08 / 09 / 2018 07:29:25

Bangkitlah Kaum Muda

Posting : 08 / 09 / 2018 07:29:25 - Oleh : admin

MAJALAH FIGUR edisi XXX tahun 2008, menerbitkan khusus masalah kaum muda. Judul besar majalah tersebut adalah “Aktivis Kaum Muda Mau Kemana? Banyak yang dikupas mulai dari sejarah pergerakan pemuda di berbagai negara termasuk di Indonesia  hingga melihat kaum muda di era Reformasi.
    Pembahasan awal majalah itu tertulis perjalanan sejarah bangsa-bangsa di dunia, sulit mencari bukti perubahan yang dimotori kaum muda, begitu juga di Indonesia. Salah satunya sejarah regenerasi kepemimpinan sampai 1998 yang selalu diwarnai aksi kaum muda yang progresif dan visioner dalam merubah wajah baru negeri ini. Catatan sejarah Indonesia membuktikan, kaum pemuda menjadi bagian yang sangat penting. Buktinya tahun 1928 sudah mendeklarasikan Sumpah Pemuda dan pada 1998  kaum muda kembali turun ke jalan membuat perubahan besar dengan menurunkan Rezim Orba (Orde Baru), kekuasaan Soeharto yang sudah menguasai negara ini selama 32 tahun dan membawa kita pada era baru yang dikenal Era Reformasi. Tidak salah jika dikatakan kaum muda adalah pioner perubahan, seperti yang dikatakan Ortega.G.Yasset : ‘’Pemuda adalah the agent of change.’’

Pemuda Masa Kini
    Setiap zaman memiliki sejarah yang berbeda, begitu juga zaman pemuda Indonesia pada masa lalu dan kini. Pemuda diera Kebangkitan Nasional mulai dari 1908, era Sumpah Pemuda 1928, era Proklamasi 1945, era Orde Baru 1966 dan era Reformsi 1998. Masalah yang dihadapi dan solusinya berbeda juga. Sebagaimana Imam Prasejo: Puncak kehidupan manusia di- setting berbeda, di masa penjajahan, kaum muda melawan penjajah dengan fisik dan intelektul. Okelah kita menghargai perjuangan tokoh pemuda masal lalu dan harus dihargai setinggi-tingginya sebagai spirit perjuangan kita di era sekarang. Tapi menurut saya penghargaan saja tidak cukup, terpenting keteladanan perjuangan dan militansi mereka dalam menegakkan cita-cita kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nyata, atau kata Imam Prasodjo, perjuangan kaum muda sekarang yang terpenting adalah  konsep perjuangan masa depan  yang ideal agar lebih baik. Kenyataannya, sederet titel dan lebel yang dimiliki kaum muda tidak bisa diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Dalam melihat problem perjuangan masa kini, kaum muda banyak terkotak-kotak atau semangat sektarian yang tidak sejalan dengan misi dan nafas kemerdekaan jadi mudah dihancurkan. Padahal solidaritas pemuda dibangun adalah kesadaran kebersamaan dan masalah yang kita hadapi sekarang adalah kita belum memiliki kesadaran. Gaya hidup modern yang berbaur pragmatis menambah merosotnya moral kepemudaan kita yang tak kunjung usai yang makin diperburuk dengan konflik internal organisasi kepemudaan. Akibatnya visi- sosial kepemudaan jauh dari tujuan pemuda dan the agent of change atau selogan ilusi.
    Rasa gersang, mengerikan dan memperihatinkan, itulah bagian dari potret kaum muda masa kini. Organisasi kepemudaan yang telah dibentuk dari tingkat nasional sampai ke daerah diharapkan berperan penting untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa justru mendapat jalan buntu. Belakangan ini, kita terlalu banyak mengonsumsi informasi yang tidak bermutu dan berkualitas tentang aktivitas kaum muda, mulai dari konflik antar mahasiswa atau antar organisasi yang memakai lebel kaum pemuda. Mirisnya lagi kaum muda yang dihimpun dengan sebuah organisasi kepemudaan yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sudah menjadi jargon politik sehingga berjalan tidak searah dengan misi organisasi. Olehnya, jangan panik atau marah ketika ada yang mengatakan “di mata publik KNPI tidak bisa dibanggakan apalagi diharapkan”. Jangan tanyakan kepada mereka atau saya, kenapa ada kata-kata seperti itu, justru organisasi kepemudaan kita yang harus berbaik bertanya kepada diri kita sendiri kenapa kata-kata itu mencuat di permukaan, itu artinya ada yang tidak beres.
    Pemuda dengan keberanian dalam menegakkan kebenaran dan keadilan harunya menjadi ciri khasnya tapi telah hilang seperti yang dijelaskan sebelumnya yaitu konflik internal organisasi kepemudaan. Konflik internal saja tidak bisa diselesaikan apalagi diberikan tanggung jawab yang lebih besar yakni tanggung jawab sosialnya. Padahal, prinsipnya kehadiran KNPI diharapkan dapat melahirkan generasi yang tangguh, kuat, cerdas,bermutu dan berkualitas serta mempunyai visi perubahan untuk masa depan bangsa begitupun organisasi kepemudaan lainnya.

