Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, mengikuti Rapat Kerja, Rapat Dengar Pendapat (RDP), dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI pada Senin siang (8/6/2026) melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan. Agenda rapat membahas permasalahan PPPK dan tenaga honorer serta relaksasi kebijakan dan penyusunan regulasi terkait besaran belanja pegawai di pemerintah daerah yang melebihi 30% dari APBD. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Dukomalamo menegaskan sikap Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan terkait implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD), khususnya Pasal 146 ayat 1.  “Terkait dengan implementasi UU No. 1 Tahun 2022 tentang HKPD Pasal 146 ayat 1, maka Pemerintah  Daerah Kota Tidore  Kepulauan tetap menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Hal ini agar kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah tidak bertentangan dengan regulasi di atasnya, yakni UU HKPD,” ujar Ismail. Ia juga menyampaikan harapan agar pelaksanaan ketentuan belanja pegawai maksimal 30% dari APBD dapat diatur secara eksplisit melalui Undang-Undang APBN. “Kami berharap ketentuan belanja pegawai maksimal 30% dari APBD diatur melalui UU APBN sehingga dapat dijadikan dasar hukum yang kuat bagi daerah untuk menyusun APBD Tahun 2027,” tambahnya. RDP Komisi II DPR RI ini digelar untuk mencari solusi atas kendala daerah dalam memenuhi amanat UU HKPD, terutama terkait batas belanja pegawai 30% yang dinilai masih sulit dipenuhi sebagian besar pemerintah daerah. Pembahasan juga menyinggung nasib tenaga PPPK dan honorer di tengah pengetatan struktur belanja APBD.

Pemusnahan Barang bukti Minuman Keras

Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin  menghadiri Pemusnahan Barang bukti Minuman Keras, Narkoba serta Obat-obatan hasil Kegiatan Rutin yang ditingkatkan (KRYD) Tahun 2026 oleh Polresta Tidore. Pemusnahan tersebut diawali dengan penandatanganan berita acara pemusnahan oleh Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias, Walikota Tidore yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin, Ketua DPRD Kota Tidore Ade Kama, yang berlangsung di Halaman Polresta Tidore, Senin (8/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias mengatakan bahwa, barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil dari kegiatan rutin yang ditingkatkan selama Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh personil Polresta Tidore serta hasil penindakan atau sitaan dari perkara dugaan tindak pidana penyalahgunaan narkotika tahun 2025. “Namun bukan hanya itu saja akan tetapi terdapat juga barang temuan berupa sediaan farmasi yang hendak diperjual belikan untuk disalahgunakan berupa obat-obatan.” Kata Kapolresta “Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen kami memberantas peredaran minuman keras, Narkotika maupun peredaran obat-obatan yang akan disalahgunakan.” Tambah Kapolresta Sementara, Usai pemusnahan barang Bukti, Wali Kota yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin menyampaikan apresiasi tingginya kepada Kapolresta Tidore Kepulauan beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melakukan berbagai upaya pencegahan dan penindakan terhadap peredaran minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang di wilayah Kota Tidore Kepulauan. “Pemusnahan barang bukti yang kita saksikan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, namun ini merupakan simbol nyata komitmen dan ketegasan aparat penegak hukum bersama seluruh elemen masyarakat dalam memerangi berbagai bentuk penyakit masyarakat yang dapat merusak generasi, mengganggu ketertiban umum, serta mengancam masa depan daerah yang kita cintai ini.” Kata Rudy Rudy juga menambahkan, Minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang merupakan ancaman serius yang tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpotensi memicu tindak kriminalitas, kekerasan, gangguan keamanan, serta keretakan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, sehingga upaya pemberantasannya tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat.   “Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga semangat kebersamaan, memperkuat koordinasi dan kolaborasi, serta bersama-sama mewujudkan Kota Tidore Kepulauan yang aman, nyaman, ramah bagi semua dan bebas dari peredaran minuman keras, narkotika, dan obat-obatan terlarang, Mari torang jaga Tidore, jaga masa depan generasi, dan jaga keamanan daerah demi kemajuan yang berkelanjutan.” Ajak Rudy Sekedar diketahui juga bahwa, hasil barang bukti minuman keras yang dimusnahkan oleh Polresta Tidore sebanyak 2,116 Kantong plastik cap tikus, 50 botol minuman CIU, 1 botol aqua berisi cap tikus, 96 botol bir hitam dan 6 gallon cap tikus. Untuk Narkotika terdapat 0,25 gram ganja dan 0,38 gram ganja serta obat-obatan terdiri dari 270 tablet obat vetasen, 664 sachet obat komix dan 200 butir obat neomethor.

