Upacara Pelantikan Rektor Universitas Nuku Masa Bakti 2026-2030

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri Upacara Pelantikan Rektor Universitas Nuku Masa Bakti 2026-2030 yang berlangsung di Aula Universitas Nuku, Sabtu (2/5/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Ketua Yayasa Pendidikan Nuku Nomor : 003/SK/BP-YPNT/V/2026 tentang Penetapan Pengangkatan Rektor Universitas Nuku Masa Bakti 2026-2030 yang menetapkan Idris Sudin sebagai Rektor Universitas Nuku Mengawali sambutannya, Wakil Walikota Tidore Ahmad Laiman menyampaikan. momen pelantikan ini merupakan sebuah titik awal akan harapan baru dalam perjalanan kepemimpinan. Walaupun orang lama, namun dirinya percaya pengalaman yang dimiliki tentu lebih banyak dan dapat membawa universitas Nuku semakin baik dengan program lanjutan maupun program baru yang menjadikan Universitas terbaik di Maluku Utara . Wawali menekankan, adanya ikatan emosional dan sejarah yang kuat antara Pemerintah Daerah dengan Universitas Nuku. Dirinya mengungkapkan bahwa latar belakang pribadi para pemimpin kota saat ini, banyak merupakan alumni maupun mantan pengajar di kampus Universitas Nuku maka dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun daerah. “Kemajuan Kota Tidore Kepulauan tidak dapat dipisahkan dari eksistensi Universitas Nuku. Kami mengajak seluruh civitas akademika untuk mempererat kolaborasi strategis, dimana kebijakan politik pemerintah harus bersinergi dengan kajian ilmiah demi membangun daerah yang lebih bermartabat,” Kata Ahmad Laiman. Sementara itu, Rektor terpilih Idris Sudin dalam sambutannya mengatakan bahwa keberlanjutan kepemimpinannya pada periode pertama hingga memasuki periode ke Tiga adalah upaya menjaga momentum perkembangan kampus, terutama dalam menghadapi dinamika Perubahan kurikulum yang terus berkembang. Dimana dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam era digital. “Kedepan komitmen kita adalah melanjutkan pembangunan institusi ini secara berkelanjutan, dengan semangat kebersamaan, kolaborasi, dan inovasi. Meyakini bahwa keberhasilan tidak dapat dicapai secara individu, diperlukan kerja sama yang kuat dari seluruh elemen dalam lingkungan akademika . Gerak maju ke depan harus menjadi semangat kita bersama, dengan terus meningkatkan mutu sebagai prinsip utama dalam tata kelola kelembagaan” jelasnya Hadir dalam kesempatan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tidore Kepulauan, Kepala LL DIKTI Wilayah 12 Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Ketua Yayasan Pendidikan Nuku, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota KPU Tidore, Ketua MUI Kota Tidore, Kepala BRI Cabang Soasio.