Pemuda Maluku Utara
    Dalam konteks Maluku Utara, organisasi kepemudaan KNPI. Bukan berarti saya memojokkan KNPI tapi itulah yang kita saksikan realitanya KNPI telah disibukkan dengan urusan politik. Politik bela diri dan saling lapor di lembaga hukum dengan alasan pelanggaran kode etik organisasi dan lain sebagainya. Pelanggaran kode etik juga masalah organisasi yang harus diperhatikan, tapi yang miris di hati kita adalah di tengah-tengah masalah rakyat yang perlu diperjuangkan malah diabaikan. Bahkan tidak menjadi isu sentralnya. Padahal memperjuangkan masalah rakyat adalah substansi perjuangan pemuda. Bahkan dengan gagah berani tampil di media menunjukkan kerelaan ke pusat hanya untuk kepentingan organisasi, seakan-akan itulah substansi perjuangan mereka. Memang benar-benar lucu ketika informasi sampai ke telinga saya, sangat dangkal dan tidak etis diperjuangkan. Sebab masih banyak persoalan daerah ini yang pantas dan layak untuk diperjuangkan oleh kaum muda.
    Tidak ada sikap gagah berani KNPI baik tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota melaporkan kasus korupsi ke penegak hukum yang melibatkan sejumlah pejabat publik di daerah atau paling tidak, kaum muda berada di garda terdepan untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang sudah terlanjur dikonsumsi oleh publik. 17 Aguatus 1945 telah berlalu, di saat kemerdekaan dikumandangkan kemarin seharusnya kaum muda lah yang memberanikan diri dan memberi harapan untuk terobosan menuntaskan masalah baru yang menciptakan penjajahan, penindasan serta keburukan kepada rakyat.

 

Harus Berani
    Realitas kaum muda pada gambaran diatas bukan representasi kaum mudah seutuhnya, masih ada yang punya kepekaan dan prestasi yang luar biasa dari bidangnya masing-masing. Tapi itulah yang saya rasakan dari getaran kaum muda masa kini, bahwa kaum muda saat ini sedang sakit bahkan sedang sekarat. Atas dasar itulah kita harus banyak mengintrospeksi diri karena kita terlalu muda hanyut dalam alam pragmatisme dan lainnya yang dapat membawa pergerakan kaum muda terseret pada jurang kehacuran. Akibatnya kepercayaan publik terhadap institusi pemuda menurun. Olehnya itu menutup tulisan ini, dengan mengatakan “kaum muda harus berani”. Berani melawan keterpurukan karena masa dean bangsa ini hanya milik kaum muda bahkan masa depan kita masih suci maka percayalah kita tetap akan menang dan tetap akan kuat.
    Karenanya, harus diselamatkan dan diobati dengan menyatukan visi dan membangun kesadaran bersama dan melakukan agenda-agenda perubahan yang dapat mengembalikan kejayaannya menjadi kaum muda yang mampu menegakkan kebenaran dan keadilan. Yang menjadi ciri khas utama kaum muda yang sesungguhnya. Sebab itulah kuncinya dari agenda bersama, tertama kaum muda yang seharusnya memolopori sejarah baru bahkan harapan baru .

Bagikan :