Category: Pengumuman

  • Wali Kota Tidore Kepulauan Buka Festival Sorame Gam di Dusun Paceda

    Wali Kota Tidore Kepulauan Buka Festival Sorame Gam di Dusun Paceda

    Nuansa adat dan semangat generasi muda menyatu dalam pembukaan Festival Sorame Gam Ngofa Loa Ma Munara yang digelar di Lapangan Bola Dusun Paceda, Desa Akedotilou, Kecamatan Oba Tengah, Rabu (13/5/2026).

    Acara yang mengusung tema “Kabata” Kolaborasi Adat Budaya Seaturan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dan dihadiri oleh  Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta tokoh masyarakat setempat.

    Dalam sambutannya, Muhammad Sinen menekankan pentingnya filosofi “Jasmerah” atau Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Ia memberikan perumpamaan yang kuat mengenai jati diri masyarakat Tidore.

    “Nilai budaya dan sejarah kita ibarat uang seratus ribu rupiah, meski diremas atau diinjak, nilainya tetap tinggi dan tidak akan berubah. Itulah identitas kita yang harus dijaga di tengah kemajuan teknologi,” tegasnya.

    Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memasukkan bahasa Tidore ke dalam kurikulum sekolah rencananya, akan ada satu hari khusus dalam seminggu bagi siswa untuk wajib berkomunikasi menggunakan bahasa daerah.

    Menutup sambutannya, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini berpesan agar pemuda  terus mengasah akhlak dan pola pikir positif. Ia berharap tidak ada lagi aksi anarkis di masa depan, melainkan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

    “Jadilah agen perubahan, jangan bertanya apa yang diberikan pemerintah kepadamu, tapi tanyalah apa yang sudah kamu berikan untuk daerahmu,” pungkasnya.

    Di kesempatan yang sama, Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, dalam pesannya memberikan penguatan spiritual dan sosial. Beliau mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari warna kulit atau suku, melainkan dari amal dan kualitas kemanusiaannya.

    Sultan juga menyoroti kondisi ekonomi global yang berdampak pada pemangkasan anggaran daerah. Ia mengajak masyarakat untuk kreatif dan mandiri, seperti dalam pengelolaan sampah swadaya, guna membantu meringankan beban pemerintah.

    “Mari kita doakan para pemimpin kita agar tetap amanah membawa rahmat bagi daerah,” Ajak Sultan.

    Sementara, Ketua Panitia, Cintia Muhammad dalam laporannya mengatakan, festival ini bertujuan menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membentengi diri dari arus globalisasi melalui nilai-nilai lokal.

    “Rangkaian Perlombaan mulai dari Tingkat SD, SMP dan SMA ada lomba Tarian Daerah, Dialog Bahasa Tidore, Lomba Baca Puisi dan Karaoke Solo Lagu Daerah, Panitia berharap festival ini dapat ditetapkan sebagai agenda budaya tahunan resmi oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Kesultanan Tidore,  agar pembinaan budaya dapat berkelanjutan,” Pungkasnya.

  • Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026

    Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026

    Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan menyampaikan jawaban atas 20 poin pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026, di Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan, Rabu (11/5/2026).

    Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi. “Berbagai pandangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.

    Muhammad Sinen menambahkan,Dari 20 catatan yang disampaikan, terdiri atas 5 poin dari Fraksi PDI Perjuangan, 5 poin dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, 5 poin dari Fraksi Demokrat Karya Indonesia, dan 5 poin dari Fraksi Gabungan PAN-NasDem.Catatan tersebut mengerucut pada 7 hal strategis.Tujuh poin penting itu meliputi inovasi harus berdampak nyata, integrasi inovasi dengan digitalisasi dan dokumen perencanaan, dukungan anggaran inovasi yang transparan, inovasi memperhatikan karakteristik lokal, penyempurnaan redaksional dan norma Ranperda, partisipasi masyarakat dan kolaborasi, serta pengawasan dan evaluasi inovasi.Terkait poin pertama, Walikota sepakat inovasi tidak boleh sekadar administratif.