Tinjau Lokasi Wisata, Wali Kota Tidore Pastikan Jadi Sumber Utama Peningkatan PAD

Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, Tidore tidak memiliki sumber daya alam seperti tambang emas, nikel, atau batu bara yang bisa diandalkan. Karena itu, potensi wisata dinilai sebagai “tambang” baru yang harus dikelola secara serius tanpa merusak lingkungan. “Tidore ini tidak punya sumber daya alam yang menjanjikan seperti tambang. Jadi kita harus mengembangkan potensi wisata sebagai kekuatan utama daerah,” ujar Muhammad Sinen saat melakukan peninjauan di sejumlah lokasi, diantaranya lintas sirkuit Selawaring Rum, Tanjung Rum Bune di Kelurahan Rum Balibunga, Benteng Cobe di Kelurahan Jiko Cobo, serta Pantai Jiko Cobo, Sabtu (2/5/2026). Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat lokasi, tetapi merupakan bagian dari perencanaan strategis pemerintah daerah ke depan, terlebih dengan kondisi Transfer ke Daerah (TKD) yang mengalami penurunan signifikan pada periode 2025–2026. “Kondisi TKD yang turun drastis membuat pemerintah daerah harus lebih kreatif dan inovatif untuk meningkatkan PAD,” jelasnya. Wali kota juga menyebut sejumlah kawasan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, mulai dari wisata bahari, sejarah, budaya hingga wisata pegunungan, seperti Kalaodi, Gura Bunga, Fobaharu, serta Maitara. Selain itu, wilayah lain seperti Rum, Akesahu, hingga kawasan Oba juga dinilai memiliki daya tarik tersendiri untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan. Muhammad Sinen menambahkan, peluang investasi di sektor pariwisata cukup besar, namun pemerintah daerah harus mengambil langkah awal untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki. “Kalau pemerintah sudah mulai dan informasi ini disebarluaskan, saya yakin investor dan wisatawan akan tertarik datang ke Tidore,” katanya. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut mempromosikan potensi daerah melalui media sosial. “Anak-anak muda sekarang sudah punya smartphone, gunakan itu untuk mempromosikan Tidore, jangan hanya untuk hal-hal lain,” imbaunya. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan juga membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi di daerah tersebut. Wali kota memastikan seluruh proses perizinan akan dipermudah tanpa adanya pungutan. “Kami membuka peluang bagi semua investor. Perizinan dan lain sebagainya akan dipermudah tanpa pungutan. Tidak ada biaya sebelum pembangunan dimulai, semuanya gratis,” tegasnya. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan pun menargetkan pada tahun 2027 arah pembangunan daerah akan difokuskan pada sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi. “Saya yakin kalau pariwisata kita fokuskan, ke depan PAD Tidore akan semakin baik,” tutupnya.
Bunda PAUD Tidore Buka Gebyar Senam Anak Indonesia Hebat, Peringatan Hardiknas 2026 di Kecamatan Tidore

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj.Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Bunda PAUD Kota Tidore membuka secara resmi kegiatan Gebyar Senam Anak Indonesia Hebat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Satuan PAUD Kecamatan Tidore yang juga turut melibatkan satuan PAUD Kecamatan Tidore Timur di depan Gedung IKM, Pantai Tugulufa, Sabtu (2/5/2026). Dalam sambutannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen yang juga selaku Bunda PAUD Kota Tidore menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Tidore yang telah menggagas kegiatan Gebyar Siswa PAUD dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, kegiatan ini juga turut melibatkan Siswa-Siswi PAUD di Kecamatan Tidore Timur. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua TP PKK Kecamatan Tidore yang juga selaku Bunda PAUD Kecamatan, karena telah menggagas beberapa kegiatan setelah dilantik sebagai Ketua PKK Kecamatan, luar biasa kegiatan Gebyar Siswa PAUD ini juga turut melibatkan PAUD di Kecamatan Tidore Timur, Alhamdulillah didukung dengan cuaca yang baik, mudah-mudahan kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar,” Ungkapnya. Bunda PAUD Kota Tidore juga berpesan kepada para Bunda-Bunda Guru, sebagai pendidik, pengajar dan pemberi motivasi, jadilah seorang guru dan pendidik yang dirindukan kehadirannya oleh anak didik, sekalipun lelah, semoga lelah itu menjadi pahala, karena kekayaan yang melampaui batas emas maupun permata adalah anak-anak, untuk itu dukungan dari orang tua juga sangat penting, jika ada masalah di sekolah, berbicara yang baik dengan guru-guru. Sementara, Bunda PAUD Kecamatan Tidore Marliyani Sahril dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat hidup sehat dan aktif sejak usia dini, mengembangkan karakter anak yang ceria, percaya diri, dan disiplin, serta mempererat kebersamaan antara anak, guru, dan orang tua dalam dunia pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak PAUD se-Kecamatan dan Kecamatan Tidore Timur, serta Bunda Guru se Kota Tidore. Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Sumiyati Ahmad Laiman yang juga selaku Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Tidore, Ketua IV Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Ferawati Abdurrahman Arsyad, Camat Tidore, Lurah se Kec. Tidore, Pengurus TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan, Bunda PAUD Kelurahan se Kecamatan Tidore serta Satuan PAUD se Kota Tidore Kepulauan.
