08 / 10 / 2018 06:56:45

PEMKOT GELAR RAPAT TERKAIT PEMBANGUNAN PLTBM

Posting : 08 / 10 / 2018 06:56:45 - Oleh : admin

Walikota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim di damping Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Asrul Sani Soleman dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Halil Ahmad  memimpin Rapat terkait Investasi Pembangunan Listrik Tenaga Biomassa PLTBM Terintegrasi dengan Sumber Bahan Bakar  Biomassa Di Maluku Utara bertempat di Ruang Rapat Sekda dan dihadiri Pimpinan SKPD terkait Rabu, 3 Oktober 2018.

Ali Ibrahim dalam rapat tersebut tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Daerah mendukung Pembangunan PLTBM di Maluku Utara oleh PT Sumber Daya Hutan Berkelanjutan dan PT Energi Bersih Halmahera jika benar - benar membawa dampak yang baik untuk kesejahteraan rakyat Tidore namun pembangunan tersebut masih harus dikaji  terlebih dahulu apakah layak atau tidak sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi Pemerintah Kota Tidore. Selanjunya Walikota memerintahkan kepada SKPD terkait untuk membentuk Tim yang akan mengkaji, menganalisis dan juga melakukan survey lapangan ke lokasi – lokasi yang telah dibuat PLTBM oleh PT. Energi Bersih Halmeraha sehingga bisa dilihat langsung dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Sementara Direktur Teknik PT. Energi Bersih Halmahera, Bahari dalam rapat tersebut mempresentasikan Pembangunan Listrik Tenaga Biomassa (PLTBM) Terintegrasi dengan Sumber Bahan Bakar Biomassa Di Maluku Utara. Dikatakan PLTBM adalah Pembangkit Listrik dimana Bahan Bakarnya adalah Biomassa yang dalam hal ini adalah kayu bukan batubara, minyak atau gas. Bakar Biomassa Kayu di bakar untuk memanaskan Air di dalam Boiler dan untuk selanjutnya Air akan berubah fasa menjadi Uap dan Uap akan digunakan untuk memutar Turbin Uap, Turbin Uap akan memutar  Generator sehingga Listrik akan dihasilkan dari Generator tersebut.

Bahari menambahkan PLTBM akan dibangun di Kota Tidore Kepulauan : 2x5 MW dan Halmahera Selatan : 2X5 MW dan akan dibangun di dalam dan di tengah lahan pertanian dan kebun kayu atau Hutan Tanaman Industri untuk menjamin  ketersediaan Supply Bahan Bakar dimana luas lahan tersebut adalah antara 5.000 ha -7.000 ha  masing-masing lokasi pembangkit. Adapun bahan baku yang akan ditanam adalah Akasia, Ealakiptus, Lamtoro dan Gamal. Pemilihan Maluku Utara sebagai Lokasi PLTBM adalah karena Tarif PLN yang bagus dan ketersediaan lahan yang cukup.

Bagikan :