     “Esensi inovasi adalah menghasilkan dampak nyata. Setiap inovasi harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

    Lanjutnya, Untuk integrasi dengan digitalisasi dan perencanaan, Pemda memandang inovasi harus menjadi bagian transformasi tata kelola berbasis digital dan diselaraskan dengan RPJMD, RKPD, serta dokumen perencanaan lain agar berjalan sistematis dan berkelanjutan.

    Mantan Wakil Walikota dua periode ini menyatakan penganggaran inovasi akan diarahkan secara transparan, terukur, dan akuntabel sesuai prioritas pembangunan dan peraturan perundang-undangan.Ia juga menegaskan inovasi harus lahir dari kebutuhan dan kearifan lokal.

     “Inovasi yang dikembangkan akan lebih relevan, mudah diterapkan, dan memiliki identitas daerah yang kuat,” katanya.

    Pemerintah Daerah menerima seluruh masukan terkait penyempurnaan redaksional dan norma Ranperda. “Fungsi DPRD adalah membahas dan menyempurnakan setiap Ranperda yang diusulkan pemerintah daerah. Kami berharap penyempurnaan substansi akan terus dilakukan agar tidak menimbulkan multitafsir dan dapat diimplementasikan secara efektif,” ujarnya.

    Terkait partisipasi dan pengawasan, Walikota meyakini keberhasilan inovasi membutuhkan sinergi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. “DPRD sebagai lembaga politik yang mewakili masyarakat harus mendengar aspirasi agar Ranperda ini benar-benar sejalan dengan harapan kita bersama,” tambahnya.

    Wali Kota Tidore Kepulauan berharap pembahasan Ranperda berjalan melalui semangat kemitraan Pemda dan DPRD demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kemudahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah pembangunan daerah,” tutupnya.

    Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ridwan Muhammad Yamin dalam pidatonya menegaskan Peraturan Daerah merupakan alat transformasi sosial dan demokrasi untuk menjawab perubahan cepat di era otonomi dan globalisasi. “Pembentukan perda harus dilakukan secara taat asas melalui proses perencanaan, penyusunan, pembahasan, penetapan, dan pengundangan agar tidak cacat formil,” ujarnya.

    Rapat paripurna ini dihadiri Wakil Walikota Ahmad Laiman, 24 Anggota dari 25 Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Forkopimda, Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah dan Pejabat Administrator, serta insan pers.

  • Dukcapil Kota Tidore Kepulauan Tetap Buka Pelayanan di Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

    Dukcapil Kota Tidore Kepulauan Tetap Buka Pelayanan di Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

    Dalam rangka memastikan pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan optimal pada Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tanggal 14 dan 15 Mei 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan tetap membuka layanan kepada masyarakat.

    Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan, Rudy Ipaenin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).

    Rudy mengatakan, Kebijakan ini mengacu pada Surat Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 400.8/4780/DUKCAPIL tanggal 12 Mei 2026 tentang Layanan Dukcapil pada Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

    “Adapun mekanisme pelayanan yang dilaksanakan yaitu pada hari Kamis 14 Mei 2026, Pelayanan administrasi kependudukan dibuka secara langsung di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan, sementara untuk hari Jumat 15 Mei 2026, Pelayanan administrasi kependudukan dilaksanakan secara online melalui Aplikasi Daga,” Jelasnya.

    Rudy menambahkan, pelayanan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terhadap dokumen kependudukan tetap dapat terpenuhi meskipun dalam masa libur nasional dan cuti bersama.

    “Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” Pungkasnya.

  • Rapat Paripurna ke-IV masa persidangan III Tahun 2025-2026

    Rapat Paripurna ke-IV masa persidangan III Tahun 2025-2026

    Setelah menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen kembali mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang diagendakan pada rapat Paripurna ke-IV masa persidangan III Tahun 2025-2026, yang berlangsung di ruang rapat Paripurna, Selasa (12/5/2026).

    Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Aisya Ismail, dan diikuti oleh Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama serta 24 dari 25 anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Forkopimda Kota Tidore, Para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, Pimpinan OPD, Camat dan Insan Pers.

