Respon Cepat, Pemkot Tidore Berikan Dukungan Penuh pada Program Sensus Ekonomi 2026

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendukung penuh program Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) yang akan berlangsung pada bulan Mei hingga Agustus 2026, dukungan penuh ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat menerima kunjungan kerja Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tidore Kepulauan Oki Afrizal di Ruang Kerjanya, Senin (27/4/2026). “Terima kasih, niat baik BPS Tidore yang luar biasa, jadi nanti sebelum edaran sensus ini disebarkan, kita akan mengundang semua Camat, Lurah dan Kepala Desa juga pelaku usaha untuk melakukan briefing awal, sensus ini sangat membantu Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, jadi briefing ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait data-data yang harus disiapkan,” Ungkapnya. Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini menambahkan, selain melakukan briefing awal, untuk Dinas-Dinas terkait seperti Perindagkop dan UKM juga dapat melakukan sosialisasi atau pemberitahuan lebih awal kepada para pelaku usaha, jadi sebelum edaran resmi disampaikan, pertemuan awal ini penting untuk dilakukan agar satu pemahaman. “Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sangat mendukung adanya Sensus Ekonomi Tahun 2026 ini, olehnya itu mengingat pentingnya briefing awal ini, maka saya menginstruksikan kepada para Camat, Lurah, Kepala Desa dan Operator Desa/Kelurahan masing-masing untuk dapat hadir mengikuti pertemuan yang akan dijadwalkan ini, bersifat wajib dan tidak bisa diwakilkan,” Tegasnya. Sementara, Kepala BPS Tidore Oki Afrizal usai pertemuan tersebut mengatakan, BPS telah menyampaikan tujuan terkait Sensus Ekonomi 2026 kepada Wali Kota Tidore, Alhamdulillah mendapat dukungan dan respon yang sangat positif dari Pemerintah Daerah, sensus ini akan dimulai dengan koordinasi dan konsultasi daerah, kemudian sosialisasi kepada Asosiasi dan instansi terkait. “Untuk pelaksanaan sensus sendiri akan berlangsung pada tanggal 15 Juni 2026, Wali Kota Tidore Kepulauan sangat bersedia sekali memberikan dukungan dan membantu BPS Tidore, karena data sensus ekonomi 2026 ini nantinya akan dikembalikan untuk daerah, rencananya Wali Kota juga akan mengundang Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Pelaku Usaha untuk pertemuan awal,” Tuturnya. Oki menambahkan, meskipun sensus ini dilakukan oleh BPS, namun BPS tidak bisa bekerja sendiri, BPS membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, sehingga dibutuhkan surat edaran dari Wali Kota sebagai dasar untuk disebarluaskan ke Desa/Kelurahan maupun Pelaku Usaha. Melalui dukungan tersebut, diharapkan responden dapat dengan baik dan jujur menyampaikan jawaban/data. “Jawaban responden tidak boleh sembarang diberikan atau asal-asalan, karena data ini nantinya sangat dipertanggungjawabkan, akan kembali ke Pemerintah Daerah, sehingga Pemda bisa melihat hasil sensus, data ini nantinya juga dipakai untuk pemutakhiran DTSEN dan Data Sosial Ekonomi Nasional yang lebih terupdate, terima kasih Pak Wali Kota atas dukungan sensus ini,” Ucapnya.

Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 Resmi Berakhir

Event Domino Game AE Tong Coffee Cup 2026 resmi berakhir, ditutup langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen yang juga selaku Ketua Pordi Provinsi Maluku Utara, hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimda dan OPD Kota Tidore Kepulauan, berlangsung 3 malam, kegiatan tersebut bertempat di depan Tong Coffee, Kelurahan Tuguwaji, Minggu (26/4/2026) Malam. Wali Kota Tidore Kepulauan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi memberikan dukungan kepada panitia, sehingga pertandingan domino AE Tong Coffee Cup Tahun 2026 dapat berjalan lancar hingga selesai. Ia juga mengatakan, Tidore harus bangkit, dalam satu bulan terakhir ini 89 Desa/Kelurahan harus terbentuk Gardu secepatnya. “Saya mengajak teman-teman semua, baik pengurus Pordi Kota maupun Gardu-Gardu yang telah terbentuk, mari bangkitkan semangat kita semua, yakin dan percaya, jika kita bangkitkan olahraga domino, saya pastikan Tidore pasti akan aman, karena olahraga domino ini melatih kesabaran untuk setiap pemainnya, semoga, ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua,” Ungkapnya. Ketua Pordi Malut ini menambahkan, sebuah pertandingan, pasti ada kalah dan menang, yang kalah bukan berarti payah atau gagal, hanya saja keberuntungan yang tertunda, sebagai Ketua Pordi Maluku Utara, ia meminta kepada semua, yang belum berhasil di Tong Coffee, harus semangat dan bangkit kembali, serta berlatih untuk merebut kemenangan di kegiatan-kegiatan berikutnya. “Saya pastikan olah pikir domino ini, akan menjadi salah satu olahraga yang akan mendominasi semua olahraga di Provinsi Maluku Utara, di dalam pertandingan pasti ada selisih paham, saya meminta sebagai seorang atlet dan olahragawan yang baik, mari kita saling memaafkan, apa yang terjadi di dalam pertandingan, mari kita selesaikan dengan bijak,” Pintanya. Adapun pemenang pertandingan AE Tong Coffee Cup Tahun 2026 diantaranya, kategori umum Juara 1 diraih oleh pasangan Ukan – Ris dari Gardu Tong Coffee, Juara 2 diraih oleh pasangan Habu – Gani dari Gardu Balibunga, Juara 3 diraih oleh pasangan Bilo – Mas dari Gardu Balibunga, sementara kategori eksekutif Juara 1 diraih oleh pasangan Unu – Nim dari Gardu Balibunga dan Juara 2 diraih oleh Ayah – Palu dari Gardu Pordi Malut. Para Pemenang masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang tunai.

