Kreativitas Anak Muda Tidore Sukses Hidupkan Opening Ceremony Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate

Alunan magic rebab yang bersahutan dengan petikan gitar menghidupkan suasana Opening Ceremony eksibisi “Discovery The Natural Treasure Tidore & Ternate” di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta yang menjadi saksi bisu kebangkitan kreativitas anak muda Tidore, Kamis (22/4/2026). Suksesnya penampilan ini tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, memberikan support penuh terhadap talenta anak muda daerah untuk berani tampil di panggung ibu kota. Creative Production, Albughdadi mengatakan, kolaborasi seni ini berhasil mencuri perhatian para tamu undangan dan investor. Penampilan yang menyatukan musik tradisional dengan sentuhan modern ini membuat penonton terkesan, membuktikan bahwa warisan leluhur mampu tampil relevan di industri kreatif masa kini. Konsep yang dibawakan terasa sangat matang. Alunan instrumen tradisional rebab yang dimainkan dengan apik oleh Muhammad Ali, berpadu harmonis dengan vokal jernih Fadhilah Amatullah. Nuansa kontemporer hadir lewat petikan gitar dari Sabda Alam, sementara Amal Hasanuddin (d’Facto) memberikan kedalaman makna melalui bait-bait puisi yang menggugah. “Kami menghadirkan warna tradisional yang dikemas dalam konsep jelas dan terarah. Nilai dan esensi tetap dijaga, namun secara estetika karya ini dibuat agar otentik sekaligus bisa dinikmati khalayak luas,” ujar AlBughdadi Bagi AlBughdadi dan tim, tampil di Jakarta adalah sebuah tanggung jawab besar. Ini tentang mengambil peran untuk mempromosikan Kota Tidore Kepulauan secara utuh, yang dibawa bukan hanya nama pribadi, tapi cerita dan harapan banyak orang di Kota Tidore Kepulauan. Dibalik layar, tim yang solid turut mensukseskan acara ini, mulai dari Nurul Asnawiah, Siti Faya Ila Togubu, Syahbuddin Soleman (OBud), Herman Husein, Abd. Rachim, Zulkifli, M Ali Gibran & Meus Creative Studio. “Melalui momentum ini, diharapkan semakin banyak pihak, termasuk investor, yang mulai melirik Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah dengan potensi besar yang siap dikembangkan,” Harapnya. AlBugdadi mengatakan, dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi sinyal kuat bahwa Kota Tidore Kepulauan siap menyongsong peluang-peluang baru melalui kolaborasi budaya dan kreativitas anak mudanya. di Hotel Borobudur ini menjadi bukti bahwa ketika tradisi dan kreativitas anak-anak muda diberi ruang dan dukungan, ia mampu berbicara di kancah yang lebih luas.

Sejarah dan Keindahan Tidore dalam Etalase Nasional

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, S.Sos, menghadiri sekaligus memberikan sambutan secara resmi di Opening Ceremony program “Discover the Natural Treasure: Tidore & Ternate” yang digelar di Ruang Flores A, Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (22/4/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Manajemen Hotel Borobudur Jakarta, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) serta Pemerintah Daerah terkait untuk mempromosikan potensi budaya, sejarah, dan alam dari timur Indonesia. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menekankan, Tidore bukan sekadar titik di peta, melainkan pilar penting berdirinya Indonesia. Beliau mengingatkan bahwa Kesultanan Tidore pernah menyumbangkan hampir sepertiga wilayahnya untuk keutuhan Republik ini. “Nusantara tanpa Tidore, bukanlah Nusantara yang indah, tidak akan ada lagu ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ jika Kesultanan Tidore tidak bergabung dengan NKRI. Keunikan Maluku Utara adalah permata bagi Republik ini,” Ujar Ahmad Laiman. Wawali juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-kota dan kesultanan, seperti Tidore, Ternate, Bacan dan Jailolo, yang tumbuh dalam persekutuan kesultanan bersejarah untuk maju bersama di era modern. Selain sisi historis, Ahmad Laiman juga memaparkan profil Kota Tidore Kepulauan saat ini: Keanekaragaman Hayati: Tidore kini diusulkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai kota dengan konservasi hayati yang lengkap. Tidore juga sebagai Daerah Penyangga (Buffer Zone): Di tengah kepungan industri tambang, Tidore tetap konsisten menjaga keseimbangan ekosistem. Karakter Unik: Meski berstatus administratif Kota, Tidore tetap mempertahankan kearifan lokal pedesaan yang kental. “Melalui acara ini, diharapkan serpihan-serpihan permata nusantara dapat menyatu kembali seperti puzzle yang indah, membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin jaya dan hebat di masa depan,” Pungkasnya. Sementara, di Kesempatan yang sama, General Manager Hotel Borobudur Jakarta, Anggie Ayuningtyas, menjelaskan, program Discover ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Tidore-Ternate kepada dunia internasional. “Kekayaan Indonesia harus dipelajari dan diimplementasikan. Kami ingin menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dalam tentang ‘Negeri Rempah’ melalui kolaborasi dengan Pemda dan berbagai yayasan,” kata Anggie. Acara pembukaan ini berlangsung meriah, dihadiri oleh perwakilan Kementerian/Lembaga, Direktur Eksekutif APEKSI, Perwakilan Bank Artha Graha, Perwakilan perbankan internasional (Bank Spanyol). Sekda Kota Tidore Kepulauan serta pimpinan OPD, Tokoh masyarakat Tidore dan Maluku Utara yang berdomisili di Jakarta.