Wali Kota Tidore Bersama Bunda PAUD Hadiri Gebyar Siswa PAUD Dalam Rangka Hardiknas 2026

Dalam rangka memeriahkan Hari Pendidikan Nasional yang ke 118 Tahun 2026, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bersama Bunda PAUD Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen menghadiri kegiatan Gebyar Siswa PAUD Kota Tidore Kepulauan yang diselenggarakan atas Kolaborasi HIMPAUDI dan IGTKI Kota Tidore, di Taman Rum Balibunga, Jumat (1//5/2026). Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan hadir bersama Para Bunda PAUD dari tingkat Kota, Kecamatan hingga Kelurahan/Desa hadir pada kegiatan Gebyar Siswa PAUD ini dalam rangka untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional serta memberikan semangat kepada anak-anak generasi bangsa. “Hari ini kami hadir bersama para Kepala Dinas dan seluruh Bunda PAUD untuk melaksanakan Gebyar Siswa PAUD dalam rangka hari Pendidikan nasional, sebagai Wali Kota turut ikut dan hadir bersama-sama memberikan semangat kepada anak bangsa, mudah-mudahan semangat anak bangsa tetap membara, dan program Indonesia pintar kedepan bisa berjalan dengan baik,” Ungkapnya. Sementara, Bunda PAUD Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam sambutannya mengatakan, momen Hardiknas 2026 dijadikan sebagai penyemangat dalam mewujudkan dan mendukung program prioritas Kemendikdasmen, melalui kegiatan ini dapat dijadikan sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak usia dini di Kota Tidore Kepulauan. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan telah menjalankan sejumlah program prioritas dari Kemendikdasmen, salah satunya program wajib belajar 13 tahun pra SD, saya berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas ajang perayaan Hardiknas, tetapi kesempatan untuk saling belajar dan meningkatkan kualitas Pendidikan anak usia dini di Kota Tidore Kepulauan,” Harapnya. Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Pokja Bunda PAUD Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, Ketua DWP Hj. Nuraen Ismail Dukomalamo, Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD, Camat Tidore Utara dan Tidore Selatan, Bunda PAUD Kecamatan, Bunda PAUD Kelurahan/Desa di Tidore Utara dan Selatan. Peserta dalam kegiatan ini Siswa PAUD Kecamatan Tidore Utara dan Selatan serta Tenaga Pendidik dan orang tua siswa yang mendampingi.
Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026

Untuk mendukung penuh program Sensus Ekonomi 2026 (se 2026) serta percepatan Ground Check (GC) Penerima Bantuan Iuran (PBI) Tahap II, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Kepala BPS Kota Tidore Kepulauan Oki Afrizal menggelar sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, yang berlangsung di Aula Sultan Nuku Kantor Wali Kota Tidore, Selasa (28/4/2026). Sosialisasi ini diikuti oleh para Pimpinan OPD terkait, Camat, Lurah, Kepala Desa Pendamping PKH serta masing-masing Operator Desa/Kelurahan se Kota Tidore Kepulauan. Mengawali arahannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menegaskan bahwa, sensus ekonomi di Kota Tidore Kepulauan ini sangat penting, karena Pemerintah dan BPS akan mendapatkan informasi terkait data peserta penerima bantuan PBI yang terus terupdate. “Saya harap Para Camat untuk terus mengkoordinir Lurah dan Kepala Desa masing-masing untuk terus melakukan koordinasi dan kerja nyata sehingga data-data yang diperlukan oleh BPS terkait data PKH yang belum 100 persen untuk segera dilakukan pendataan sehingga kita bisa membantu BPS dalam verifikasi lapangan.” Kata Muhammad Sinen Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berharap agar kolaborasi dan kerjasama antara Pemerintah Kota Tidore dengan BPS terus berjalan dengan baik dan akan menghasilkan hasil yang baik. “Sensus ekonomi dan korcek lapangan terkait pemutusan iuran peserta BPJS karena ini butuh data yang valid, sehingga saya butuh kerja kolaborasi dan terus bersinergi antara Lurah dan para Kepala Desa untuk mempermudah petugas BPS ini dengan data yang dimiliki harus valid.” Tandas Muhammad