode ini mengingatkan bahwa pada 2025, Kota Tidore Kepulauan menjadi satu-satunya kota dari luar Jawa yang berhasil masuk 5 besar nasional kota terinovatif. “Namun kita semua harus bersepakat, bahwa inovasi haruslah membumi, berdampak nyata, dan solutif mengatasi problem sosial di negeri ini,” katanya. Menurutnya, Ranperda ini merupakan wujud komitmen politik dan komitmen pemerintah untuk menghadirkan perubahan nyata. “Hari ini kita tidak sekadar membahas sebuah dokumen regulasi namun kita sedang menentukan arah masa depan daerah, dengan menjawab pertanyaan besar: apakah kita akan berjalan biasa-biasa saja, atau melompat lebih maju melalui inovasi” Walikota menyebut Ranperda ini sebagai instrumen transformasi. “Dengan regulasi ini, kita ingin memastikan bahwa setiap perangkat daerah tidak lagi bekerja secara rutin semata, tetapi haruslah out of the box, yang berorientasi pada terobosan dan hasil. Setiap kebijakan publik benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan setiap rupiah dalam anggaran yang kita kelola haruslah menghasilkan nilai tambah untuk kesejahteraan bagi semua,” jelasnya. Regulasi ini juga memberi ruang luas bagi aparatur, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk mendorong gerakan inovasi daerah. Walikota mengutip pandangan Elon Musk, “Inovasi lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda dan menantang batasan.” Ia memandang DPRD sebagai mitra strategis. “Kami menyadari tidak ada kebijakan yang sempurna tanpa proses pembahasan yang mendalam. Melalui forum dewan yang terhormat ini, kiranya dapat bersama-sama membahas, menyempurnakan substansinya, dan pada akhirnya menetapkannya sebagai regulasi yang kuat, implementatif, dan visioner,” ucapnya. Menutup sambutan, Walikota menegaskan sejarah kemajuan daerah ditentukan keberanian pemimpin mengambil keputusan. “Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita adalah pemimpin yang tidak hanya mampu merencanakan, tetapi juga berani melakukan perubahan,” katanya. Sementara itu Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan H.Ade Kama dalam pidatonya menegaskan pentingnya Ranperda Penyelenggaraan Inovasi Daerah sebagai landasan hukum lahirkan terobosan pelayanan public. “Inovasi tidak lagi dipahami sekadar gagasan baru, tetapi harus menjadi budaya kerja dan semangat perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tegasnya. H.Ade Kama menambahkan inovasi menjadi jalan mengatasi kebuntuan organisasi di tengah keterbatasan fiskal dan tingginya ekspektasi masyarakat. “Melalui inovasi dapat tercipta sistem, metode, serta teknologi yang mampu mengurangi biaya, mempersingkat waktu pelayanan, memangkas birokrasi, dan memberi kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 resmi ditutup

Yusril Ihza Mahendra keluar sebagai Juara Umum Open dan Rizki Fajar Husen keluar sebagai juara umum Lokal Maluku Utara pada Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026, yang berlangsung di Sirkuit Selawering, Kelurahan Rum, Minggu (10/5/2026). Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 ini ditutup secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Sumiyati Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama. Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, Event ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, namun lebih dari itu, karena ini adalah ruang silaturahmi, hiburan rakyat, wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat, sekaligus momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat karena kehadiran event seperti ini membawa energi positif bagi Kota Tidore Kepulauan. “Saya melihat semangat luar biasa dari generasi muda otomotif kita hari ini, Semangat ini harus terus dijaga dan diarahkan ke hal-hal positif karena Balap boleh kencang, tapi keselamatan tetap nomor satu. Jadilah pembalap yang bukan hanya cepat di lintasan, tetapi juga menjadi contoh baik di tengah masyarakat.” kata Muhammad Sinen Tak lupa, Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berharap Kepada seluruh masyarakat dan pecinta otomotif bahwa Sirkuit Selawaring Rum, Tidore dapat terus berkembang menjadi salah satu pusat olahraga otomotif terbaik di Maluku Utara, karena Pemerintah daerah tentu akan terus memberikan dukungan demi kemajuan fasilitas dan penyelenggaraan event-event otomotif yang lebih besar di masa mendatang. “Kepada seluruh peserta dari luar daerah, terima kasih sudah datang dan meramaikan Kota Tidore Kepulauan, semoga pulang membawa kesan yang baik, persaudaraan yang kuat, dan kembali lagi di event-event berikutnya. Di hadapan para pembalap dari luar daerah, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Tidore masih ada pelayanan maupun fasilitas yang belum maksimal, dengan harapan para peserta membawa pulang kesan baik tentang Tidore Kepulauan. “Tidore memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia dan tetap berkomitmen menjaga lingkungan, sehingga Tidore memang tidak memiliki tambang seperti daerah lain di Maluku Utara. Tapi sirkuit ini adalah salah satu bukti nyata tambang Kota Tidore Kepulauan, tambang yang tidak merusak lingkungan,” tegasnya
Pembukaan Jambore Cabang V Tahun 2026

Jambore merupakan momentum yang sangat baik dalam membangun karakter generasi muda, karena Gerakan Pramuka terbukti menjadi salah satu wadah pendidikan nonformal yang mampu membentuk pribadi disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat persatuan dan kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin saat membuka dengan resmi Jambore Cabang V Tahun 2026 di wilayah kota tidore Kepulauan, yang berlangsung di Taman Olahraga SMP Negeri 1 Tidore, Sabtu (9/5/2026) malam. Mengawali sambutan Wali Kota Tidore, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin mengatakan, Para peserta jambore diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berlatih, serta membangun persahabatan, karena dalam kegiatan perkemahan, peserta akan belajar arti kebersamaan, kepemimpinan, kerja sama, serta menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah. “Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan moral. Generasi yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.” harap rudy Tak hanya itu, Rudy Ipaenin juga menghimbau, agar Seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, menaati aturan yang telah ditetapkan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab. Sementara, Ketua Panitia Thamrin Folasowohi mengatakan bahwa kegiatan Jambore Cabang V Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026 ini diikuti oleh 170 orang yang terdiri dari 88 putri dan 82 Putra yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 12 Mei 2026. “Kegiatan jambore ini mengambil Tema kegiatan Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan, dengan harapan bisa melahirkan generasi muda yang mampu bertanggung jawab.” kata Tamrin