Wawali Tidore Paparkan Potensi Wisata Sejarah Hingga Kuliner dalam Podcast Discover National Treasure Tidore-Ternate

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman menghadiri kegiatan Podcast Discover National Treasure Tidore-Ternate yang diselenggarakan di Executive Lounge, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Kehadiran ini merupakan bagian dari rangkaian promosi besar-besaran potensi wisata serta pengembangan industri pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan kuliner yang berlangsung mulai 20 April hingga 7 Juni 2026. Dalam sesi bincang tersebut, Wakil Wali Kota Tidore memaparkan keunikan Tidore sebagai kota dengan luas daratan terbesar ketiga secara nasional, masih mempertahankan suasana pedesaan yang asri, sekaligus memiliki rekam jejak sejarah panjang sebagai Ibu Kota pertama Irian Barat dan pusat kebesaran Kesultanan Tidore di masa lalu. “Tidore menawarkan kekayaan alam yang luar biasa, melalui Taman Nasional Aketajawe-Lolobata yang menjadi rumah bagi hewan endemik seperti Burung Bidadari, tak hanya di darat, kekayaan bahari Tidore juga menonjol dengan keberadaan Hiu Berjalan serta kawasan konservasi laut yang telah terjaga sejak tahun 1500-an di Teluk Lumba-Lumba,”Paparnya. Bagi para pecinta selam, Wawali menambahkan, Tidore menyajikan titik-titik penyelaman yang tidak hanya memamerkan terumbu karang dan keanekaragaman biota laut, tetapi juga situs kapal karam yang bersejarah. Kekayaan alam ini sejalan dengan identitas Tidore sebagai daerah pertama yang mengekspor cengkeh ke Eropa, di mana rempah-rempah bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari filosofi kehidupan yang diwariskan oleh leluhur. “Sisi kebudayaan dan kerajinan tangan juga menjadi daya tarik utama yang diperkenalkan dalam ajang ini, salah satunya adalah Puta Dino atau kain tenun khas Tidore yang setiap motifnya memiliki filosofi mendalam. Produk kebanggaan ini bahkan dijadwalkan akan tampil dalam pameran internasional Lange Nacht der Konsulat di Hamburg, Jerman,” Imbuhnya. Selain itu, Wawali juga mengatakan, kekayaan intelektual Tidore telah diakui secara hukum melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Kue Lapis Tidore. Berbagai penganan khas seperti Kue Andara dan Kue Kale-Kale pun turut dipromosikan, dimana kuliner Tidore dipandang bukan sekadar pengganjal perut, melainkan representasi dari identitas budaya masyarakatnya. Rangkaian kegiatan di Hotel Borobudur ini mencakup berbagai agenda menarik, mulai dari Bazar UMKM, Culinary Food Promotion, hingga forum bisnis dan investasi bersama Bank BTN. Seluruh hidangan khas yang ditampilkan dalam podcast juga tersedia dan dijual secara eksklusif di Hotel Borobudur selama periode kegiatan. Selain bincang budaya dan sejarah bersama Timur Network Foundation, acara ini juga dimeriahkan dengan festival budaya, yoga akuatik, sesi meditasi, hingga pembacaan relief Borobudur. Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan optimis dapat menarik minat investor dan wisatawan untuk mengeksplorasi lebih jauh keajaiban “Harta Karun Nasional” yang ada di Maluku Utara.