08 / 09 / 2018 12:49:49

Desak Kejar Direkur RPI

Posting : 08 / 09 / 2018 12:49:49 - Oleh : admin

Ternyata lebih dari 8 desa yang menjalin kerja sama dengan Direktur Rumah Pemberdayaan Masyarakat (RPI), Muhammad Bayu. Semua desa yang diketahui menyetorkan uang ke Muhammad Bayu. Uang tersebut untuk pengadaan mesin pengolahan.
Hanya saja harapan sejumlah desa untuk mendapat mesin pengolahan untuk membangun desa, sepertinya berakhir pahit. Pasalnya, setelah menerima uang dengan jumlah tidak sedikit, Muhammad Bayu justru hilang kontak. Beberapa hari lalu kabarnya ia berada di Kalimantan.
Muhammad Bayu baru mendatangkan beberapa mesin pengolahan. Mesin tersebut belum bisa difungsikan karena tidak lengkap. Pemerintah Kota Tikep sendiri kesulitan menghubungi Muhammad Bayu. Istri Muhammad Bayu saja yang bisa dihubungi.
Saat ini, BUMDes di Desa Maregam, Koli, Todapa, Nuku, Aketobololo, Bale dan Selamalofo, ada juga desa-desa lainnya yang sudah menyetor uang BUMDes untuk pembelian mesin pengolahan. Di Selamalofo dan Akseai misalnya, saat ini uang BUMDes mereka belum dikembalikan. Kepala Desa Selamalofo Asrul M. Saleh mengatakan, pihaknya penyetoran uang  sebesar Rp 120 juta ke Muhammad Bayu untuk pengadaan mesin pengering kopra putih, tetapi sampai saat ini mesin itu belum didatangkan.  
Pemerintah di sejumlah desa berharap Pemkot Tikep mendatangkan Direktur RPI agar uang mereka bisa dikembalikan. “Segera cari dia (Muhammad Bayu) dan harus didatangkan ke Tikep, agar uang BUMDes sejumlah desa bisa dikembalikan. Kalau dia sudah datang, kami pasti batalkan kerja sama ini,” kata Asrul M. Saleh.
Kepala Desa Akesai, Idrus H. Thalib mengaku menyetorkan Rp 145 juta ke Muhammad Bayu untuk pengadaan mesin pengering kopra putih dan alat pengolahan lainnya. Pihaknya juga berharap uang BUMDes tersebut dikembalikan.

Bagikan :