Pembukaan Turnamen sepak bola yang bertajuk Gurabati Open Tournament (GOT) ke XXVII Tahun 2026

Turnamen sepak bola yang bertajuk Gurabati Open Tournament  (GOT) ke XXVII Tahun 2026, secara resmi dibuka oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, yang berlangsung di stadion Gurabati, Kelurahan Gurabati, Tidore Selatan, Minggu (7/6/2026). Pada laga pembukaan GOT ke XXVIII Tahun 2026 ini mempertemukan tim kebanggaan Kota Tidore yakni AS. Rumania dari Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara berhadapan dengan Garuda Tomagoba dari Kelurahan Tomagoba, Kecamatan Tidore dengan skor akhir 5-2 Yang dimenangkan oleh As Rumania. Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, Turnamen ini bukan sekedar ajang kompetisi untuk memperebutkan gelar juara namun kegiatan ini merupakan pembinaan generasi muda sekaligus sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan, memperkuat sportifitas, disiplin, kerjasama tim serta semangat untuk berprestasi. “Kami berharap seluruh tim dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Fair Play, menghormati keputusan wasit, menjaga keamanan dan ketertiban serta menampilkan permainan terbaik.” kata Muhammad Sinen Tak lupa juga, Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengajak Kepada para penonton dan suporter serta seluruh masyarakat  untuk menjadi pendukung yang dewasa dan sportif, sehingga dapat menunjukan kecintaan kepada tim kebanggaan untuk menjadi suporter yang bermartabat.  “Mari bersama-sama kita ciptakan suasana yang aman, nyaman, tertib dan penuh semangat persaudaraan sehingga turnament ini akan selalu menjadi kebanggaan kita bersama.” ajak Muhammad Sinen Sementara, Ketua Panitia Gurabati open Turnamen (GOT),Muhammad Ervan Ibrahim mengatakan, sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1989, Gurabati Open Turnamen kini telah memasuki usia ke-37 tahun, sehingga dalam rentan waktu tersebut, turnamen ini telah dilaksanakan sebanyak 28 kali dan terus berkembang menjadi salah satu ajang olahraga bergengsi yang memiliki nilai historis serta kebanggaan bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan. “Sehingga setiap tahun GOT selalu eksis dilaksanakan, ini merupakan bukti bahwa komitmen dan semangat dari para pemuda serta masyarakat Gurabati masih tetap konsisten dalam melaksanakan dan merawat event ini sehingga Gurabati Open Tournament tetap terjaga hingga saat ini.” kata Ervan “Betapa kami menyadari sepenuhnya bahwa roh dari pembinaan prestasi sepak bola adalah kompetisi yang teratur dan dilaksanakan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun, Berangkat dari alasan itu maka GOT kembali hadir di tengah pecinta sepak bola sebagai sarana atau media bagi tim di Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya dengan harapan dapat memberikan sumbangsih bagi kemajuan sepak bola, baik di level lokal, nasional, maupun global.” Sambung Ervan M. ervan juga menambahkan bahwa, pada GOT ke XXVIII Tahun 2026 ini terdapat 22 tim yang berasal dari Provinsi Maluku Utara yang turut berpartisipasi dalam Gurabati Open Tournament tahun ini  yang siap berkompetisi secara sportif demi meraih prestasi terbaik. “Tim yang turut berpartisipasi pada GOT ke XXVIII ini terdiri dari 12 Tim dari Kota Tidore, 4 Tim dari Kota Ternate, 2 tim dari Halmahera Utara, 3 tin dari Halmahera Selatan dan 1 tim dari Halmahera Timur yang siap berlaga dan memperebutkan piala bergilir GOT.” tambah Ervan Pada Opening Ceremony GOT ke XXVIII Tahun 2026 ini Juga diawali dengan persembahan tarian Odyssey Of The Golden Era, yang dipersembahkan langsung oleh 265 penari se Kota Tidore Kepulauan, di bawah pelatih M. Rizky Ibrahim, Ariyani Ridwan dan Balgis Malabar.