Sinen Sementara, Kepala BPS Kota Tidore Kepulauan Oky Afrizal mengatakan, GC BPJS PBI ini dilakukan kroscek lapangan dengan tujuannya untuk memastikan data penerima PBI yang valid, akurat dan mutakhir sehingga dapat menjamin bantuan iuran BPJS ini hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak serta mendukung kebijakan perlindungan sosial yang tepat sasaran. “Sehingga kami minta kepada para Camat, lurah , kepala Desa maupun kepada seluruh admin di masing-masing Kelurahan/Desa untuk terus mengupdate data hingga 100 persen valid sehingga dapat memudahkan petugas yang melakukan kroscek di lapangan, karena ada konsekuensi jika tidak dilakukan update data BPJS PBI itu sehingga nantinya akan merugikan masyarakat Kota Tidore” Kata Oky Oky berharap, setelah pertemuan ini seluruh kelurahan/Desa untuk mengupdate data tersebut hingga seluruhnya menjadi 100 persen, sehingga Kota Tidore tidak diberikan konsekuensi seperti dinonaktifkannya BPJS PBI tersebut. “Saya berharap agar ini secepatnya ditindaklanjuti bagi Kelurahan/Desa yang datanya belum 100 persen, kami sangat mengharapkan kerjasama dari para operator di masing-masing Kepala Desa maupun Lurah tersebut, sehingga membantu kami dalam mengupdate data tersebut.” harap Oky
Wali Kota Tidore Dukung Rencana PLTU Bangun Mini Soccer

Melihat animo masyarakat Tidore cukup besar terhadap olahraga sepak bola, PLTU Tidore rencana membangun lapangan mini soccer di Kota Tidore Kepulauan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, rencana ini disambut hangat oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat menerima Manajer Unit PLTU Tidore Andi Kusuma Hadi beserta rombongan di ruang kerjanya, Selasa (28/4/2026). Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan akan selalu siap mendukung kegiatan apa saja yang akan dilakukan, jika membutuhkan keterlibatan langsung Pemerintah Daerah juga siap. Terkait rencana pembangunan mini soccer, ini sangat mendukung program Pemda di bidang olahraga salah satunya yaitu memperbaiki lapangan ataupun stadion. “Tidore selalu siap mendukung kegiatan apapun yang dilaksanakan, terkait pembangunan lapangan mini soccer, ini rencana yang sangat bagus, program kami juga salah satunya memperbaiki lapangan di Kelurahan/Desa. Namun sekarang, lapangan tipe itu sudah terlalu banyak, jadi rencana saya juga harus ada mini soccer, alhamdulillah hari ini dapat berkah dari PLTU, mengenai lahan sudah segera disiapkan, nanti dikoordinasikan,” Ungkapnya. Sementara, Manajer Unit PLTU Tidore Andi Kusuma Hadi dalam kesempatan tersebut mengatakan, tujuan kunjungan kerja ini untuk koordinasikan rencana kegiatan yang digelar oleh PLTU Tidore pada bulan Agustus 2026 mendatang, selain itu juga menyampaikan rencana pemanfaatan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) untuk pembangunan lapangan mini soccer dalam rangka mendukung animo masyarakat Tidore terhadap Sepak Bola. “Tujuan kunjungan ini, kami meminta izin dan arahan untuk pemanfaatan FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) berdiskusi dengan Bapak Wali Kota, kami melihat di Tidore cukup besar animo masyarakat terkait sepak bola, maka disarankan pemanfaatan faba ini untuk pembangunan lapangan sepak bola mini soccer, namun kami terkendala lahan, barangkali ada kemungkinan lahan yang masih tersedia dari Pemerintah Daerah, nanti kami support,” Tuturnya. Andi juga menambahkan, PLTU Tidore akan selalu memberikan dukungan penuh dalam pembangunan lapangan sepak bola mini soccer ini, ia juga berharap terkait pengelolaannya dikembalikan kepada Pemerintah Daerah maupun masyarakat dan pihak yang dipertanggungjawabkan, meski demikian PLTU Tidore akan selalu memastikan suplai Listrik untuk keberlangsungan lapangan Mini Soccer ini. Turut hadir dalam pertemuan ini, Perwakilan dari PT PLN UP3 Ambon, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, Kepala Dinas Perhubungan Marsaid Idris, Kepala Dinas Nakertrans Zainuddin Umasangadji, Plt. Kepala Dinas Perkimtan, Kepala Bidang Aset BPKAD Tidore dan Staf PLTU Tidore.
