Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 dengan agenda Pembicaraan Tingkat II Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah

Wali Kota Tidore Kepulauan menegaskan bahwa keterbatasan fiskal dan tidak adanya industri tambang besar bukan alasan untuk berhenti membangun daerah. Kuncinya ada pada inovasi. Hal itu disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat membacakan pidato pada Rapat Paripurna Ke-6 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 dengan agenda Pembicaraan Tingkat II Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah, Senin (22/6/2026) di Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan. Mantan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan dua periode ini mengapresiasi DPRD yang menuntaskan pembahasan 22 pasal RANPERDA Penyelenggaraan Inovasi Daerah.“Dengan segala keterbatasan anggaran, DPRD masih menunjukkan perhatian dan kepeduliannya yang besar untuk daerah ini,” ujarnya. Lanjutnya, Atas nama Pemerintah Daerah, ia menyampaikan terima kasih kepada Bapemperda dan seluruh Fraksi DPRD atas koreksi serta dukungan yang diberikan. “Berbagai masukan ini merupakan bentuk komitmen bersama yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat”ungkapnya. Wali Kota Tidore Kepulauan juga menegaskan RANPERDA ini akan menjadi landasan hukum yang kokoh untuk menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan Pemerintah daerah . “Kita menyadari daerah ini tidak memiliki industri tambang yang besar untuk membiayai fiskal kita. Tetapi yakin dan percaya, dengan inovasi kita bisa membangun daerah ini menjadi lebih maju dan sejahtera, Daerah yang maju bukanlah daerah yang memiliki sumber daya terbesar, melainkan daerah yang mampu mengubah potensi menjadi inovasi, dan inovasi menjadi kesejahteraan.”Juara 1 Inovasi Ketenagakerjaan se-Nusa Tenggara- dan Maluku” tegasnya. Muhammad Sinen menekankan, keterbatasan fiskal tidak boleh menyurutkan semangat berinovasi. “Terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan terus membangun ekosistem inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, Tujuan akhir dari setiap inovasi pemerintahan bukanlah sekadar menciptakan sesuatu berbiaya mahal, melainkan seberapa besar dia menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.kata Muhammad Sinen Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan H. Ade Kama dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD, alat kelengkapan dewan, Pemerintah daerah, dan Tim Perancang RANPERDA yang telah bekerja keras hingga RANPERDA tuntas sesuai tahapan.“Keberhasilan Perda ini tidak hanya ditentukan oleh penetapan hari ini, tapi oleh keseriusan pelaksanaannya setelah diundangkan,” tegasnya. Ade Kama berharap Pemerintah Daerah segera menindaklanjuti dengan menyusun regulasi pelaksana berupa Peraturan Wali Kota dan ketentuan teknis lainnya. Tujuannya agar substansi Perda mudah dilaksanakan perangkat daerah dan semangat inovasi benar-benar terwujud dalam program, kebijakan, serta pelayanan yang dirasakan masyarakat. Rapat paripurna dihadiri Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, 21 anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan , Forkopimda, serta para pimpinan OPD.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bekerjasama dengan PT Batara Pangan Radjiwa dalam pengelolaan kelapa di kelurahan Akelamo

Untuk memperluas ruang pasar sohi coconut, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bekerjasama dengan PT Batara Pangan Radjiwa dalam pengelolaan kelapa di kelurahan Akelamo. Kerjasama ini diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Daerah Kota Tidore dalam hal ini Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dengan Direktur utama PT Batara Pangan Radjiwa Albert Hariyadi Sugiono, yang didampingi Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Tidore Selvia M. Nur, yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Tidore, Senin (22/6/2026). Mengawali sambutan Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan bahwa, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memberikan dukungan penuh kepada setiap investor yang mau berinvestasi di Kota Tidore, dalam pengembangan SDM maupun