{"id":1033,"date":"2025-04-10T14:27:14","date_gmt":"2025-04-10T14:27:14","guid":{"rendered":"https:\/\/tidorekota.go.id\/?page_id=1033"},"modified":"2025-04-10T15:43:32","modified_gmt":"2025-04-10T15:43:32","slug":"lambang-daerah","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/lambang-daerah\/","title":{"rendered":"Lambang Daerah"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"1033\" class=\"elementor elementor-1033\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-42701b26 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default wpr-particle-no wpr-jarallax-no wpr-parallax-no wpr-sticky-section-no\" data-id=\"42701b26\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-6c1c857d\" data-id=\"6c1c857d\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7d35b6ee elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"7d35b6ee\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/tidorekota.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/Lambang-Kota-Tidore-Kepulauan-257x300.png\" alt=\"\" width=\"257\" height=\"300\" \/><\/p><p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #c91010;\"><strong>LAMBANG DAERAH KOTA TIDORE KEPULAUAN<\/strong><\/span><\/p><p style=\"text-align: center;\"><b>ARTI LAMBANG :<\/b><\/p><p style=\"text-align: center;\"><b>( PERDA Kota Tidore Kepulauan Nomor\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: bold; font-size: 1rem;\">3 Tahun 2005)<\/span><\/p><div style=\"text-align: center;\"><p style=\"text-align: center;\"><strong>Nama : RAU PARADA<\/strong><\/p><div style=\"text-align: center;\">Bermakna filosofi sebagai sarana<\/div><div style=\"text-align: center;\">kehidupan kearifan lokal untuk<\/div><div style=\"text-align: center;\">mewujudkan keselamatan dan<\/div><div style=\"text-align: center;\">kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.<\/div><div style=\"text-align: center;\">\u00a0<\/div><div style=\"text-align: center;\"><div><strong>Perisai Berwarna Kuning<\/strong><\/div><div>Bermakna sebagai pelindung segenap komponen masyarakat dan<\/div><div>sumber daya alam dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan<\/div><div>dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar<\/div><div>\u00a0<\/div><div><strong>Pita merah putih yang mengelilingi perisai<\/strong><\/div><div>Bermakna seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan bertekad<\/div><div>untuk senantiasa berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik<\/div><div>Indonesia<\/div><div>\u00a0<\/div><\/div><div style=\"text-align: center;\"><div><strong>Bintang berwarna putih<\/strong><\/div><div>Bermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan Maha Suci yang<\/div><div>senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat serta kemakmuran dan<\/div><div>kesejahteraan hidup umat manusia, merupakan gambaran bahwa<\/div><div>masyarakat Kota Tidore Kepulauan adalah masyarakat agamis yang<\/div><div>percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.<\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Bulatan Telur<\/strong><\/div><div>Menggambarkan bahwa bumi Kota Tidore Kepulauan masih<\/div><div>menyimpan berbagai potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya<\/div><div>manusia yang belum dikelola secara maksimal. Potensi terpendam<\/div><div>dimaksud diharapkan dapat memberikan kontribusi riel untuk<\/div><div>meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kota<\/div><div>Tidore Kepulauan.