Sebanyak 114 Jamaah Calon Haji Kota Tidore Kepulauan Musim Haji 1447 H/2026M secara resmi dilepas Wali Kota Tidore Kepulauan

Sebanyak 114 Jamaah Calon Haji Kota Tidore Kepulauan Musim Haji 1447 H/2026M secara resmi dilepas Wali Kota Tidore Kepulauan yang diwakili Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Sofyan Saraha yang berlangsung di Halaman Kantor Walikota Tidore Kepulauan, Selasa (28/4/2026). Dalam sambutannya, Perjalanan haji bukan sekedar perjalanan fisik namun merupakan perjalanan spiritual, sehingga kami mengharapkan para calon jamaah haji dapat benar-benar mempersiapkan diri, baik dari segi kesehatan, mental dan keikhlasan. “Di moment yang penuh haru ini, atas nama Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, kami menyampaikan apresiasi kepada panitia dan para jamaah calon haji yang akan berangkat memenuhi rukun Islam kelima, dengan harapan perjalanan berjalan dengan lancar”ungkapnya. Sofyan Saraha berharap para calon jamaah haji selalu menjaga niat, memperbanyak dzikir dan doa serta jaga kebersamaan, saling membantu antar sesama jamaah, dan juga patuhi arahan pembimbing atau petugas haji. Tunjukkan akhlak yang baik sebagai cerminan masyarakat daerah kita dan Bangsa Indonesia. “Dalam moment yang baik ini juga kami menitipkan doa kiranya Para Jamaah di Tanah Suci kelak, berkenaan mendoakan daerah dan bangsa ini agar senantiasa diberi keberkahan, kesejahteraan dan kedamaian”ucapnya. Acara pelepasan Jamaah Calon Haji diakhiri dengan penyerahan Bendera Kontingen oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Sofyan Saraha kepada Nasrun Konoras selaku Ketua Rombongan selanjutnya menuju Pelabuhan Penyeberangan Ferry Rum Tidore. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, Ketua I, Sumiyati Ahmad Laiman, Ketua DWP Kota Tidore Kepulauan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Tidore Kepulauan, Kepala Kantor Kementerian Agama, Staf Ahli, Para Asisten Sekda serta para Pimpinan OPD.