Kota Tidore Kepulauan Sukses Mempertahankan Opini WTP dari BPK ke 12 Kali Berturut-turut

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kembali mengukir prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah, Kota Tidore sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-12 kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Penghargaan tertinggi atas laporan keuangan ini diserahkan oleh Plt Kepala Perwakilan BPK Maluku Utara Bhuono Agung Nugroho kepada Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK Perwakilan Malut, Ternate, Kamis (4/6/2026). Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, didaulat untuk memberikan sambutan resmi mewakili seluruh pemerintah daerah yang hadir, dalam arahannya, Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim pemeriksa BPK RI atas bimbingan dan pengawalannya agar laporan keuangan daerah tetap akuntabel dan transparan. “Kami berkomitmen penuh untuk segera menindaklanjuti setiap rekomendasi serta temuan, guna memperbaiki tata kelola administrasi wilayah. Fokus utama kita adalah mempertahankan opini WTP ini, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sistem keuangan yang sehat,” ujar Muhammad Sinen. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menekankan pentingnya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan instansi pengawas seperti BPK, demi mendorong kemajuan Maluku Utara di masa depan. Selain meraih WTP 12 kali berturut-turut, Kota Tidore Kepulauan juga mencatat performa terbaik dalam penyelesaian rekomendasi audit. Saat daerah lain di Maluku Utara masih berjuang memenuhi target, Tidore justru melesat melampaui standar nasional, skor Tindak Lanjut Rekomendasi BPK 77% Tertinggi dan Melampaui Target Minimal 75%. Atas capaian 77% tersebut, Muhammad Sinen memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas dedikasi dan rasa tanggung jawab mereka. Meski begitu, ia mengingatkan agar tidak cepat puas. “Komunikasi intensif antar instansi harus tetap dijaga untuk menuntaskan sisa temuan yang ada, Pengawasan akan terus kami tingkatkan agar kualitas tata kelola keuangan tetap terjaga,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Perwakilan BPK Maluku Utara Bhuono Agung Nugroho dalam sambutannya memaparkan, secara umum, hampir seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara berhasil meraih opini WTP untuk tahun anggaran 2025, kecuali Kabupaten Pulau Taliabu yang mendapatkan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP). “Namun, BPK memberikan catatan kritis terkait adanya temuan berulang di beberapa wilayah, seperti kesalahan klasifikasi anggaran, penyimpangan biaya perjalanan dinas hingga kekurangan volume pada proyek pembangunan,” Paparnya. Bhuono menambahkan, BPK juga menyayangkan sebagian besar pemerintah daerah di Maluku Utara belum mencapai target minimal tindak lanjut rekomendasi sebesar 75%. Dalam hal ini, hanya Kota Tidore Kepulauan yang dinyatakan berhasil lolos dan melampaui standar tersebut. Sebagai penutup, BPK mendesak para kepala daerah lainnya di Maluku Utara untuk bersikap lebih proaktif dan segera menyelesaikan sisa permasalahan administratif dalam kurun waktu 60 hari ke depan.

