09 / 01 / 2019 07:13:22

Pemkot Gelar Rapat Bahas PLTU Tidore

Posting : 09 / 01 / 2019 07:13:22 - Oleh : Admin

Menindaklanjuti pertemuan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan, Masyarakat Kelurahan Rum Balibunga dengan pihak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tidore kemarin, terkait keluhan masyarakat Rum Balibunga tentang gangguan akibat polusi (debu batu bara) yang dihasilkan oleh PLTU Tidore yang dinilai sangat membahayakan warga, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Selasa (8/1) mengadakan pertemuan dengan Perwakilan PT. PLN UIW Wilayah Maluku dan Maluku Utara, PLN ternate, PLTU Tidore dan PLN Tidore.

Rapat dipimpin langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim didampingi Staf Ahli Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Asrul Sani Soleman, dihadiri  Perwakilan PT. PLN UIW Wilayah Maluku dan Maluku Utara, PLN ternate, PLTU Tidore, PLN Tidore, sejumlah pimpinan SKPD terkait, Camat Tidore Utara dan Kepala Kelurahan Rum Balibunga, bertempat di ruang Rapat Walikota.

Pada kesempatan tersebut Walikota Ali Ibrahim menyampaikan hasil kesimpaulan rapat kemarin yang menghasilkan tujuh kesepakatan salah satunya permintaan masyarakat untuk secepatnya direlokasikan karena dampak debu dari aktivitas PLTU.

Terkait hal tersebut Walikota Ali Ibrahim mengatakan bahwa masih menunggu koordinasi pihak PT. PLN UIW Maluku dan Maluku utara ke PT. PLN Pusat, akan tetapi dari pimpinan dari pihak PT. PLN UIW Maluku dan Maluku utara telah menyampaikan bahwa keputusan atau hasil kapan atau bagaimana relokasi itu mungkin tanggal 18 Januari mendatang baru bisa disampaikan kepada Pemerintah Daerah, selanjutnya Pemerintah Daerah akan bertatap muka dengan Warga masyrakat Rum Balibunga.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Tidore Kepulauan juga menyampaikan terkait dengan penanganan  dampak debu dan pipa cerobong, telah diambil langka antisipasi dari pihak PLN dan PLTU, untuk itu Walikota Ali Ibrahim menghimbau kepada masyarakat Kelurahan Rum Balibunga khususnya di RT 04 dan RT 05 untuk tetap tenang dan jangan terprovokasi karena saat ini pihak PLN dan PLTU telah mengambil langkah-langkah antisipasi sambil menunggu relokasi yang akan dilaksanakan.

Kesempatan yang sama  perwakilan PT. PLN UIW Maluku dan Maluku Utara M. Rasyat H, mengatakan bahwa tekait dengan rencana relokasi, sudah dalam tahap pembahasan karena sebelumnya sudah diadakan pertemuan dengan Pemerintah Kota terkait dengan permohonan-permohonan yang disampaikan masyarakat.

 Kami bersama tim juga sudah turun kelapangan melihat kondisi-kondisi ril yang ada di masyarakat dan telah disampaikan ke kantor wilayah, namun bagaminapun juga karena PLN adalah BUMN sehingga setiap kejadian maupun suatu kondisi yang diluar perencanaan selama ini usulannya akan disampaikan ke Kantor Pusat untuk ditindaklanjuti.

"Arahan dari Walikota terkait opsi relokasi, lahan dan lokasi untuk relokasi kesimpulannya semua dari masyarakat yang menentukan, kami akan menyampaikan hal tersebut untuk ditindaklanjuti dan prinsipnya General Manager memiliki Visi yang sama yaitu mencari solusi yang baik untuk masyarakat" Tandasnya.

Bagikan :