Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi mingguan

Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui Tim Teknis Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tidore terus intens mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi mingguan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. Rakor tersebut diikuti oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain secara virtual di Ruang Rapat Sekda Kantor Walikota Tidore pada Senin (25/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir menilai inflasi nasional jelang Idul Adha lebih terkendali dibanding Idul Fitri sebelumnya. Meski begitu, cabai rawit dan cabai merah tetap jadi sorotan karena menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi di banyak daerah. Usai mengikuti rapat tersebut Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain menyampaikan bahwa stok minyak goreng “Minyak Kita” di Maluku Utara saat ini kosong. Kondisi ini terjadi karena mitra-mitra Bulog belum menerima pasokan, sementara proses distribusi masih berlangsung. “Untuk Maluku Utara rata-rata minyak kita kosong, jadi mitra-mitra Bulog untuk sementara ini belum ada stok karena lagi sementara distribusi,” kata Taher Husain. Taher Husain juga menambahkan,Untuk harga di Pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan, gejolak kenaikan terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai saat ini sudah berada di kisaran Rp80.000 per kilogram. Sementara komoditas lain terpantau masih stabil. “Harga di pasar Sarimalaha Kota Tidore Kepulauan untuk gejolak kenaikan di cabai hari mungkin sudah kisaran harga Rp80.000/kg. Untuk komoditas yang lain masih stabil, daging ayam stabil, telur harga malah turun dan daging sapi juga sama,” jelasnya. Lanjutnya, Kondisi stabilitas harga ini membuat Indeks Perkembangan Harga [IPH] Kota Tidore Kepulauan pada bulan Mei masih berada di posisi deflasi -1,74%. Artinya, secara rata-rata harga komoditas menjelang H-2 Lebaran Idul Adha masih terkendali.“IPH di bulan Mei masih posisinya deflasi -1,74 jadi rata-rata menjelang H-2 Lebaran Idul Adha secara keseluruhan harga komoditasnya masih stabil kecuali cabai. Tapi kemudian kenaikannya tidak seperti Idul Fitri di posisi Rp100.000/kg,” ujarnya. Taher Husain berharap kepada TPID akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan distribusi bahan pokok, khususnya minyak goreng, segera lancar agar masyarakat tidak terdampak menjelang perayaan Idul Adha.
KKP RI Gelar Rakor dengan Pemkot Tidore Wujudkan Program Prioritas KNMP di Desa Maitara Tengah

Wujudkan Asta Cita Presiden melalui Program Prioritas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Maitara Tengah, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dipimpin oleh Inspektur Jenderal, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman beserta rombongan gelar Rapat Koordinasi dan Pemantauan Pembangunan KNMP bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Forkopimda dan OPD terkait di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (25/5/2026). Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang telah menetapkan Desa Maitara Tengah sebagai Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap 2, ini merupakan sebuah perhatian dari Pemerintah Pusat karena Bidang Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu dari tiga sektor unggulan selain Pariwisata dan Pertanian di Kota Tidore. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah menetapkan Desa Maitara Tengah sebagai Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap 2. Desa Maitara Tengah juga dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi perikanan, wisata Bahari dan kekayaan budaya yang luar biasa, serta sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor kelautan dan perikanan,” Tuturnya. Lebih lanjut Wawali berharap, kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih menjadi sebuah langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta menciptakan kawasan pesisir yang maju, bersih, produktif dan berdaya saing. Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan hasil perikanan dan membuka peluang usaha bagi generasi muda maupun kaum Perempuan. Sementara, Inspektur Jenderal KKP RI, Dr. Ade Tajudin Sutiawarman mengatakan, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih atau KNMP merupakan salah satu program prioritas Presiden yang memiliki makna strategis bagi pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat pesisir. “Melalui program ini, pemerintah ingin menghadirkan kawasan kampung nelayan yang lebih tertata, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan secara nyata. Oleh karena itu, pembangunan KNMP mencakup penyediaan infrastruktur dasar, sarana pendukung perikanan, penguatan ekonomi lokal, serta penguatan kelembagaan masyarakat pesisir, karena sektor Kelautan dan Perikanan ini memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” Ungkapnya. Irjen menambahkan, Pemerintah telah menetapkan target pembangunan KNMP secara bertahap pada periode 2025 sampai dengan 2029 dengan total target mencapai sekitar lima ribuan desa nelayan di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan KNMP sebanyak 1.369 lokasi, termasuk di wilayah Provinsi Maluku Utara, program ini memerlukan perhatian dan kerja bersama seluruh pihak. “Dalam pelaksanaannya, KNMP merupakan program lintas sektor dan lintas kewenangan. Oleh sebab itu, sinergi yang kuat akan menjadi kunci utama keberhasilan. Tidak mungkin program sebesar ini dilaksanakan sendiri oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan tanpa dukungan pemerintah daerah, aparat pengawasan, aparat penegak hukum, TNI/Polri, serta para pelaksana kegiatan, sinergi diperlukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan tepat sasaran, tepat mutu, tepat waktu dan akuntabel,” Imbuhnya. Usai rapat koordinasi, dilanjutkan dengan Pemantauan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Maitara Tengah oleh rombongan Irjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Tidore, Forkopimda, Sekda Tidore, Kepala Kantor Pertanahan Tidore, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Pejabat Pembuat Komitmen KNMP Maitara dan Penyedia atau Kontraktor KNMP Maitara dan Konsultan Pengawasan.
DWP Tidore Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tidore Kepulauan salurkan Hewan Kurban berupa 2 ekor sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah/2026 Masehi di Kota Tidore Kepulauan, hewan qurban tersebut masing-masing diserahkan di Kelurahan Toloa Kecamatan Tidore Selatan dan Lingkungan Lobi Kelurahan Doyado, Kecamatan Tidore Timur, Senin (25/5/2026). Selaku Penasehat Dharma Wanita Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen dalam kesempatan tersebut mengatakan, hari ini DWP Kota Tidore Kepulauan berkesempatan menyerahkan hewan kurban berupa 2 ekor sapi untuk masyarakat di Kelurahan Toloa Kecamatan Tidore Selatan dan di Lingkungan Lobi Kelurahan Doyado Kecamatan Tidore Timur. “Alhamdulillah, hari ini Dharma Wanita Persatuan Kota Tidore Kepulauan menyalurkan 2 ekor sapi sebagai hewan qurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah/2026 Masehi, masing-masing telah disalurkan dan diterima oleh pengurus masjid, mudah-mudahan dapat bermanfaat, karena sesungguhnya hakikat berkurban datang dari Allah dan akan kembali ke Allah,” Ungkapnya. Senada, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tidore Kepulauan Hj. Nuraen Ismail Dukomalamo mengatakan, Esensi berkurban adalah wujud ketakwaan, ketundukan, dan keikhlasan mutlak seorang hamba kepada Allah SWT, yang direfleksikan melalui pengorbanan harta dan penyembelihan ego, juga sebagai wujud mendekatkan diri kepada Allah SWT. “DWP Kota Tidore Kepulauan hari ini menyalurkan 2 ekor sapi qurban, penyumbangnya dari Ibu-Ibu Pengurus DWP Kota Tidore, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat penerima, dan harapannya semoga pengurus DWP Kota Tidore Kepulauan selalu dilimpahkan rezeki agar penyaluran hewan qurban ini dapat terus dilakukan setiap tahun,” Ungkapnya.