<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Mayang Pinang berwarna kuning dengan 31 bulir<\/strong><\/div><div>Bermakna bahwa Kota Tidore Kepulauan diresmikan pada tanggal<\/div><div>31. Mayang Pinang mempunyai arti filosofi sebagai sarana untuk<\/div><div>memohon keselamatan dan keberkatan dari Tuhan Yang Maha<\/div><div>Kuasa<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Pala dan Cengkeh berjumlah lima<\/strong><\/div><div>Bermakna bulan kelima (Mei) yaitu bulan diresmikannya Kota Tidore<\/div><div>Kepulauan. Pala dan Cengkeh merupakan komoditi daerah yang<\/div><div>cukup dikenal sejak dahulu kala oleh dunia internasional<\/div><div>\u00a0<\/div><div><strong>2003<\/strong><\/div><div>Tahun lahirnya Kota Tidore Kepulauan gabungan makna angka<\/div><div>sebagai dimaksud di atas bermakna Kota Tidore Kepulauan<\/div><div>diresmikan pada 31 Mei 2003<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Daun Kelapa dan Daun Sagu yang berjumlah 22 helai dengan<\/strong><\/div><div><strong>gelombang laut berjumlah 13<\/strong><\/div><div>Bermakna historis yaitu terjadinya konferensi Moti pada tahun 1322<\/div><div>yang melahirkan pembagian empat kekuasaan Moloku Kie Raha di\u00a0<\/div><div>mana Tidore sebagai Kie Makolano yang mempunyai kekuasaan<\/div><div>pertahanan dan keamanan dalam wilayah Moloku Kie Raha. Kelapa<\/div><div>dan Sagu menggambarkan komoditi utama masyarakat Kota Tidore<\/div><div>Kepulauan yang dijadikan sebagai komoditi pokok sejak jaman<\/div><div>dahulu<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Pulau Tidore yang dilambangkan dengan gunung berwarna<\/strong><\/div><div><strong>putih berlatar belakang Pulau Halmahera<\/strong><\/div><div>Bermakna Kota Tidore Kepulauan merupakan daerah kepulauan<\/div><div>yang terletak di garis katulistiwa yang Wilayahnya meliputi Pulau<\/div><div>Tidore, Pulau Maitara, Pulau Mare dan sebagian Pulau Halmahera<\/div><div>bagian tengah yaitu Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Utara.<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Tifa berwarna coklat muda<\/strong><\/div><div>Alat kesenian tradisional sebagai perwujudan untuk menyatukan<\/div><div>langkah dan gerak dalam semangat kebersamaan masyarakat Kota<\/div><div>Tidore Kepulauan yang tak kunjung padam untuk mengisi<\/div><div>pembangunan daerah<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Gong berwarna coklat tua<\/strong><\/div><div>Alat kesenian tradisional yang menggambarkan kebudayaan Tidore<\/div><div>yang bersifat progresif dan terbuka menerima budaya lain. Ging<\/div><div>pada jaman dahulu juga berfungsi sebagai alat pewarta penguasa<\/div><div>dan bunyi gong merupakan seruan kebulatan tekad untuk<\/div><div>mewujudkan tujuan pembangunan<\/div><\/div><\/div><div style=\"text-align: center;\">\u00a0<\/div><\/div><div style=\"text-align: center;\"><div><strong>Parang dan salawaku berwarna hitam<\/strong><\/div><div>Melambangkan jiwa kepahlawanan serta kesiapsiagaan dalam<\/div><div>mebela kehormatan mas<\/div><div>yarakat dan daerah Kota Tidore Kepulauan.<\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>Perahu Kora-kora berwarna putih<\/strong><\/div><div>Sarana transportasi laut dan armada laut dalam mengamankan<\/div><div>wilayah Kota Tidore Kepulauan dari berbagai ancaman dan<\/div><div>gangguan. Perahu Kora-kora juga sebagai sarana kehidupan para<\/div><div>nelayan<\/div><\/div><div>\u00a0<\/div><div><div><strong>TOMA LOA SE BANARI<\/strong><\/div><div>Bermakna bahwa keberkatan, keselamatan dan kehormatan akan<\/div><div>dapat diraih oleh masyarakat apabila masyarakat senantiasa<\/div><div>menjunjung tinggi nilai keadilan dan kebenaran dalam<\/div><div>penyelenggaraan ppemerintahan, pembangunan dan pelayanan<\/div><div>kemasyarakatan<\/div><\/div><\/div><div style=\"text-align: center;\">\u00a0<\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LAMBANG DAERAH KOTA TIDORE KEPULAUAN ARTI LAMBANG : ( PERDA Kota Tidore Kepulauan Nomor\u00a03 Tahun 2005) Nama : RAU PARADA Bermakna filosofi sebagai saranakehidupan kearifan lokal untukmewujudkan keselamatan dankebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.