pariwisata, pertanian bahkan di bidang apapun yang terpenting dapat memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan kepada masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menegaskan bahwa, penandatangan kerjasama ini diharapkan bukan hanya sekedar seremonial belaka namun setelah dari penandatangan ini memberikan dampak yang baik untuk masyarakat Kota Tidore kedepan baik itu peningkatan ekonomi maupun kesejahteraannya. “Ini peluang bagi masyarakat Kota Tidore dengan adanya pengolahan kelapa di Kota Tidore, masyarakat Kota Tidore tidak lagi berpikir mau dibawah kemana hasil petani kelapa tersebut, dan kedepan para petani kelapa dapat memanfaatkan ini sebagai tempat jual buah kelapa maupun sebagainya.” Kata Muhammad Sinen Muhammad Sinen juga berharap kedepan Tidore memiliki brand tersendiri yang merupakan hasil olahan kopra putih yang dikelola langsung oleh PT BATARA PANGAN RADJIWA ini dengan produksi minyak kelapa putih yang ada di Kota Tidore untuk dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia maupun luar Indonesia. “Tidore butuh brand, mudah-mudahan kedepan tidore menjadi brand kopra putih di Indonesia.” Harap Muhammad Sinen Sementara, Direktur utama PT Batara Pangan Radjiwa Albert Hariyadi Sugiono mengatakan bahwa, PT Batara Pangan Radjiwa ini telah didirikan kurang lebih 10 tahun yang bergerak di bidang kelapa dan pengolahan, dimana saat ini difokuskan dalam pengolahan kopra putih yang telah memiliki kemitraan dari berbagai provinsi di Indonesia. “Tujuan kami hadir hanya ingin mengembangkan bahan baku minyak kelapa yang dihasilkan oleh Indonesia sendiri, karena kita Indonesia adalah penghasil kelapa pemersatu di dunia, sehingga kami ingin mengembangkan minyak kelapa dari kopra putih itu sendiri, yang nantinya kami akan membeli langsung dari petani kelapa yang ada di daratan Halmahera.” Kata Albert Penandatangan ini juga disaksikan oleh para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD dan para Camat.
Kolaborasi Pemkot Tidore dan BKKBN Malut Bangun RTLH di Desa Ob

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan H. Ismail Dukomalamo mewakili Wali Kota memberikan sambutan pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan oleh Kantor BKKBN Perwakilan Maluku Utara di Desa Oba, Kecamatan Oba Utara, Senin (22/6/2026). Membacakan sambutan Wali Kota dalam kesempatan tersebut, Ismail mengatakan, Kegiatan ini bukan sekadar membangun sebuah rumah, tetapi membangun harapan, membangun masa depan, dan membangun kualitas hidup keluarga. “Rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, kenyamanan, serta tumbuh kembang anak, bantuan pembangunan rumah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak,” Ungkapnya. Ismail menambahkan, Pemerintah Daerah menyadari, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal, sanitasi, akses air bersih, dan kesejahteraan keluarga. Olehnya itu pembangunan RTLH ini sangat penting. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi Kepala BKKBN Provinsi Maluku Utara bersama seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga program ini dapat terlaksana, kolaborasi juga menjadi kekuatan besar dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” Imbuhnya. Lebih lanjut, ismail berharap, bantuan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus membangun kehidupan yang lebih baik. Jagalah dan manfaatkan rumah ini dengan sebaik-baiknya sebagai tempat yang nyaman untuk membina keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Sementara, Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Malut, Ansar Djainahu dalam laporannya mengatakan, Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) pada sasaran Keluarga Berisiko Stunting 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita) salah satunya berupa Pemberian bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Program ini mendorong terwujudnya keluarga yang berkualitas, sebab salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup keluarga adalah lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak. Pembangunan RTLH memiliki peran strategis dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan keluarga serta percepatan penurunan kemiskinan,” Paparnya.