    Mengawali pandangan umum fraksi-fraksi yang disampaikan oleh juru bicara PDI Perjuangan Nurul Asnawiah mengatakan bahwa Ranperda ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong daya saing daerah, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat Kota Tidore Kepulauan, namun inovasi daerah tidak boleh berhenti sebagai slogan, aplikasi, atau capaian indeks semata, karena inovasi harus menjadi jalan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih murah, lebih adil, dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    Nurul Asnawiah juga menambahkan bahwa, sistem informasi inovasi daerah sangat penting, akan tetapi sistem informasi tersebut tidak boleh hanya menjadi etalase atau tempat menampilkan daftar inovasi, sehingga Fraksi mendorong agar sistem informasi inovasi daerah memuat informasi yang terbuka dan mudah diakses, dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui manfaat inovasi, sementara DPRD memiliki dasar yang lebih kuat untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan, pendanaan, hasil, dan keberlanjutan inovasi daerah.

    Senada juga disampaikan, Fraksi PKB yang disampaikan oleh juru Bicaranya Kasman Ulidam mengatakan bahwa inovasi daerah merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam menghadapi perkembangan zaman, tuntutan masyarakat yang semakin dinamis, kemajuan teknologi informasi, serta tantangan birokrasi yang semakin kompleks, sehingga Pemerintah daerah tidak lagi dapat menjalankan pola-pola pelayanan dan tata kelola yang konvensional, lamban, birokratis dan kurang adaptif  terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Semangat inovasi tidak boleh berhenti hanya pada tataran slogan administratif, penghargaan, seremonial, atau pemenuhan indikator penilaian pemerintah pusat semata, Inovasi daerah harus benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, mempercepat pelayanan publik, memperkuat kesejahteraan rakyat, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran daerah, serta mengurangi berbagai praktik birokrasi yang berbelit-belit.” Kata Kasman

    Tak hanya itu, Juru bicara Fraksi DKI Idrus Salim juga menekankan bahwa inovasi daerah harus tetap berpedoman pada prinsip akuntabilitas, transparansi, efisiensi, serta tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Sehingga Fraksi kami pada prinsipnya dapat menerima dan mendukung Ranperda tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme dan tahapan yang berlaku di DPRD.” Tandas Idrus

    Sementara, Pandangan Umum Fraksi ADEM yang disampaikan oleh Alifandi Riski Cahya mengatakan bahwa pentingnya integrasi inovasi dengan digitalisasi pelayanan publik di era transformasi digital, inovasi harus diarahkan pada simplifikasi layanan, transparansi administrasi, percepatan akses informasi, serta penguatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

    “Kami juga mengingatkan bahwa inovasi harus memperhatikan karakteristik geografis dan sosial budaya Kota Tidore Kepulauan sebagai daerah kepulauan. Inovasi yang diterapkan harus kontekstual, adaptif terhadap kondisi wilayah, serta berpihak pada kebutuhan masyarakat pesisir, pulau kecil, dan wilayah terpencil.” Kata Riski

    Rapat Paripurna pendapat umum fraksi-fraksi DPRD tentang pandangan umum fraksi-fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah Kota Tidore Tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah ini mendapatkan persetujuan dari para Fraksi untuk dibahas serta dijadikan sebagai Perda.

    Selanjutnya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dijadwalkan akan memberikan jawaban dan tanggapan Wali Kota pada Rabu, (13/5/2026).

  • Ketua TP PKK Tidore Resmi Dikukuhkan Menjadi Bunda Literasi

    Ketua TP PKK Tidore Resmi Dikukuhkan Menjadi Bunda Literasi

    Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Tidore Kepulauan periode 2026-2030 dalam acara pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se Provinsi Maluku Utara di Ballroom Gamalama, Bella Hotel, Senin (11/5/2026).

    Dikukuhkan oleh Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara Ny. Rusni Sarbin, acara pengukuhan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, Aminudin Aziz dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sarbin Sehe.