Peresmian Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Nurul Taqwa Kelurahan Tomagoba

Saat ini Pendidikan Agama menjadi hal yang penting di tengah arus perkembangan zaman yang semakin canggih, karena selain ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas ilmu agama juga menjadi hal yang paling mendasar bagi umat manusia terutama para generasi muda yang kelak akan menjadi penerus bangsa dan daerah ini. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin, saat menghadiri peresmian Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Nurul Taqwa Kelurahan Tomagoba, yang berlangsung di Kelurahan Tomagoba, Kamis (4/6/2026). Mengawali sambutan Wali Kota, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin mengatakan bahwa Taman Pendidikan Qur’an merupakan media strategis bagi anak-anak  untuk dapat bertumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus insan-insan Qur’ani yang sholeh dan sholeha, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, mandiri dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. “Sehingga kelak kita dapat meyakini bahwa masa depan bangsa maupun daerah ini akan semakin baik di tangan mereka, dengan harapan TPQ Nurul Taqwa ini dapat menciptakan generasi masa depan yang berakhlak mulia serta mencintai Al-Quran.” Kata Rudi Tak hanya itu, Rudy Ipaenin juga mengajak untuk bersama-sama meningkatkan dalam membekali para generasi penerus dengan dasar keimanan dan akhlak mulia, sehingga nantinya mereka mampu menjadi generasi yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan. “Sehingga dengan melihat pentingnya keberadaan TPQ dan dukungan atas Kota Santri, maka Atas nama Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, kami menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan Pengurus Yayasan Tomagoba Sigaro Laha, Kelurahan Tomagoba sebagai penyelenggara kegiatan, dengan harapan bahwa kehadiran TPQ ini dapat mencetak generasi penerus yang Qur’ani dan dapat diandalkan.” Tutup Rudy Senada juga disampaikan, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe juga mengatakan bahwa Generasi muda yang hanya ilmu pengetahuan tidaklah cukup, sehingga harus didasari dengan ilmu agama agar para generasi muda yang menjadi penerus insan Qur’ani. “atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara kami juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan TPQ ini, secara tidak langsung kalian membantu proses pembangunan di bidang SDM, semoga kedepan para generasi di Kelurahan Tomagoba ini mampu bersaing dengan para generasi lainnya di daerah ini dengan akhlak yang baik dan tekun dengan Al-quran.” Kata Sarbin. Sementara, Ketua Yayasan Tomagoba Sigaro laha Mochtar Djumati mengatakan, pembangunan TPQ Nurul Taqwa ini sebagai sebuah inisiatif agar secara persoalan sosial maupun bantuan sosial yang ada di Kelurahan Tomagoba ini dapat disalurkan dengan baik, sehingga para generasi dapat mempelajari ilmu agama maupun ilmu pengetahuan yang nantinya disajikan di TPQ Nurul Taqwa ini. Mochtar Djumati juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Provinsi serta semua pihak yang telah membantu dalam pembangunan TPQ Nurul Taqwa ini hingga selesai dan dapat diresmikan ini. “semoga kehadiran TPQ ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi generasi penerus daerah ini terutama para generasi yang ada di Kelurahan Tomagoba ini.” Harap Mochtar. Pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya TPQ Nurul Taqwa, oleh Wakil Gubernur maluku Utara H. Sarbin Sehe Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin, serta didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Utara Ny. Hj Rusni Sarbin, Ketua yayasan Tomagoba Sigaro laha Mochtar Djumati.