Penyerahn SK CPNS DAN PNS Kota Tidore Kepulauan

Sebanyak 21 orang resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS dan PNS, diantaranya 3 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Lulusan Tahun 2025 dan 18 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024. Surat Keputusan (SK) tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, yang berlangsung di Ruang Rapat Walikota, Senin (22/6/2026). Wakil Wali Kota Ahmad Laiman mengatakan, dalam situasi global saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), karena aparatur adalah alat negara yang diberi tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai aturan. “Dengan berbagai macam latar belakang dan motivasi untuk masuk ke dalam Pemerintahan ini, marilah kita sama-sama menyatukan persepsi, pandangan, dan komitmen untuk mengabdi dan juga melaksanakan tanggungjawab kita dengan baik”, kata Ahmad Laiman Ahmad Laiman juga menambahkan, dalam Pemerintahan maupun dalam sebuah organisasi sekalipun bukan tempat berleha-leha, ada rules yang harus dipatuhi. “ASN dituntut untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya Kota Tidore Kepulauan sebagai tempat mengabdi secara maksimal, dengan terus menjunjung tinggi rasa kedisiplinan serta mematuhi aturan yang dibuat,” kata Ahmad Laiman. Ahmad Laiman juga menegaskan sebagai Aparatur Sipil Negara agar menunaikan tugas dan dharma bakti kepada nusa dan bangsa dengan rasa kebersamaan dan disiplin yang tinggi, serta melayani masyarakat dengan hati. Di kesempatan yang sama, Kepala BKPSDM Kota Tidore Kepulauan Rusdi Thamrin mengatakan, ASN wajib mematuhi semua kewajiban dan larangan diantaranya melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran, dan tanggung jawab, serta menunjukan sikap loyalitas kepada atasan. “Sebagai ASN kita harus memenuhi tugas yang diberikan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab, serta dapat memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan,” kata Rusdi. Turut hadir pada kegiatan tersebut Asisten Sekda, Staf Ahli Walikota, dan Pimpinan OPD terkait.
Hadiri Kampanye PHS, Ketua TP PKK Tidore Ajak Masyarakat untuk Budayakan Pola Hidup Sehat

Kesehatan merupakan modal utama dalam membangun keluarga yang sejahtera, produktif, dan berkualitas. Oleh karena itu, upaya mewujudkan masyarakat yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Hal tersebut ditekankan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan di Halaman Kantor Camat Tidore Timur, Senin (22/6/2026). “Melalui gerakan ini, kita ingin membangun kesadaran bahwa pola hidup sehat harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” Tuturnya. Ketua TP PKK Kota Tidore juga mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi pelopor dan teladan dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Kader PKK memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi, menggerakkan dan mendampingi masyarakat hingga ke tingkat keluarga. “Mari manfaatkan setiap kesempatan, baik melalui kegiatan Posyandu, pertemuan PKK, dasawisma, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya untuk terus menyampaikan pesan-pesan Kesehatan, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, saya yakin kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat serta keluarga yang Tangguh,” Ajaknya. Rahmawati juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap Kesehatan, ubah pola pikir dari mengobati menjadi mencegah. Karena sesungguhnya, mencegah jauh lebih mudah, lebih murah, dan lebih baik daripada mengobati. “Saya berharap kegiatan Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam membudayakan hidup sehat di tengah masyarakat,” Harapnya. Sementara, mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Citra Febriani dalam laporannya mengatakan, Melalui kegiatan kampanye dan pergerakan masyarakat hidup sehat ini, Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. “Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain: Melakukan aktivitas fisik secara teratur minimal 30 menit setiap hari, Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama sayur dan buah, Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok, Mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan gula darah,” Jelasnya. Citra menambahkan, di kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tidore juga mengajak masyarakat untuk tetap bersama-sama cegah stunting, konsisten mendukung gerakan aksi bergizi di sekolah, dukung ibu hamil untuk tetap sehat selama kehamilan dan rutin ke posyandu.