Respon Cepat, Pemkot Tidore Berikan Dukungan Penuh pada Program Sensus Ekonomi 2026

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendukung penuh program Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2026, dukungan penuh ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tidore Kepulauan Oki Afrizal di Ruang Kerjanya, Senin (27/4/2026). “Terima kasih, niat baik BPS Tidore yang luar biasa, jadi nanti sebelum edaran sensus ini disebarkan, kita akan mengundang semua Camat, Lurah dan Kepala Desa juga pelaku usaha untuk melakukan briefing awal, sensus ini sangat membantu Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, jadi briefing ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait data-data yang harus disiapkan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, selain melakukan briefing awal, untuk Dinas-Dinas terkait seperti Perindagkop dan UKM juga dapat melakukan sosialisasi atau pemberitahuan lebih awal kepada para pelaku usaha, jadi sebelum edaran resmi disampaikan, pertemuan awal ini penting untuk dilakukan agar satu pemahaman. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sangat mendukung adanya Sensus Ekonomi Tahun 2026 ini, olehnya itu mengingat pentingnya briefing awal ini, maka saya menginstruksikan kepada para Camat, Lurah, Kepala Desa dan Operator Desa/Kelurahan masing-masing untuk dapat hadir mengikuti pertemuan yang akan dijadwalkan ini, bersifat wajib dan tidak bisa diwakilkan,” Tegasnya. Sementara, Kepala BPS Tidore Oki Afrizal usai pertemuan tersebut mengatakan, BPS telah menyampaikan tujuan terkait Sensus Ekonomi 2026 kepada Wali Kota Tidore, Alhamdulillah mendapat dukungan dan respon yang sangat positif dari Pemerintah Daerah, sensus ini akan dimulai dengan koordinasi dan konsultasi daerah, kemudian sosialisasi kepada Asosiasi dan instansi terkait. “Untuk pelaksanaan sensus sendiri akan berlangsung pada tanggal 15 Juni 2026, Wali Kota Tidore Kepulauan sangat bersedia sekali memberikan dukungan dan membantu BPS Tidore, karena data sensus ekonomi 2026 ini nantinya akan dikembalikan untuk daerah, rencananya Wali Kota juga akan mengundang Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Pelaku Usaha untuk pertemuan awal,” Tuturnya. Oki menambahkan, meskipun sensus ini dilakukan oleh BPS, namun BPS tidak bisa bekerja sendiri, BPS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga dibutuhkan surat edaran dari Wali Kota sebagai dasar untuk disebarluaskan ke Desa/Kelurahan maupun Pelaku Usaha. Melalui dukungan tersebut, diharapkan responden dapat dengan baik dan jujur menyampaikan jawaban/data. “Jawaban responden tidak boleh sembarang diberikan atau asal-asalan, karena data ini nantinya sangat dipertanggungjawabkan, akan kembali ke Pemerintah Daerah, sehingga Pemda bisa melihat hasil sensus, data ini nantinya juga dipakai untuk pemutakhiran DTSEN dan Data Sosial Ekonomi Nasional yang lebih terupdate, terima kasih Pak Wali Kota atas dukungan sensus ini,” Ucapnya.
Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 Resmi Berakhir

Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 resmi berakhir, ditutup langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Pordi Provinsi Maluku Utara, hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda dan OPD Kota Tidore Kepulauan, berlangsung 3 malam, kegiatan tersebut bertempat di depan Tong Coffee, Kelurahan Tuguwaji, Minggu (26/4/2026) Malam. Wali Kota Tidore Kepulauan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi memberikan dukungan kepada panitia, sehingga pertandingan domino AE Tong Coffee Cup Tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga mengatakan, Tidore harus bangkit, dalam satu bulan terakhir ini 89 Desa/Kelurahan harus terbentuk Gardu secepatnya. “Saya mengajak teman-teman semua, baik pengurus Pordi Kota maupun Gardu-Gardu yang telah terbentuk, mari bangkitkan semangat kita semua, yakin dan percaya, jika kita bangkitkan olahraga domino, saya pastikan Tidore pasti akan aman, karena olahraga domino ini melatih kesabaran untuk setiap pemainnya, semoga, ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua,” Ungkapnya. Ketua Pordi Malut ini menambahkan, sebuah pertandingan, pasti ada kalah dan menang, yang kalah bukan berarti payah atau gagal, hanya saja keberuntungan yang tertunda, sebagai Ketua Pordi Maluku Utara, ia meminta kepada semua, yang belum berhasil di Tong Coffee, harus semangat dan bangkit kembali, serta berlatih untuk merebut kemenangan di kegiatan-kegiatan berikutnya. “Saya pastikan olah pikir domino ini, akan menjadi salah satu olahraga yang akan mendominasi semua olahraga di Provinsi Maluku Utara, di dalam pertandingan pasti ada selisih paham, saya meminta sebagai seorang atlet dan olahragawan yang baik, mari kita saling memaafkan, apa yang terjadi di dalam pertandingan, mari kita selesaikan dengan bijak,” Pintanya. Adapun pemenang pertandingan AE Tong Coffee Cup Tahun 2026 diantaranya, kategori umum Juara 1 diraih oleh pasangan Ukan – Ris dari Gardu Tong Coffee, Juara 2 diraih oleh pasangan Habu – Gani dari Gardu Balibunga, Juara 3 diraih oleh pasangan Bilo – Mas dari Gardu Balibunga, sementara kategori eksekutif Juara 1 diraih oleh pasangan Unu – Nim dari Gardu Balibunga dan Juara 2 diraih oleh Ayah – Palu dari Gardu Pordi Malut. Para Pemenang masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang tunai.