Wali Kota Resmi Lepas Kontingen Tidore untuk Ikut Porprov ke V di Halut

Sebanyak 177 peserta kontingen Kota Tidore Kepulauan yang terdiri dari Atlet, Official dan Pendamping resmi dilepas oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara Tahun 2026 di Tobelo Halmahera Utara, acara pelepasan ini berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Tidore, Kamis (4/6/2026). Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menyampaikan apresiasi dan bangga atas pencapaian atlet, pelatih, official selaku kontingen yang akan menuju Pekan Olahraga Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Tobelo, Halmahera Utara, tentunya banyak harapan dan doa yang dititipkan kepada para kontingen. “Keikutsertaan para atlet bukan hanya membawa nama pribadi atau cabang olahraga masing-masing, tetapi juga membawa nama baik daerah yang kita cintai ini, oleh karena itu kami berharap kekompakan kontingen Kota Tidore Kepulauan juga akan selalu terjaga, tanamkan dalam jiwa, bahwa atlet Kota Tidore Kepulauan pasti bisa menjadi juara,” Ungkapnya. Wali Kota Tidore juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih dan official atas dedikasi dan dukungan yang telah diberikan, sehingga mampu mendampingi para atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka di PORPROV nanti, semoga kerja keras yang selama ini dapat membuahkan hasil terbaik, harus percaya dan optimis dengan latihan. “Prestasi tentu menjadi target yang ingin kita raih bersama namun lebih dari itu, kami ingin seluruh kontingen Kota Tidore Kepulauan dapat menjadi duta daerah yang menunjukkan karakter, etika dan semangat yang tinggi. Bertandinglah dengan percaya diri, karena kami akan selalu mendoakan yang terbaik bagi para kontingen, kami percaya bahwa atlet Kota Tidore InsyaAllah juara,” Ucapnya. Sementara, Ketua Harian KONI Kota Tidore Kepulauan, H. Abdurrahman Razak dalam laporannya menyampaikan, Kota Tidore Kepulauan mengikuti 15 dari 27 Cabang Olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi Maluku Utara yang ke V di Tobelo Halmahera Utara, jumlah kontingen sebanyak 177 terdiri dari 142 atlet, 25 official dan 10 pendamping. “Waktu pelaksanaan PORPROV ini mulai tanggal 8 sampai dengan 15 Juni 2026 sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia, cabang olahraga yang diikuti oleh Kota Tidore terdiri dari, speak bola, volly, taekwondo, karate, pencak silat, bermotor, sepatu roda, atletik, bulutangkis, tenis lapangan, catur, panjat tebing, menembak dan POSSI,” Jelasnya.

Pimpin Apel Gabungan Perdana Pasca Libur Idul Adha, Wawali Tidore Ajak OPD Bijak Gunakan Anggaran

Perdana berkantor pasca libur Idul Adha 1447 H/2026 M, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman memimpin Apel Gabungan ASN, PPPK dan Non ASN di lingkup Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke 23 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dipusatkan di Halaman Kantor Wali Kota Tidore, Selasa (2/6/2026) Pagi. Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah dewasa, usia 23 tahun tepatnya di tanggal 31 Mei 2026, tentunya kedewasaan ini juga harus dibarengi dengan kedewasaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Meskipun akhir-akhir ini, berkembang di media massa, situasi bangsa sedang tidak baik-baik saja, dan itu sangat berdampak kepada daerah. “Walaupun kita tidak sepenuhnya bergantung kepada transfer daerah berdasarkan subsidi pusat, tetapi untuk kategori Kota Tidore Kepulauan yang pendapatan asli daerah masih sangat rendah, tentunya mengalami dampak yang sangat luar biasa, dari hasil PAD ditambah DBH dan juga subsidi lewat dana alokasi umum yang ditransfer ke daerah kali ini tidak mencukupi untuk pembiayaan kegiatan-kegiatan selain gaji dan tunjangan ASN,” Ungkapnya. Wawali menambahkan, kegiatan-kegiatan lain yang sempat dilakukan saat ini hanyalah karena ada kelebihan dari tunjangan atau gaji, yang lebih itulah yang dipakai, tidak boleh seenaknya mengusulkan belanja, termasuk anggaran perjalanan dinas dan operasional kantor pun diambil dari kelebihan DIPA, oleh karena itu perlu adanya langkah kreatif dan inovatif serta kesadaran bersama dalam penggunaan anggaran untuk saat ini. “Dana transfer ke daerah saat ini tidak mencukupi untuk pembiayaan kebutuhan Pemerintah Daerah, ditakutkan anggaran akan terpakai habis, sehingga di akhir tahun sudah tidak bisa membayar tunjangan dan gaji pegawai, maka di setiap OPD masing-masing upayakan untuk belanja atau gunakan anggaran secara bijak, jika dalam waktu dekat ada rencana pergeseran anggaran, agar segera dilakukan secara bijak sesuai mekanisme,” Imbaunya. Dengan keterbatasan seperti saat ini, Wawali memohon maaf kepada semua karena banyak hal yang tidak bisa dilakukan secara sempurna, ia juga mengajak untuk sama-sama mendewasakan diri, seiring dengan dewasanya Kota Tidore Kepulauan yang sudah 23 Tahun, penting untuk bijak dalam melakukan segala sesuatu, mudah-mudahan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bisa melakukan pelayanan-pelayanan publik dengan baik. “Saat ini cukup saja sudah sulit, apalagi cari untung, ini menjadi prihatin kita semua, tahun-tahun yang cukup sulit. Meskipun di Kementerian juga agak sedikit susah, tetapi mereka menjanjikan bahwa di daerah itu harus ada perencanaan yang baik, semua berkutat pada kinerja Pemerintah Daerah sehingga duit itu bisa datang, maka marilah kita menantang Pemerintah Pusat melalui data yang diusulkan, kinerja serta perencanaan yang baik,” Ajaknya.

Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi mingguan

Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui Tim Teknis Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore terus intens mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi mingguan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. Rakor tersebut diikuti oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain secara virtual di Ruang Rapat Sekda Kantor Walikota Tidore pada Senin (25/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menilai inflasi nasional jelang Idul Adha lebih terkendali dibanding Idul Fitri sebelumnya. Meski begitu, cabai rawit dan cabai merah tetap jadi sorotan karena menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi di banyak daerah. Usai mengikuti rapat tersebut Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain menyampaikan bahwa stok minyak goreng “Minyak Kita” di Maluku Utara saat ini kosong. Kondisi ini terjadi karena mitra-mitra Bulog belum menerima pasokan, sementara proses distribusi masih berlangsung. “Untuk Maluku Utara rata-rata minyak kita kosong, jadi mitra-mitra Bulog untuk sementara ini belum ada stok karena lagi sementara distribusi,” kata Taher Husain. Taher Husain juga menambahkan,Untuk harga di Pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan, gejolak kenaikan terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai saat ini sudah berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Sementara komoditas lain terpantau masih stabil. “Harga di pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan untuk gejolak kenaikan di cabai hari mungkin sudah kisaran harga Rp80.000/kg. Untuk komoditas yang lain masih stabil, daging ayam stabil, telur harga malah turun dan daging sapi juga sama,” jelasnya. Lanjutnya, Kondisi stabilitas harga ini membuat Indeks Perkembangan Harga [IPH] Kota Tidore Kepulauan pada bulan Mei masih berada di posisi deflasi -1,74%. Artinya, secara rata-rata harga komoditas menjelang H-2 Lebaran Idul Adha masih terkendali.“IPH di bulan Mei masih posisinya deflasi -1,74 jadi rata-rata menjelang H-2 Lebaran Idul Adha secara keseluruhan harga komoditasnya masih stabil kecuali cabai. Tapi kemudian kenaikannya tidak seperti Idul Fitri di posisi Rp100.000/kg,” ujarnya. Taher Husain berharap kepada TPID akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan distribusi bahan pokok, khususnya minyak goreng, segera lancar agar masyarakat tidak terdampak menjelang perayaan Idul Adha.

KKP RI Gelar Rakor dengan Pemkot Tidore Wujudkan Program Prioritas KNMP di Desa Maitara Tengah