Pembukaan Reuni Akbar ke-4 Forum Alumni STM Ternate (FORSA STEMAN)

Mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Merajut Kisah, dan Membangun Sinergi”, pembukaan Reuni Akbar ke-4 Forum Alumni STM Ternate (FORSA STEMAN) berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan pada hari ini, Sabtu (20/6/2026). Acara pembukaan ini menjadi semakin istimewa dengan hadirnya Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, selaku Ketua FORSA STEMAN. Kehadiran beliau turut dirangkaikan dengan momentum penting, yakni peletakan batu pertama pembangunan Musholla At Tarbiyah di lingkungan SMK Negeri 2 Ternate yang dilakukan bersama Wakil Bupati Halmahera Barat, Jufri Muhammad. Dalam sambutannya, Muhammad Sinen memberikan penghormatan mendalam kepada para guru yang telah berjasa mendidik siswa-siswi STM Ternate/ SMK N 2 Ternate lintas generasi. Beliau mengibaratkan peran vital seorang pendidik dengan kisah Kaisar Hirohito pasca-tragedi ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. “Kaisar Jepang tidak pernah bertanya berapa jenderal yang tersisa, melainkan bertanya berapa guru yang tersisa. Artinya, jika jenderal lenyap, guru dipastikan masih bisa melahirkan jenderal-jenderal baru,” tegas pria yang akrab disapa Ayah Erik ini di hadapan para hadirin. Beliau menekankan bahwa ajang reuni ini bukanlah sekadar euforia berkumpul dan bergembira semata, melainkan wadah untuk merawat kebersamaan sekaligus wujud nyata kontribusi alumni terhadap sekolah. Muhammad Sinen juga dengan bangga menepis stigma masa lalu yang kerap melekat pada siswa STM. “Kita mampu menunjukkan ke publik bahwa STM Ternate tidak sekadar diidentikkan dengan ‘nakal’, tapi kita mampu bersaing dengan sekolah-sekolah lain di Provinsi Maluku Utara dan melahirkan orang-orang hebat,” pesannya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Halmahera Barat, Jufri Muhammad, yang merupakan perwakilan alumni angkatan 1993, turut membagikan kisah perjalanan hidupnya yang inspiratif. Berangkat dari latar belakang keluarga sederhana dan berstatus yatim piatu semenjak lulus sekolah, kerasnya kehidupan dan tempaan disiplin selama bersekolah telah membentuk mentalitasnya. “Di sekolah inilah karakter kita digembleng menjadi seorang petarung. Saya yang biasa-biasa saja bisa mencapai posisi saat ini, mulai dari Kepala Desa, Anggota DPR tiga periode, hingga menjadi Wakil Bupati dua periode,” kenang Jufri. Ia juga secara khusus menyebut Muhammad Sinen sebagai salah satu sosok motivator utamanya. Di sela-sela cerita yang menggugah, suasana menjadi cair saat ia bernostalgia menceritakan kenangan masa lalunya yang sering melompati pagar sekolah karena terlambat, sebuah memori kebersamaan yang disambut gelak tawa para alumni. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Faizal M. Alkatiri Reuni Akbar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, donatur, serta para pendidik baik yang masih aktif bertugas maupun yang telah purna tugas. Ia menegaskan bahwa bangunan fisik sekolah ini adalah “rahim” yang mendidik dan mengajarkan arti perjuangan serta persahabatan. “Reuni ini bukan sekadar ajang pamer pencapaian kesuksesan, melainkan tonggak untuk memperkokoh silaturahmi dan membangun jejaring antar lintas angkatan. Persahabatan sejati tidak diukur dari seberapa sering kita bertemu, melainkan dari bagaimana kita saling mengingat satu sama lain,” ungkapnya. Acara Reuni Akbar ke-4 FORSA STEMAN tidak hanya berhenti pada acara seremonial hari ini. Panitia telah merancang serangkaian kegiatan bermakna yang akan berlangsung hingga pekan depan, meliputi: Sabtu, 20 Juni 2026 Opening Ceremony dan Peletakan Batu Pertama Musholla At Tarbiyah, Minggu, 21 Juni 2026 Pagi Jalan Sehat (Start dari Lapangan Ngara Lamo Ternate, Finish di Landmark Ternate) Siang Pembukaan Lomba Domino, Kamis, 25 Juni 2026 Talkshow “Inspirasi Alumni dan Prestasi” dan Jumat, 26 Juni 2026 Closing Ceremony. Rangkaian acara pembukaan hari ini membawa pesan kuat bahwa seluruh alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang datang membawa kenangan masa lalu, dan kembali pulang sebagai sebuah keluarga besar yang siap berkontribusi bagi almamater, daerah, dan masyarakat luas.