    Usai dikukuhkan, Hj. Rahmawati mengatakan, peran Bunda Literasi tentunya menciptakan lingkungan masyarakat terutama generasi muda, agar memiliki kedisiplinan dan sadar akan pentingnya budaya membaca, guna meningkatkan kualitas SDM yang kreatif dan inovatif.

    “Setelah pengukuhan ini, kami menunggu juknis terkait program yang akan dilakukan, kami juga akan melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah untuk menjalankan setiap program literasi,” Ungkapnya.

    Hj. Rahmawati menambahkan, Perpustakaan Nasional mendorong kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah terutama Dinas Pendidikan, karena sekolah berperan besar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

    “Seperti dipaparkan oleh Kepala Perpusnas, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Tidore Kepulauan berada pada skor 13,89% merupakan yang tertinggi di Provinsi Maluku Utara, capaian ini menjadi motivasi penggerak untuk kita kampanyekan program literasi di Kota Tidore,” Imbuhnya

  • Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026

    Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026

    Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen secara resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan III Tahun 2025-2026 DPRD Kota Tidore Kepulauan, Senin 11/5/2026.

    Rapat paripurna dihadiri Wakil Walikota Ahmad Laiman, 21 Anggota dari 25 Anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Forkopimda, Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan atau yang mewakili, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staf Ahli, Pimpinan Perangkat Daerah dan Pejabat Administrator, serta insan pers.

    Dalam pidatonya, Wali Kota Tidore Kepulauan  menegaskan inovasi daerah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas, pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi melalui berbagai terobosan dan inovasi. Inovasi daerah bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan yang cepat, murah, dan berdaya saing,” ujarnya.

    Ia menyebut realitas yang dihadapi tidak sederhana. “Ruang fiskal yang semakin terbatas, situasi ekonomi yang tidak menentu, serta tuntutan pelayanan masyarakat yang optimal. Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya jalan adalah kita harus berani berubah, berani berinovasi, dan berani mengambil langkah strategis,” tegasnya.

    Mantan Wakil Walikota dua periode ini mengingatkan bahwa pada 2025, Kota Tidore Kepulauan menjadi satu-satunya kota dari luar Jawa yang berhasil masuk 5 besar nasional kota terinovatif. “Namun kita semua harus bersepakat, bahwa inovasi haruslah membumi, berdampak nyata, dan solutif mengatasi problem sosial di negeri ini,” katanya.

     

    Menurutnya, Ranperda ini merupakan wujud komitmen politik dan komitmen pemerintah untuk menghadirkan perubahan nyata. “Hari ini kita tidak sekadar membahas sebuah dokumen regulasi namun kita sedang menentukan arah masa depan daerah, dengan menjawab pertanyaan besar: apakah kita akan berjalan biasa-biasa saja, atau melompat lebih maju melalui inovasi”

    Walikota menyebut Ranperda ini sebagai instrumen transformasi. “Dengan regulasi ini, kita ingin memastikan bahwa setiap perangkat daerah tidak lagi bekerja secara rutin semata, tetapi haruslah out of the box, yang berorientasi pada terobosan dan hasil. Setiap kebijakan publik benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan setiap rupiah dalam anggaran yang kita kelola haruslah menghasilkan nilai tambah untuk kesejahteraan bagi semua,” jelasnya.

    Regulasi ini juga memberi ruang luas bagi aparatur, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk mendorong gerakan inovasi daerah. Walikota mengutip pandangan Elon Musk, “Inovasi lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda dan menantang batasan.”

    Ia memandang DPRD sebagai mitra strategis. “Kami menyadari tidak ada kebijakan yang sempurna tanpa proses pembahasan yang mendalam. Melalui forum dewan yang terhormat ini, kiranya dapat bersama-sama membahas, menyempurnakan substansinya, dan pada akhirnya menetapkannya sebagai regulasi yang kuat, implementatif, dan visioner,” ucapnya.

