Ritual adat Lufu Kie digelar

 

Suasana haru mewarnai ritual adat Lufu Kie atau perjalanan laut mengelilingi Pulau Tidore dengan formasi Hongi Taumoi se Malofo yang digelar Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulaun, Kesultanan Tidore dalam rangka Hari Jadi Kota Tidore Ke 908 Tahun 2016, Minggu (9/4). Pagi

Suasana haru terjadi ketika rombongan Lufu Kie tiba di depan perairan Dodoku Ali atau searah dengan Kedaton Kesultanan Ternate dan disambut oleh bobato adat Kesultanan Ternate di atas dermaga Dodoku Ali. Saat itu barisan Juanga dan Kagunga (perahu perang Sultan Tidore) yang dinaiki Sultan Tidore, bersama bobato adat dan imam syara Kesultanan Tidore disambut dengan penghormatan secara adat atau suba oleh Bobato Adat Kesultanan Ternate.

Keharuan mulai memuncak saat Imam Kesultanan Tidore membacakan do’a dan diamini oleh sultan Tidore didampingi Jou Boki bersama bobato adat dan imam syara Kesultanan Tidore serta Bobato Adat Kesultanan Ternate di atas Dermaga Dodoku Ali . Kemudian Sultan Tidore H. Husain Syah menyampaikan "kami singgah di tempat ini sebagai bentuk satu persaudaraan yang sudah terikat sekian ratus tahun bahkan ribuan tahun, ikatan ini tidak boleh lepas dan tidak boleh luntur oleh karena itu saya akan melanjutkan apa yang telah ditinggalkan leluhur kepada kita semua untuk menjaga tali silaturahim persaudaraan ini sehingga persaudaraan ini kekal dan tidak ada pertentangan diantara kita.

Sultan Tidore juga menyampaikan Tidore, Ternate, Bacan dan Jailolo atau dikenal dengan Kie Raha merupakan persaudaraan yang paling tertinggi yang tidak dimiliki oleh bangsa lain di dunia ini oleh karena itu " saya percaya bahwa ikatan persaudaraan inilah yang mengikat kita dalam negara Republik Indonesia, tutur sultan". selanjutnya Bobato Adat bersama Imam syara Kesultanan Tidore saling membalas suba yang disampaikan Bobato Adat Kesultanan Ternate.

Prosesi ritual adat Lufu Kie sendiri diawali dari Kedaton Kesultanan Tidore. Sultan Tidore didampingi Jou Boki bersama para Bobato dan Imam Syara sebelum keluar dari kedaton, dibacakan salawat oleh Imam Ngofa, kemudian Imam Togubu membacakan doa selamat. Selanjutnya Sultan dan rombongan berjalan kaki dari kedaton menuju doro kolano atau dermaga Kesultanan. Sebelum naik ke Kagunga, Imam Kesultanan Tidore membacakan doa selamat. Kemudian, Jojau mengeluarkan idin kepada Gimalaha MarsaolySogaro Hongi”, Gimalaha Marsaoly meneruskan idin tersebut Kepada Gimalaha Tomaloutola pandara, naro tapu”, dan Gimalaha Tomalou menyerukan ”Hongi Taumoi se Malofo”. Maka bertolaklah barisan perahu juanga sesuai urutan diikuti perahu Kagunga Sultan diiringi pukulan tifa.

Sementara itu, Unsur Muspida, Asisten Bidan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, SKPD bersama Masyarakat turut hadir menyaksikan langsung Prosesi ritual Lufu Kie yang diawali dari Kedaton Kesultanan Tidore.

Ungkapkan aspirasi anda baik dukungan, keluhan, ide, atau pengaduan anda dalam halaman Aspirasi Masyarakat. Anda juga dapat menyebarkan dan mendukung aspirasi masyarakat lain.