\u00a0Perisai Berwarna KuningBermakna sebagai pelindung segenap komponen masyarakat dansumber daya alam dari berbagai ancaman, tantangan, hambatandan gangguan baik dari dalam maupun dari luar\u00a0Pita merah putih yang mengelilingi perisaiBermakna seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan bertekaduntuk senantiasa berada dalam bingkai Negara Kesatuan RepublikIndonesia\u00a0Bintang berwarna putihBermakna Ketuhanan Yang Maha Esa dan Maha Suci yangsenantiasa melimpahkan rahmat dan nikmat serta kemakmuran dankesejahteraan hidup umat manusia, merupakan gambaran bahwamasyarakat Kota Tidore Kepulauan adalah masyarakat agamis yangpercaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.\u00a0Bulatan TelurMenggambarkan bahwa bumi Kota Tidore Kepulauan masihmenyimpan berbagai potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Dayamanusia yang belum dikelola secara maksimal. Potensi terpendamdimaksud diharapkan dapat memberikan kontribusi riel untukmeningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat KotaTidore Kepulauan.\u00a0Mayang Pinang berwarna kuning dengan 31 bulirBermakna bahwa Kota Tidore Kepulauan diresmikan pada tanggal31. Mayang Pinang mempunyai arti filosofi sebagai sarana untukmemohon keselamatan dan keberkatan dari Tuhan Yang MahaKuasa\u00a0Pala dan Cengkeh berjumlah limaBermakna bulan kelima (Mei) yaitu bulan diresmikannya Kota TidoreKepulauan. Pala dan Cengkeh merupakan komoditi daerah yangcukup dikenal sejak dahulu kala oleh dunia internasional\u00a02003Tahun lahirnya Kota Tidore Kepulauan gabungan makna angkasebagai dimaksud di atas bermakna Kota Tidore Kepulauandiresmikan pada 31 Mei 2003\u00a0Daun Kelapa dan Daun Sagu yang berjumlah 22 helai dengangelombang laut berjumlah 13Bermakna historis yaitu terjadinya konferensi Moti pada tahun 1322yang melahirkan pembagian empat kekuasaan Moloku Kie Raha di\u00a0mana Tidore sebagai Kie Makolano yang mempunyai kekuasaanpertahanan dan keamanan dalam wilayah Moloku Kie Raha. Kelapadan Sagu menggambarkan komoditi utama masyarakat Kota TidoreKepulauan yang dijadikan sebagai komoditi pokok sejak jamandahulu\u00a0Pulau Tidore yang dilambangkan dengan gunung berwarnaputih berlatar belakang Pulau HalmaheraBermakna Kota Tidore Kepulauan merupakan daerah kepulauanyang terletak di garis katulistiwa yang Wilayahnya meliputi PulauTidore, Pulau Maitara, Pulau Mare dan sebagian Pulau Halmaherabagian tengah yaitu Kecamatan Oba dan Kecamatan Oba Utara.\u00a0Tifa berwarna coklat mudaAlat kesenian tradisional sebagai perwujudan untuk menyatukanlangkah dan gerak dalam semangat kebersamaan masyarakat KotaTidore Kepulauan yang tak kunjung padam untuk mengisipembangunan daerah\u00a0Gong berwarna coklat tuaAlat kesenian tradisional yang menggambarkan kebudayaan Tidoreyang bersifat progresif dan terbuka menerima budaya lain. Gingpada jaman dahulu juga berfungsi sebagai alat pewarta penguasadan bunyi gong merupakan seruan kebulatan tekad untukmewujudkan tujuan pembangunan\u00a0Parang dan salawaku berwarna hitamMelambangkan jiwa kepahlawanan serta kesiapsiagaan dalammebela kehormatan masyarakat dan daerah Kota Tidore Kepulauan.\u00a0Perahu Kora-kora berwarna putihSarana transportasi laut dan armada laut dalam mengamankanwilayah Kota Tidore Kepulauan dari berbagai ancaman dangangguan. Perahu Kora-kora juga sebagai sarana kehidupan paranelayan\u00a0TOMA LOA SE BANARIBermakna bahwa keberkatan, keselamatan dan kehormatan akandapat diraih oleh masyarakat apabila masyarakat senantiasamenjunjung tinggi nilai keadilan dan kebenaran dalampenyelenggaraan ppemerintahan, pembangunan dan pelayanankemasyarakatan\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-1033","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1033"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1065,"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/1033\/revisions\/1065"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tidorekota.go.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}