Wawali Menyoroti Pentingnya Storytelling Dalam Memperkenalkan Daerah

Kolaborasi anak muda dari ufuk timur Indonesia menggema di Backyard Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (26/4/2026). Melalui acara “Bacarita Basudara” Forum diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Discover the Natural Treasure Tidore-Ternate yang bertujuan mengangkat potensi ekonomi kreatif, sejarah, dan kearifan lokal Maluku Utara ke level nasional hingga internasional. Acara yang mempertemukan pemuda dari berbagai daerah termasuk Maluku Utara, Maluku, dan Papua ini diselenggarakan atas sinergi antara APEKSI, Manajemen Hotel Borobudur, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Ternate, dan Timur Network. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberikan dorongan kuat bagi para pelaku kreatif daerah untuk berani melakukan transformasi budaya kerja. Beliau menekankan pentingnya kejujuran profesional dan keberanian berpendapat. “Hubungan kerja yang baik adalah yang berani jujur apa adanya. Kritik yang membangun adalah bentuk kepedulian nyata,” tegas Wamen Irene. Terkait strategi pemasaran, Wamen Irene mengusulkan konsep “Limited Edition” untuk wilayah seperti Maluku Utara. Mengingat aksesibilitas yang menantang, strategi ini dinilai lebih efektif dibanding produksi massal (mass production). “Maluku Utara harus diposisikan sebagai pengalaman unik yang membuat orang rela membayar mahal dan mengantri untuk mendapatkannya, seperti wisata Gorila di Uganda,” tambahnya. Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi, Tiar Nabila Karbala, menyoroti pentingnya literasi digital dan implementasi Artificial Intelligence (AI) bagi UMKM di daerah, menurutnya, digitalisasi tidak boleh hanya berpusat di Jakarta. Ia juga mengapresiasi wadah kewirausahaan lokal dan menyatakan kesiapan untuk membawa para ahli dari Jakarta ke Ternate dan Tidore guna mendorong percepatan pembangunan ekonomi kreatif melalui jaringan seperti Timur Network. Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman dalam kesempatan tersebut, menyoroti pentingnya teknik storytelling dalam memperkenalkan daerah. Beliau mengingatkan kembali sejarah 8 November 1521, saat Sebastian D’elcano singgah di antara Pulau Maitara dan Tidore, sebuah catatan krusial yang membuktikan pada dunia bahwa bumi itu bulat. “Kita punya Teluk Kahia Masolo di pulau Mare yang menjadi tempat lumba-lumba berkumpul, hutan lindung habitat Burung Bidadari dan sejarah dunia. Semua ini butuh narasi yang kuat agar dunia tertarik berkunjung,” ungkap Ahmad Laiman. Sementara, Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ikhtiar nyata untuk menghubungkan potensi lokal ke pasar global. Beliau mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kota Tidore dan Ternate yang “menjemput bola” agar UMKM lokal bisa masuk ke level “bintang lima”. Dukungan sektor swasta, seperti Artha Graha Group, Hotel Borobudur, serta keterlibatan tokoh media dan komunikasi seperti Bayu Oktara, menjadi elemen kunci dalam melatih kemampuan public speaking dan branding para penggerak ekonomi kreatif di daerah. Acara ditutup dengan pesan kuat mengenai kemandirian. Wamen Irene Umar mengingatkan tentang “Ilmu Kepepet” kreativitas yang muncul di tengah keterbatasan anggaran dan pentingnya membangun sistem bisnis yang berkelanjutan yang tetap berjalan bahkan setelah masa jabatan pemerintahan berakhir. Melalui Bacarita Basudara, Maluku Utara tidak lagi hanya bercerita untuk dirinya sendiri, tetapi mulai menitipkan narasinya kepada dunia sebagai harta karun nasional yang tak ternilai.