Hadiri Open House Sekolah Rakyat 7, Pemkot Tidore Beri Apresiasi Luar Biasa

Mewakili Wali Kota, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen didampingi Ketua II TP PKK Hj. Nurain Ismail Dukomalamo menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Dasar (SDR) 7 Kota Tidore Kepulauan yang bertempat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Desa Ampera, Kecamatan Oba Utara, Sabtu (20/6/2026). Membacakan sambutan wali kota dalam kesempatan tersebut, Rudy mengatakan, Pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan bangsa, pendidikan membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap sesama. Kehadiran Sekolah Rakyat sebagai program Pemerintah Pusat di Kota Tidore diharapkan dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman dan inklusif bagi anak-anak. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi kepada seluruh keluarga besar Sekolah Rakyat Dasar 7 Kota Tidore Kepulauan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Open house bukan sekadar ajang memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas,” Tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Rudi mengajak para orang tua dan wali murid untuk terus berperan aktif mendampingi putra-putrinya dalam belajar. Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh dukungan keluarga, lingkungan sekitar dan pihak-pihak terkait lainnya. Dengan kolaborasi yang kuat, tentunya dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. “Kepada anak-anakku peserta didik Sekolah Rakyat Dasar 7, manfaatkanlah kesempatan belajar ini dengan sebaik-baiknya. Rajinlah belajar, hormati guru dan orang tua, serta terus kembangkan bakat dan potensi yang kalian miliki, kalian adalah harapan daerah, bangsa dan negara di masa yang akan datang. Melalui Open House ini memberikan informasi bermanfaat, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan, serta menjadi langkah positif dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah kita,” Imbuhnya. Senada, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam sambutannya mengatakan, sekolah rakyat 7 Kota Tidore Kepulauan ini sangat luar biasa, sempat terharu dan meneteskan air mata oleh penampilan pentas dari anak-anak sekolah rakyat, Ketua TP PKK Kota Tidore menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo atas gagasan sekolah rakyat yang luar biasa. “Ini kali pertama saya hadir di Sekolah Rakyat, luar biasa, terima kasih Bapak Prabowo atas gagasannya sehingga memberikan kesempatan untuk anak-anak dari masyarakat yang istilahnya belum mempunyai kemampuan dalam hal menyekolahkan anak mereka di sekolah umum, dan ini dilakukan oleh Bapak Prabowo, apresiasi yang luar biasa, di tempat ini kita semua bisa melihat harapan besar dari anak-anak sekolah rakyat ini,” Ungkapnya. Ketua TP PKK juga berpesan kepada orang tua siswa untuk jangan pernah berkecil hati karena anak bersekolah di Sekolah Rakyat, sebab negara menjamin setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan, inilah yang telah digagas oleh Bapak Presiden Prabowo, anak-anak didik Sekolah Rakyat 7 ini juga sangat luar biasa, mereka telah dididik dengan baik, jika bukan sekolah rakyat, bisa jadi harapan mereka telah putus di tengah jalan. Pada kesempatan tersebut, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra bersama Ketua TP PKK Kota Tidore Kepulauan juga meninjau fasilitas Sekolah Rakyat 7. Berbasis asrama, sekolah yang beroperasi mulai 30 September 2025 ini memiliki 68 Siswa, terdiri dari 35 laki-laki dan 33 perempuan. Siswa Sekolah Rakyat ini berasal dari 4 Kecamatan di Daratan Oba dan Kecamatan Tidore Utara, terdapat tenaga pengajar, tenaga pendidik, wali asuh dan wali asrama.
Tidore Jadi Tuan Rumah Festival Sepak Bola Piala Presiden 2026

Kota Tidore Kepulauan didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Presiden U10 dan U12, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyampaikan selamat datang kepada peserta Festival Sepakbola Piala Presiden se Provinsi Maluku Utara, juga apresiasi kepada panitia penyelenggara atas kerja keras sehingga festival sepak bola ini dapat berlangsung. