16 / 12 / 2019 05:27:30

Wawali bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Soasio menggelar pertemuan dengan Motores (juru mudi) kapal kayu

Posting : 16 / 12 / 2019 05:27:30 - Oleh : Admin

Melalui Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas 3 Soasio Kota Tidore gelar pertemuan dengan sejumlah Motores (juru mudi) yang ada di Kota Tidore yang dipimpin langsung oleh Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim bertempat di ruang rapat Sekda, Jumat (13/12).

Pertemuan yang dipimpin Walikota Tidore Kepulauan ini dalam rangka mencari solusi terkait dengan surat ederan tentang perubahan geladak atas (top deck) motor kayu yang melayani rute Tidore-Ternate, Mitara-Tidore dan Maitara Ternate tersebut.

Walikota Tidore Kepulauan H. Ali Ibrahim dalam arahannya mengatakan bahwa perubahan geladak kapal (top deck) motor kayu ini juga harus dilakukan  perubahan dermaga pelabuhan rum yang layak untuk kapal-kapal yang nantinya beropersi di dermaga tersebut “karena tidak semudah untuk merubah suatu struktur atau badan kapal maka surat edaran yang dimaksud agar dipending dulu sampai adanya kajian dari akademisi sehingga semua kepentingan ini terakomodir”. Ungkap Ali Ibrahim

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan Daud Muhammad mengajak kepada semua para motores (juru mudi) agar sama-sama menjaga keselamatan untuk berlayar karena tanggung jawab keselamatan ini bukan hanya dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat akan tetapi kepada kita semua untuk menjaga keselamatan tersebut.

“Sehingga dalam kondisi cuaca ekstrim dan angin kencang tidak ada yang melakukan berlayar, atau bahkan meskipun petugas perhubungan atau KUPP Soasio mengeluarkan izin berlayar tetapi para motoris merasa bahwa cuaca tidak bisa untuk berlayar maka diiingatkan bahwa jangan dulu melakukan aktifitas berlayar”.Tutup Daud Muhammad

Dalam pertemuan tersebut juga, Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen dalam arahannya menyampaikan bahwa jangan sekali-kali melupakan sejarah masa lalu harus ingat bahwa motor kayu ini juga yang menghantarkan Tidore sampai pada hari ini tidak ada transportasi lain pada saat itu hanya adanya transportasi motor kayu apapun perintah undang-undang tetapi karena jasa motor kayu ini menghantarkan ekonomi pada saat itu maka harus dihargai jasa motor kayu dan pada hari ini menjadi bukti sejarah bahwa tidore merupakan Daerah Kepulauan.

Muhammad Senin juga menegaskan kepada para motoris (juru mudi) kapal kayu agar sama-sama menjaga keselamatan masyarakat serta patuhi aturan yang ada jika melanggar aturan yang ada dan memaksa untuk berlayar disaat cuaca ekstrim jika terjadi sesuatu maka motor bersangkutan akan diikat dan tidak diberi izin untuk berlayar lagi.

Bagikan :