Wujudkan Asta Cita Presiden melalui Program Prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Maitara Tengah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dipimpin oleh Inspektur Jenderal, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman beserta rombongan gelar Rapat Koordinasi dan Pemantauan Pembangunan KNMP bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Forkopimda dan OPD terkait di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (25/5/2026). Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang telah menetapkan Desa Maitara Tengah sebagai Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap 2, ini merupakan sebuah perhatian dari Pemerintah Pusat karena Bidang Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu dari tiga sektor unggulan selain Pariwisata dan Pertanian di Kota Tidore. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah menetapkan Desa Maitara Tengah sebagai Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap 2. Desa Maitara Tengah juga dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi perikanan, wisata Bahari dan kekayaan budaya yang luar biasa, serta sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan,” Tuturnya. Lebih lanjut Wawali berharap, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih menjadi sebuah langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan kawasan pesisir yang maju, bersih, produktif dan berdaya saing. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan hasil perikanan dan membuka peluang usaha bagi generasi muda maupun kaum Perempuan. Sementara, Inspektur Jenderal KKP RI, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman mengatakan, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP merupakan salah satu program prioritas Presiden yang memiliki makna strategis bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat pesisir. “Melalui program ini, pemerintah ingin menghadirkan kawasan kampung nelayan yang lebih tertata, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara nyata. Oleh karena itu, pembangunan KNMP mencakup penyediaan infrastruktur dasar, sarana pendukung perikanan, penguatan ekonomi lokal, serta penguatan kelembagaan masyarakat pesisir, karena sektor Kelautan dan Perikanan ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” Ungkapnya. Irjen menambahkan, Pemerintah telah menetapkan target pembangunan KNMP secara bertahap pada periode 2025 sampai dengan 2029 dengan total target mencapai sekitar lima ribuan desa nelayan di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan KNMP sebanyak 1.369 lokasi, termasuk di wilayah Provinsi Maluku Utara, program ini memerlukan perhatian dan kerja bersama seluruh pihak. “Dalam pelaksanaannya, KNMP merupakan program lintas sektor dan lintas kewenangan. Oleh sebab itu, sinergi yang kuat akan menjadi kunci utama keberhasilan. Tidak mungkin program sebesar ini dilaksanakan sendiri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tanpa dukungan pemerintah daerah, aparat pengawasan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, serta para pelaksana kegiatan, sinergi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan tepat sasaran, tepat mutu, tepat waktu dan akuntabel,” Imbuhnya. Usai rapat koordinasi, dilanjutkan dengan Pemantauan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Maitara Tengah oleh rombongan Irjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Tidore, Forkopimda, Sekda Tidore, Kepala Kantor Pertanahan Tidore, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Pejabat Pembuat Komitmen KNMP Maitara dan Penyedia atau Kontraktor KNMP Maitara dan Konsultan Pengawasan.

DWP Tidore Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tidore Kepulauan salurkan Hewan Kurban berupa 2 ekor sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah/2026 Masehi di Kota Tidore Kepulauan, hewan qurban tersebut masing-masing diserahkan di Kelurahan Toloa Kecamatan Tidore Selatan dan Lingkungan Lobi Kelurahan Doyado, Kecamatan Tidore Timur, Senin (25/5/2026). Selaku Penasehat Dharma Wanita Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, hari ini DWP Kota Tidore Kepulauan berkesempatan menyerahkan hewan kurban berupa 2 ekor sapi untuk masyarakat di Kelurahan Toloa Kecamatan Tidore Selatan dan di Lingkungan Lobi Kelurahan Doyado Kecamatan Tidore Timur. “Alhamdulillah, hari ini Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan menyalurkan 2 ekor sapi sebagai hewan qurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah/2026 Masehi, masing-masing telah disalurkan dan diterima oleh pengurus masjid, mudah-mudahan dapat bermanfaat, karena sesungguhnya hakikat berkurban datang dari Allah dan akan kembali ke Allah,” Ungkapnya. Senada, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tidore Kepulauan Hj. Nuraen Ismail Dukomalamo mengatakan, Esensi berkurban adalah wujud ketakwaan, ketundukan, dan keikhlasan mutlak seorang hamba kepada Allah SWT, yang direfleksikan melalui pengorbanan harta dan penyembelihan ego, juga sebagai wujud mendekatkan diri kepada Allah SWT. “DWP Kota Tidore Kepulauan hari ini menyalurkan 2 ekor sapi qurban, penyumbangnya dari Ibu-Ibu Pengurus DWP Kota Tidore, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat penerima, dan harapannya semoga pengurus DWP Kota Tidore Kepulauan selalu dilimpahkan rezeki agar penyaluran hewan qurban ini dapat terus dilakukan setiap tahun,” Ungkapnya.