    Menutup sambutan, Walikota menegaskan sejarah kemajuan daerah ditentukan keberanian pemimpin mengambil keputusan. “Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita adalah pemimpin yang tidak hanya mampu merencanakan, tetapi juga berani melakukan perubahan,” katanya.

    Sementara itu Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan H.Ade Kama dalam pidatonya menegaskan pentingnya Ranperda Penyelenggaraan Inovasi Daerah sebagai landasan hukum lahirkan terobosan pelayanan public.

    “Inovasi tidak lagi dipahami sekadar gagasan baru, tetapi harus menjadi budaya kerja dan semangat perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” tegasnya.

    H.Ade Kama  menambahkan inovasi menjadi jalan mengatasi kebuntuan organisasi di tengah keterbatasan fiskal dan tingginya ekspektasi masyarakat. “Melalui inovasi dapat tercipta sistem, metode, serta teknologi yang mampu mengurangi biaya, mempersingkat waktu pelayanan, memangkas birokrasi, dan memberi kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

  • Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 resmi ditutup

    Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 resmi ditutup

    Yusril Ihza Mahendra keluar sebagai Juara Umum Open dan  Rizki Fajar Husen keluar sebagai juara umum Lokal Maluku Utara pada Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026, yang berlangsung di Sirkuit Selawering, Kelurahan Rum, Minggu (10/5/2026).

    Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 ini ditutup secara resmi oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Sumiyati Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ade Kama.

    Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, Event ini bukan sekadar ajang adu kecepatan, namun lebih dari itu, karena ini adalah ruang silaturahmi, hiburan rakyat, wadah lahirnya atlet-atlet muda berbakat, sekaligus momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat karena kehadiran event seperti ini membawa energi positif bagi Kota Tidore Kepulauan.

    “Saya melihat semangat luar biasa dari generasi muda otomotif kita hari ini, Semangat ini harus terus dijaga dan diarahkan ke hal-hal positif karena Balap boleh kencang, tapi keselamatan tetap nomor satu. Jadilah pembalap yang bukan hanya cepat di lintasan, tetapi juga menjadi contoh baik di tengah masyarakat.” kata Muhammad Sinen

    Tak lupa, Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga berharap Kepada seluruh masyarakat dan pecinta otomotif bahwa Sirkuit Selawaring Rum, Tidore dapat terus berkembang menjadi salah satu pusat olahraga otomotif terbaik di Maluku Utara, karena Pemerintah daerah tentu akan terus memberikan dukungan demi kemajuan fasilitas dan penyelenggaraan event-event otomotif yang lebih besar di masa mendatang.

    “Kepada seluruh peserta dari luar daerah, terima kasih sudah datang dan meramaikan Kota Tidore Kepulauan, semoga pulang membawa kesan yang baik, persaudaraan yang kuat, dan kembali lagi di event-event berikutnya.

    Di hadapan para pembalap dari luar daerah, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Tidore masih ada pelayanan maupun fasilitas yang belum maksimal, dengan harapan para peserta membawa pulang kesan baik tentang Tidore Kepulauan.

     “Tidore memiliki sejarah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia dan tetap berkomitmen menjaga lingkungan, sehingga Tidore memang tidak memiliki tambang seperti daerah lain di Maluku Utara. Tapi sirkuit ini adalah salah satu bukti nyata tambang Kota Tidore Kepulauan, tambang yang tidak merusak lingkungan,” tegasnya

  • Pembukaan Jambore Cabang V Tahun 2026

    Pembukaan Jambore Cabang V Tahun 2026

    Jambore merupakan momentum yang sangat baik dalam membangun karakter generasi muda, karena Gerakan Pramuka terbukti menjadi salah satu wadah pendidikan nonformal yang mampu membentuk pribadi disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat persatuan dan kepedulian sosial.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan dalam hal ini diwakili Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin saat membuka dengan resmi Jambore Cabang V Tahun 2026 di wilayah kota tidore Kepulauan, yang berlangsung di Taman Olahraga SMP Negeri 1 Tidore, Sabtu (9/5/2026) malam.