Wawali Menyoroti Pentingnya Storytelling Dalam Memperkenalkan Daerah

Kolaborasi anak muda dari ufuk timur Indonesia menggema di Backyard Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4/2026). Melalui acara “Bacarita Basudara” Forum diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Discover the Natural Treasure Tidore-Ternate yang bertujuan mengangkat potensi ekonomi kreatif, sejarah, dan kearifan lokal Maluku Utara ke level nasional hingga internasional. Acara yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah termasuk Maluku Utara, Maluku, dan Papua ini diselenggarakan atas sinergi antara APEKSI, Manajemen Hotel Borobudur, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Ternate, dan Timur Network. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan dorongan kuat bagi para pelaku kreatif daerah untuk berani melakukan transformasi budaya kerja. Beliau menekankan pentingnya kejujuran profesional dan keberanian berpendapat. “Hubungan kerja yang baik adalah yang berani jujur apa adanya. Kritik yang membangun adalah bentuk kepedulian nyata,” tegas Wamen Irene. Terkait strategi pemasaran, Wamen Irene mengusulkan konsep “Limited Edition” untuk wilayah seperti Maluku Utara. Mengingat aksesibilitas yang menantang, strategi ini dinilai lebih efektif dibanding produksi massal (mass production). “Maluku Utara harus diposisikan sebagai pengalaman unik yang membuat orang rela membayar mahal dan mengantri untuk mendapatkannya, seperti wisata Gorila di Uganda,” tambahnya. Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi, Tiar Nabila Karbala, menyoroti pentingnya literasi digital dan implementasi Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM di daerah, menurutnya, digitalisasi tidak boleh hanya berpusat di Jakarta. Ia juga mengapresiasi wadah kewirausahaan lokal dan menyatakan kesiapan untuk membawa para ahli dari Jakarta ke Ternate dan Tidore guna mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif melalui jaringan seperti Timur Network. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman dalam kesempatan tersebut, menyoroti pentingnya teknik storytelling dalam memperkenalkan daerah. Beliau mengingatkan kembali sejarah 8 November 1521, saat Sebastian D’elcano singgah di antara Pulau Maitara dan Tidore, sebuah catatan krusial yang membuktikan pada dunia bahwa bumi itu bulat. “Kita punya Teluk Kahia Masolo di pulau Mare yang menjadi tempat lumba-lumba berkumpul, hutan lindung habitat Burung Bidadari dan sejarah dunia. Semua ini butuh narasi yang kuat agar dunia tertarik berkunjung,” ungkap Ahmad Laiman. Sementara, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar nyata untuk menghubungkan potensi lokal ke pasar global. Beliau mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota Tidore dan Ternate yang “menjemput bola” agar UMKM lokal bisa masuk ke level “bintang lima”. Dukungan sektor swasta, seperti Artha Graha Group, Hotel Borobudur, serta keterlibatan tokoh media dan komunikasi seperti Bayu Oktara, menjadi elemen kunci dalam melatih kemampuan public speaking dan branding para penggerak ekonomi kreatif di daerah. Acara ditutup dengan pesan kuat mengenai kemandirian. Wamen Irene Umar mengingatkan tentang “Ilmu Kepepet” kreativitas yang muncul di tengah keterbatasan anggaran dan pentingnya membangun sistem bisnis yang berkelanjutan yang tetap berjalan bahkan setelah masa jabatan pemerintahan berakhir. Melalui Bacarita Basudara, Maluku Utara tidak lagi hanya bercerita untuk dirinya sendiri, tetapi mulai menitipkan narasinya kepada dunia sebagai harta karun nasional yang tak ternilai.