24 / 04 / 2019 07:04:18

Rakor Lintas Sektor Penanggulangan Bencana Resmi Digelar

Posting : 24 / 04 / 2019 07:04:18 - Oleh : Admin

Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, H. Asrul Sani Soleiman mengatakan siklus penanggulangan bencana di Kota Tidore Kepulauan perlu dilakukan secara utuh, dimulai dengan mengupayakan kesiapsiagaan dini melalui kampanye mitigasi dan pengurangan resiko bencana.

Hal tersebut disampaikan Asrul Sani dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penanggulangan Bencana daerah Kota Tidore Kepulauan, Selasa (23/4) yang dipusatkan di Aula SMK Negeri 1 Tidore.

Asrul menjelaskan bahwa Maluku Utara berada dalam posisi yang sangat strategis, karena berada di lintasan khatulistiwa yang secara klimatologi memiliki curah hujan yang tinggi. Maluku Utara juga berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif yaitu Australasia, Pasifik dan Eurasia yang memiliki potensi tinggi terjadinya gempa bumi, patahan tektonik dan tsunami. Bahkan Maluku Utara berada di jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring Fire).

Melihat banyaknya potensi bencana yang berada di Maluku Utara ini dan khususnya di Kota Tidore Kepulauan, kata Asrul Sani, maka perlu adanya peningkatan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program/kegiatan antara BPBD dengan semua pihak, baik organisasi perangkat daerah, lintas sektor, maupun dunia usaha dan masyarakat. Dan perlu dilakukan secara berkesinambungan sehingga tercipta upaya penanggulangan yang proporsional antara preventif dan responsive.

Oleh karena itu penting bagi BPBD untuk melakukan rapat koordinasi antara BPBD, OPD dan lintas sektor maupun pihak swasta dan masyarakat. Sehingga mempunyai manfaat yang besar dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. Kata Asrul Sani.

Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, M. Iqbal Japono dalam laporannya menjelaskan Rapat Koordinasi ini dilaksanakan untuk mewujudkan sinergitas perencanaan antara BPBD dengan OPD lintas sektor sehingga tercipta sistem penanggulangan bencana yang tanggih, teruji dan professional dalam melaksanakan penanggulangan bencana.

Iqbal menambahkan bahwa para peserta yang terlibat dalam Rakor ini berjumlah 65 orang yang berasal dari perwakilan OPD, perwakilan kecamatan dan organisasi kemasyarakatan di wilayah Kota Tidore Kepulauan. Serta menghadirkan narasumber dari Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate dan pejabat struktural di BPBD Kota Tidore Kepulauan dan Rakor ini akan berlangsung selama dua hari.

Bagikan :