    Mengawali sambutan Wali Kota Tidore, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Rudy Ipaenin mengatakan, Para peserta jambore diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berlatih, serta membangun persahabatan, karena dalam kegiatan perkemahan, peserta akan belajar arti kebersamaan, kepemimpinan, kerja sama, serta menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan moral. Generasi yang memiliki jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.” harap rudy

    Tak hanya itu, Rudy Ipaenin juga menghimbau, agar Seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, menaati aturan yang telah ditetapkan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab.

    Sementara, Ketua Panitia Thamrin Folasowohi mengatakan bahwa kegiatan Jambore Cabang V Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026 ini  diikuti oleh 170 orang yang terdiri dari 88 putri dan 82 Putra yang akan  dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 12 Mei 2026.

    “Kegiatan jambore ini mengambil Tema kegiatan Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan, dengan harapan bisa melahirkan generasi muda  yang mampu bertanggung jawab.” kata Tamrin

  • Penutupan Festival Budaya Sumkusu III

    Penutupan Festival Budaya Sumkusu III

    Ditantang oleh zaman, peran generasi muda sangat penting, sebagai generasi penerus dalam menjaga tradisi serta melestarikannya, seperti penggunaan media sosial untuk mempromosikan budaya tradisional di era digital.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen saat menutup secara resmi Festival Budaya Sumkusu III, di Kelurahan Ome, Sabtu (9/5/2026) Malam.

    Mengawali sambutannya, Hj. Rahmawati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, terutama Ibu-Ibu Majelis Ta’lim dan Ibu-Ibu PKK yang telah berpartisipasi aktif, sehingga festival ini dapat terlaksana.

    “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, Ibu-Ibu Majelis Ta’lim dan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Ome yang luar biasa sehingga kegiatan festival ini terlaksana dengan baik dan sukses,” Ungkapnya.

    Ketua TP PKK Tidore juga mengatakan, melalui festival ini berbagai potensi anak-anak dapat dilihat, bukan hanya anak muda yang berperan, tetapi Ibu-Ibu juga menjadi agen perubahan dan garda terdepan dalam suksesnya festival ini.

    “Seorang perempuan dan Ibu tidaklah sempurna, tetapi lihatlah bagaimana dia berperan, hadir berpartisipasi dan memberikan motivasi serta inspirasi kepada semua, terutama bimbingannya terhadap generasi muda” Imbuhnya.

    Melalui tema “lestarikan budaya, mempererat persaudaraan”, istri orang nomor satu di Kota Tidore ini juga mendukung tarian dana-dana dan tarian naro oti di Festival Sumkusu ini untuk diusulkan menjadi warisan budaya takbenda.

    “Selain tarian dana-dana, ada juga tarian naro oti, menceritakan kehidupan masyarakat Ome pada zaman dulu, melalui kajian yang matang, mudah-mudahan dapat diusulkan menjadi warisan budaya takbenda,” Pungkasnya.

    Hj. Rahmawati juga berharap, kegiatan ini bukan hanya sekedar ceremony, di era digital seperti sekarang ini, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga tradisi, ia berpesan untuk pergunakan media sosial sebagai wadah promosi budaya tradisional di era digital.

  • Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 secara resmi dibuka Oleh Wali Kota Tidore Kepulauan

    Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 secara resmi dibuka Oleh Wali Kota Tidore Kepulauan

    Wali Kota Tidore Cup Race I Tahun 2026 secara resmi dibuka Oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, yang  berlangsung meriah di Sirkuit Selawaring, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan.

     Event balap motor tersebut diikuti puluhan pembalap dari berbagai daerah di Maluku Utara maupun luar daerah ini disaksikan langsung juga Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Ny. Rahmawati Muhammad Sinen, Forkopimda Kota Tidore Kepulauan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Ismail Dukomalamo bersama Ketua DWP Kota Tidore Kepulauan Ny. Nuraen Ismail Dukomalamo.

    Mengawali sambutannya, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung perkembangan olahraga otomotif di Tidore Kepulauan.