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan dalam sambutannya pada pembukaan Festival Sepak Bola U10 dan U12 Piala Presiden Tahun 2026 Putaran Provinsi Maluku Utara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara H. Sarbin Sehe di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Tomagoba, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan, Kamis (18/6/2026) Sore. “Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus PSSI Provinsi Maluku Utara bersama PSSI Kota Tidore Kepulauan atas kerja kerasnya sehingga pada hari ini kita didaulat menjadi tuan rumah atas penyelenggaraan Piala Presiden U10 dan U12, sebuah kehormatan atas penunjukkan ini,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, sebagai daerah yang memiliki visi terwujudnya Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman, Ramah, Maju dan Berkelanjutan untuk Semua, festival sepak bola U10 dan U12 Piala Presiden Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Tidore ini adalah hal yang nyata dan dirasakan positif bagi semua orang. “Kami menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Festival Sepak bola Piala Presiden, semoga para tim yang akan bertanding akan selalu merasa nyaman di Kota ini dan dapat menampilkan permainan sepak bola yang cantik. Kami bangga atas penunjukkan sebagai tuan rumah pada event sepak bola yang mengusung pembinaan talenta-talenta usia muda ini,” Imbuhnya. Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe dalam kesempatan tersebut berharap festival sepak bola ini akan melahirkan talenta-talenta muda, pemain bola terbaik yang akan melahirkan profesi kehidupan bagi masa depan, yang akan mewarnai sepak bola Maluku Utara hingga dunia Internasional, karena sepak bola bukan sekedar hobi tetapi sudah menjadi profesi. “Kepada orang tua saya titipkan, sepak bola tidak sekedar minat atau bakat, tetapi sepak bola saat ini sudah menjadi masa depan, sepak bola sudah menjadi profesi bagi kehidupan, karena itu berikan ruang dan dukungan kepada anak-anak, tidak perlu ragu, sebab sudah menjadi sejarah bahwa mereka yang lahir dari lapangan bisa membawa nama daerah bahkan negara,” Pesannya. Sementara, Sekretaris Jenderal PSSI Provinsi Maluku Utara Aldhy Ali dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dibagi dalam 2 kelompok umur, yaitu U10 dan U12, dilaksanakan serentak se Indonesia di 38 Provinsi sepanjang bulan Mei s/d Juni, turnamen ini adalah turnamen akar rumput yang bertujuan untuk menjaring bibit-bibit sepak bola yang berbakat sejak usia dini. “Dari Kota Tidore Kepulauan ini, akan lahir 2 tim terbaik yang akan mewakili Maluku Utara pada tingkat nasional, bertarung dengan 38 perwakilan Provinsi lainnya pada putaran nasional di Jogjakarta pada bulan Juli nanti, kami berharap perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk dapat mensupport pelaksanaan kegiatan ini,” Harapnya.
verifikasi dan validasi lapangan atas penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Dalam meningkatkan pelayanan perizinan di Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP menerima kunjungan Tim Surveyor Indonesia, yang diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Syofyan Saraha, yang didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Tidore Aminah Abdul Karim, yang berlangsung di ruang rapat Dinas PMPTSP Kota Tidore, Kamis (18/6/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka verifikasi dan validasi lapangan atas penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PBB) Pemerintah Daerah Tahun 2026. Pada kesempatan tersebut, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Syofyan Saraha mengatakan bahwa, Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan terus berkomitmen dalam memberikan sebuah pelayanan kepada masyarakat, baik itu pelayanan kesehatan, pendidikan bahkan pelayanan dalam memberikan izin berusaha maupun izin lainnya di wilayah Kota Tidore Kepulauan. “Dibawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, kami terus berkomitmen agar masyarakat kota tidore kepulauan dapat menerima pelayanan dari segi apapun itu dengan sangat baik, sehingga kita dapat memastikan bahwa segala proses pelayanan maupun memberikan izin akan keluar dengan satu pintu pelayanan.” Kata Syofyan Saraha. “Kami juga berharap ketika pada saat verval nanti ada sesuatu hal yang harus dibenahi oleh PTSP maupun OPD lainnya yang harus dibenahi bersama, maka kita butuh kolaborasi dan koordinasi dari OPD agar secepatnya ditindaklanjuti.” Sambung Syofyan Sementara, Tim PT Surveyor Indonesia M Sakti Garwan mengatakan bahwa, verifikasi dan validasi ini untuk melihat dokumen-dokumen yang telah diupload oleh Dinas PTSP untuk diverifikasi. “Kedatangan kami ke Kota Tidore ini sebagai bentuk validasi lapangan untuk memeriksa kembali dokumen yang telah di upload oleh dinas terkait dalam proses penilaian kinerja PTSP dan PPB itu sendiri agar sesuai dengan yang telah di upload, jika terdapat dokumen yang masih memiliki kekurangan maka wajib untuk di perbaiki.” Kata Sakti M sakti juga menambahkan bahwa, kegiatan ini juga untuk menilai layanan kinerja dari PTSP di seluruh Kabupaten/Kota di Maluku Utara maupun se Indonesia untuk memastikan kinerja pelayanan sudah berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami hanya sekedar memastikan bahwa kinerja PTSP maupun PPB ini sudah berjalan sesuai dengan aturan atau belum, namun Alhamdulillah seiring berjalannya waktu Kota Tidore Kepulauan Mulai dari 2021 hingga 2026 terjadi peningkatan yang lebih baik.” Kata M Sakti.