    “Event ini bukan hanya ajang kompetisi para pembalap, tetapi juga menjadi wadah positif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat, minat, dan kreativitas di bidang otomotif,” ujar Muhammad Sinen.

    Muhammad Sinen menambahkan,  kegiatan otomotif juga memiliki dampak besar bagi daerah karena mampu menggerakkan pelaku UMKM lokal serta mempromosikan Tidore Kepulauan sebagai destinasi sport tourism di Maluku Utara.

    Tak lupa, Orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan ini juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan selama mengikuti perlombaan.

    “Kepada seluruh peserta race, saya berharap selalu menjaga keselamatan dan mengikuti seluruh aturan yang telah ditetapkan panitia maupun penyelenggara, kareena keselamatan adalah hal utama,” tegasnya.

    Selain itu, Muhammad Sinen berharap Sirkuit Selawaring dapat menjadi perhatian serius pemerintah provinsi maupun pusat agar dipersiapkan sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada tahun 2027 mendatang.

    “Sanggup atau tidak sanggup, tahun 2027 Sirkuit Selawaring harus menjadi perhatian serius kita semua. Pemerintah Kota Tidore Kepulauan siap melaksanakan Kejurnas di Selawaring,” kata Muhammad Sinen

    Sementara itu, Ketua IMI Provinsi Maluku Utara, Jackson de Beving mengapresiasi pelaksanaan Wali Kota Racing Cup 2026 sebagai wadah positif bagi generasi muda dan pecinta otomotif, karena event balap resmi seperti ini sangat penting untuk menekan aksi balap liar di jalan raya serta membangun budaya berlalu lintas yang aman.

    “Event ini dibuat supaya teman-teman pecinta balap tidak lagi melakukan balapan di jalan raya, karena yang utama adalah bagaimana membangun budaya berlalu lintas yang positif dan aman,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa event tersebut direncanakan akan digelar secara berseri bersama Kabupaten Halmahera Selatan.

    “Setelah event di Tidore ini, rencananya akan dilanjutkan di Halmahera Selatan, dengan seri berikutnya nanti kembali digelar di Kota Tidore Kepulauan,” katanya.

    Di kesempatan yang sama, Ketua IMI Kota Tidore Kepulauan sekaligus Ketua Panitia, Abdul Gafur Maradjabessy, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Wali Kota Racing Cup 2026 merupakan hasil kerja sama antara IMI Kota Tidore Kepulauan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, KONI, serta dukungan sejumlah OPD dan sponsor.

    “Kami juga mendapat dukungan penuh, baik moril maupun materil, dari Dinas Pemuda dan Olahraga, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, serta para sponsor yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” katanya.

     

    Abdul Gafur juga menyampaikan terima kasih kepada IMI Provinsi Maluku Utara yang telah memberikan mandat dan kepercayaan kepadanya untuk memimpin IMI Kota Tidore Kepulauan secara aklamasi.

    Tak hanya itu, Abdul Gafur menambahkan bahwa, event tersebut bukan hanya menjadi ajang kompetisi balap motor, tetapi juga bagian dari pembinaan atlet otomotif, peningkatan ekonomi masyarakat, serta promosi wisata daerah melalui keberadaan Sirkuit Selawaring.

    Event Wali Kota Racing Cup 2026 diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan hingga sejumlah pembalap dari Pulau Jawa.

    “Jumlah peserta sebanyak 56 dengan total starter mencapai 134 starter. Ini menunjukkan bahwa event balap motor di Tidore memiliki daya tarik dan potensi besar untuk terus dikembangkan,” ungkapnya.

    Ia berharap Wali Kota Racing Cup dapat menjadi agenda resmi tahunan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sekaligus mendorong peningkatan sektor wisata dan UMKM masyarakat.

    Selain itu, Abdul Gafur juga berharap adanya dukungan pemerintah untuk melengkapi fasilitas Sirkuit Selawaring agar lebih representatif dalam penyelenggaraan event otomotif berskala besar di masa mendatang.

    “Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun perkembangan olahraga otomotif di Kota Tidore Kepulauan,” tutupnya.