Pemkot Tidore Keluarkan Edaran Pemanfaatan KIA dalam Penerimaan Siswa Baru

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengeluarkan surat edaran tentang pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dalam penerimaan murid baru TK/PAUD Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat kepemilikan KIA, memperkuat ketertiban administrasi kependudukan dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (18/6/2026). Ismail mengatakan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengintegrasikan layanan pendidikan dengan layanan administrasi kependudukan. Menurutnya, KIA tidak hanya berfungsi sebagai identitas anak, tetapi juga sebagai instrumen penting dalam mendukung pemutakhiran data dan akses layanan publik. “Pemanfaatan KIA dalam penerimaan murid baru adalah langkah strategis agar data kependudukan anak semakin tertata dengan baik, pelayanan pendidikan semakin terintegrasi dan capaian kinerja daerah dapat terus ditingkatkan,” Ujarnya. Dalam surat edaran tersebut, KIA diminta menjadi salah satu dokumen pendukung verifikasi identitas murid baru TK/PAUD, SD dan SMP. Pemerintah Daerah meminta Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta seluruh sekolah negeri dan swasta untuk bersinergi dalam pelaksanaannya. Sekda juga menegaskan, kebijakan ini tidak boleh dianggap sebagai penghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan. Anak yang belum memiliki KIA tetap harus dilayani dan diterima dalam proses penerimaan murid baru sesuai ketentuan yang berlaku, sekolah diminta membantu mengarahkan orang tua atau wali agar segera mengurus KIA melalui Disdukcapil. “Prinsipnya, tidak boleh ada anak yang terhambat sekolahnya hanya karena belum memiliki KIA. Sekolah tetap wajib memberikan pelayanan pendidikan, sementara orang tua difasilitasi untuk segera melengkapi dokumen kependudukan anak,” Demikian penegasan dalam surat edaran tersebut. Untuk mendukung kebijakan ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan juga diminta menyiapkan layanan pengumpulan KIA, baik melalui layanan loket, jemput bola, maupun pelayanan kolektif di sekolah-sekolah. Selain itu, pemanfaatan aplikasi DAGA, inovasi layanan digital Disdukcapil Tidore, diharapkan dapat membantu masyarakat mengurus dokumen secara lebih mudah dan cepat. “Kami ingin memastikan setiap anak di Kota Tidore Kepulauan memiliki identitas yang jelas sejak dini, sehingga layanan publik, termasuk pendidikan, dapat berjalan lebih tertib dan terintegrasi, KIA bukan sekadar kartu identitas, tetapi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan yang lebih baik bagi anak dan keluarga,” Ungkap Ismail. Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan, Rudy Ipaenin menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai kerja sama lintas perangkat daerah menjadi kunci untuk mendorong peningkatan cakupan kepemilikan KIA, khususnya pada kelompok anak usia sekolah. “Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan, kami optimis target publikasi KIA dapat meningkat. Ini juga akan sangat membantu masyarakat karena layanan bisa dilakukan lebih dekat, lebih cepat, dan lebih efisien,” Ujarnya. Menurutnya, penerapan KIA dalam proses penerimaan murid baru juga akan berdampak positif terhadap target kinerja Dinas Dukcapil Tahun 2026, khususnya pada target peningkatan publikasi KIA dan pemanfaatan KIA dengan mitra. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga mendukung agenda reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintah daerah. Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan diminta untuk menyesuaikan petunjuk teknis penerimaan murid baru agar KIA dapat dimasukkan sebagai dokumen pendukung verifikasi identitas. Sekolah-sekolah juga diminta menyampaikan informasi tersebut secara terbuka kepada masyarakat sejak awal pendaftaran. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berharap, melalui kebijakan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan anak semakin meningkat. Selain memudahkan proses pendidikan, KIA juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi tertib administrasi kependudukan yang lebih baik di masa mendatang. Kebijakan ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam membangun pelayanan publik yang lebih terintegrasi, responsif, dan berbasis data kependudukan yang valid.